
setelah melakukan perjalanan panjang dan melelahkan akhirnya pasukan yang dipimpin Borg dan Alphonse berhasil sampai dititik tujuan mereka, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak karena hampir setiap saat mereka selalu diserang Monster yang membuat stamina mereka cukup terkuras dan memerlukan istirahat. Untuk memastikan dimensional Dungeon ada didekat mereka Borg menyuruh seorang ksatria untuk memeriksanya.
Ksatria itu mengkonfirmasi memang terdapat sebuah portal yang merupakan Dimensional Dungeon, mereka lalu beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga mereka yang terkuras selama perjalanan, sementara Borg dan Alphonse berdiskusi tentang rencana mereka selanjutnya.
Berdasarkan apa yang mereka diskusikan, Dimensional Dungeon yang akan mereka masuki memiliki Iklim yang sama seperti hutan pada umumnya Yang membedakan adalah ukuran Pepohonan disana yang tidak normal. Pepohonan disana memiliki ukuran Raksasa dengan Tinggi 45~70 meter yang membuat mereka harus berhati-hati karena monster-monster raksasa juga bisa bersembunyi dibalik Pepohonan itu.
Alphonse menatap Perkamen Didepannya dengan wajah datar"Beastman ya?."Alphonse membuat kesimpulan jika dua makhluk yang mereka kejar adalah Beastman. karena ciri-ciri kedua makhluk itu sangat mirip seperti Beastman yang merupakan salah satu bangsa besar Diyggdrassil.
Beastman memiliki banyak sekali bangsa dan dua Beastman yang mereka kejar merupakan salah satu dari mereka, Setelah Alphonse ingat-ingat ciri-ciri yang dijelaskan didalam Perkamen mengarah kesebuah Bangsa Beastman yang disebut Klan Snow Fox yang merupakan salah satu Klan terbesar diantara bangsa Beastman lain.
"Klan Snow Fox dikenal memiliki kecerdasan luar biasa dan sangat berbakat dalam pertarungan jarak dekat, mereka juga dikenal sebagai Klan yang sangat licik dan memiliki banyak sekali Beastman cantik didalam mereka. Apa alasan Yang Mulia mencari mereka karena kecerdasan atau kekuatan mereka? Tapi jika karena kecerdasan dan Kekuatan yang Mulia pasti akan mengirim Ksatria yang lebih handal dari kami."Alphonse memijit pelipisnya.
"Kemungkinan Besar yang Mulia mengejarnya karena kecantikan yang mereka miliki."Alphonse mau tidak mau merasa kecewa dengan Raja yang dia layani.
Raja Petersburg memang dikenal sebagai Raja yang bijak dan memiliki kepintaran diatas rata-rata, dia bisa mengurus kerajaan dengan sangat baik bahkan kerajaan jauh lebih maju saat dia memegang tahta. tapi dibalik semua itu Raja Petersburg adalah orang yang sangat suka bermain-main dengan wanita. dia tidak akan segan menculik dan meniduri wanita yang dia anggap cantik. sekalipun wanita itu sudah memiliki Pasangan sekalipun.
Rahasia ini sangat ditutup-tutupi oleh Raja Petersburg karena jika rahasia ini sampai bocor keluar reputasinya akan runtuh dan rakyat Tidak akan pernah mempercayainya, ditambah sang ratu yang jatuh sakit Membuat Raja Petersburg semakin depresi dan lebih sering bermain-main dengan wanita. bahkan dia kerap kali tertangkap tangan melecehkan dan memperkosa pelayan-pelayan Istana.
"Aaahhhhh......aku harap Yang Mulia Ratu cepat sembuh agar Yang Mulia Raja kembali seperti semula, Sebentar!."Alphonse merasakan ada keganjilan.
"Bukannya Yang Mulia bilang Dua Beastman itu ditemukan Di Dimensional Dungeon? tapi bagaimana caranya Dua Beastman itu bisa sampai di Dimensional Dungeon? Mereka menyusup atau mereka adalah Hunter yang ditugaskan untuk menyelesaikan Dan mengawasi Dungeon itu?."Alphonse menggunakan seluruh Kepintarannya namun ia hanya menemukan beberapa jawaban yang dia kira tepat.
"Jika benar mereka Hunters maka Asosiasi Hunter akan marah besar karena kami menangkap salah satu anggota mereka, Sial! Ini benar-benar membuatku sakit kepala!."Alphonse memutuskan untuk tidak memikirkan hal tersebut karena semakin dia pikirkan maka semakin sakit kepala juga dia.
Dia lebih memilih untuk memerintah para ksatria untuk bersiap karena mereka tidak bisa berlama disini, Mereka semua langsung menyiapkan diri mendengar perintah Alphonse dan segera berbaris rapi layaknya seekor Semut. Alphonse dan Borg dan beberapa orang lainnya berdiri didepan barisan dengan perlengkapan siap perang mereka.
"Baik Apa semuanya Sudah siap!."
__ADS_1
"Siap Pak!."ucap mereka semua serentak.
mereka lalu dengan cepat masuk kedalam Portal dan dalam sekejap mereka semua masuk kedalam Portal, menyisakan 4 orang Ksatria yang cukup kuat untuk menjaga portal masuk. Keempat Kstaria itu menjaga pintu masuk Portal dengan wajah datar dan mata penuh haus darah.
mereka sangat menyangankan tidak bisa ikut masuk kedalam karena harus menjaga Portal masuk.
"Hhmmm? apa itu?."Ksatria itu menyipitkan matanya.
"Ada apa?."Kstaria yang ada disebelahnya terlihat heran dengan rekannya.
Tapi Ksatria itu hanya diam sambil menyipitkan matanya, dia melihat seorang pria yang menggunakan jubah kerudung berwarna Hitam dengan wajah yang terlihat samar-samar karena ditutupi kerudungannya.
Dia langsung memberitahukan rekannya yang lain mereka lalu menyuruh dua Ksatria lainnya untuk memperingatkan orang itu agar tidak dekat-dekat dengan mereka.
"Ahh....sial sekali lagi main kartu saja diganggu!."Ksatria itu menggerutu karena diganggu saat bermain kartu.
mereka lalu menghampiri pria berjubah itu yang jaraknya sudah cukup dengan portal masuk, mereka langsung menghadang dia lalu menyuruh dia kembali dengan halus tapi dia hanya memberikan sebuah anggukan kepala.
"maaf pak tapi mau sampai kapan kau disini?."Ksatria itu mulai kesal dengnlan pria didepannya, rekannya juga terlihat agak risih dengan pria didepannya.
"Aku akan segera pergi tapi sebelum Itu."Pria itu mengangkatnya kedua tangannya"Kalian mati dulu saja Sana { Touch of Death }."Pria itu menyentuh kedua Ksatria itu dengan tangannya.
seketika kedua Ksatria itu langsung mati dan terjatuh seketika, dua Ksatria lainnya langsung menarik pedangnya dan menyerang pria itu namun secara tiba-tiba pria itu berdiri didepan mereka"Lemah."Pria itu menyentuh kedua Ksatria itu dengan tangannya dan seketika kedua Ksatria itu langsung Terjatuh dan mati.
Pria itu berbalik"Tuan, semuanya sudah beres."Dia melihat 4 sosok yang merupakan Ares, Eizen,Damon dam Mary yang berjalan kearahnya.
"Kerja bagus Ulbert."Puji Ares.
__ADS_1
"Saya tidak layak menerima pujian semacam itu."Ulbert malu-malu kucing mendapatkan pujian dari Ares.
Eizen Damon dan Mary hanya menatapnya dengan pandangan jijik dan aneh. Ulbert sama sekali tidak memperdulikan hal itu.
"Void Eater."Keempat Kstaria itu langsung lenyap menyisakan tulang-belulang saja, Mary dan Ulbert yang melihat itu Membelalak mata seperti tidak percaya apa yang mereka berdua lihat.
walaupun mereka penasaran mereka lebih memilih untuk tidak banyak bertanya karena takut dikira tidak sopan. setelah menyingkirkan tulang belulang itu mereka lalu berkumpul didepan pintu masuk Portal.
Mereka semua menatap Ares, mereka semua menunggu Ares masuk terlebih dahulu baru mereka.
"Kalian masuk saja terlebih dahulu."
Mereka semua terlihat terkejut"Tapi Kenapa tuan?."Damon bertanya pada Ares.
"Tidak apa-apa masuk saja."
Mereka semua mengangguk pelan dan tidak banyak bertanya lalu masuk kedalam Portal dengan hati dipenuhi tanda tanya. setelah mereka semua masuk Ares berkata"Delta, Gamma, Zeta, Epsilon."Ares menyebutkan nama-nama Clonenya.
Keempat Clonenya langsung muncul didepannya dengan keadaan berlutut dan menunduk.
"Kalian berjaga disini, jangan sampai ada orang yang masuk kedalam Portal ini jika terdapat orang yang cukup kuat langsung bunuh tanpa membuat banyak suara, mengerti?."
"Baik Tuan!."
Ares tersenyum Puas"Bagus, jagalah tempat ini sampai aku kembali."Ares masuk kedalam Portal sementara mereka langsung mengambil posisi sembunyi disetiap tempat yang strategis. dengan perintah Ares mereka akan melindungi tempat ini dengan segenap jiwa dan raga mereka.
*************************
__ADS_1
Hai Para pembaca! Jangan lupa Like Dan Up Vote ya agar Writer semangat Update Novelnya! ᕙ( ͡° ͜ʖ ͡°)ᕗ