
[ Anda Telah Menyelesaikan Quest Heal Them! ]
[ Jobclass World Tree Priest Naik Satu Level +1 ]
[ Anda Mendapatkan Skill Ekslusif Summons Lord of the World's Forests ]
[ Summons Lord Of the World's Forest Lvl 1
Tipe Skill : Aktif
Durasi Pemakaian : 1 Jam
Cooldown : 24 Jam
Selama Satu Jam Anda Dapat Memanggil Staff Of Dark Yggdrasil, Heaven's Forest Lord's Armor, Crown of Wise King Forest, World Tree Cloak Dan Menjelma Menjadi Lord Of the World's Forest Sementara Waktu.
Ability Lord of the World's Forest :
Selama Anda Menjelma Menjadi Lord Of the World's Forest, Jumlah Maksimal Makhluk Summons Anda Akan Bertambah (50%) Dan Semua Stat Anda Akan Bertambah (+1000) Dan Semua Level Skill (+2). Anda Juga Dapat Menghidupkan Kembali Makhluk Summons Anda Sebanyak Jumlah Maksimal Makhluk Summons. Semua Hutan Diyggdrasil Dibawah Otoritas Anda ]
"Hoo? skill yang luar biasa dibandingkan syarat penyelesaian questnya. tapi ini sangatlah luar bisa dari yang kuduga."Ares berkata seperti itu karena ini benar-benar diluar ekspektasinya.
Dia awalnya berpikir akan mendapatkan skill yang berhubungan dengan healing dan buff tapi nyatanya jauh dari itu. ia tidak akan menduga akan mendapatkan sebuah skill eksklusif yang jarang orang miliki.
Sejauh yang ia tahu skill eksklusif memiliki kelangkaan yang sama dengan skill ultimate yang hanya bisa didapatkan jika suatu jobclass mencapai level 10.
"Mendapatkan skill eksklusif seperti ini membuatku ingin mencobanya nantinya, kuharap ada tikus percobaan yang bisa bertahan nantinya."Ares tersenyum bengis sambil mengusap dagunya.
Setelah itu Ares langsung memerintahkan para bawahannya untuk bergerak cepat, ia memerintahkan para bawahannya untuk mencari jalur terowongan tercepat menuju kota tempat dimana Demon King Dragster berada.
Dengan bantuan Amelia dan orang-orang yang kenal dengan tempat ini, Ares bisa mendapatkan rute tercepat menuju kota dimana Demon King Dragster berada. Amelia yang saat itu bersiap untuk pergi ke ibukota mengajak Ares untuk ikut bersama.
Tapi Ares menolak tawaran itu dengan alasan harus segera membunuh Dragster, mendengar alasan Ares membuat Amelia tidak bisa berbuat banyak dan hanya memperingatkan Ares untuk tetap berhati-hati.
Setelah itu Amelia memimpin para penduduk dikota itu menuju ibukota kerajaan mereka, Amelia tidak pergi tanpa pengawal yang kuat kesana. Ares menugaskan Ulbert untuk menemani Amelia pergi ke ibukota termasuk menjaga rombongan yang dibawa Amelia.
Dia sebenarnya tidak ingin mengirimkan Ulbert untuk pergi bersama Amelia, tapi karena terdapat banyak Hobbit disana membuat Ares berpikir dua kali dan memerintahkan Ulbert untuk menjaga mereka. prioritas Ulbert adalah untuk membuat sesedikit mungkin Hobbit yang mati sementara para Dwarf biarkan.
Ulbert yang mendapat tugas itu tidak banyak bertanya karena ia tahu Tuannya punya maksud tersembunyi, dan setelah itu rombongan yang dipimpin oleh Amelia pergi meninggalkan kota ini bersama dengan Ulbert sebagai pengawalnya.
Dan sekarang tinggal Ares, Vlad dan Damon yang masih berada dikota itu. Vlad dan Damon menunggu perintah Ares yang pada saat itu sedang menatap pemandangan kota dari atas.
Vlad Dan Damon terbang melayang dibelakang Ares yang memandangi kota rusak dibawah mereka, kota dibawah mereka tampak telah dipenuhi mayat-mayat para iblis yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau busuk.
Bau itu cukup busuk untuk membuat Vlad dan Damon merasa tidak nyaman.
"Eemmm... Tuan apa perintah anda selanjutnya?."Vlad bertanya dengan gugup pada Ares, Ares hanya tersenyum tipis dan merentangkan kedua tangannya lalu berkata"Vlad kau tetap laksanakan perintahku sebelumnya, sementara Damon. kau selamatkan sebanyak mungkin Hobbit yang terkurung di setiap kita yang kita lalui nanti."
"Apa hanya itu Tuan? bagaimana dengan para Dwarf? apa mereka juga harus diselamatkan?."
"Terserah kau ingin menyelamatkan mereka atau tidak, tapi prioritas para Hobbit terlebih dahulu jika kau ini menyelamatkan para Dwarf."
Ares berkata dengan suara dingin dan berat yang tidak pernah didengar siapapun sebelumnya, tekanan yang dikeluarkan Ares bisa membuat siapapun tunduk saat itu juga.
Damon menaruh lengannya didada dan berkata"Laksanakan, kalau begitu kapan kita akan bergerak?."Damon sedikit melirik kearah Vlad yang ada disampingnya, Vlad yang ada disampingnya bergetar dengan senyum aneh diwajahnya, yang membuat bertanya-tanya apa yang terjadi pada dirinya?
Ares tidak langsung menjawab pertanyaan Damon, dia merentangkan kedua tangannya dan mengangkat seperti orang sedang berdoa.
Setelah itu gunungan-gunungan mayat iblis yang ada dibawah mereka perlahan musnah menjadi debu, debu dari mayat para iblis itu terbang keatas dan terserap kedalam tubuh Ares. debu-debu itu mirip seperti cahaya yang terserap masuk kedalam tubuh Ares.
[ Anda Menyerap Mayat Prajurit Iblis Stat Strength Anda Bertambah (+0.9) ]
[ Anda Menyerap Mayat Prajurit Iblis Stat Agility Anda Bertambah (+0.5) ]
[ Anda Menyerap Mayat Prajurit Iblis Stat Stamina Anda Bertambah (+1) ]
[ Anda Menyerap Mayat Prajurit Iblis Stat Vitality Anda Bertambah (+0.6) ]
[ Anda Menyerap...... ]
[ Anda Menyerap...... ]
__ADS_1
[ Anda Menyerap...... ]
[ Anda Menyerap...... ]
Jendela notifikasi system bermunculan dihadapannya setiap kali dia menyerap mayat para iblis itu, rentetan demi rentetan notifikasi system berdenging dikepalanya yang memberitahukan statnya naik setiap saat dia menyerap mayat para iblis.
"Hahahaha!! lagi! lagi! Hahahaha!!."Ares tertawa seperti seorang iblis dengan senyum bengis diwajahnya, tawanya seperti seorang sedang kesurupan dan senyuman seperti seorang predator puncak rantai makanan.
Tidak perlu waktu lama baginya untuk menyerap semua mayat para iblis itu, sekarang gunungan-gunungan mayat para iblis itu telah menghilant digantikan dengan gunungan-gunungan tulang yang bertumpuk-tumpuk.
Ares tertawa kecil melihat statnya yang naik karena menyerap mayat para iblis, dia lalu kembali merentangkan tangannya dan menggunakan sebuah skill.
"[ Army of Nature's ]."
Seketika itu seluruh kota bergetar hebat dan setelah itu dari tanah keluar makhluk-makhluk dengan tubuh seluruhnya kayu, pohon, akar dan dedaunan yang langsung berlutut dihadapannya.
Jumlah mereka sangatlah banyak hingga memenuhi seluruh kota dan ukuran mereka sangatlah beragam, mereka menghadap Ares lalu berlutut dihadapannya.
"Kami Berlutut Dihadapan Sang Inkarnasi Penguasaan Hutan Di seluruh Yggdrasil!."Suara mereka bergema diseluruh penjuru kota, suara mereka saling bertabrakan satu sama lain tapi anehnya itu terdengar sedikit bagus.
Ares mendengus senang mendengar mereka lalu berkata"Bagus! bagus! sangat bagus! apa kalian sekarang siap untuk mengemban perintahku?!."
"Siap Yang Mulia!."
"Bagus!! Perintah pertama ku adalah bunuh setiap iblis yang kalian temui! dan lindungi setiap orang yang kalian temui!! bunuh semua iblis!!."
"Laksanakan!!."
"Hhahahahahah!!! bagus! sangat bagus!! hahahaha!!."Ares tertawa lantang dan senyum bengis terpasang diwajahnya, dia lalu memerintahkan para makhluk summonsnya untuk pergi ke kota-kota terdekat dan membunuh setiap iblis yang ada disana.
Seketika itu pasukan dalam jumlah besar bergerak menuju kota terdekat dan membunuh setiap iblis yang mereka temui, mereka membunuh iblis, monster dan setiap makhluk yang mereka temui tanpa ampun.
Dengan Ares sebagai komandan mereka Pasukan ini, mereka bergerak dengan kecepatan tertinggi menuju kota-kota yang telah dikuasai Pasukan Demon God.
Satu persatu kota berhasil mereka rebut dari tangan pasukan Demon God dan tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk sampai menuju kota yang menjadi markas Dragster.
Ares bersama dengan Damon dan Vlad mengawasi alur peperangan dari atas, mereka mengawasi setiap pergerakan dari Pasukan Demon God dan membuat strategi yang bisa memusnahkan mereka dalam sekali jalan.
Damon lalu mengambil sebuah arloji dan membukanya"Sekita 12 jam, apa waktunya masih terlalu lambat bagi anda? kalau anda mau kami bisa membuat prosesnya menjadi lebih cepat."Damon dan Vlad terang-terangan menawarkan diri untuk membantu Ares, tapi Ares menggelengkan kepalanya"Itu tidak perlu, setelah kota ini berhasil dikuasai kembali kalian segeralah lakukan yang kuperintahkan sebelumnya."
Damon dan Vlad saling memandang satu sama lain lalu mengangguk"Baiklah Tuan, tapi bagaimana dengan Ulbert? diantara kita Ulbertlah yang paling mengkhawatirkan karena dia Undead. jika identitasnya sebagai Undead terungkap nama baik anda bisa saja tercemar."Damon berkata dengan khawatir pada Tuannya, dia sebenarnya mengkhawatirkan nasib Ulbert nantinya jika identitasnya benar-benar ketahuan.
Ares berpikir sejenak sebelumnya menjawab pertanyaan panjang Damon"Untuk itu kau tidak perlu khawatir, aku sudah melakukan banyak antisipasi karena Ulbert yang paling rawan diantara kita. aku sudah memerintahkannya untuk tidak menggunakan black magic jika benar-benar terpaksa. dan lagi diantara kita Ulbertlah yang memiliki pengetahuan paling dalam tentang sihir, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."Ares tersenyum tipis sambil mengingat sosok Ulbert.
Meski merasa tidak yakin Damon mau tidak mau mempercayai perkataan Tuannya, Vlad yang ada disampingnya juga tampak begitu jadi tidak ada salahnya menganggapnya demikian.
Pasukan Ares perlahan-lahan menguasai alur peperangan, para prajurit yang beranggotakan para Elder tryant, Wood Dragon dan berbagai macam monster tipe tanaman lainnya menguasai alur peperangan tanpa banyak kesulitan.
Meski tubuh mereka hancur sekalipun, mereka masih bisa tetap beregenerasi asal kan Ares memiliki Mana yang cukup.
Dari atas mereka bisa melihat prajurit-prajurit Ares, dibakar, dipukul, ditebas dan ditusuk hingga hancur. tapi mereka masih bisa bergerak meski kepala mereka hancur sekalipun dan beregenerasi dalam waktu yang sangat cepat.
Ares menatap bar MP miliknya yang turun drastis setiap detiknya"Teruslah hancurkan, hancurkan semua iblis dan monster yang kalian lihat. tidak perlu khawatir untuk mati karena selama ada diriku kalian tidak akan pernah mati."Ares tersenyum tipis dan meminum Super Mp Potion yang dapat memulihkan semua MP miliknya.
"Baiklah, Tuan. kami akan melaksanakan perintah anda terlebih dahulu."
"Ya, kembalilah saat kalian sudah menyelesaikan tugas atau mendapatkan sesuatu yang menarik."
Mereka berdua mengangguk pelan menanggapi perkataan Ares sebelum menghilang tanpa jejak di udara, Ares tersenyum sesaat sebelum dia turun kebawah dan mendarat di atas sebuah bangunan yang sudah ringsek parah.
Dibawahnya para iblis sedang berjuang keras untuk memukul mundur Pasukannya, mereka menggunakan skill dan senjata yang mereka milik kita untuk membunuh salah satu dari prajuritnya tapi bagaimanapun mereka mencoba, itu tindakan yang sia-sia karena mereka akan segera bangkit kembali walaupun kepala atau tubuh mereka hancur sekalipun.
"Perlawanan yang sangat sia-sia, aku masih bingung kenapa mereka tidak mundur walaupun tahu tidak memiliki kesempatan untuk menang? Apa ini karena Dragster? Atau semacamnya?."Ares mengusap dagunya sambil memperhatikan pemandangan dibawahnya.
Dia mengusap dagunya lalu tersenyum tipis"Kalau begitu ayo kita cari tahu, pertama-tama aku perlu iblis yang memiliki pangkat cukup tinggi disini. karena mereka mungkin memiliki kedekatan dengan Dragster dan memiliki informasi tentangnya. kalau begitu dimana salah satu mereka yang memiliki pangkat cukup tinggi?."Ares memicingkan matanya dan memperhatikan satu demi satu iblis yang palinh menonjol disini.
Arah matanya teralih pada seorang iblis yang berdiri digaris belakang, dia duduk disebuah kursi takhta sambil memerintahkan para bawahannya untuk melawan pasukan Ares.
"Hhmm? Sikap yang dia tunjukkan benar-benar menunjukkan sosok seorang Leader, jadi kemungkinan besar dia yang memimpin iblis-iblis disini. kalau begitu tidak perlu sungkan lagi."Ares mengarahkan satu tangannya kearah iblis yang dia bicarakan. lalu menggunakan salah satu dari tiga ratus mantra yang dia pelajari, "{ World Center of Gravity }."
Seketika itu semua yang ada dijarak radius 5 kilometer hancur dan semua makhluk hidup berbaring tidak bisa bergerak, bagi mereka yang masih sadar dan merasakan rasa sakitnya, itu terasa seperti sebuah batu besar yang menimpa tubuh mereka secara tiba-tiba.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa bergerak dalam radius 5 kilometer bahkan bangunan-bangunan disana hancur karena tarikan gravitasi yang sangat kuat dari mantar itu.
"Seperti yang diharapkan dari High Tier Magic, ini dapat membuat semua objek menjadi tidak bisa bergerak. ini cukup bagus dari yang kukira."Ares mengangguk puas sambil berjalan menuju iblis yang dia lihat sebelumnya.
Dia berjalan melewati iblis-iblis yang pingsan atau mati karena tarikan gravitasi yang berlebih dan secara tiba-tiba, hampir semua iblis yang ia lewati memiliki kondisi yang sama yaitu terpendam ketanah.
Bahkan banyak dari iblis-iblis yang mati karena tidak kuat menahan tarikan gravitasi, suara organ-organ dalam yang hancur dengan tulang-tulang yang patah mengiringi langkahnya.
"Aku bisa mengira kau bisa selamat karena mungkin kau Greater Demon, tapi sepertinya kau lebih dari itu."Ares tersenyum sambil memandangi iblis yang ada dibawah kakinya.
Iblis yang berada dalam posisi tengkurap dengan tubuh yang hampir seluruhnya terpendam ketanah, iblis itu menatap Ares dengan penuh nafsu pembunuh.
Merasakan nafsu pembunuh itu, Ares hanya bisa tertawa kecil. dia mentertawakan usaha sia-sia yang dilakukan iblis didepannya.
"Si..Sialan kau!! Kau pikir dengan seperti ini kami akan berhenti bergerak?! Tidak!! kami akan terus bergerak membunuh dan menguasai kerajaan ini!!."Serunya didepan Ares dengan lantang.
"Ooohhhh... Begitu ya?."Ares hanya mendengus menanggapinya dan lalu menginjak kepala iblis itu sampai terpendam ketanah, Ares menginjak kepala iblis itu beberapa kali sampai kepalanya terpendam sepenuhnya ketanah.
"Nah dengan seperti ini kau tidak akan banyak omong lagi, ini akan mempercepat prosesnya."Ares tersenyum puas lalu menarik kepala iblis itu dari leher, ketika iblis itu ditarik keluar tampak wajahnya yang sudah bengkak semuanya dan wajahnya penuh mirip seperti bab*.
"Ugh! kenapa wajahnya menjadi lebih jelek dari sebelumnya?! Apakah ini Self defense dari bangsa iblis?!."Ares terkaget-kaget melihat wajah iblis itu yang bengkak dan mirip bab*.
Long Yuan yang melihat semuanya dari awal sampah akhir hanya bisa mengerutkan keningnya"Wajahnya memang seperti itu, ditambah lagi kau menginjaknya beberapa kali jadi wajar wajahnya menjadi seperti itu."Long Yuan berkata dengan nada pelan.
"Begitu kah? Ya sepertinya begitu."Ares mengangguk paham, dia lalu mencengkram leher iblis itu lebih erat dan suara tulang retak terdengar dari sana.
"Bukannya dia akan mati jika seperti itu terus?."
"Tenang saja, dia tidak akan mati semudah itu."Ares tersenyum bengis, dia lalu menggunakan salah satu dari tiga ratus mantra yang dia pelajari dari Goddes of Chaos Speel Book.
Mantra ini memiliki fungsi memakan informasi atau ingatan dari kepala suatu makhluk secara langsung dan ini merupakan High Tier Magic yang baru sekali ini ia pakai.
"{ Memories Eater }!."Seketika itu mata Ares berubah menjadi warna putih selama beberapa detik dan begitupun juga iblis yang dia cengkram.
Iblis yang Ares mencengkeram gemetar hebat dan menjerit kesakitan, jeritan iblis itu terasa sangat menyakitkan sampai Long Yuan sendiri ngilu mendengarkannya.
"Bocah ini, sebenarnya mantra jenis apa yang dia gunakan sampai memiliki efek seperti ini?."Long Yuan berkata dengan kerutan di dahinya.
Iblis yang Ares pegang mulai kehabisan tenaga dan perlahan mulai berhenti bergerak, dan beberapa saat setelahnya kepalanya meledak yang mengeluarkan seluruh isi kepalanya.
Ares melepaskan cengkeramannya"Jadi begitu ya, kalian lebih licik dari yang kukira."Ares bergumam dengan wajah emosi, Long Yuan yang ada disana juga ikut bingung dengan ekspresi wajah yang dipasang oleh Ares tapi dia bisa mendeskripsikan itu dengan satu kata, Kemurkaan.
"Kakek setelah ini aku akan membutuh bantuanmu, apakah kau bisa membantuku?."
"Huh? bisa saja, tapi kenapa mendadak sekali? dan Jarang-jarang kau meminta bantuan padaku. apa ada sesuatu yang membuatmu marah?."Long Yuan sedikit mengangkat alisnya dan menatap Ares.
Ares hanya menggelengkan kepalanya dengan tenang lalu tersenyum tipis"Tidak, tidak ada yang membuatku marah aku hanya sedang tidak senang."Ujarnya dengan setiap kata yang ditekan, Long Yuan sebagai lawan bicara bisa merasakan kemurkaan disetiap kalimatnya.
Dia ingin menanyakannya lebih jauh tapi dia lebuh memilih untuk diam, karena takut dia yang akan terkena imbasnya.
Ares berbalik lalu menatap Pasukannya yang berlutut dihadapannya, tampak Pasukan Ares tidak terpengaruh mantra yang ia pakai.
Ares hanya bisa mendengus senang melihatnya itu"Ini perintah kedua dariku! Cari dan bawa setiap Greater Demon atau Archdemon yang kalian temui!! tangkap mereka hidup atau mati lalu bawa kehadapanku!!."Seru Ares pada seluruh Pasukannya.
"Siap, Laksanakan!!."Pasukan dalam jumlah besar itu bergerak dengan sangat cepat untuk melaksanakan perintah yang Ares berikan.
***********************************
Writer kok kenapa updatenya lama?
Ini kenapa kok gak update-update novelnya?
Mungkin kalian penasaran kenapa saya jarang update akhir-akhir ini dan saat ini saya akan menjelaskannya secara singkat.
Writer saat ini sedang menulis akhir dari Arc pertama dan Writer dipusingkan dengan dua jalur yang harus writer tulis. dan jalur ini sangat menentukan kemana alur cerita novel ini, saat ini saya sendiri masih bingung memilih diantara dua jalur itu.
Saya akan mengakhiri Arc pertama dengan memilih salah satu diantara dua ide yang saya buat.
Jadi sampai saat itu tiba update novel ini mungkin akan tersendat terus sampai writer mengambil keputusan.
Dah ya penjelasan saya, sampai jumpa dichapter berikutnya!! bye bye!! jangan lupa upvote, like dan komen ya!!
__ADS_1