Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
186.Kunjungan Yang Tidak Diduga


__ADS_3

"Heheheh... bagus! bagus! dengan dia tinggal mengurus Inari yang ada didalam tubuhnya, jika dia sudah tidak takut menggunakan kekuatannya maka Inari bukanlah masalah yang besar."Ujarnya sambil memperhatikan Yuto dari jauh.


Nampak dari kejauh radius kekuatan Yuto tampak sangat luas, pada awalnya hanya satu kilometer tapi dalam sekejap radius serangannya meluas sejauh 10 kilometer, meski semakin luas radiusnya semakin lemah kekuatannya tapi itu tidak apa, selama dia terbiasa dengan kekuatannya ia akan mulai menyadari dimana letak kelemahannya.


Yang harus ia lakukan saat ini hanyalah membuat dia terbiasa menggunakan kekuatan Eternal Icenya, dirinya harus sedikit mengajarkan padanya bagaimana menggunakan kekuatannya seefisien mungkin untuk membuatnya terbiasa dengan kekuatannya, dia juga sengaja melemparkan ketempat Monster-monster tingkat tinggi untuk membuatnya lebih terbiasa menggunakan kekuatan disegala situasi.


Dan juga ini berguna ini mengasah insting bertahan hidupnya serta membuatnya mendapatkan lebih banyak pengalaman hidup dan mati, dan lagi gelang-gelang yang ada dikaki dan tangannya akan semakin berat seiring bertambah level, semakin tinggi levelnya semakin berat beban yang ada digelang-gelang tersebut.


Dengan begini Yuto bisa dikatakan berlatih mandiri meskipun dirinya masuk ikut campur dalam latihan ini. Ares lalu mengambil komponen-komponen mesin didalam Storage Boxnya lalu mulai merakit semua komponen itu menjadi satu.


Komponen-komponen yang jumlahnya ratusan itu dirakit menjadi satu benda hanya dalam waktu beberapa menit, dan benda yang dia buat adalah teropong.


"Meski terlihat seperti teropong biasa sebenarnya teropong ini memiliki pandangan yang sangat jauh, aku bisa melihat dengan jelas objek apapun dari jarak tiga puluh kilometer dengan teropong ini. JobClass Profesional Engineer memang bukan JobClass yang bisa dipandang remeh."Ujarnya sambil tersenyum bangga dengan benda ciptaannya.


Ares memang selama ini banyak membuat benda-benda dari dunianya, jika bukan karena pengetahuannya dan JobClass ini tidak mungkin dia bisa membuat benda seperti teropong ini. jika anda ia ingat setidaknya dia sudah membuat puluhan benda dunia modern yang entah kapan mau dipakai.


Karena semuanya bisa diselesaikan dengan Magic membuat Ares kurang berminat memakai benda-benda yang ia buat, meski begitu dia sudah membuat beberapa cetak biru berisi benda yang akan dibuatnya dimasa depan. seperti Sky Ship, Machine gun, Powered Suit dan beberapa benda lainnya yang entah kapan akan dibuat.


Alasan dia tidak bisa membuat benda-benda itu karena kesibukannya beberapa waktu lalu dan ia harus disibukkan dengan pembangunan kota yang nyatanya memerlukan waktu lebih lama dari diduga, dengan banyaknya pekerjaan itu sulit baginya mengembangkan benda-benda itu ditambah lagi dia harus mendiskusikan hal ini pada Nenek, kakek dan ayahnya.


"Aku tidak tahu apakah hal ini akan berjalan dengan baik, tapi tidak ada salahnya berpikir optimis. Erm? kenapa Vlad? Damon? apa ada sesuatu yang terjadi dikota?."Ujarnya sambil melirik kebelakang.


Dibelakang terdapat Damon dan Vlad yang bersikap seperti seorang kepala pelayan, mereka menundukkan kepala setiap kali menemuinya.


Vlad yang ada disana berbicara lebih dulu"Tuan, Dikastil Edelstein terdapat rombongan orang yang ingin menemui dirimu."Ujarnya dengan memasang senyum misterius diwajahnya seperti biasanya.


"Rombongan orang? siapa? apa mereka dari keluarga kerajaan atau rombongan dari salah satu Lima keluarga besar?."Ujarnya sambil membuat beberapa spekulasi diotaknya.


Jika rombongan yang datang dari pihak kerajaan maka dia sudah menduga mereka akan datang karena mereka kesini pasti memiliki urusan penting yang harus dibicarakan dengannya, tapi jika mereka adalah rombongan salah satu dari Lima keluarga besar dia bisa membaca sekilas niat mereka sebenarnya.


Niat mereka pasti tidak jauh berbeda dengan Keluarga Kerajaan, Yaitu membuat perjanjian dengannya atau mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan tambang-tambang yang ada diutara, mereka pasti tergiur dengan tambang-tambang logam berharga yang ada diUtara yang membuat mereka kesini untuk mendiskusikan hal itu padanya.


Ares bangkit lalu menghela nafas panjang"Jika mereka dari Keluarga kerajaan atau Lima Keluarga besar, usir mereka. mereka tidak diterima disini, dan jika mereka menolak untuk pergi. Vlad sisanya aku akan serahkan padamu."Ujarnya dengan dingin.


Vlad dan Damon tampak kebingungan dengan perkataan Ares, lalu Damon menyuruh Vlad untuk berbicara dan menjelaskan.


"Tuan, sebenarnya rombongan itu tidak berasal dari Keluarga kerajaan ataupun Lima keluarga besar. tapi berasal dari Holy Earth Kingdom yang berasal dari Great Forest Luxurious yang berada jauh dari Kerajaan Gottlich."

__ADS_1


"Benar, Tuan. sepertinya mereka kesini karena mendengar kabar anda menjadi World Tree Priest beberapa waktu lalu."Tambah Damon.


Ares menaikkan sedikit alisnya mendengar penjelasan dari mereka berdua, berdasar informasi Dinovel ataupun yang dirinya dapat. Holy Earth Kingdom merupakan kerajaan yang diisi oleh bangsa Elf sama seperti Kerajaan Astria.


Yang membedakan adalah sistem pemerintahan mereka, Kerajaan Astria memiliki sistem pemerintahan Monarki, sementara Holy Earth Kingdom memiliki sistem pemerintahan Teokrasi.


Berdasarkan informasi dalam Novel dijelaskan Holy Earth Kingdom Dikepalai Seorang Sri-Paus dengan JobClass World Tree Priest, sama seperti Ares. bisa dipastikan alasan dia kemari karena untuk memastikan apakah Ares benar-benar pemegang JobClass World Tree Priest atau bukan.


Karena dimata para Elf, Dark elf dan mahkluk-makhluk sejenisnya dia adalah inkarnasi dari Pohon Dunia itu sendiri, yang tugasnya adalah menjaga keberadaan Pohon Dunia. sebenarnya masih banyak hal lain yang diceritakan dalam novel tapi ketika mengingatnya ia merasa malas.


*Note : Sebenarnya Writer Yang Malas.


Ares menghela nafas panjang dan memijit keningnya"Siapa Pemimpin dari rombongan itu?."Ujarnya dengan memasang wajah lelah.


"Kami berdua tidak tahu siapa pemimpin rombongan itu karena mereka hanya mengirimkan perwakilannya saja, tapi merasakan dari bau dan kekuatannya seperti itu Sri-Paus sendiri. mungkin?."Ujar Vlad dengan tidak yakin.


Dia memang bisa merasakan aura dan bau dari orang yang ada didalam kereta kuda, tapi dia tidak bisa merasakan sejauh itu karena pelindung yang ada di kereta kuda dipasang ratusan lapis ditambah mereka menggunakan High Tier magic, tentu kini menghalangi dirinya untuk merasakan lebih jauh tapi dia samar-samar bisa menebak siapa yang ada di dalam kereta kuda.


"Aaahhh... Sri-Paus ya? hari ini mungkin akan menjadi hari yang sangat merepotkan."Ujarnya dengan lesu dan tidak bertenaga.


Vlad dan Damon merasa heran lantaran mereka baru pertama kali melihat Tuan mereka seperti itu, tapi mereka disisi lain merasa senang melihat sisi lain Tuannya yang mereka tidak ketahui.


"Mereka ada disalah satu kamar diIstana Edelstein dan saat ini mendapat pelayanan setara dengan seorang Raja."


"Bagus! aku akan serahkan sisanya pada kalian berdua, aku akan kesana setelah berganti pakaian. dan kalian tahu apa yang harus kalian lakukan selanjutnya, bukan?."


Mereka berdua tersenyum tajam dan mengangguk kepala"Korek dan cari informasi apapun yang berguna bagi kita."Ujar mereka bersamaan.


Ares mengangguk puas dan sehabis itu mereka bertiga pergi dari sana, meninggalkan Yuto yang sedang membunuh Monsters-monsters dihutan itu dengan brutal.


********************


Heilis Graffith atau yang lebih dikenal Sri-Paus Heilis I merupakan Pemimpin dari negara Holy Earth Kingdom yang berada dihutan besar Luxurious, dia merupakan orang yang dikenal sebagai Sri-Paus karena JobClass World Tree Priest yang diwarisikan ayahnya pada dirinya.


Heilis dikenal sebagai sosok yang baik hati, rendah hati dan suka menolong siapapun yang mengalami kesulitan, dia juga dikenal sebagai seorang penguasa yang handal dalam mengurus wilayah karena dia memanfaatkan sumberdaya dihutan besar Luxurious dengan sangat Efisien, dan hebatnya ini dilakukan tanpa menyakiti hutan besar Luxurious sendiri yang membuat namanya dikenal banyak orang.


Heilis semakin dikenal karena memiliki istri yang cantik bernama Freya Graffith dan dua orang putri bernama Fiara Graffith dan Evelyn Graffith yang dikenal luas sebagai seorang putri yang cantik dan berbakat menggunakan Sihir elements hingga memanah.

__ADS_1


Semua kesempurnaan itu ia raih dengan bekerja siang malam bahkan tidak tidur demi kemajuan bangsanya, dan pada saat ini dia merasakan kesempurnaan tersebut.


Beberapa jam sebelum Vlad dan Damon melapor.


"Ayah! Ibu! lihatlah Pohon Dunia itu!!."Fiara berseru kencang sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.


Heilis dan Freya yang sedang tidur dalam posisi duduk terbangun lalu melihat Pohon Dunia yang anaknya maksud, seketika itu mata Heilis maupun Freya terbelalak melihat sebuah Pohon raksasa menjulang tinggi kelangit dengan sebuah istana indah disisinya, Istana itu tampak seperti sebuah permata karena memancarkan cahaya seperti sebuah permata raksasa.


"Ayah, kenapa Pohon Dunia itu lebih besar dan tinggi dari pada punya kita? apakah ini karena Authority yang dia miliki lebih tinggi dari ayah?."Ujar Evelyn dengan heran dan kagum.


Heilis tidak bisa menjawab pertanyaan itu, karena dia sendiripun bingung kenapa Pohon Dunia itu bisa lebih besar dan tinggi dari pada Pohon Dunia miliknya, dia memperhitungkan ini bisa terjadi karena level JobClass yang dimiliki atau dia memiliki Authority yang jauh lebih hebat darinya makanya bisa membuat Pohon Dunia sebesar itu.


Tapi untuk kalian ini dia memutuskan untuk menjawabnya secara jujur.


"Ayah, sebenarnya tidak tahu alasan Pohon dunia itu bisa sebesar itu tapi, Ayah rasa ini terjadi karena beberapa hal, seperti Level JobClass atau Authority lebih tinggi dari ayah."


"Apa?! ada seseorang yang memiliki Authority lebih tinggi dari ayah? apa itu berarti dia lebih kuat dan hebat dari ayah?."Tanya Evelyn dengan polos.


Melihat adiknya bertingkah seperti itu, membuat Fiara sebagai kakak menjadi kesal dan memukul kepalanya adik sembari berkata"Dasar bodoh! tidak ada satupun orang didunia ini yang bisa menandingi kehebatan ayah! apa kau berpikir seseorang yang seumuran dengan kita bisa lebih hebat dari ayah?!."Ujarnya memarahi adiknya yang berada disampingnya.


Heilis dan Freya yang melihat hal itu tidak bisa tidak tersenyum, mereka tersenyum dan terkekeh kecil melihat tingkah lucu anak mereka yang seperti kucing dan tikus.


"Sudah-sudah, jangan berkelahi kita akan segera sampai dikota sebentar lagi jadi kendalikan diri kalian."Ujar Freya menengahi perkelahian kecil anak-anaknya.


Sementara itu Heilis sedang merasakan perasaan senang dan kaget dalam dirinya. Bagaimana caranya dia membuat Pohon Dunia tersenyum? bagaimana caranya dia menumbuhkan Pohon Dunia sebesar itu? apakah dia memiliki Authority dan level Jobclass yang lebih tinggi darinya? beberapa pertanyaan muncul dibenaknya tapi tidak satupun dari pertanyaan itu bisa dirinya jawab.


'Satu-satunya cara adalah dengan bertanya langsung padanya, siapa ya namanya? kalau tidak salah, Ares? Ares Von Dunkenheit dari keluarga Dunkenheit yang termasyhur sejak ribuan tahun yang lalu, dan kalau tidak wanita yang dulu menyelamatkanku dan Istriku merupakan orang dari keluarga Dunkenheit utama, sepertinya tidak ada salahnya aku datang untuk berkunjung kesana nanti, walaupun ayah dan ibu sudah berterimakasih secara resmi sih.'Batinnya sambil Tersenyum tipis.


Tidak berselang beberapa lama mereka akhirnya bisa melihat dengan jelas pemandangan kota yang ada disekitar Pohon Dunia, nampak bangunan-bangunan berdiri kokoh meski terdapat banyak bangunan yang belum selesai atau jadi, meski begitu kota itu bisa dikata lebih luas dari pada ibukota negaranya, Midgar.


Itu adalah sebuah kota besar seluas 67.000 hektar dengan sebagian bangunan yang sudah rampung dibangun, tampak juga dari kejauhan Dinding kota yang menjulang setinggi 20 meter yang dibangun dengan bahan yang sangat tebal dan kokoh. dari kejauhan sekalipun Heilis dan Freya bisa melihat jika dinding kota itu dilengkapi dengan Magic Canon kaliber besar diatas dinding dan Magic Canon kaliber kecil dan sedang didalam dinding.


Dengan pertahanan yang sudah mengerikan seperti itu, orang macam apa yang mau menyerang kota itu?.


"Sayang, sepertinya nanti akan berjalan lebih sulit dari yang kau duga, apa tidak apa?."Freya tampak khawatir dengan suaminya.


Heilis menggelengkan kepalanya"Tiada apa-apa, Freya. semuanya akan berjalan lancar jika tidak ada yang mengganggu."Ujarnya dengan bersiap tenang seperti biasanya.

__ADS_1


Meski dia terlihat tenang dia sebenarnya khawatir, dia khawatir jika Ares merupakan orang yang berada diluar bayangannya. seperti orang yang semena-mena, suka main wanita, dan bersikap tidak adil.


'Ares, Kuharap kau seperti yang kubayangkan.'


__ADS_2