Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
165.Ujian Tomb of the Thousand Swords VII


__ADS_3

Dahulu kala Keluarga Dunkenheit dipimpin oleh Seorang Ksatria pedang yang sangat hebat sampai kehebatannya sendiri ditakuti dan disegani semua entitas kuat diyggdrassil, dia adalah Darius Von Dunkenheit yang dikenal sebagai One-Slash Sword God.


Darius dengan pedangnya mampu membelah langit, memotong bumi dan memotong ruang itu sendiri, ditambah kemampuan berpedangnya yang sangat hebat mampu membuatnya diberi banyak julukan, pada saat itu banyak Entitas-entitas kuat yang ingin berduel dengannya.


Darius sendiri tidak masalah meski harus menghadapi banyak Entitas-entitas kuat sekalipun dan terjadilah duel-duel hebat. Dari 999 Duel 999 lawannya mati dalam duel itu.


Melihat terdapat orang kuat kala Itu Vlad Otto Hans Tepes selaku Raja kedua bangsa Vampir kala itu tertarik dan mengajak Darius berduel, tapi hal yang tidak terduga terjadi.


Vlad dikalahkan dengan mudah oleh Darius bahkan waktu itu Darius sama sekali tidak serius melawannya, sebagai ganti dari nyawanya Vlad bersumpah setia pada Darius dan bersumpah setia pada Keluarga Dunkenheit.


Vlad secara resmi menjadi bawahan Darius dan Darius dengan satu perintahnya, memerintahkan Vlad untuk memburu bangsanya sendiri. Vlad dengan senang hati memenuhi perintah dan dengan sangat sadis dan brutal membantai 90% bangsa Vampir waktu itu. dia menyisakan 10% bangsa Vampir yang berisi anak-anak atau keturunannya lalu kembali atas perintah Darius.


Atas perintah Darius dirinya banyak mengotori tangannya dengan darah berbagai macam Ras dan dirinya sama sekali tidak keberatan dengan itu, dia hanya ingin dirinya berguna bagi Darius dan waktu terus berlalu Darius yang sudah tua serta lemah memberikan perintah terakhir pada Vlad.


Yaitu untuk melayani keturunan yang akan menjadi Kepala keluarga dengan sepenuh hati, Vlad mengiyakan perintah tersebut namun dirinya menolak untuk melayani orang yang menurutnya tidak layak untuk dirinya layani, hingga akhirnya dia terkurung disini karena hal tersebut dan sama sekali tidak bisa keluar.


Dalam waktu yang sangat lama dia terkurung disini dan hampir tidak pernah menemui satu mahluk, hingga orang tidak dikenal datang dan memberitahunya jika dalam waktu lama terdapat orang yang akan datang kesini dan dia memiliki kemiripan dengan Tuannya. sejak saat itu Vlad memutuskan untuk menunggu kedatangan orang itu meski ribuan tahun telah berlalu.


dan sekaranglah perkataan orang itu terbukti benar, Ares yang ada didepan matanya sekarang sangat mirip dengan Darius meski rupa mereka berbeda namun dari segala ciri fisik Ares benar-benar mirip dengan Darius.


Vlad merasakan bahagia ketika dia melihat Ares karena ketika melihat Ares, dia merasa seperti kembali kemasa Darius masih hidup dulu. maka dari itu Vlad memutuskan untuk menjadikan Ares tuannya apapun caranya.


********************************


"Hemmm.... begitu ya? jadi kau adalah pelayan setia dari Pendiri keluarga Dunkenheit dan lagi kau adalah Leluhur Kedua bangsa Vampir. yang dulunya menyebabkan kepenuhan massal bagi ras Vampir."Ujarnya dengan suara serius.

__ADS_1


Ares sudah mendengar penjelasan Vlad dari awal sampai akhir, dirinya tidak tahan jika Vlad adalah pelayan setia dari Pendiri keluarga Dunkenheit yang mana Vlad sendiri adalah Leluhur Kedua bangsa Vampir.


Dirinya sendiri pernah mendengar dulu terdapat seorang vampir yang membantai kaumnya sendiri dan menyisakan anak-anak serta keturunannya saja. Ares tidak menyangka orang itu adalah Vlad yang rupanya leluhur para vampir.


ditambah fakta dia adalah pelayan setia dari Pendiri keluarga Dunkenheit membuat Ares semakin terkejut, Ares sendiri sedang berkelahi dengan pikirannya karena hal ini.


ini semua karena Vlad meminta Ares untuk menjadikannya sebagai bawahan yang mana ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu, Ares selama beberapa saat berpikir dan meminta saran pada Long Yuan, tapi Long Yuan sendiri tidak banyak membantu tentang hal ini.


Terdapat banyak sekaligus keuntungan yang dia dapatkan jika Vlad menjadi bawahannya terutama fakta dia adalah Makhluk berlevel 999+. setelah berpikir selama beberapa saat Ares memutuskan menerima Vlad sebagai bawahannya.


"Aku menerimamu sebagai bawahan, jadi apa yang harus aku lakukan untuk melepaskanmu dari rantai-rantai itu?."Ujarnya sambil menunjuk rantai yang mengikat Vlad.


"Itu mudah Tuan, rantai-rantai ini akan lepas ketika saya menghisap darah anda karena saya membutuhkan darah anda untuk membuat Sigil of the Covenant of Blood. Sigil itu berfungsi untuk mengikat saya jika saya menentang atau mengkhianati anda suatu saat nanti. jadi anda tidak perlu Khawatir saya berkhianat karena sudah ada Sigil ini."Ujarnya sambil tersenyum misterius.


Senyum misterius dari Vlad membuatnya merasa Aneh, itu seperti melihat dirinya dimasa lalu saat membantai banyak orang tidak bersalah.


"Hisaplah sebanyak yang kau mau."Ujarnya dengan seringai diwajahnya.


Vlad tersenyum lalu menggigit tangannya dan seketika rasa sakit menjalar diarea yang digigit, HP-nya langsung turun sepuluh persen saat Vlad menggigit tangannya. Vlad melepaskan gigitannya dan menjilat darah yang ada dibibirnya.


Vald tersenyum lalu dipunggung telapak tangannya terlihat cahaya merah kehitaman yang membentuk huruf-huruf kuno dan sebuah lingkaran kecil, itu juga terjadi ditangannya yang membuat Ares mengerutkan keningnya melihat itu.


terdapat sensasi terbakar dibarengi rasa sakit namun Ares bisa menahan itu, setelah beberapa saat Sigil itu terbentuk ditangan mereka masing-masing.


Ares melepaskan sarung tangan dan menemukan sebuah Sigil merah kehitaman dipunggung telapak tangannya, itu terlihat seperti lingkaran magic berukuran kecil.

__ADS_1


"Hahahahah... akhirnya aku bisa merasakan sensasi ini lagi setelah ribuan tahun berlalu, Senangnya!!!."Seketika itu rantai yang mengikatnya hancur.


Darah muncul disekitarnya setelah itu mengelilingi dan berputar seperti topan, darah itu menghilang digantikan oleh Vlad yang memakai baju setelan dengan jubah merah darah dengan sebuah kacamata kaca dengan lensa berwarna merah dan sebuah Topi merah.


"Saya Vlad Otto Hans Tepes siap melayani anda sepenuh hati."Dia berlutut dengan senyum misterius diwajahnya.


Ares tersenyum dan menganggukkan puas melihat itu, lama kelamaan Ares mulai bisa melihat kebiasaan Vlad yang selalu tersenyum, meski senyum terlihat misterius dan menakutkan.


"Vlad bisakah kau mengeluarkan kita dari sini? aku ingin menuju pintu keluar yang ada didekat sini."


"Itu mudah Tuan! mari ikuti saya."Vlad menjentikkan jarinya, Seketika tetesan-tetesan darah melayang dan membentuk sebuah portal kecil.


Vlad mengangguk puas karena kemampuan masih sama lalu mengalihkan pandangannya pada Ares"Mari tuan ikuti saya."Vlad memimpin jalan sementara Ares mengikutinya dari belakang.


**************************


Ares sedikit terkejut menemukan portal tadi mengarah kejalan yang dia lalui sebelumnya, tapi jalan ini hanya tiga yang berarti jalan yang dimasuki sebelumnya telah tertutup.


"Kita sudah sampai tuan, diujung jalan yang ada ditengah terdapat jalan menuju pintu keluar."Vlad menunjukkan jalan yang ada ditengah.


Ares mengangguk lalu melihat Vlad dengan lekat"Vlad apa kau tidak bisa mengubah atau menyembunyikan tubuhmu? aku tidak bisa kesana denganmu saat ini karena aku sedang menjalankan ujian."


Vlad membenarkan kacamatanya"Itu mudah Tuan."Dia bertepuk tangan seketika dia berubah menjadi seekor burung Gagak yang bertengger dibahunya.


"Itu bagus dengan ini aku tidak akan dicurigai membawa penyusup."Ares berjalan yang ada ditengah sambil menggenggam pedangnya.

__ADS_1


**************************************


__ADS_2