
Peperangan Terakhir melawan pasukan Demon God yang menguasai tiga kota terakhir berakhir dengan kemenangan, kemenangan Pasukan Kerajaan Erde's tentu berkat bantuan Ares yang mengarahkan puluhan ribu Nature's Army untuk membantu mereka melawan pasukan Demon God.
Tapi tentu sebagian peran diambil oleh semangat menggebu-gebu para prajurit untuk membebaskan wilayah yang tersisa dari cengkraman tangan Pasukannya Demon God, dan mereka juga berhasil menggagalkan ritual besar-besaran yang akan dilakukan hari itu juga.
Berkat gagalnya ritual besar-besaran yang akan dilakukan pasukan Demon membuat ribuan bahkan puluhan ribu anak kecil dan remaja terselamatkan, ini berkat Nature's Army yang menerobos tembok kota dan menjebolnya hingga membuat Pasukan Kerajaan Erde's lebih mudah masuk dan menguasai kota-kota yang tersisa.
Dalam peperangan ini menelan korban jiwa sebanyak 1,9 juta jiwa. 20% dari jumlah itu merupakan ksatria dan prajurit yang bertugas untuk membela kerajaan. korban jiwa yang jatuh kali ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah kerajaan Erde's.
Karena sebanyak 10% dari penduduk kerajaan Erde's menjadi korban, itu pun belum terhitung yang terluka dan cacat permanen karena perang ini. dan bisa dipastikan jumlah ini bisa terus bertambah seiring korban-korban yang terluka parah meninggal.
Baru mereka bernafas lega karena memenangkan peperangan melawan pasukan Demon God. Pasukan kerajaan Erde's ditimpa masalah lagi.
Kali ini para Hobbit yang ada ditengah-tengah pasukan tiba-tiba memberontak dan membunuh satu persatu prajurit Dwarf, bukan hanya itu mereka juga membuat para demon yang ditahan terlepas dan menyebabkan kekacauan yang berkepanjangan.
Ribuan orang mati karena pemberontakan yang dilakukan para Hobbit, yang menyebabkan kerugian yang jauh-jauh lebih parah dari yang diharapkan.
Situasi tambah memanas karena 2 Dewan kerajaan Erde's yaitu Director of Food Production dan Brewmaster dibunuh oleh para Hobbit yang memberontak, mereka berdua dibunuh dengan cara dikepung dari segala arah dan ditusuk menggunakan tombak hingga tewas.
Runecraft Forgemaster yang merupakan dalang dari semua ini membuat Raja Fritz terluka parah bersama dengan Great Commander, Great Commander terluka cukup parah karena menghadapi Runecraft Forgemaster satu lawan satu.
Dari segi kekuatan dan pengalaman Great Commander jelas menang, tapi dari segi kekuatan murni dan perlengkapan yang mereka miliki, Runecraft Forgemaster menang telak.
Ini terjadi karena Great Commander merupakan Knight 6-Star Circle sementara Runecraft Forgemaster metil Knight 7-Star Circle. meski berbeda satu bintang tapi ini merupakan jarak kekuatan yang sangat jauh antara mereka berdua.
Beruntung berkat bantuan dari dua bawahan Ares yaitu Vlad dan Damon, para Hobbit berhasil diatasi sebelum membuat lebih banyak Agi kerusakan.
Para Hobbit yang ditangkap ada yang membunuh dirinya sendiri sementara yang lain hanya tertunduk lesu, beberapa Hobbit juga merasa aneh karena mereka merasa tidak pernah melakukan pemberontakan.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Para Hobbit yang bersalah dijatuhkan hukuman penjara sampai waktu yang belum ditentukan. sementara Runecraft Forgemaster berhasil dikalahkan setelah membuat banyak kerusakan dan korban tewas dibeberapa tempat.
Perlu waktu lama untuk melumpuhkan Runecraft Forgemaster karena kekuatan yang dia miliki, ribuan orang berhasil dibunuh Runecraft Forgemaster selama pemberontakan terjadi.
Dan itu menambah jumlah korban jiwa yang terjadi selama perang berlangsung, dari yang tadinya 1,9 juta menjadi 2,1 juta jiwa. dan angka ini diperkirakan akan terus bertambah jika pemberontakan terus terjadi.
Karena tragedi pemberontakan yang dilakukan para Hobbit membuat Hobbit lain yang tidak tahu menahu masalah ini menjadi terseret.
Pandangan penduduk terhadap bangsa Hobbit berada dititik terendah karena tragedi ini, banyak Hobbit yang kehilangan pekerjaan dan lainnya kehilangan tempat tinggal. Hobbit kali ini benar-benar berada dititik terendah dalam sejarah.
Penindasan yang dilakukan bangsa Dwarf semata-mata karena kemarahan dan Kemurkaan karena pemberontakan yang dilakukan bangsa Hobbit, mereka benar-benar marah pada bangsa Hobbit yang memberontak disaat-saat kerajaan mereka sedang kritis.
Ditambah dengan kondisi Raja Fritz yang sekarat akibat diserang Runecraft Forgemaster, memperparah kondisi bangsa Hobbit.
Ketiga dewan kerajaan yang tersisa memutuskan mengambil alih kekuasaan sementara sampai Raja Fritz bangun, dan dari sanalah situasi sedikit tenang.
Karena dengan wewenang ketiga dewan kerajaan yang membuat kebijakan-kebijakan pemerintah sementara selama Raja Fritz koma, kebijakan-kebijakan itu membuat bangsa Hobbit bisa sedikit bernafas lega karena menguntungkan mereka.
Sementara Ares dan para bawahannya, dicap sebagai pahlawan negara oleh penduduk kerajaan Erde's. namanya juga dikenal di seluruh penjuru kerajaan hingga keluar kerajaan.
Namanya menjadi salah satu faktor alasan bangsa Hobbit masih bisa bernafas lega sekarang, karena berkat perkataannya penindasan yang terjadi pada Bangsa Hobbit bisa sedikit mereda.
*******************************
Diruang rapat dikerajaan Erde's, terdapat tiga dewan yang kerajaan yang tersisa dan mereka sedang mendiskusikan keputusan apa yang harus mereka ambil sekarang. keputusan yang mereka ambil sangatlah berpengaruh bagi kerajaan Erde's.
Yaitu keputusan untuk mengusir bangsa Hobbit, untuk saat ini keputusan ini hanya bisa diputuskan oleh Raja Fritz dan enam dewan kerajaan. Tapi untuk sekarang itu sangat tidak memungkinkan karena Raja Fritz jatuh koma dan dua dewan kerajaan mati dan satu dewan telah dipecat dari jabatannya.
Dengan ini membuat mereka kesulitan dalam mengambil keputusan karena kebimbangan dalam hati mereka. Mereka semua telah melakukan banyak pertemuan membicarakan hal ini tapi tidak satupun dari pertemuan yang membuahkan hasil.
Dengan komanya Raja Fritz dan kekosongan tiga dewan kerajaan membuat pondasi kerajaan Erde's sendiri menjadi goyah. Jika tidak diputuskan mereka takut sesuatu yang buruk akan menimpa mereka dan mereka juga takut, jika mereka salah mengambil keputusan maka sesuatu yang lebih buruk akan menimpa mereka.
Jadi mereka bisa dikatakan serba salah ingin berjalan kejalan yang mana, karena kedua jalan tersebut memiliki resiko masing-masing.
Great Commander menyenderkan tubuhnya kesandaran kursinya, dari wajahnya terlihat dia sangat kecapekan menyikapi permalasahan satu ini.
Bukan hanya Great Commander, dua Dewan kerajaan lain juga memasang raut wajah yang sama.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika kita tidak segera mengambil keputusan maka rakyat sendiri yang akan mengambil keputusan, aku akan tidak ingin peperangan terjadi lagi ditanah ini."Kata Great Commander dengan suara lesu dan khawatir.
Dua dewan kerajaan juga berpikir demikian. Perang berkepanjangan yang mereka alami kali ini merupakan perang paling merugikan sepanjang sejarah kerajaan mereka, karena perang ini negara mereka merugi dari segi internal maupun eksternal.
Meski dari luar mereka terlihat baik-baik saja nyatanya mereka saat ini sedang dilanda masalah besar. Efek perang kali ini diperkirakan memerlukan waktu lama untuk bisa dipulihkan, melihat anggaran negara mereka saja sangat kekurangan.
__ADS_1
Forgemaster menghela nafas panjang, kemenangan yang mereka raih kali ini bahkan lebih buruk daripada merasakan kekalahan.
"Apa kita meminta bantuan pada, Tuan Ares saja?."Ujar Chief Magician of the Kingdom.
Sontak saja pendapat dari Chief Magician of the Kingdom membuat Forgemaster dan Great Commander mengerutkan dahinya.
"Kita tidak mungkin meminta bantuan pada Tuan Ares lebih banyak lagi, kita sudah terlalu banyak berhutang budinya padanya dan lagi aku tidak terlalu yakin dia mau membantu kita saat ini."Kata Great Commander sambil memijit keningnya.
Forgemaster menganggukkan kepalanya"Benar, dan lagi kita saat ini belum bisa memberikan apa-apa padanya sebagai hadiah membantu kita dalam perang ini, aku takut kita tidak bisa membayar semua hutang budinya nanti."Kata Forgemaster dengan raut wajah lelah.
Mereka tidak bisa meminta bantuan pada Ares karena Ares sendiri sudah terlalu banyak membantu mereka, bantuan-bantuan yang diberikan Ares diluar batas kewajaran sampai mereka sendiri berpikir akan sulit membayar semua hutang budi ini nantinya.
Meski Ares berkata untuk tidak memikirkannya karena semua gratis, itu malah membuat semua beban pikiran mereka menjadi lebih besar. dengan kata lain mereka tidak memiliki hal setara yang dapat ditukar dengan semua hutan budi ini.
"Meski aku juga bersyukur Tuan Ares tetap berada disini meski tugasnya sudah selesai, kalian juga pasti berpikirkan jika saja Tuan Ares tidak membantu kita sampai sejauh ini, tidak mungkin kita berada dititik sekarang."
Forgemaster dan Chief Magician of the Kingdom setuju tentang hal tersebut. tanpa bantuan-bantuan yang Ares berikan pada mereka tidak mungkin mereka sampai dititik ini.
Forgemaster memandang tangannya yang dipenuhi kapalan dan luka, semua luka ditangannya karena banyaknya senjata yang dia tempa selama ini. itu merupakan salah satu dari banyak hal yang dia banggakan.
Forgemaster menoleh kearah Great Commander dan Chief Magician of the Kingdom yang tampak merenung sejenak, mereka bisa dipastikan mencari jalan keluar atas semua permalasahan yang mereka alami.
Forgemaster tertunduk lesu dan terdiam membisu, dirinya menyatu dalam keheningan yang menyesakkan itu.
"Apa kita tidak bisa meminta bantuan pada negara-negara tetangga kita?."
Great Commander menghela nafas panjang"Sebelum kau berkata seperti itu aku sudah lebih dulu memeriksanya."
"Hasilnya?."
"Buruk, bahkan negara-negara yang ada disekitar kita memiliki kondisi yang jauh lebih buruk ketimbang kita saat berperang dulu. semua negara yang ada disekitar kita sudah disibukkan dengan peperangan melawan invasi pasukan Demon God, tidak mungkin mereka memiliki kesempatan untuk membantu kita saat kerajaan mereka sendiri kesulitan untuk berdiri."Jelas Great Commander dengan senyum masam.
Sebelumnya dia sudah memikirkannya untuk meminta bantuan pada negara-negara tetangga mereka, tapi alangkah terkejutnya dia ketika mendapatkan kabar jika kondisi mereka saat ini jauh lebih buruk ketimbang kondisi negaranya sendiri.
Itupun masih setengah dari total Pasukan Demon God yang menyerang kerajaan Erde's, jika Demon King dihitung maka kerajaan Erde's merupakan yang paling beruntung karena masih bisa berdiri setelah menerima semua itu.
Saat mereka sedang mendiskusikan hal ini, seorang prajurit datang sambil berteriak-teriak dan wajahnya penuh dengan keringat.
"Yang Mulia! Yang Mulia telah bangun dari komanya!!."
Perkataan singkat dari prajurit itu membuat ketiga dewan kerajaan itu langsunv bergerak cepat berlari menuju kamar Raja Fritz, mereka bertiga dengan kecepatan tidak masuk akal naik kesetial lantai dengan sangat cepat.
Dan sampailah mereka didepan pintu kamar Raja Fritz, dengan perasaan berdebar mereka mendorong pintu kamar Raja Fritz dan mereka langsung ditampilkan pemandangan yang membuat air mata mereka mengalir.
Raja Fritz duduk ditempat tidurnya dengan kondisi memprihatinkan. Raja Fritz tampak sangat kurus seperti seorang yang tidak diberikan makan dalam waktu yang lama, tubuh sangat pucat seperti mayat dan nafasnya terputus-putus seakan dia kesulitan bernafas. matanya tidak fokus menatap kearah mana tapi dia tetap berusah untuk bangun dalam kondisi duduk.
Luka yang disebabkan oleh Runecraft Forgemaster tampak menghitam dan itu menjalar kemana-mana, dengan nafas terputus-putus dan tubuh yang tidak memiliki tenaga dia berbicara pada orang yang mengobatinya.
Itu merupakan sosok pria tinggi besar yang memiliki rambut hitam panjang dan sepasang mata merah darah, dia tidak lain adalah Ares. Keringat mengucur deras dari dahinya dan membasahi tubuhnya, dia tampak sedang berjuang keras untuk menyembuhkan Raja Fritz.
Dari kedua telapak tangannya terpancar cahaya putih keemasan dan cahaya itu mengarah langsung pada Raja Fritz, cahaya putih keemasan itu terserap kedalam tubuhnya perlahan.
Tampak cahaya putih keemasan itu membuat kondisi Raja Fritz menjadi lebih baik, meski mereka tidak yakin dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Ares menyeka keringat didahinya dan berusaha lebih keras lagi, cahaya putih keemasan yang jauh lebih terang bersinar sangat terang didalam kamar itu. setelah itu Ares jatuh dalam kondisi terduduk dengan wajah pucat pasi dan tubuh terbasahi keringat.
Tapi bukan itu fokus utama mereka, fokus utama mereka adalah Raja Fritz yang duduk diatas kasurnya.
Tubuh Raja Fritz bisa dikatakan sedikit lebih baik dari sebelumnya, pucat pasi ditubuhnya menjadi sedikit menghilang dan nafasnya kembali normal. aliran Prana yang kacau didalam dirinya kini menjadi lebih tenang.
Raja Fritz dengan mata yang kembali fokus menatap ketiga dewan kerajaan yang ada didepan pintu kamarnya, ketika melihat mereka bertiga Raja Fritz hanya tersenyum dan seketika itu ketiga dewan langsung menangis menghampirinya Raja Fritz.
Mereka tertunduk menangis dihadapan Raja Fritz yang duduk di kasur dan memasang wajah keheranan.
********************************
Penjelasan singkat dari Ares membuat ketiga dewan kerajaan ternganga mendengarnya. Jika dijelaskan secara singkat, Ares mentransfer setengah dari energi kehidupan yang dia miliki pada Raja Fritz.
Dan dia juga memulihkan luka yang di derita Raja Fritz, meski tidak terlalu banyak menyembuhkannya karena luka yang diderita lebih parah dari dugaannya.
Great Commander, Chief Magician of the Kingdom dan Forgemaster terkejut dan terharu. Mereka sangat berterimakasih pada Ares dan sangat berhutang budi padanya.
__ADS_1
Ketiga dewan kerajaan itu tidak henti-hentinya berterimakasih padanya dengan berlebihan, karena hal itu Ares menjadi salah tingkah menanggapi sikap berlebihan dari ketiga dewan kerajaan itu.
Raja Fritz tersenyum lembut pada Ares lalu berkata"Tuan Ares, meski anda mentransfer setengah dari energi kehidupan anda pada saya, berapa lama waktu yang saya punya dengan tubuh rusak seperti ini?."Tanya Raja Fritz dengan lirih.
Raja Fritz sebagai pemilik tubuh juga menyadari jika yang dilakukan Ares tidak lebih dari mengulur waktu kematiannya, dan lagi perasaannya pada kematian begitu dekat yang membuatnya merasa yakin jika waktunya tidaklah lama.
Ares tertunduk lesu dan wajahnya tampak pasrah. Ares terlihat tidak ingin mengatakannya tapi setelah didesak oleh Raja Fritz dan ketiga dewan kerajaan barulah Ares mengatakannya.
"Dua minggu, tidak. Satu minggu, setidaknya Yang Mulia bisa hidup selama satu minggu. maaf Yang Mulia...."Kata Ares lirih.
Jawaban singkat yang Ares berikan membuat ketiga dewan kerajaan yang semula senang menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Mereka jauh lebih buruk ketimbang ketika mendengar Raja Fritz dalam kondisi koma.
Raja Fritz yang menerima jawaban dari Ares hanya bisa menerima itu dengan lapang dada. Dirinya sebagai seorang Raja sudah siap kehilangan nyawanya untuk menebus dosa-dosanya.
Tapi tidak dengan ketiga dewan kerajaan, mereka memaksa Ares untuk memperpanjang umur dari Raja Fritz dengan segala cara. Mereka akan membayar berapapun yang Ares mau asalkan Raja Fritz bisa sembuh dari penyakitnya.
Mereka terus memaksa Ares meski sudah dilarang oleh Raja Fritz, tapi ketiga dewan kerajaan tidak mendengar perkataan Raja Fritz. hingga Ares memberikan penjelasan.
"Aku tidak bisa menyembuhkan luka Yang Mulia. Meski aku sudah mentransfer energi kehidupan selama luka itu masih ada maka semuanya akan sia-sia."
"Kenapa anda tidak bisa menyembuhkannya?! Bukannya anda bisa menyembuhkan segala macam penyakit sampa bisa memulihkan kembali anggota tubuh yang terpotong?!."Kata The Chief Magician of the Kingdom dengan memegang bahu Ares dengan erat.
Ares melepaskan cengkeraman tangan The Chief Magician of the Kingdom sebelum melanjutkan perkataannya.
"Itu memang tidak bisa ku pungkiri bahwa aku bisa menyembuhkan hampir segala macam penyakit dan luka, tetapi luka yang ada pada Raja Fritz kasus berbeda. Karena semakin kusembuhkan maka luka itu akan semakin parah setiap saatnya. Untuk saat ini aku hanya bisa melakukan tindakan pencegahan meski hanya sedikit membantu."Ares menggelengkan kepalanya dengan penuh kecewa, "Maaf hanya ini yang bisa kulakukan. maaf...."Ares berkata dengan lirih dan wajahnya tertunduk kebawah.
Raja Fritz dan ketiga dewan kerajaan yang mendengar itu langsung mengetahui jika Ares sudah terlalu berkerja keras untuk mereka. Mereka merasa tidak tahu diri membiarkan Ares bekerja terlalu keras tanpa menerima imbalan yang layak.
Raja Fritz dan ketiga dewan kerajaan merasa bersalah pada Ares karena tidak memberikan imbalan yang layak atas kerja kerasnya.
Raja Fritz menghela nafas panjang dan memerintahkan ketiga dewan kerajaan untuk meminta maaf pada Ares atas ketidak sopanan mereka sebelumnya. Ares menerima permintaan maaf itu dengan tangan terbuka.
Setelahnya Raja Fritz memerintahkan pada ketiga dewan untuk keluar dari kamar karena ada yang ingin dibicarakan dengan Ares, meski terasa ada yang ganjil ketiga dewan kerajaan tetap keluar dari kamar seperti yang diperintahkan Raja Fritz.
Raja Fritz menghela nafas panjang dan memejamkan matanya, ketika dia memejamkan matanya ketakutan akan kematian menghampiri dirinya. Tapi dia menyadari dia harus menghadap ketakutan itu karena cepat atau lambat dia akan menghampirinya.
"Tuan Ares, jika anda tidak keberatan bolehkah saya meminta bantuan lagi pada anda?."
"Tidak masalah, Yang Mulia. Tidak masalah, selama itu masih berada dalam cakupan saya maka saya akan membantunya dengan sepenuh hati."
Raja Fritz tertawa kecil merasakan kebaikan hati Ares yang keterlaluan baik.
"Bangsa Hobbit kali ini benar-benar sudah berada diujung tanduk. Jika aku tidak bertindak maka rakyat sendiri yang akan bertindak, aku tidak ingin ada pertumpahan darah lagi ditanah ini."Raja Fritz menoleh dan menatap mata Ares dengan serius, "Maka dari itu maukah kau repot-repot menampung semua bangsa Hobbit diwilayah Keluarga Dunkenheit?."
".....Eehhh?? Eehhh?!."
Ares terlihat bingung sekaligus terkejut, saking terkejutnya Ares tampak tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa tertegun sambil mengerutkan keningnya.
Reaksi yang Ares tunjukkan memang sudah Raja Fritz duga sebelumnya, dia sudah menduga Ares akan berekspresi seperti itu jadi dia tidak kaget.
"Ta-tapi Yang Mulia apakah ini tidak akan menimbulkan bencana pada kerajaan Erde's?."
"Bencana yang sebenarnya akan terjadi saat rakyatku bertindak, bencana itu mungkin akan menimbulkan perpecahan dikerajaan ini. Maka dari itu aku mengatakannya padamu."
"Meski begitu apakah anda tidak–."
"Tuan Ares, aku tahu permintaanku sangat memberatkan mu tetapi hanya ini yang bisa kulakukan. Aku tidak ingin negara yang dibangun oleh leluhur ku hancur karena sebuah perpecahan. Maka dari itu aku memohon padamu sebagai Raja kerajaan Erde's."Raja Fritz membungkuk tubuhnya dalam posisi duduk.
Ares memasang ekspresi rumit dimana dia berpikir keras tentang hal ini. Dia tertegun sesaat disana lalu menghela nafas panjang dan memijit keningnya.
"Yang Mulia, beri aku waktu untuk memikirkan hal ini baik-baik terlebih dahulu. Aku juga perlu mendiskusikan hal pada keluargaku terlebih dahulu."
"Itu tidak masalah, kau boleh memikirkan hal ini baik-baik tapi kau harus ingat jika waktuku tidaklah banyak."Raja Fritz tersenyum pahit.
Ares mengangguk pelan undur diri dari sana untuk memikirkan keputusan yang akan dia ambil. Ketika Ares keluar terdapat ketiga dewan kerajaan yang menunggu didepan kamar Raja Fritz.
Mereka menanyakan perihal apa yang Raja Fritz dan Ares bicarakan, Ares hanya menggelengkan kepalanya dan menyuruh mereka untuk bertanya pada Raja Fritz langsung sebelum pergi dari sana dengan langkah cepat.
Setiap Ares melangkahkan kakinya dia tertawa kecil hingga dia terhenti sesaat dan tertawa kecil. Dia tertawa sambil memegangi perutnya dan tersenyum lebar.
"Hahahaha...!!! Berhasil, berhasil!! Semua rencanaku berjalan sesuai harapan!! Tinggal sedikit dorongan lagi untuk menyelesaikan semua rencana yang telah kususun susah payah ini."Kata Ares sambil memegangi wajahnya, dia menatap keata"Oh sungguh ini merupakan hal yang sangat luar biasa!! Meski rencana ini akan merubah tatanan dinegara ini nantinya, tapi jika itu artinya mendapatkan apa yang kumau tidak masalah. Karena aku bukanlah orang yang akan perduli tentang hal-hal seperti itu."Kata Ares lirih dengan senyum lebar yang disembunyikan tangannya.
__ADS_1
Ares lalu berjalan kembali menuju kamarnya dengan perasaan luar biasa senang. Dia berjalan sambil bersenandung kecil layaknya seseorang yang mendapat sebuah kabar baik.