
Ares, Ayahnya, kakeknya dan neneknya duduk sambil menatap sebuah amplop dengan Cap tanda kerajaan Gottlich, Sudah dua hari mereka mendapatkan undangan ini namun mereka belum juga memberikan balasan.
Sebenarnya mereka sangat malas harus datang keistana kerajaan karena mereka hanya akan jadi bodyguard yang tugasnya memberikan pandangan jika kerajaan Gottlich kuat.
"Ingin kubakar rasanya surat ini."Ucap Gerald geram.
Mereka bertiga yang mendengar hal itu mengangguk setuju, Gerald dengan kesal menguwel-uwel kertas itu lalu melemparnya keperapian dan tiba-tiba Keluar sesuatu dari tempat perapian.
Itu adalah sebuah hologram dengan gambar seorang pria Tua berumur sekitar 50 Tahun dengan mahkota Dikepalanya, tanpa diberitahu Ares bisa tahu dia adalah Raja kerajaan Gottlich. Petersburg Alvaro Negredo.
{ Ehm! sebenarnya aku sudah tahu kalian akan membakar Surat ini tapi aku Tidak akan basa-basi lagi, Dengan segala hormat yang dimiliki keluarga kerajaan kami mengundang Keluarga Dunkenheit menjadi pendamping kami diistana, dengan segala hormat yang kami miliki Tolonglah datang karena ini adalah masalah tingkat Nasional }
Hologram Raja Petersburg Alvaro Negredo hilang dari pandangan mereka yang menyisakan Rasa sebal dan kesal karena itu, Kakeknya menghela nafas berat lalu memulai membuka pembicaraan.
"Aku benci mengakui ini tapi kita harus keistana kerajaan nanti."ucapnya yang membuat suasan didalam rumah menjadi lebih sesak.
Mereka semua berdiam-diaman Beberapa Menit hingga akhirnya nenek dan ayahnya setuju untuk pergi keistana kerajaan diibukota kerajaan Gottlich, Ares juga ikut dalam undangan kalian karena dia adalah anak dari Gerald.
Mereka semua lalu bersiap-siap untuk pergi keistana kerajaan beberapa hari kemudian lalu berangkat dengan kereta kuda yang ditarik dengan Kuda yang Sudah berevolusi menjadi Monster namun jinak.
"Apa semuanya sudah?."Ucap ayahnya yang mau masuk kedalam Kereta kuda, untuk perjalanan kali ini mereka berdua membawa 3 kereta kuda.
Yang pertama untuk dirinya dan ayahnya yang kedua untuk kakeknya dan neneknya, yang ketiga untuk para Ksatria yang mereka bawa.
"Tidak, tidak ada tertinggal, ayo masuk."
Ares dan ayahnya masuk kedalam Kereta kuda diikuti neneknya dan kakeknya lalu kereta kuda para pengawalnya.
mereka semua berangkat menuju Luar Utara dengan kecepatan penuh karena Medan yang akan dilalui cukup Extreme Neneknya memberikan Magic perlindungan dan Stealth agar selama perjalanan mereka semua tidak diserang Monster.
Didalam kereta kuda Ares sibuk berlatih mengendalikan Aura didalam tubuhnya Sedangkam ayahnya sibuk membaca buku, dikereta satunya lagi neneknya juga sedang membaca buku sementara kakeknya tidur, para pengawal dibelakang sedang main kartu dengan riang gembira.
Perjalan menuju Luar daerah Utara perlu sehari untuk sampai, Ares melihat dari dalam kereta kuda dan mendapati sebuah tembok pertahanan Besar dengan tinggi 90 Meter lalu disetiap sisinya terdapat beberapa belas cakaran monster.
__ADS_1
Itu adalah Tembok pertahanan yang mengelilingi seluruh daerah Utara dan umurnya bisa diperkirakan lebih dari tua dari Kastil tempat dia tinggal.
"Besar bukan?."tanya ayahnya sambil menatap keluar.
Ares mengangguk setuju"apa nama tembok pertahanan ini dan apa alasannya dibuat Ayah? Tidak mungkin Tembok ini dibuat untuk menahan Monster saja, kan?."Ucap Ares dengan senyum Penuh makna.
Ayahnya tertawa kecil lalu mulai menjelaskan Tentang tembok pertahanan ini, Tembok pertahanan ini memiliki Nama Darius Great Wall of defense, Nama Darius mengambil dari nama Kepala keluarga pertama Keluarga Dunkenheit, Darius Von Dunkenheit.
Fungsi utama dari Tembok pertahanan ini adalah mencegah Gelombang Monsters dalam Jumlah besar keluar dari daerah Utara, namun fungsi sebenarnya dari tembok ini adalah Untuk membedakan Utara dengan wilayah lain dan Tembok pertahanan ini diciptakan untuk membuat keluarga kerajaan tidak berani menyerang Utara.
Tembok pertahanan ini sendiri sangat kokoh dan hampir tidak tertembus Oleh apapun, Tidak ada yang tahu Material jenis apa yang membuat Tembok pertahanan ini sangat kokoh dan Kuat, Neneknya sendiri juga merapalkan Mantra Magic Pertahanan Berlapis-lapis ditembok pertahanan ini agar mencegah sesuatu yang buruk terjadi.
"Kokoh dan kuat? Apa memang tembok ini sekuat itu?."Tanya Ares penasaran.
ayahnya mengangguk"Tembok ini memang kokoh dan kuat bahkan Ayah sendiri Mustahil menjebolnya, bahkan jika kekuatan ayah, nenek dan kakekmu disatukan itu tidak akan cukup untuk menjebol tembok pertahanan ini."Ucapnya dengan nada kagum dan takut.
Ares sendiri penasaran dari apa Tembok ini dibuat, Jika ia pikirkan satu campuran yang dapat bertahan sangat lama dan Kuat seperti itu hanya ada satu jawaban, Beton Romawi namun, melihat ketahanan dan kekuatannya sepertinya itu tidak mungkin.
Ares memikirkan segala spekulasi yang ada di otaknya untuk mencari jawaban yang tepat namun seberapa keras pun ia berpikir hasilnya sama.
Mereka berdua Keluar dari Utara namun Dia belum menemukan perubahan apapun disini, melihat situasi yang masih sama saja, Ares memutuskan untuk bermeditasi didalam kereta kuda sambil menunggu mereka sampai di ibukota.
*******************
"Ares, Bangun dan lihatlah."Ayahnya membangunkan dirinya dan menyuruhnya melihat keluar, Ares melihat keluar jendela dan menemukan hamparan rerumputan luas dengan pohon-pohon Yang menjulang tinggi.
Ares tersenyum tipis sambil melihat pemandangan diluar, tidak jauh dari sini terdapat kota Besar dengan Dinding yang menjulang tinggi, disetiap sisinya terdapat Magic Cannon berukuran besar dengan beberapa penjaga diatasnya. Itu adalah Ibukota kerajaan Gottlich, Orlamphus.
Didepan mereka terdapat Gerbang masuk kota, mereka semua masuk kedalam Ibukota tanpa masalah, Ares dibuat Terkesima pemandangan didepannya, Terdapat ratusan orang berlalu lalang dengan bebas dengan beberapa anak-anak yang bermain sambil tertawa.
'Pemandangan kota ini mengingatkanku pada kota Rutherford, Jadi ini ya ibukota kerajaan Gottlich?.'Batinnya Sambil melihat pemandangan Disekitar kereta.
Mereka semua langsung berjalan menuju Istana Kerajaan Gottlich, dari kejauhan Ares bisa melihat Sebuah istana besar yang didominasi Warna putih dan emas. Itu adalah Great Royal Palace yang merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Gottlich berada.
__ADS_1
Mereka sampai didepan Great Royal Palace dan mereka langsung disambut oleh Raja Kerajaan Gottlich dan 3 orang anaknya.
"Oooohhh?! Archduke Gerald selamat datang Di Great Royal Palace. bagaimana kabar kalian?"Ucap Raja sambil berjabat tangan dengan ayahnya, Ayahnya, neneknya kakeknya memasang wajah datar tanpa Ekspresi.
"Baik Baginda Raja, Dan mereka Kalau tidak salah."Gerald menyipit matanya melihat 4 anak muda dibelakang Sang Raja.
"Benar Archduke Gerald, Mereka adalah anak-anakku, Perkenalkan diri kalian."Ucap sang Raja Tulus.
Mereka semua maju lalu memperkenalkan diri mereka masing-masing. Yang pertama adalah Pria muda tampan dengan rambut pirang dan mata biru.
"Ciel Alvaro Negredo, putra mahkota kerajaan Gottlich, Sama kenal."Ucapnya dengan senyum diwajah.
Yang kedua adalah seorang pria Gendut dengan Rambut sama seperti sebelum-sebelumnya.
"Albert Alvaro Negredo, Pangeran kedua kerajaan Gottlich, Sama kenal."Ucapnya sambil tersenyum tipis, dari suaranya Ares bisa tahu jika dia sedang ketakutan namun dia tahan.
Yang ketiga adalah Seorang wanita cantik dengan rambut Pirang Cerah dan Mata Biru seperti Berlian, dia mengangkat sedikit roknya lalu tersenyum.
"Rania Alvaro Negredo, Putri Kerajaan Gottlich, Salam Kenal."Ucapnya sambil tersenyum manis yang membuat Mereka yang melihat Jatuh cinta.
Namun tidak dengan Ayah, kakek, neneknya dan juga dirinya, Mereka semua memasang tampang curiga dan menatap Tuan putri dengan serius.
"Kalau begitu, Ares perkenalkan dirimu."Ucap ayahnya sambil menepuk-nepuk Ares.
Ares menegakkan tubuhnya dan memasang tampang datar dengan mata penuh Niat tersembunyi.
"Ares Von Dunkenheit, Putra tunggal Kepala keluarga Dunkenheit sekarang, Salam kenal~."Ucapnya sambil tersenyum lebar dengan mata bercahaya.
Ares mengeluarkan Aura intimidasi Lvl 1 yang membuat mereka semua merasa waspada namun belum ada pergerakan dari prajurit kerajaan.
Para pangeran melihat Ares dengan mata Was-was Dan curiga, Sedangkan Putri menatap Ares dengan mata berbinar dengan wajah bersemu merah.
"Ehm, kalau begitu silang masuk kedalam, saya akan menyuruh pelayan istana untuk mengantarkan kalian kekamar masing-masing."Ucap Sang Raja lalu masuk kedalam Istana.
__ADS_1
Kali ini Ares benar-benar merasa harus bergerak cepat karena dengan kedatangan 4 Hero Rencana-rencana yang ia buat akan selama ini akan berubah total, Ares Mengepalkan tangannya.
'Hero ya? aku penasaran apa mereka sama seperti yang ada Dinovel?."