Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
84.Pergi Kepedagang Budak


__ADS_3

Ares berjalan didampingi Ksatria keluarganya kepintu keluar istana kerajaan dan tidak lama mereka berjalan seseorang dari arah sebaliknya berpapasan dengannya, Dia adalah Putra Mahkota yang memasang tampang Ruwet tapi ketika melihat Ares matanya langsung dipenuhi niat membunuh.


mereka berdua saling berpapasan tanpa bicara satu katapun tapi Ares bisa mendengar Putra Mahkota Mendengus kesal barusan, Ksatria disampingnya hanya diam dengan wajah datar sementara Ares tersenyum tipis. mereka berdua kembali berjalan menuju pintu keluar dan akhirnya sampai disana.


Disana terdapat ayahnya dan Raja Petersburg yang sedang menunggu Dirinya sementara Kakek neneknya sudah masuk kedalam kereta terlebih dahulu, Ares bergegas menghampiri mereka lalu memberikan hormat pads Raja Petersburg.


"Jadi apa semua barang bawaan sudah dikemas?."


"Ya Ayah, aku sudah mengemasi barang-barangku, sekarang tinggal berangkat saja."


Ayahnya mengangguk puas lalu mengalihkan pandangannya keraja Petersburg"Kalau begitu kami pamit pulang dulu Yang Mulia, Saya harap anda bisa menjaga keselamatan anda dan para pahlawan."Ayahnya tersenyum biasa namun Ares bisa merasakan ejekan disetiap perkataannya, Raja Petersburg mengangguk dan berjabat tangan dengan Raja"Tolong hati-hati dijalan Duke Gerald, Saya khawatir nanti akan ada monster yang menyerang kalian, oh? kaliankan monster jadi sepertinya tidak ada masalah sekarang. kan?."Raja Petersburg tersenyum mengejek dan mereka berjabat tangan dengan saling bertukar Tatapan tajam.


"Kalau begitu kami pergi dulu."Ayahnya pergi meninggalkan Raja Petersburg dan berjalan menuju Kereta.


"Ayah bisakah kalian Keutara Duluan? aku akan menyusul nanti."


Ayahnya berhenti bergerak dan menatap Ares penuh selidik"Ya tentu saja bisa, Tapi, Mau apa kau?."Ayahnya merasa Ares menyembunyikan sesuatu darinya, tapi sebagai seorang ayah dia hanya bisa mempertanyakan Tindakan anaknya.


Ares Menghela nafas pelan"Aku ada beberapa urasan yang harus diurus disini, jadi aku perlu pergi sekarang. apakah ayah mengizinkannya?."Ares memasang wajah memelas.


Ayahnya hanya mengerutkan keningnya dan menghela nafas berat"Baiklah ku izinkan, tapi ingat jangan lama-lama dan lagi bagaimana dengan orang-orang yang kau bawa?."Dirinya melihat kearah salah satu kereta kuda yang baru dibeli, kereta kuda itu diisi Nyonya Luisa, Irine dan Lissa.


"Bisakah ayah menyiapkan tempat untuk mereka tinggal? dan tolong suruh Penyihir keluarga kita untuk mengajarkan dasar-dasar dalam menggunakan Magic oh dan sepertinya mereka belum memiliki sirkuit Mana jadi bisakah ayah menyuruh seseorang untuk membangkitkan Sirkuit Mana mereka?, nanti setelah pulang aku sendiri yang akan mengajar mereka."

__ADS_1


"Oh dan bisakah ayah menyiapkan beberapa kamar? karena mungkin saat pulang nanti aku akan membawa beberapa orang."


Ayahnya menatap Ares dengan mata Curiga, Kali ini dia benar-benar merasa jika Ares menyembunyikan sesuatu darinya, Ia sudah tahu Ares selama ini menyembunyikan sesuatu tapi dirinya memilih untuk diam karena berpikir mungkin Ares tidak mau siapapun mengetahuinya.


"Aku akan suruh pelayan dikastil untuk menyiapkan kamar-kamar yang biasa digunakan Kstaria-kstaria keluarga kita, Tidak masalahkan?."


Ares mengangguk Puas lalu memeluk ayahnya, Ayahnya terdiam dan tersenyum, kali ini dia merasa Ares tetaplah anak kecil yang sulit untuk diatur, ini membuatnya kembali mengingat kenangan-kenangan indah saat bersama almarhum istrinya, Ares melepaskan pelukannya lalu tersenyum cerah dan berkata"Kalau begitu aku pergi dulu."Ares menggunakan Skill World Disaster Measures.


Dia langsung melesat pergi dari sana sambil melambaikan tangannya pada ayahnya, ayahnya hanya tersenyum lalu ikut melambaikan tangannya dan tersenyum hingga Ares menghilang dari pandangannya, Dia mendengus senang dan berkata"Anak-anak tetaplah anak-anak."Ayahnya lalu masuk kedalam kereta lalu berangkat pergi dari sana.


**************************


Ares berjalan ditengah keramaian dengan memakan sebuah apel ditangannya, Saat ini ia sedang berjalan menuju pedagang budak yang berada dipusat ibukota. Pedagang budak adalah orang-orang yang menculik Ras-Ras lain selain manusia untuk dijadikan budak, kebanyakan dari mereka didapatkan dari Negara yang kalah perang atau dari Tunawisma yang ada disetiap kota.


Mereka adalah orang yang mementingkan uang ketimbang kemanusiaan dan akan terus menculik atau mengambil Orang-orang untuk mereka jual, kebanyakan budak yang dijual digunakan untuk bertarung atau memuaskan hasrat seksual.


"Kalau tidak salah lewat sini."Ares berjalan lalu berbelok, setelah lama berjalan dan Tanya sana-sini akhirnya dia menemukan pedagang budak itu, ia menatap tajam Bangunan didepannya.


"Jadi ini Toko Pedagang Budak?."


Dia bisa melihat bangunan ini cukup besar dan bagus, diatas pintu masuk terdapat papan Nama yang tertulis Boutique d'esclaves. Disetiap sisi bangunan ini dilapisi marmer putih yang membuatnya terlihat mewah. Ia melangkahkan kakinya kedalam dan tidak lama kemudian seorang pelayan datang.


"Selamat Datang Tuan Muda, Ada yang perlu saya bantu?."

__ADS_1


Ares mengusap dagunya sambil memperhatikan Interior toko ini dengan seksama dan berkata"Aku ingin membeli budak."Ucap Ares dengan wajah datar dan suara dingin.


Pelayan itu mengangguk pelan"baik Kalau begitu bisa tunggu sebentar? saya akan memanggil pemilik toko dulu."Dia menundukkan kepalanya lalu bergegas pergi dari sana, tidak lama kemudian seorang Pria gendut dengan pakaian mewah dan Cincin emas dengan batu permata disetiap jarinya datang lalu menyapanya.


"Selamat Pagi dan selamat datang di tokoku Tuan Muda, saya tidak akan banyak bicara jadi bisa ikuti saya?."Dia tersenyum lebar.


Ares mengangguk pelan lalu mengikuti dia menuju Sebuah ruangan yang mengarah kebawah tanah, Melihat dari tingkah pelayanannya sendiri Ares bisa menilai mereka tidak akan pilih-pilih pelanggan walaupun pelanggan itu memiliki penampilan yang biasa, Ares mungkin dilayani Sangat baik karena dia saat ini memakai pakaian yang cukup mewah dan lagi Pedagang Budak ini mungkin sudah mengetahui jika Ares anak seorang bangsawan.


Pedagang budak itu berjalan didepannya dengan membawa sebuah Lentera yang cukup menyinari sekitaran mereka, mereka berjalan dalam keheningan hingga Pedagang Budak itu berkata"Kalau boleh Saya tahu, Budak apa yang ingin Tuan muda beli? Budak petarung atau Budak pemuas nafsu? kalau yang kedua saya bisa memberikan Diskon 20% untuk tuan muda."Pedagang Budak tersenyum Lebar dan dia sama sekali tidak menyembunyikan niat untuk menjilat Ares.


Ares mendengus pelan"aku akan membeli Budak Petarung, dan sepertinya melihat-lihat Pilihan kedua juga tidak masalah."Ares terkekeh kecil dengan senyum jahat diwajahnya, Pedagang Budak itu hanya tertawa keras melihat Ares dan tidak lama kemudian mereka sampai diRuangan bawah tanah toko ini.


ruang bawah tanah toko ini cukup dalam namun ia masih bisa merasakan Udara didalam sini yang mengartikan sirkulasi udara Disini cukup baii, Tapi yang menjadi masalah disini adalah Tempat ini terada seperti Penjara pada jaman Perang dunia Kedua.


Banyak sekali Budak yang kaki atau tangannya dirantai untuk mencegah mereka kabur atau melawan, Ini benar-benar mengingatkan pada Kondisi Penjara Pada saat perang Dunia kedua Dulu'...Mmmmm....ini membuatku sedikit bernostalgia.'Ares tersenyum tipis.


"Ini adalah budak-budak yang saya miliki, anda tidak perlu khawatir dengan kualitas mereka karena saya hanya mengambil budak super saja! jadi kebanyakan dari mereka memiliki Kemampuan untuk Bertarung atau yang lain, untuk harga kita bisa bicarakan nanti sekarang saya akan mengantarkan anda melihat Budak-budak Terbaik yang saya miliki."Pedagang Budak itu berjalan didepannya dengan wajah datar.


sementara dirinya hanya memperhatikan kondisi budak-budak yang ada disini, kebanyakan dari mereka tidak memakai baju yang layak, baju mereka hanyalah Karung Goni yang diberi lubang agar mirip seperti sebuah Baju sementara untuk celana mereka memakai celana yang memiliki banyak lubang, Dan Ares disini baru menyadari jika kebanyakan Wanita disini memakai baju yang terbuat dari karung Goni sementara Celana mereka sangat pendek.


Ares bisa melihat Paha mulus mereka dan kulit cantik mereka, Mereka semua terlihat malu memakai pakaian seperti itu dan kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk menundukkan kepala, Sementara untuk laki-laki disana Jarang ada yang memakai baju, kebanyakan dari mereka hanya memakai celana yang dipenuhi lubang sementara mereka telanjang dada, Ares bisa melihat tubuh dipenuhi Otot kekar seperti Otot-otot yang dimiliki Warrior.


'Jadi begitu ya? cerdik sekali dia.'

__ADS_1


Sepertinya pedagang budak itu sengaja memberikan mereka pakaian seperti ini agar para pembeli puas dengan kualitas budak yang dijual, apa lagi para Budak Wanita yang menggunakan pakaian minim yang bisa meningkatkan Gairah seseorang ketika melihatnya dan akhirnya membelinya, ini juga terjadi pada Budak pria yang sengaja diberi celana tanpa pakaian agar para pembeli bisa melihat dan mengetahui jika budak-budak disini kuat dan tangguh.


ini semua dilakukan untuk menarik minat para pembeli agar mereka puas dengan Kualitas Budak yang ada disini.


__ADS_2