
Ares menutup buku yang ia baca lalu menghela nafas pelan. Ia lalu membulatkan tekadnya lalu berkata.
"Buka Quest JobClass."
Seketika didepannya muncul rentetan notifikasi System yang terus berdering Dikepalanya.
[ Anda telah Naik kelevel 200! ]
[ Seluruh Stat Bertambah 10 ]
[ Anda telah memenuhi syarat untuk memulai Quest JobClass! ]
[ Membuat Quest JobClass yang cocok! ]
[ Selesai! ]
[ Breaking Boundaries
Anda telah mencapai Level 200 dan anda saat ini memiliki Kualifikasi untuk memulai Quest JobClass World Disaster.
Kalahkan Musuh yang memiliki perbedaan Level 100 Dari anda!.
Hadiah : Lvl JobClass World Disaster+1 Dan ????????
Gagal : Kehilangan JobClass World Disaster
Batas Waktu : 168 Jam. ]
Ares Memijit keningnya melihat Quest yang ia dapatkan. dalam waktu satu Minggu ia harus bisa membunuh yang memiliki perbedaan Level 100 darinya.
Yang ini berarti ia harus membunuh monster diatas Level 300 untuk bisa menyelesaikan Quest ini.
"tapi dimana aku bisa menemukan monster level 300? Ah!."Ares teringat Tiamat yang memiliki Level 350+.
namun yang sekarang menjadi masalah adalah bagaimana caranya ia bisa sampai kesana?. terdapat Jutaan Undead dari tingkat rendah sampai menengah menjaganya dengan kuat.
ia berpikir untuk terbang dari langit lalu menerobos masuk, namun itu hanya akan membuatnya mati karena Terdapat Banyak Undead-Undead yang yang bisa terbang.
"Satu-satunya cara adalah ikut dalam Raid nanti."
Ares sebelumnya diberitahu oleh Asosiasi Hunter. Ia diberitahu tentang rencana Raid yang akan diadakan seminggu kedepann dan mereka mengundangnya untuk ikut dalam Raid itu.
Ares tidak memberikan jawaban pasti namun ia berkata ia akan mengusahakan Hal itu.
"Aku harus pergi kekantor nanti."Ucapnya lalu mengambil buku yang tidak sempat ia baca sebelumnya.
Buku itu adalah The Book of the Masters of the Engineers yang ia dapatkan dulu namun ia belum sempat membacanya, karena sekarang ia sedang senggang tidak ada salahnya membaca buku ini.
Ares dengan teliti membacanya dan ia beberapa kali mengeluarkan kata-kata Kagum. Ia merubah-rubah Ekspresi wajahnya setiap ai membaca halaman baru.
__ADS_1
setelah beberapa jam ia selesai membaca buku itu dan menutupnya, Ares tersenyum tipis sambil melirik kebuku itu.
"isi buku ini jauh lebih menarik dari yang kukira, Battlesuit, Golem dan banyak lain digambarkan dengan jelas dibuku ini. Dan ini jauh melebihi ekspektasi ku."
Buku yang ia baca adalah sebuah buku yang menjabarkan Secara Detail dan jelas tentang Item-item yang dibuat Master Engineer dimasa lalu. Buku ini juga memuat secara jelas tentang metode dan cara pelelehan Logam dengan cepat dan Tepat.
"Semua isi Senjata dan item-item yang ada didalam buku ini sama persis dengan Senjata-senjata yang ada Dibumi, Battlesuit yang ada disini sama dengan PowerSuit yang ada Dibumi, meski cara dan bahan yang dipakai berbeda namun efek yang mereka miliki sama persis, buku ini mungkin akan menjadi Rebutan jika aku sebar luaskan."Ucapnya lalu meregangkan tubuhnya.
"Sudah saatnya aku pergi kekota."Ares pergi keluar lalu berjalan menuju Area Latihan.
**********
Ares sampai diarea latihan dan melihat Eizen yang sedang melakukan gerakan tebasan berulang-ulang, Dibelakangnya terdapat tumpukan pedang Kayu patah.
Ia pernah dengar kalau Eizen sering pergi keluar untuk mengambil beberapa batang kayu lalu ia bawa kesini dan ia Ubah menjadi sebuah Pedang Kayu.
"Ugh! aku merasa sedikit tidak enak tentang ini, Lebih baik kubelikan saja dia Pedang nanti."Ares berjalan kearahnya dan Eizen menyadarinya lalu berlutut.
"Selamat pagi Tuan, Ada keperluan apa anda kemari?."Ucap Eizen sambil berlutut dan kepalanya mendangak keatas menatapnya.
Ares menggaruk pipinya dan tersenyum canggung"Tujuan ku kemari adalah untuk membawamu kekota untuk menemaniku KeAsosiasi Hunter, sehabis itu kita akan pergi ke Toko Blacksmith untuk membelikanmu Sebuah Pedang."
Eizen mengangguk"Baik Tuan, Namun siapa yang akan menjaga rumah?."
Ares Tertawa Kecil"Tentu saja Damon. Siapa lagi? Damon!."Ucap Ares dan seketika Damon Muncul dari dalam bayangan Eizen
Eizen kaget dan melihat Damon dengan mata berbinar-binar, Damon berlutut"Baik Tuan, sesuai perintah anda saya akan menjaga rumah selama anda pergi."
Ares masuk dan ia cukup terkejut melihat Banyak Hunter yang berlalu lalang, Jumlah ini dua kali lipat dari jumlah yang ia lihat dulu.
"Ini semua mungkin karena Pasukan Undead Tiamat dan Raid yang akan dilakukan Minggu depan."Ares melangkah kakinya menuju Gedung Asosiasi Hunter.
Ia masuk kedalam Gedung Asosiasi Hunter diikuti Eizen dibelakangnya. Banyak mata yang mengarah padanya dan banyak dari mereka yang berbisik-bisik dan memandangnya dengan tatapan Kagum.
"huh? Kenapa ini?."Ucapnya heran setelah Melihat Hunter-hunter yang menatapnya.
"Tuan, sebenarnya kenapa Mereka? Kenapa mereka terus memandangi anda dan Saya?."Tanya Eizen Heran
Ares hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menjawab tidak tahu karena ia sendiri tidak tahu kenapa mereka bisa Begitu.
"Hunter Zero mari saya antar."Seorang karyawan disana menyambut dan mengantarnya menuju Ruangan Ketua Abraham.
Ares dan Eizen menaiki Lift dan tiba diRuangan Ketua Abraham dalam waktu beberapa menit saja, Ia lalu mengetuk pintu lalu masuk kedalam.
Didalam Terdapat sebuah meja panjang dan kursi-kursinya Diisi oleh Ketua-ketua Guild besar dan Ditengahnya terdapat Ketua Abraham yang memasang senyum ramah.
"Terimakasih karena sudah datang Hunter Zero, Silahkan duduk kami baru mau mulai rapat."Ucap Ketua Abraham.
'Terimakasih sudah datang? sepertinya aku datang Disaat yang pas?.'Ares duduk dikursi yang sudah disiapkan lalu rapat pun dimulai.
__ADS_1
**************
Mereka semua yang ada disini sedang mendiskusikan tentang rencana yang akan dipakai mereka saat penyerangan nanti.
Mereka semua yang ada diRuangan rapat memberikan ide-ide yang ada dikepala mereka dan Rapat disana berlangsung lebih Alot dari yang dikira.
banyak adu argumen terjadi dan tidak luput dari bersitegang urat leher sampai akhirnya ditenangkan ketua Abraham.
Ares yang ada disana juga ikut menyalurkan Strategi-strategi yang ia miliki namun kebanyakan dari strategi itu tidak akan bekerja disini.
Maka dari itu Ares hanya mengikuti alur yang ada dan bersikap seperti Hunter pada umumnya. Setelah lama akhirnya mereka membuat satu Strategi yaitu menyerang dari 4 arah.
palu bedanya apa yang ini sama yang dulu? pikir Ares.
Dan 4 Arah itu akan dipegang masing-masing Satu Hunter Rank God's Knight sementara sisanya akan diam dikota sebagai bala bantuan.
Hunter yang akan menjadi Bala bantuan adalah Ares dan Ketua Abraham yang akan tetap berada dikota dan bersiap dengan pasukan bantuan jika salah satu dari 4 arah itu mengalami kesulitan atau kekalahan.
Ares menyetujui rencana dan diputuskan rencana ini akan dimulai 3 hari lebih awal. mereka semua pergi dari ruangan rapat dan menyisakan Ares, Ketua Abraham dan Eizen.
"Eizen bisa kau tunggu diluar?."
"Baik Tuan."Eizen melangkah keluar Ruangan rapat.
Terdapat sebuah perasaan saling mengintimidasi diantara mereka berdua, sampai ketua Abraham tertawa kecil dan mengangkat kedua Bahunya.
"Jadi, Apa yang ingin dibicarakan Hunter Zero pada saya?."ucap Ketua Abraham.
"Ketua, Apa kontrak yang anda berikan pada saya masih berlaku?."Ucap Ares sambil tersenyum.
*†*******************
Bio Ares dikehidupan sebelumnya.
[ Nama : Zero
Umur : 197 Tahun
Pekerjaan : Pembunuh bayaran/Assassin
Gelar : The Jagger
KillCount : Too many to count!
Hobi : Jalan-jalan santai, Membaca Buku, Kulineran, Hujan-hujanan, Berpetualang ketempat-tempat baru.
Makan/Minuman Favorit : Roti selai Srikandi dan Teh Hitam Manis.
Makanan/Minuman Unfavorit : Pare Dan Air Rebusan Buah Mahoni (Makanan Buatan Lucifer!)
__ADS_1
Afiliasi : ????? ]