Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
139.Persetujuan dan rencana


__ADS_3

Ares tiba diwilayah keluarganya dengan aman. seperti yang dia duga para dark elf yang dia bawa cepat terbiasa dengan iklim disini dalam waktu singkat, yang mengartikan jika mereka memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup besar. setelah itu mereka pergi Ke kota Sthalwand yang merupakan tempat keluarga Dunkenheit berada.


banyak orang bertanya-tanya dari mana Ares membawa belasan ribu dark elf kesini, Padahal Utara dikenal sebagai tempat yang sangat berbahaya dan tidak cocok untuk ras semacam Dark elf. Ares lalu membicarakan masalah ini dengan Ayah, kakek dan neneknya yang sudah menunggu dan menduga Ares akan pulang membawa sesuatu yang besar.


Tanpa dia beritahu, neneknya sudah mengetahui jika dirinya sekarang adalah Pendeta pohon dunia dan dengan itu semua pertanyaan mereka terjawab. karena pasti mereka mau mengikuti Ares karena dia adalah Pendeta pohon dunia dan lagi setelah mendengar cerita Ares menolong mereka membuat Ayah, kakek dan neneknya semakin yakin.


Ares berencana membuat para dark elf tinggal disini dan berbaur seperti Bangsa Orc mountain, tapi kakek dan ayahnya menolak Karena Ares adalah pemimpin mereka dan lagi dia adalah pemimpin mereka yang membuatnya harus bertanggung jawab penuh atau kehidupan mereka. akhirnya mereka semua membuat Camp didalam kota selagi Ares mencari tempat yang cocok untuk Pohon Dunia tumbuh.


Mereka juga sudah mengetahui Keberadaan kedua anaknya. dia dimarahi habis-habisan oleh mereka bertiga karena memiliki anak diusia yang baru 17 tahun namun, semua itu mereda ketika kedua anaknya bangun dan melihat kearahnya lalu memanggil "Papa" seketika itu mereka semua terdiam dan langsung merebut kedua anak itu. dan tidak membiarkan Ares melihat mereka selama beberapa waktu.


Setelah itu Ares memfokuskan dirinya untuk menemukan tempat yang cocok untuk para dark tinggali dan tempat Pohon Dunia tumbuh, dia belum menemukan tempat yang cocok untuk hal itu. selama beberapa waktu ia terus memikirkan kedua hal itu dan anaknya.


Ulbert juga telah tiba disini dan ikut tinggal dicamp yang ada, hingga akhirnya Ares beserta seluruh bawahannya dipanggil kekastil Terrarium tempat keluarganya berada.


Ares berserta bawahannya lalu digiring kesebuah ruangan, disana terdapat ayahnya, kakeknya dan neneknya yang duduk disebuah kursi dengan kedua anaknya yang ada didalam gendongan mereka.


"Duduklah."Ucap ayahnya dengan nada dingin.


Mereka semua duduk dikursi yang tersedia, seketika suasan menjadi mencekam karena tatapan tajam dari ketiga orang itu. bahkan Ares mau tidak mau harus berkeringat dingin karena instingnya.


"Mari kita lihat apa yang kita punya disini, Undead, Elf, AutoMaton, Insect dan Beastman, Wah wah wah!!! cucuku pintar mencari bawahan ya? sampai Undead Hirarki tertinggi kau jadikan sebagai bawahan."neneknya memberikan tatapan tajam kearah Ulbert.


Ulbert merasakan Tekanan yang berasal dari ketiga orang didepannya, instingnya mengatakan ia tidak akan bisa menang melawan salah satu dari mereka bahkan menggores saja sudah beruntung.


"[ Lepaskan sihir Ilusi atau tranformasi yang kalian gunakan sekarang! ]."Ucapnya mengirimkan Voice transmission kepada mereka.

__ADS_1


mereka mengangguk pelan, Ulbert melepaskan sihir Ilusinya, Mary melepaskan sihir transformasinya dan Ulbert menonaktifkan cincinnya. Kecuali Yuto dan Eizen yang tidak memakai apapun.


Seketika itu nafsu membunuh sangat kental menabrak mereka semua, tidak ada yang tidak berkeringat dingin merasakan nafsu membunuh yang sangat kental seperti ini, bahkan Yuto hampir pingsan saat itu juga.


"Nenek! bisakah kita bicarakan ini baik-baik? aku tahu kalian marah tapi tolong dengarkan penjelasanku terlebih dahulu. Tolong."Ucapnya Lirih. Ares mau tidak mau memohon kepada mereka bertiga untuk mendengarkan penjelasannya. karena jika tidak seluruh bawahannya akan mati saat ini juga.


Neneknya mengusap dagunya lalu melihat kearah Suami dan anaknya yang berada disampingnya, mereka mengangguk setuju lalu neneknya berkata"aku akan mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu, jika terdapat kebohongan kau akan dihukum sesuai aturan keluarga."Ucapnya tegas dan dingin.


Ares mengangguk setuju, dia sebenernya baru kali ini melihat nenek, kakek dan ayahnya semarah ini sampai berkata seperti itu.


Sementara disisi lain, mereka bertiga merasa bersalah menekan Ares sampai segitunya, bahkan Gerald hampir menangis sekarang.


Ares lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sampai mereka semua bisa menjadi bawahannya, Terdapat beberapa cerita yang dipotong dan dirubah sesuai dengan situasi saat ini. namun karena penjelasannya terlalu menghayati dan meyakinkan mereka bertiga menjadi percaya.


Selama beberapa jam dia bercerita hingga akhirnya mengakhiri penjelasannya, neneknya mengusap dagunya, kakeknya mengangguk-angguk sedangkan ayahnya terdiam menatap mereka.


Neneknya menghela nafas panjang"Baiklah kami percayakan dengan penjelasanmu, kalian semua boleh pergi kecuali Ares."Ucapnya sambil menunjuk mereka berdua.


Damon, Eizen, Mary, Ulbert dan Yuto pergi dari ruangan itu. Ares merasa tertekan dan melihat tatapan tajam ketiga orang didepannya. tatapan mereka seakan-akan bisa menembus dan melihat apapun.


Hingga Gerald menghela nafas panjang"Ares kau tahu bukan apa kesalahanmu?."Tanyanya.


ia mengangguk pelan"Tahu ayah."Ucapnya lirih.


Neneknya menghela nafas panjang"Ares aku tahu niatmu adalah membantu mereka semua, tapi kau tahukan kondisi Utara saat ini tidak aman dan tidak cocok untuk ditinggali oleh Ras seperti mereka. dan lagi sulit untuk mereka beradaptasi dengan kondisi saat ini dimana Ras Orc dan manusia tinggal bersama."Ucapnya Neneknya.

__ADS_1


Ares tahu betul apa yang neneknya bicarakan, Ras Orc mountain yang tidak sengaja mereka berdua lukai mau bersumpah setia kepada keluarganya dan menjadi Rakyat wilayahnya. banyak orang-orang Utara yang menolak keberadaan Orc didalam kota yang sempat membuat kerusuhan selama beberapa waktu. namun seiring berjalannya waktu sikap orang-orang Utara menjadi lebih baik karena melihat kesamaan antara mereka dengan Orc.


Nama suku Orc mountain yang tinggal bersama mereka Reibzhane, yang merupakan Suku pemburu yang suka memakan daging Monster dan suka minum-minum, hal yang paling mereka banggakan adalah otot-otot mereka yang terlihat seperti Warrior sejati. ini jelas sangat mirip dengan orang-orang Utara yang memiliki hobi dan selalu membanggakan Otot-otot mereka.


lama kelamaan Orc menjadi diterima disini dan orang-orang Utara selalu menganggap mereka sebagai Saudara, bahkan mereka selalu bersaing dalam kompetisi adu panco atau minum-minum.


yang menjadi masalah sekarang apakah para Dark elf bisa beradaptasi dengan lingkungan ini? posisinya sekarang adalah pemimpin mereka yang menentukan nasib mereka saat ini, jika ia salah memilih langkah maka nasib Suku Oakheart akan terancam.


Namun, Ares sudah menduga mereka akan berkata seperti itu. dia juga sudah membuat rencana untuk ini tapi ini baru setengah jadi. rencana ini dia buat jauh sebelum dia menemukan para dark elf lebih tepatnya ini baru prototipe dari rencana yang akan dia buat nanti, dan sekarang tidak ada salahnya untuk menggunakan rencana itu sekarang.


Ares bangkit, lalu menatap mereka dengan penuh keyakinan dan keteguhan lalu berkata.


"Ayah, nenek dan kakek. aku tahu kekhwatiran kalian tentang aku dan mereka. tapi aku sudah merencanakan ini jauh-jauh hari sebelum aku datang kesini. Rencana yang akan kubuat adalah menjadikan Pohon Dunia sebagai pusat dari kota yang akan kubuat nanti. Pohon dunia merupakan pohon sakral yang disembah elf, dark elf, Fairy dan masih banyak lagi."


"Dengan membuat kota dengan Pohon Dunia sebagai pusatnya, aku akan membuat sebuah kota dimana semua ras bisa tinggal didalamnya. mereka yang dibuang! mereka yang tidak dianggap bisa tinggal didalamnya! rencanaku kalian adalah membuat sebuah kota besar!! yang akan menjadi tempat segala ras tinggal didalamnya!!."Ares melebarkan kedua tangannya lalu melanjutkan.


"Yang kulakukan kalian adalah awal dari rencana yang Ini, tapi melaksanakan rencana ini tentunya membutuh banyak dana namun, kalian tidak perlu khawatir karena aku sudah memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan rencana ini. tapi aku perlu izin kalian terlebih dahulu untuk melaksanakannya."


Ketiga orang didepannya mengerutkan keningnya mendengar perkataan Ares, tentu rencana yang Ares katakan barusan terdengar konyol ditelinga mereka, tapi orang didepannya mereka terlihat sama seperti tidak main-main mengucapkan perkataannya barusan.


mereka bertiga mengangguk pelan lalu. ayahnya berkata"kami akan memikirkan hal itu baik-baik terlebih dahulu dan hukuman yang akan kau dapatkan akan diputuskan nanti oleh kami, sekarang kau bisa pergi."Ucap ayahnya sambil memijit keningnya.


"Baik, ayah, kakek, nenek Ares pamit undur diri, Oh dan tolong jaga kedua anak itu dengan baik."Ares memberi hormat lalu pergi dari sana.


setelah itu mereka bertiga masuk kedalam ruangan yang tidak jauh dari sana, mereka lalu menaruh kedua bayi tersebut ditempat tidur bayi yang ada disana lalu, duduk dan saling bertatapan.

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan membicarakan rencana yang Ares sebelumnya, dan menentukan hukuman yang cocok untuk dia nantinya."Ujar Richard.


setelah itu atmosfer disana menjadi serius.


__ADS_2