Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
116.Roh kaisar langit


__ADS_3

Setelah dia teliti selama beberapa saat, dia menemukan sebuah tempat yang sepertinya menjadi sebuah lubang kunci. lubang kunci ini ada dipintu yang ia lihat dan tertutupi oleh tanaman merambat. bentuknya memang agak aneh tapi dia yakin itu lubang kuncinya.


"Tapi bagaimana caraku menemukan kuncinya? aku sudah berputar dan mencari kesegala sudut kuil ini tapi tidak menemukan apapun, apa ku kuncinya hilang atau hancur karena termakan usia, makanya tidak ketemu?."Ares menghela nafas berat.


memang dia sudah mengitari semua bagian kuil ini dan mencari kesemua sudut kuil ini, namun kuil ini sepertinya memang dirancang hanya memiliki satu pintu masuk dan satu pintu keluar. dan lagi Ares hampir tidak menemukan petunjuk apapun tentang kuncinya, mau dari lukisan, ornamen dan tulisan-tulisan yang ada diseluruh kuil. sama sekali tidak menyingung keberadaan kuncinya sama sekali.


Ares menghela nafas berat"jika Damon ada disini mungkin semuanya akan lebih baik, mungkin?."Ares mengusap-usap pintu didepannya.


dia berkata seperti itu karena Damon memiliki skill yang dapat membuatnya bersembunyi dibayangan benda apapun, dia bisa berpindah tempat dengan mudah asalkan objeknya memiliki bayangan.


Ares bangun dari keputusasaannya, berjalan sedikit ketepian lalu melihat kearah bawah, disebuah pohon lebih tepatnya dibawah pohon yang cukup jauh dari sini, terdapat Shadow General yang sedang menggendong kedua bayi tersebut. kedua bayi tersebut terlihat tertidur lelap digendongannya.


Shadow general sebenarnya sudah menerima perintah darinya, untuk datang kemari namun Ares tidak memperbolehkannya terlalu dekat dengan kuil ini, karena dia tak mau kedua anak itu kenapa-kenapa, apalagi anak bayi yang menetas dari telur yang yang ada diistana pohon dunia.


Ares menghela nafas panjang lalu kembali Berdiri didepan pintu tersebut, dia menghela nafas panjang"Haaaa......jika sudah seperti ini maka pilihannya hanya satu, Dijebol atau tidak sama sekali!."Ares mengalirkan Aura kedalam pedangnya dan membuat Blood Stone dipinggirannya.


Pedang itu teraliri dengan Aura, Ares menghela nafas lagi lalu memasang kuda-kuda. dia mencengkram erat Pedangnya dan memberikan beberapa tebasan yang membelah pintu didepannya, dia mengayunkan pedangnya dengan kuat dan cepat tanpa kehilangan keseimbangan sama sekali.


"Ukh! Pintu ini jauh lebih keras dari kelihatannya, ya?."Gerutunya sambil menebaskan pedangnya.


satu persatu tebasan dia lemparkan untuk busa memotong pintu ini, namun pintu ini memiliki kekerasan yang tidak dia duga yang membuatnya harus mengerahkan tenaga ekstra untuk bisa memotong pintu batu besar ini. satu persatu tebasan dia lemparkan secara presisi dan tinggal satu tebasan lagi agar pintu ini bisa Terpotong. Ares mencengkram erat Pedangnya lalu mengayunkan satu tebasan terakhir.


Tebasan itu menjadi tebasan terakhir untuk bisa memotong pintu ini dan setelah beberapa menit yang tidak melelahkan baginya, Ares berhasil memotong Bagian-bagian pintu ini secara rapih Sampai-sampai pintu itu masih terlihat menyatu Padahal satu terpotong-potong.

__ADS_1


"Hufff.....kalau sudah begini tinggal didorong sedikit."Ares mendorong pintu itu dengan sedikit tenaga, dan seketika itu pintu itu roboh dengan bagian-bagian yang terpotong rapih layaknya tahu.


Debu tebak berterbangan karena Bagian-bagian pintu itu roboh, dan dalam satu kibasan tangan debu tebal itu menghilang lalu tergantikan dengan pemandangan yang cukup aneh.


Tombak, pedang, busur, Helberd, golok, tameng, belati dan berbagai macam Senjata-senjata lainnya terpajang rapi dengan debu tebal disetiap sisinya. terdapat sebuah altar dengan beberapa anak tangga yang diatasnya terdapat sebuah patung.


Ares mendekat dan melihat patung itu lebih jelas. jika dirinya lihat, patung itu mirip seperti Orang-orang yang ada digambar yang pernah ia lihat, jenggot panjang dan kumis yang tidak terlalu tebal dengan wajah gagah berani, dia memakai pakaian seperti Kaisar-kaisar Tiongkok yang pernah dia lihat di film-film.


sosoknya yang memegang tombak dengan ujung seperti golok dan berdiri gagah berani seperti sedang menghadapi musuh tanpa rasa takut, membuatnya terlihat seperti seorang kaisar sejati.


Ares mengusap dagunya melihat patung tersebut"Hmmm.... aneh, apa hanya khayalanku saja? tadi aku melihat sesuatu seperti ingin Keluar dari patung itu."Ucapnya sambil memperhatikan patung itu.


patung itu memang terlihat hebat tapi ares merasakan sesuatu yang lain didalam patung itu, itu seperti sebuah bayangan putih yang ingin keluar dari patung tersebut namun Ares merasa dia salah lihat, karena tempat ini cukup berdebu yang membuatnya berpikir itu mungkin debu yang terbang.


"Bendera itu terlihat tidak asing, aku yakin pernah melihat bendera ini sebelumnya, tapi dimana?."Ares mengobrak-abrik otaknya mencari ingatan yang berkaitan dengan bendera didepannya.


namun saat ia sedang fokus berpikir, dari patung tersebut keluar sebuah makhluk yang memiliki wujud mirip dengan patung tersebut, dia melihat Ares yang ada dibawahnya lalu melihat kearah Pintu yang sudah Terpotong rapih.


dia mengepalkan tangannya dan tubuhnya bergetar, ares yang menyerah untuk berpikir menyadari makhluk tersebut dan langsung mengambil jarak aman lalu menarik pedangnya.


Ares hampir tidak bisa merasakan kehadirannya yang berarti, makhluk didepannya kemungkinan seorang Ghost, Wraith atau mungkin Undead. karena beberapa makhluk itu memiliki kemampuan yang tidak bisa dideteksi musuh.


dia tiba-tiba melebarkan kedua tangannya dengan megah lalu berkata"Wahai pemuda! Apakah kau yang menyelesaikan ujian yang telah aku buat?."Suaranya dipenuhi oleh kesenangan dan kegembiraan.

__ADS_1


Ares tidak tahu apa yang dimaksud, tapi jika melihat kuil ini sepertinya kuil ini merupakan tempat suatu ujian. tapi Ares sama sekali tidak merasa pernah menyelesaikan sebuah ujian, dan lagi dia masih penasaran dengan pria didepannya.


Ares menelan ludah lalu berkata"Ujian? Ujian apa yang kau maksud? dan lagi siapa kau?."Ares sama Sekali tidak bisa mengendur penjagaannya.


Pria itu tersenyum lebar dan mengusap Janggutnya sambil melihat Ares lalu tertawa"Hahahahha....Kau pasti tidak mengetahui ujian yangku pasang dan langsung menyelesaikannya tanpa tahu itu sebuah ujian bukan? Hahahahha..... sungguh Pemuda yang menarik! hahahahahah....."tawanya bergema disana dan yang lebih penting, tawanya mirip sekali dengan tawa bapak-bapak Posronda.


Ares cukup tertanggung dengan tawa ini, tapi dia masih mempertanyakan identitas sebenarnya dari pria didepannya"biar aku ulangi lagi pertanyaanku barusan, siapa kau sebenarnya?."suara Ares kali ini dipenuhi tekanan.


pria itu langsung terdiam mendengar pertanyaan penuh tekanan tadi, dia melihat Ares sambil mengusap dagunya"Menarik! menarik! baiklah biar aku perkenalkan diriku sebenarnya!."Dia membuat pose yang terkesan gagah dan megah, namun bagi Ares dia terlihat seperti seorang pria tua narsis.


"Aku adalah orang yang menyatukan banyak wilayah, bangsa, negara dalam satu bendara! seorang penguasa dengan wilayah kekuasaan paling luas dengan kekuatan militer tak tertandingi! aku dikenal dengan banyak Nama dan Julukan tapi hanya satu yang paling terkenal!."Dia melakukan gerakan-gerakan Aneh lagi dan kembali membuka kedua tangannya dengan megah.


"Aku adalah Long Yuan! Kaisar kekaisaran Jinlong! yang dikenal dengan julukan Kaisar Langit!."Dia terlihat tersenyum bangga dengan julukannya itu.


sementara Ares hanya terdiam menganga mendengar identitas pria didepannya, dia sama sekali tidak pernah menyangka pria didepannya adalah Seorang kaisar yang namanya dikenal seluruh Orang Diyggdrassil.


Pria bernama long yuan melihat Ares yang menganga lalu berkata"Hmp! sudah seharusnya orang-orang yang mendengar namaku langsung takut dan menghormatiku! karena pasti Negaraku saat ini menjadi negara Kuat yang dikenal oleh banyak orang-."


"Anu itu, emm... sebenarnya Kekaisaran Jinlong yang kau dirikan sudah runtuh 500 tahun lalu."Ares menggaruk kepalanya sambil memasang wajah bodoh.


"...Eh?."


suasana hening yang menekan memenuhi seisi ruangan itu. Long Yuan sana sekali tidak bisa mencerna apa yang barusan dia terima, dan berakhir diam Seribu bahasa dengan Kebingungan yang memenuhi kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2