Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
130.Keresahan Tina


__ADS_3

Tina memandangi langit-langit malam ditemani suara serangga malam, sudah sehari sejak dia menjadi pemimpin disuku ini dan dia mendapatkan banyak tekanan entah dari luar atau dalam. dirinya tidak bisa mempercayai jika dia adalah seorang pemimpin sekarang.


dia menghela nafas berat"Apa aku bisa memimpin suku ini dengan benar? apa aku sanggup melakukannya?."Ucapnya khawatir. Tina masih terbayang reaksi penolakan dari kelompok dark elf tersebut saat dirinya menyatakan ia adalah pemimpin sekarang.


kebanyakan dari dark elf yang menolak adalah dark elf yang pernah mengikuti para tetua suku, sedangkan pihak dark elf yang menerimanya adalah orang-orang yang percaya kepada pemimpin sebelumnya. mereka tahu pemimpin sebelumnya tidak akan memilih Tina tanpa sebab makanya mereka percaya kepadanya.


Tina bangkit dan melihat sekelilingnya, terdapat banyak dark elf yang tertidur sambil berpelukan satu sama lain agar mereka tetap hangat terlindungi dari udara dingin malam. mereka tentu tidak bisa membuat perapian karena jika mereka membuatnya sudah pasti mereka akan terlacak.


"Haaa..... kuharap fiora dan kelompoknya baik-baik saja sekarang."Ucapnya sambil mendesah panjang.


Tina kembali murung, sebenernya orang yang menolaknya menjadi pemimpin suku sangatlah banyak jumlahnya sebanding dengan orang-orang yang mendukungnya. mereka berpendapat Tina sama sekali tidak cocok untuk menjadi pemimpin karena tidak memiliki kriteria menjadi seorang pemimpin.


Sehingga dark elf yang menolaknya memilih pemimpin mereka sendiri yaitu Fiora Doppelschwert yang merupakan anak dari pemimpin suku sebelumnya. alasan kenapa dia tidak menjadi pemimpin suku karena Fiora kalah saing dari Abend yang merupakan dark elf terkuat disukunya.


Fiora berserta seluruh dark elf yang mendukungnya memutuskan untuk berpisah dengan kelompok utama, namun tujuan mereka tetaplah sama hanya saja perseteruan ini ditunda sampai seluruh kelompok sampai dibenteng yang mereka tuju. sementara persediaan makanan dibagi menjadi dua sama rata.


Tina tidak tahu Apakah fiora beserta kelompoknya baik-baik saja sekarang, bisa dipastikan pasukan elf yang mengejar mereka ikut terbelah juga melihat kelompok ini ikut terbelah.


Tina sekarang hanya bisa berdoa agar fiora dan kelompoknya bisa selamat sampai tujuan, Tina bangkit lalu berjalan tidak lama kemudian seorang dark elf menghampirinya. dark elf yang dipenuhi keriput dan berjalan membungkuk dibantu dengan sebuah Staff kayu hitam.


"Selamat malam ketua."Dark elf tersebut menyapanya.


"selamat malam juga, emmm.. anda kalau tidak salah kakek Hollis Hannigan, ya?."Ucapnya sambil memicingkan matanya, Tina tidak terlalu mengingat siapa dark elf didepannya.


Dark elf bernama Hollis tersenyum dan menganggukkan kepalanya"Benar ketua, saya adalah Hollis Hannigan mage disuku ini."


Tina mengangguk paham, Pria tua didepannya adalah dark elf yang menjadi kunci alasan mereka tidak ditemukan sampai sekarang. keahlian dalam menggunakan Magic Anti-tracking sangat membantu kelompok ini untuk melarikan diri dari kejaran pasukan elf.


Hollis tersenyum lalu berkata"Kalau boleh saya tahu, kenapa anda tidak tidur? apa anda tidak bisa tidur?."tanya Hollis. matanya yang setengah tertutup menatapnya lekat sambil tersenyum.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat, aku tidak bisa tidur sama sekali. bahkan memejamkan mataku saja tidak bisa."Ucapnya lesu. yang Tina bicarakan memang benar dia memang tidak bisa tidur karena terlalu banyak berpikir.


Hollis mengusap dagunya"kalau seperti itu bolehkah saya menggunakan mantra Sleep pada anda, bisa say-."


"Tidak perlu, aku tidak ingin ketiduran disaat-saat penting."Ucapnya menolak.


sebelum Hollis menyelesaikan perkataannya Tina sudah lebih dulu memotong ucapannya, Tina memang benar-benar tidak mau karena dia sudah mengetahui bagaimana efek Mantra { Sleep }.


Tina hanya menghela nafas berat sambil memijit keningnya, tekanan menjadi seorang pemimpin rasanya agak berat untuk dia terima sendiri namun, sebagai seorang Pemimpin tabu melempar-lempar tugas keorang lain.


"Kalau begitu biar saya tebak, anda tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan Fiora dan kelompoknya, bukan?."Ucapnya sambil tersenyum tipis.


Tina kaget dan melihat Hollis disampingnya, lalu memicingkan matanya"Bagaimana kau bisa tahu? apa kau memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain?."Tina memberikan tatapan curiga pada Hollis.


Hollis hanya terkekeh kecil dan menutupi mulutnya"Hahaha...mana mungkin saya memiliki kemampuan seperti itu? dan lagi semua orang bisa mengetahui hal tersebut hanya dengan melihat raut wajah anda."Ucapnya sambil menunjuk wajah tina.


Tina tersentak kaget dan meraba-raba wajahnya, dengan wajah memerah dan malu.


Hollis hanya terdiam dan menatapnya aneh sambil seraya berkata"Kau kemanakan sikap pemimpinmu tadi?."Ucapnya penuh bertanya-tanya.


tapi pertanyaannya tidak didengarkan oleh Tina, dia hanya duduk terdiam sambil memandangi langit malam yang dipenuhi bintang dan bulan. Hollis menghela nafas pelan dan mengangkat kedua bahunya"Ya, seperti kupikir tidak masalah, mungkin?."


Tina yang memandangi langit malam lalu berkata"Hollis, aku berdoa agar fiora dan kelompoknya bisa selamat."Ucapnya lirih. Hollis yang ada disampingnya mengangkat satu alisnya"Emm...saya juga berharap begitu."


didalam hatinya, Hollis mulai paham kenapa Tina ditunjukkan sebagai sebagai pemimpin.


*********************


Dimalam yang sama, Ares duduk didahan pohon sambil melihat kemah pasukan elf tidak jauh darinya. kemah tersebut berisi pasukan elf yang sedang makan malam dan asap dari perapian tersebut membumbung keatas langit.

__ADS_1


"Jika mereka ada dimedan perang sekarang, tindakan yang mereka lakukan cukup bodoh karena bisa saja diterlihat oleh monster atau makhluk-makhluk berbahaya lainnya."Ucapnya sambil memperhatikan mereka.


banyak dari pasukan elf yang sedang membuat anak panah dalam jumlah besar dengan bahan-bahan dari hutan, Sedangkan beberapa lainnya berjaga, memasak atau beristirahat didalam tenda. beberapa dari mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing dan disela-sela kesibukannya mereka mengobrol.


Ares mendekat dan menguping pembicaraan pemimpin mereka yang ada didalam tenda. didalam tenda terdapat beberapa orang yang sedang berdiskusi.


"Jendral, apa yang harus kita lakukan sekarang? apa kita perlu bergerak dimalam hari dan memburu mereka?."Ujar salah satu elf.


Dia berbicara kepada pimpinannya yang duduk ditengah, dan menatap peta yang ada didepannya. dia adalah salah satu dari dua jendral kerajaan Astria. ia adalah Adolfo Dassler.


"Tidak, jangan bergerak dimalam hari. yang aku takutkan bukanlah mereka namun monster-monster yang berkeliaran didalam hutan ini, yang kebanyakan dari mereka aktif dimalam hari dan memiliki level cukup tinggi."Ucapnya santai.


para elf yang lain saling bertukar pandangan, dan salah satu elf berkata"bagaimana jika mereka bergerak dimalam hari? kita bisa saja tertinggal jauh karena itu."ucap salah satu elf penuh percaya diri.


ini didukung dengan anggukan elf lain yang ada disana, namun Adolfo hanya tersenyum lalu berkata"Mereka tidak akan bergerak dimalam hari, karena persediaan makanan mereka tidak akan cukup dan malah berakibat fatal bagi kelompok mereka. ditambah lagi kelompok mereka terbagi dua yang pasti persediaan makanan mereka juga dibagi dua. untuk menghemat persediaan makanan hanya ada satu pilihan."


Adolfo mengangkat satu jarinya"Berburu dan memakan daging Monster. namun ini beresiko tinggi karena mereka hanya memiliki sedikit dari elf yang memiliki kemampuan bertarung."Ucapnya santai.


Para elf lain mulai mengeluarkan pendapat mereka masing-masing, kebanyakan dari mereka berpikir ulang sementara yang lain setuju dengan hal tersebut. namun kebanyakan dari mereka tidak yakin dengan hal tersebut.


Ares yang ada diluar tenda hanya mengusap dagunya'hebat juga dia bisa berpikir seperti itu, penjelasanya memang sulit dimengerti dan memiliki banyak celah. namun, perkataannya memang ada benarnya.'batinnya sambil bersender didahan pohon.


Ares tersenyum lalu bangkit dan pergi dari sana. karena dia sudah tidak memiliki urusan dengan mereka dan sekarang dia fokus untuk mencari keberadaan Kelompok dark elf lain.


Ares berhenti sesaat dan menyebarkan Indranya keseluruh hutan dan melihat semua Divine Power yang ada didalam cakupan pengelihatannya, lalu mulai membentuk sebuah peta 3D didalam otaknya. sementara itu Ares bisa melihat semua Divine Power yang ada disekitarnya dengan cukup jelas.


terlihat banyak sekali Divine Power disekitarnya, Divine Power ini terlihat seperti kabel atau pembuluh darah manusia yang saling terhubung satu sama lain dan terlihat berwarna-warni. Ares memfokuskan semua Indranya hingga cakupannya sampai lima puluh kilometer darinya.


namun dia belum menemukan apapun, hingga cakupannya terus bertambah dan mencapai angka seratus kilometer, yang mana ini jarak terjauh yang bisa dicapai dengan Indranya saat ini. Ares bisa merasakan segala macam makhluk hidup diwilayah cakupannya dan merasakan gerombolan mahkluk dalam jumlah besar.

__ADS_1


"Monster? bukan, Mana mereka terlalu padat untuk dikatakan monster. ini jangan-jangan! kelompok dark elf yang terpecah?!."ucapnya terkejut. dengan kecepatan penuh dia menggerakkan seluruh otot dikakinya untuk berlari dengan cepat.


__ADS_2