
Tiamat membuka matanya dan menemukan dirinya berada di suatu tempat yang jauh dari tempat sebelumnya.
"Ugh.... Dimana aku dan Kenapa seluruh tubuhku Terasa sakit."Ucapnya sambil berusaha bangun dan baru menyadari, jika Lengan Kirinya sudah Hancur.
"Aakkhhhh..... Bandot tua itu, Dia Sialan! Gara-gara serangan dia tadi lenganku jadi hancur, Padahal tubuh ini sudah susah payah aku buat dan dia dengan seenaknya menghancurkan Lenganku begitu saja."Tiamat menggerutu sambil mencoba Meregenerasi Lengannya.
Namun Ia sama sekali tidak bisa Meregenerasi Lengannya"Kenapa ini? kenapa tidak bisa Meregenerasi?."Ucapnya dengan wajah Terkejut.
"Itu tentu karenaku. Kan?."Ares berjalan Santai kearahnya sambil memegang Pedangnya.
Tiamat bangun lalu mengambil Pedang dan dan mengarahkannya ke Ares, Ares tertawa melihat Seorang Demon King yang telah kehilangan lengannya mengacungkan Pedangnya Kearahnya.
Ares dan Tiamat melesat dan saling adu Serangan, Mereka berdua adu pedang cukup lama sampai-sampai Hutan disekitaran mereka hancur berantakan.
Ares terus mengayunkan pedangnya dan sedangkan Tiamat terlihat sedikit kesulitan menahan serangan Ares, Tiamat tidak bisa bergerak leluasa karena ia hanya mengandalkan satu lengan.
Dan Lagi HP yang dipunya sekarang Tinggal setengah dan entah kenapa Hp Yang dia miliki terus berkurang seiring berjalannya waktu.
Tiamat kali ini sedang dalam keadaan Amat terpojok, Ares terus mengayunkan Pedangnya dengan Cepat dan Tiamat dibuat tertekan Karena itu.
Tiamat mengeraskan Rahangnya dan dengan cepat mengubah posisinya, Ia melakukan sebuah tendangan menusuk yang membuat Ares terpental mundur.
Ares terpental cukup jauh namun itu tidak menimbulkan Damage yang besar, Ia mengambil Kuda-kuda dan bersiap menyerang.
"Apa ini? Apa kau takut D.e.m.o.n.K.i.n.g?."Ejek Ares.
Tiamat mengepalkan tangannya dan mengeraskan Rahangnya, Tiba-tiba Demonic Energy Meledak dari dalam tubuhnya, Demonic Energy ini jauh lebih besar dari yang pertama kali ia lihat.
'Terpancing!.'Batinnya Sambil tersenyum.
Demonic Energy itu mengelilingi Tubuhnya dan beberapa saat kemudian Penampilannya berubah. Pakaiannya menjadi merah dan terdapat Tanduk Dikepalanya, lengan kirinya sudah digantikan Demonic Energy yang memadat dan Pedangnya Diselimuti Demonic Energy yang luar biasa kuat.
ini adalah True Form Tiamat yang dikenal sebagai The true half-demon Dragon form. Dengan Form ini Seluruh Statnya meningkat tajam dan Seluruh Indranya menjadi lebih Tajam.
"bersiaplah kau bandot tua aku datang!."Tiamat menghilang dari pandangannya dan muncul di depan Ares.
Ares sudah mengangkat Tamengnya dan Tiamat menyerang Ares secara cepat, Tebasan-tebasan Pedang Yang Tiamat luncurkan bisa Ares tangkis menggunakan Tamengnya.
__ADS_1
Tiamat Mendengus kesal dan Mengepalkan tangannya yang lain, lalu memukul Ares hingga terpental jauh dari sana, Ares mendarat dengan Ditanah dengan kasar sambil merasakan tangannya yang terasa kesemutan karena menangkis serangan Tiamat.
"Berat, ini seperti menahan Tabrakan Truk!."ucapnya sambil memperbaiki kuda-kudanya.
Tidak lama kemudian Tiamat datang dengan wajah penuh senyuman"Waduh, Kemana kepercayaan dirimu tadi pak tua? Apa dia lari? Hahahahhahha......."Ejek Tiamat sambil memandang rendah Ares.
Ares tidak menggubris perkataannya dan Memilih untuk fokus menyerang, Ares melesat dan memberikan serangan-serangan mematikan yang dibahas serius oleh Tiamat.
Mereka berdua saling Adu serangan yang menimbulkan Getaran Hebat Disekelilingnya, Mereka berdua saling adu serangan cukup lama namun tidak satupun diantara mereka yang terlihat kelelahan.
Malahan mereka berdua amat menikmati pertempuran, Ares dan Tiamat saling bertukar serangan Ribuan kali dan banyak dari serangan itu yang mendarat Ditubuhnya namun, luka-luka itu sama sekali tidak membuat mereka melemah.
Ares mengambil jarak lalu memasang kuda-kuda Bertarung lalu melesat kearah Tiamat, Ratusan tusukan dan tebasan dia lemparkan pada Tiamat dan Tiamat menanggapi dengannya Menghindari atau menahannya.
Tiamat dibuat bingung dengan Kombinasi serangan Ares yang dia pikir sedikit aneh dan Unik, Tiamat sendiri tidak memusingkan hal ini dan Fokus untuk menyerang Ares.
Tiamat dan Ares saling beradu Pedang, Tebasan , tusukan, pukulan, tendangan, sudah mereka lakukan cukup lama namun Tiamat menyadari Satu hal.
'Kenapa Dia tidak kelelahan? Dan lagi Kenapa Armornya tidak mengalami perubahan apapun padahal sudah diserang Hampir puluhan ribu kali?.'Batin Tiamat.
Jika Armor yang dipakai Ares memiliki Rank Epic kebawah mungkin Sekarang Armor itu sudah Rusak, namun, Armor yang dipakai Ares memiliki Rank Divine yang bahkan Para Demon King sendiri Hampir tidak memilikinya.
Ditangan kirinya terdapat Sebuah bola yang dengan cepat membesar dan mengeluarkan Hawa kehancuran Luar Biasa. Bola itu memiliki Warna hitam dengan variasi Oranye menyala.
'Kekuatan itu lagi.'Batin Tiamat.
Ares menghilang dari pandangannya dan Tiamat langsung merubah posisinya Kebelakang, namun ia salah, Ares muncul tepat disampingnya dan seketika Bola itu mengenainya dan membuat terpental Amat jauh.
Tiamat menabrak pepohonan dan berhenti setelah mendarat disebuah batu, Ia merasakan rasa sakit luar biasa Ditubuhnya, ia lalu mengecek lukanya.
dan menemukan sebuah luka Ditubuhnya yang seperti Luka Keropos, Luka ini tidak mengeluarkan darah namun Luka ini terus menyebar dan ia juga merasa mendapatkan Debuff Porous dan Poison.
"Aku tidak bisa mengobati luka ini sekarang namun aku bisa mencegahnya dan menahannya, namun Ia tidak tahu berapa lama aku bisa bertahan, Aku harus bertarung lebih serius."Tiamat bangkit dan melesat kearah Ares.
Ares menyambut serangannya dengan tameng dan Pedang dengan telak mengenai Bahunya, Tiamat memutar tubuhnya lalu menendang Ares hingga terpental beberapa langkah.
Ia lalu kembali melesat dan menyerang, Mereka berdua bertarung lebih serius dan Brutal, Mereka semua menggunakan semua Serangan yang ada dan menggunakan seluruh kekuatan mereka.
__ADS_1
Tiamat mengayunkan Pedangnya dengan cepat dan diikuti oleh Ares, Mereka Berdua beradu Serangan cukup lama dan sudah ratusan serangan mendarat di tubuh mereka namun tidak ada satupun dari mereka yang jatuh.
Ares memutar tubuhnya dan melakukan sebuah tendangan kearah kepala yang ditahan oleh Tiamat, Tiamat mundur beberapa langkah dan menatap Ares.
Ares menyarungkan Pedang dan memasang kuda-kuda lagi, Intensitas Mana dan Chaos Energy Disekitarnya meningkat.
Tiamat sendiri tidak bisa bertindak gegabah karena ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Ares menarik Pedangnya dan menciptakan sebuah Tebasan berbentuk X menyala yang melesat dengan sangat cepat kearah Tiamat.
Tiamat masih bisa melihat serangan Ares dan mengantisipasi dengan menghindari namun tidak semua tubuhnya bergerak secara bersamaan. ia terserempet serangan tadi dan efeknya jauh lebih mengerikan dari yang diduga.
ia mendapatkan luka yang sama seperti tadi, Keropos yang perlahan-lahan menyebar, Tiamat hanya bisa mengantisipasi dengan menggunakan Demonic Energy.
Walaupun begitu, ia sekarang sudah berada diujung tanduk, Hp dan MP yang ia miliki sekarang sudah tipis karena pertarungan dengan Lima Guild besar. Dan luka-luka yang didapatkan dipertarungan sebelumnya belum sembuh.
'Saat ini aku hanya bisa mengandalkan seluruh kekuatanku, Kalaupun aku mati disini setidaknya aku harus membawanya bersama ku.'Batinnya sambil mengeraskan Rahangnya.
Ia kembali melesat menyerang Ares yang pada saat itu masih memasang Kuda-kuda, Ia melesat kedepannya dan menyerang namun Ia menyadari, Pedang beserta tangannya sudah terpotong dengan Rapi.
Tiamat mengambil Jarak dan memasang wajah rumit"Bagaimana caramu bisa setenang itu? Padahal kita sudah bertarung amat lama dan cukup menguras mental tapi bagaimana caramu masih bisa tenang seperti itu?."Ucapnya dengan penuh keheranan.
Tiamat sudah menyadari sejak mereka pertama bertemu, Ares sama sekali tidak takut ataupun panik dengannya malah Ia bersikap tenang dan tidak terbawa Emosi meski beberapa kali tersudut dan hampir mati.
Tiamat merasa dia seperti melawan Orang yang sudah tahu Arah pertarungan dan masa depan sendiri, Ia tidak pernah melawan orang setenang dan sesabar Ares sebelumnya.
Ares Tertawa Kecil menanggapi pertanyaan Tiamat, Ia lalu kembali memasang kuda-kuda"Itu mudah, Karena aku sudah Memprediksi semua ini, Semua yang kau lakukan dan semua gerakan-gerakanmu sudah aku prediksi, Dan yang paling penting aku memiliki Pengalaman bertarung amat lama melampaui dirimu."Ucapnya dengan nada santai.
Yang dikatakan Ares benar, Ia selama ini sudah memprediksi semua yang ada disini dengan tenang didalam Otaknya, Ia selalu mendapatkan Informasi baru setiap detiknya dan itu adalah kelemahan dari Tiamat, Mereka bertarung cukup lama dan dengan itu saja Ares sudah mendapatkan Banyak informasi tentangnya.
dan informasi-informasi itu akan setiap Saat diperbaharui, Ares memiliki kemampuan yang dapat membuatnya secara sadar memilih Informasi yang mana harus masuk kedalam otaknya dan mana yang tidak.
Ia akan setiap Saat membuat rencana-rencana Baru dari setiap informasi-informasi yang ia dapatkan, Dan jika rencana itu gagal Ares tinggal membuangnya dan mengganti dengan Rencana baru dan membuatnya lagi dengan Informasi-informasi yang akan dia dapatkan dimasa depan.
Ini memang terdengar seperti omong kosong namun Jika ini omong kosong Ares tidak akan bisa hidup selama Hampir Dua ratus tahun dan masih bisa hidup dengan Cara seperti itu.
Ares Tersenyum sesaat"Aku pernah mendengar perkataan Orang hebat dulu, Dulu dia pernah berkata 'kalau kamu merencanakan sesuatu dengan baik, kamu tidak perlu terburu-buru' Jadi Kenapa kau tidak maju?."Ucapnya sambil tertawa kecil sesaat.
[ Skill Fate-Breaking Reality Slash Telah selesai Cooldown ]
__ADS_1
[ sekarang anda bisa menggunakannya ]
Ares tersenyum lebar"Semua sesuai dengan apa yang aku pikirkan."Ucapnya pelan.