Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
159.Ujian Tomb of the Thousand Swords


__ADS_3

Ares duduk didepan Gerald yang menatapnya sambil tersenyum penuh arti, Ares hanya bisa menghindari tatapan matanya yang tampak seperti ular siap menerkam mangsanya.


"Jadi Ares bagaimana dengan luka yang kau derita? apakah sudah sembuh?."Tanya Gerald sambil tersenyum.


Ares hanya mengerutkan keningnya"Ya ayah. aku baik-baik saja sekarang, dan sekarang bisakah ayah memberitahu keperluan apa yang membuat ayah memanggilku disaat-saat aku sibuk?.""Ujarnya sambil tersenyum penuh makna.


Jujur saja bisa dikatakan Ares saat ini sedang sangat sibuk, karena dia harus menentukan tempat dimana Pohon Dunia tumbuh dan kota yang akan dibangunnya nanti. dia masih mencari tempat yang strategis untuk pohon dunia tumbuh dan saat ini Ares sedang mencari tempat strategis tersebut.


Meski perlu waktu agak lama asalkan tempatnya strategis itu tidak masalah, ditambah Dark elf suku Oakheart juga tidak mempermasalahkan waktu dibangunnya kota dan pohon dunia tumbuh.


Gerald tentu tahu seberapa sibuk Ares saat ini tapi saat ini dia sedang dalam keadaan yang cukup terdesak, Gerald mendehem sebelum berbicara"Ares aku tidak akan banyak omong, sebenernya dalam sebulan kedepan keluarga kita akan mengadakan sebuah ujian yang dihadiri semua keluarga cabang, ujian itu bernama Ujian Makam Seribu Pedang atau biasa dikenal Tomb of the Thousand Swords. Ujian ini diadakan rutin selama 3 tahun sekali untuk membuat anak-anak dari keluarga cabang dapat memperkuat bakat mereka, dan kali ini beberapa kepala keluarga cabang mendesak ayah untuk membuatmu ikut dalam ujian kali ini."tutur ayahnya sambil melihat Ares serius.


Ares mengerutkan keningnya sambil melihat ayahnya dengan aneh, dia tentu tahu Ujian Makam Seribu Pedang yang rutin diselanggarakan tapi persyaratan untuk ikut kedalam ujian itu membuat Ares tidak bisa ikut.


"Ayah aku ini seorang Master, membuatku ikut dalam ujian kali ini sama saja melanggar aturan Ujian. ayah tahukan seorang Master tidak bisa ikut dalam ujian Makam Seribu Pedang."Ujarnya sambil memijit keningnya.


Alasan dia tidak ikut Ujian karena dia pada dasarnya seorang Master yang mana seorang master tidak bisa ikut dalam Ujian, maka dari itu Ares tidak perlu ikut dalam Ujian.


"Ayah tahu ini berat untukmu tapi bisakah kau luangkan waktu untuk ikut Ujian kali ini saja? Ayah berjanji kepadamu akan menanggung semua biaya pembangunan Kota mu asalkan kita ikut."Ujarnya ayah meyakinkan.


Ares mengusap dagunya, walaupun dia memiliki harta yang sangat banyak dia harus secara matang memakai semua harta ini. dan tawarannya ayahnya terlihat menggiurkan baginya karena itu bisa menghemat pengeluarannya.


Ares mengusap dagunya"Baiklah aku akan ikut, tapi jangan salahkan aku jika salah satu keluarga cabang ada yang mati, karena aku tentu tahu niat mereka sebenarnya."Ujarnya dingin dan menekan semua ucapannya.


Alasan mereka memaksa Ares ikut meski didepannya Gerald, karena mereka penasaran dengan rupa dan kekuatan Ares yang sesungguhnya. diantara mereka pasti terdapat orang yang berpikir jika berita Ares membunuh Frost King dan Ice Dragon Lord hanyalah sebuah omong kosong yang dibesarkan untuk membuat nama Ares terkenal dan memudahkan dirinya menjadi Kepala keluarga.


Dan banyak diantara mereka yang bisa dipastikan Iri dengan prestasi yang dirinya raih makanya sampai seperti ini.

__ADS_1


Gerald menghela nafas panjang"Ares jangan segan-segan untuk mengeluarkan kekuatan penuhmu nanti karena itu akan membantumu dimasa depan, dan ayah juga tidak mempermasalahkan jika kau membunuh salah satu dari mereka. toh kau adalah Kepala keluarga selanjutnya."Ujarnya sambil mengangkat kedua bahunya.


"Baiklah jadi kapan Ujiannya dimulai?."tanya Ares.


Gerald menaikkan satu alisnya"Sepertinya kau tidak mendengarkan penjelasanku tadi. Sebulan lagi, Ujiannya akan diadakan sebulan lagi."Ujar Gerald sambil menghela nafas.


Ares mengangguk pelan"Baiklah kalau begitu, aku serahkan semua persiapan pada Ayah, tidak masalah, kan?."


Gerald menggelengkan kepalanya, Ares lalu bangkit sambil berkata"Kalau begitu aku akan memanfaatkan waktu untuk mengurusi semua rencana pembangunan kotaku nanti, karena aku sangat sibuk. kalau begitu aku pamit undur diri."Ares memberikan hormat lalu pergi dari sana.


Gerald hanya bisa tersenyum pahit melihat Ares yang pergi begitu saja. Dia mencengkram gelas ditangannya hingga hancur"Bangs**! lain kali aku penggal saja kepala mereka. gara-gara permintaan mereka Ares menjadi marah seperti ini, Huh! aku akan membunuh mereka saja lain kali."Ujarnya kesal.


*****************************


Ares disisi lain membuat banyak sekali persiapan untuk pembangunan kota nantinya, Ares beserta seluruh bawahannya mensurvei beberapa tempat atau wilayah yang menurut mereka cukup strategis untuk dijadikan sebuah kota namun perlu beberapa pengecekan lagi untuk memastikan hal tersebut.


Untuk material pembuatan kota nanti dibeli dari pedagang-pedagang material terbaik yang ada dikerajaan dan Gerald sendiri yang memastikan kualitas dari setiap material yang dibeli. rencana tentang pembuatan kota besar baru tersebar luas diseluruh Utara dan dengan cepat tersebar keluar wilayah Utara.


Ditambah fakta orang yang membuat kota itu adalah Ares membuat banyak orang berminat tinggal disana, namun harapan mereka pupus begitu mengetahui Kotannya belum dibangun bahkan itu baru sebuah rencana, namun kebanyakan orang memilih untuk pindah ke kota yang dibuat Ares jika kota itu sudah benar-benar jadi.


Sementara itu Ares disibukkan dengan Dokumen-dokumen yang datang dari para bawahannya, yang berisi tentang wilayah atau tempat mereka Survei serta kekurangan dan kelebihan dari wilayah atau tempat itu. banyak menurut tempat yang menurut cocok untuk dibangun dari sebuah kota namun Ares perlu terlebih dahulu melihat kekurangan dan kelebihan dari masing-masing wilayah atau tempat lalu dibandingkan satu sama lain. setelah itu ia baru akan menumbuhkan Pohon Dunia ditempat atau wilayah yang telah ditentukan.


Rapat terus dilakukan untuk membuat hasilnya yang maksimal untuk pembuatan kota, Rapat itu dihadiri oleh Kepala Suku yaitu bangsa dark elf suku Oakheart dengan dan bangsa Orc mountain Suku Reibzhane. Dengan Gerald, Catherine dan Richard sebagai penengah musyawarah kali ini.


Setelah rapat panjang diselama beberapa jam suara yang diambil tidak terlalu memuaskan, karena banyak dari mereka yang menyuarakan pendapat yang berbeda-beda seiring rapat berlangsung. seperti Dark elf yang ingin tinggal dihutan lebat yang dipenuhi Pepohonan serta rumah yang berasal dari pohon itu sendiri atau Orc mountain yang ingin tinggal dipegunungan Tinggi yang dipenuhi oleh monster yang membuat mereka bisa kenyang memakan daging.


Karena terlalu banyak perbedaan Ares mengakhiri rapat kali ini dengan terpaksa karena situasi disana sudah memanas.

__ADS_1


Meski begitu Ares berserta bawahannya tidak menyerah untuk begitu saja, mereka menjadi lebih bersemangat mencari wilayah dan tempat untuk ditinggali banyak Ras selain manusia, meski karena hal itu prosesnya menjadi lebih rumit tapi asalkan memuaskan Ares tidak mempermasalahkan sama sekali.


*****************************


Tidak terasa begitu cepat waktu berlalu hingga akhirnya sebulan tidak terasa terlewati, Ares bahkan tidak menyadarinya karena terlalu sibuk dengan rencana penumbuhan Pohon Dunia dan Pembangunan kotanya.


Ares menghirup udara segar yang dihasilkan dari pepohonan dan udara pagi yang begitu menyegarkan, Matahari belum muncul tapi Ares, Gerald, Catherine dan Richard sudah bersiap untuk berangkat menuju Tempat Ujian Makam Seribu Pedang berlangsung, dengan Ditemani oleh Ksatria-ksatria Elit dari Divisi Heavenly Dragon mereka bersiap untuk berangkat.


"Woahhhh...aku tidak tahu kita memiliki Kereta Sihir sebesar dan semewah ini."Ujarnya sambil memandangi Kereta sihir didepannya dengan Kagum.


Dengan Tinggi hampir tiga meter dan panjang sepuluh meter dengan warna hitam dan emas serta ukiran-ukiran disetiap sisinya membuat Kereta sihir ini terlihat begitu mewah dan indah.


Richard yang ada disampingnya mendengus senang"Kereta Sihir ini sudah ada sejak dulu dan jumlahnya terdapat belasan, tapi Kereta sihir ini hanya dipakai di acara-acara tertentu saja karena biaya operasionalnya cukup besar untuk setiap perjalanannya. tapi karena kita memang pada dasarnya keluarga yang amat kaya tidak masalah memakai kereta sihir ini untuk perjalanan sehari-hari, tapi karena gerbong kereta sihirnya yang lebar dan luas jalan membuat kereta sihir ini begitu jarang digunakan."Tutur Richard dengan bangga.


Ares hanya melihat dengan mata kagum sambil mengangguk-angguk"Apa saja Fasilitasnya kakek? apa kah kereta sihir ini memiliki keistimewaannya tersendiri?."Ujarnya penasaran. melihat dari kereta sihirnya sendiri tidak mungkin benda ini tidak memiliki keistimewaan.


Richard mengusap dagunya sambil berkata"Untuk keistimewaannya, benda ini dapat melaju secepat angin serta dapat meredam benturan atau getaran dijalan yang tidak rata serta dapat menampung belasan orang dan kursi didalamnya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan, ditambah benda ini dilindungi oleh berbagai macam Sihir pertahanan yang dapat melindungi orang-orang didalamnya dari Mid Tier Magic dan dapat menyerang balik jika diserang."Tuturnya dengan bangga.


Ares bertepuk tangan mendengar keistimewaan benda didepannya, melihat keistimewaannya yang dapat menahan Mid Tier Magic serta dapat melawan balik membuat Benda ini lebih mirip Tank terbang ketimbang sebuah Kereta sihir.


"Apa yang kalian tunggu?."Gerald datang dari belakang ditemani oleh Lissa, Irine dan Catherine yang menggendong Aisyah dan Max dikedua lengannya.


Ares secara reflek langsung mendekat sementara Richard menanggapi pertanyaan Gerald.


"Kami menunggu kedatangan kalian, karena kalian sudah datang ayo kita berangkat."Ujarnya lalu masuk kedalam Kereta sihir satu persatu.


Karena Aisyah dan Max sedang tidur mereka ditaruh ditempat tidur bayi yang dipasang jauh-jauh hari dan mereka pun berangkat diikuti Kereta-kereta sihir lain yang terbang dan mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Ares hanya tersenyum memandangi pemandangan Matahari Terbit yang ada disisi jendelanya.


"Hmm...Ujian Makam Seribu Pedang, ya. aku jadi penasaran dengan apa yang akan kuhadapi nanti."Gumamnya sambil tersenyum.


__ADS_2