Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
114.Situasi rumit


__ADS_3

Ares berjalan dilorong yang gelap dengan bantuan night visionnya dia bisa melihat dengan jelas pemandangan didepannya, disini sangat berbeda dengan dilorong sebelumnya.


lorong itu dipenuhi tanaman merambat dan akar-akar yang mencuat keluar, seluruh tumbuhan disini terlihat seperti sudah disini sejak lama dan umurnya bisa diperkirakan puluhan tahun. Boss Monster macam apa yang akan dia hadapi tapi yang pasti dia cukup kuat sampai tekanannya saja bisa Ares rasakan.


Ares berhenti berjalan lalu menoleh kebelakang"Kau tunggu disini, aku akan masuk kedalam lebih dalam."Ares terpaksa melakukan ini, karena tekanan dari Boss Monster ini dikhawatirkan akan menyakiti kedua bayi tersebut. shadow general hanya mematuhi perintah Ares tanpa banyak bertanya.


Ares melangkah lebih dalam dan tekanan yang dia rasakan semakin kuat dan lama kelamaan kabut putih mulai bermunculan disekitarnya.


"Kabut beracun? Hmm.... sepertinya benar ini kabut beracun karena tubuhku dengan jelas menolak kabut ini."Ares Mendengus kesal melihat kabut tersebut.


ini merupakan kabut beracun yang memiliki fungsi menumpulkan kelima indera dan membuat bingung Orang didalamnya, untuk orang yang memiliki Poison resistensi Rendah tentu Kabut ini sangat berbahaya tapi beda cerita jika orang tersebut memiliki Poison resistensi yang tinggi.


kabut ini hanya mainan Dimatanya yang memiliki Poison Resistance tingkat tinggi, meski begitu Ares tidak bisa meremehkannya karena bisa saja kabut ini menembus resistensinya.


"sepertinya itu ujung dari lorong ini."Ares bisa dengan jelas melihat sebuah pintu logam putih diujung Lorong ini.


Ares melesat mendekat dan langsung menendang pintu itu hingga terpental, pintu itu jatuh seperti jatuh dari ketinggian dan mata Ares terbelalak melihat pemandangan dibalik pintu itu.


"Apa-apaan ini?."Ares sama sekali tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat.


didepannya sekarang terlihat hutan yang cukup luas. terdapat pepohonan dan tanaman merambat berduri yang tersebar di seluruh tempat. terdapat sebuah pelindung berbentuk mangkuk tranparans yang melindungi hutan ini yang polanya mirip dengan jaring laba-laba.


hutan itu juga ditutupi oleh kabut yang sangat tebal, sampai menutupi seluruh pepohonan yang ada disana. Ares dengan mata tajamnya tidak mendeteksi adanya monster disekitarnya.


"Aneh, benar-benar aneh, kenapa tiba-tiba ada hutan dibawah tanah? inikan gunung harusnya bukan seperti ini."Ares menggenggam Erat Pedangnya lalu turun kebawah.


dia sama sekali tidak bisa melihat apapun, karena pengelihatannya ditutupi oleh kabut tebal ini, namun itu hanya sementara karena beberapa saat kemudian Ares kembali bisa melihat menembus kabut tebal ini.

__ADS_1


"Mari kita lihat apa yang sebenarnya menunggu kita disini."dengan menggenggam Erat Pedangnya dia berjalan menyusuri rimbunnya pepohonan.


jujur saja hutan ini terlihat sangat mencurigakan, tanaman merambat berduri tumbuh dimana dengan ukuran yang tidak masuk akal serta pepohonan yang terasa begitu aneh, jika dalam arti kata hutan ini tidak alami eama Sekali. seolah-olah hutan ini dibuat dengan tangan banyak orang.


"Meski begitu, kenapa aku merasakan perasaan tidak enak disini? apa aku sakit?."Ares mengepal-mengepalkan Tangannya.


selama dia berjalan didalam hutan ini, Ares memang merasa tidak enak atau tidak nyaman. rasanya dia seperti berjalan dengan seluruh tatapan mata mengarah padanya. tempat ini seolah-olah Sedang mengawasinya.


Ares berhenti dan melihat sekelilingnya"sama sekali tidak ada tanda-tanda makhluk hidup disini, aku juga tidak bisa menemukan jejak monster apalagi aura mereka. jujur saja sekarang aku merasa seperti berjalan dihutan Leichnam."Ares menghela nafas berat.


Ares bisa merasakan dengan jelas dari ujung keujung tempat ini, sama sekali tidak ada kehidupan selain pepohonan dan tanaman merambat berduri besar yang ada disekitarnya.


"Jika tidak disini bukan berarti dibawah tidak ada, kan?."Ares menundukan kepalanya lalu menyebarkan Mananya kedalam tanah.


Dalam waktu singkat Ares berhasil memasukkan cukup banyak mana kedalam Tanah, dia lalu merasakan terdapat sesuatu yang bersembunyi tepat dibawahnya. ia tidak bisa dengan jelas merasakan apa itu namun dia bisa merasakan Empat elemen berada dibawah sana.


namun keempat elemen itu dengan cepat keluar dari dalam tanah, Ares yang sudah berada terbang bingung melihat Mahkluk yang ada dibawahnya.


mahkluk itu keluar dari dalam tanah, Raksasa hijau seperti daun muda, dengan empat lengan yang masing-masing diselimuti empat elemen serta tidak memiliki kepala, meski tidak memiliki kepala dia terlihat memiliki mulut bercahaya dibadannya.


Makhluk terlihat sangat kekar yang membuatnya teringat dengan keluarganya, tingginya mungkin sekitar 5~8 meter namun sepertinya dia masih dapat tumbuh lebih besar lagi.


"GROAAAARRRRRR!!!...."dia mengaum keras dan suaranya cukup menusuk telinga, perlahan-lahan kabut yang menutupi hutan hilang digantikan dengan pemandangan aneh. seluruh hutan disini hampir 70% dipenuhi tanaman merambat berduri.


Sementara itu Ares mempertahankan makhluk itu dari atas"Inikah Boss Monster Dungeon ini? cukup aneh jika kulihat."Ares menggenggam pedangnya dengan erat lalu mengeluarkan Shield of Erebus ditangan kirinya. sebuah tameng hitam berukuran sedang menempel dipergelangan tangan kirinya.


Makhluk itu melihat kearah Ares, dia tidak terlihat memiliki mata namun dia melihat Ares seperti Mahkluk yang memiliki banyak mata.

__ADS_1


[ Boss Monster : Omnath Guardian of OldWood Lvl 569 ]


"Omnath? kenapa namanya terasa begitu familiar?."Ares mengusap dagunya dan beberapa saat kemudian dia mengingat makhluk tersebut.


dari buku yang dia baca, Omnath adalah makhluk dengan kekuatan fisik murni yang didukung dengan empat lengan yang masing-masing diselimuti 4 elemen berbeda, dia dikenal sebagai makhluk penjaga hutan karena dia selalu muncul ditempat seperti hutan. dia juga dikenal sebagai makhluk yang sulit dihadapi karena memiliki kekuatan Fisik yang sangat besar dan memiliki ketahanan yang tinggi.


Low Tier Magic tidak akan bisa menembus pertahanannya bahkan Mid Tier Magic terasa seperti gigitan nyamuk baginya, dengan kekuatan, ketahanan dan empat elemen dimasing-masing tangannya dia menjadi monster tingkat tinggi yang mungkin bisa disetarakan dengan Dragon atau True Dragon.


"Tidak aneh jika dia muncul disini, karena tempat ini merupakan perhutanan yang lebat. Hmm? mau apa dia?."


Omnath memasang kuda-kuda untuk memukulnya, namun jarak antar dia dan Ares cukup jauh sebuah pukulan tidak akan bisa mengenainya melihat dari jarak mereka berdua.


disalah satu tangannya yang diselimuti elemen Angin, terlihat angin kencang berputar disekitar tangannya dan disana menjadi sedikit berangin karena hal tersebut.


Dia secara tiba-tiba melayangkan pukulan yang mengarah padanya, ares secara reflek memperbesar ukuran Tamengnya sampai menutupi seluruh tubuhnya. angin mulai terasa begitu kencang.


dan secara tiba-tiba sebuah pukulan dengan telak menghantam Tamengnya, suara keras terdengar saat tameng itu bertubrukan dengan pukulan yang tidak kasat mata. Ares bahkan terpukul mundur cukup jauh karena pukul tak kasat mata tadi.


Ukuran tameng itu kembali kebentuk semula dan memperlihatkan Ares tersenyum"Mengompres angin dalam jumlah besar dan ditahan lalu dilepaskan seperti sebuah Pukulan, angin yang dikompres itu akan memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar dan kecepatan yang tidak masuk akal, Bagus-bagus! sekarang menjadi jauh lebih menarik."Ares bertepuk tangan.


sementara itu Omnath terlihat menatapnya dengan penuh Kebencian, dia Memasang posisi ingin memukul lagi dan Ares tersenyum bengis melihatnya. kekuatan Elemen dimasing-masing tangannya semakin kuat dan dalam waktu sekejap dia melepaskan ratusan pukulan yang mengarah padanya.


Ratusan pukulan itu berisi kekuatan-kekuatan elemennya yang dikompres sepadat mungkin hingga membentuk Gelombang-gelombang pukulan, Ares kembali memasang Tamengnya dan menerima semua gelombang pukulan yang dikompres itu dengan Tamengnya.


Seluruh Pepohonan disana hampir roboh karena terkena gelombang pukulan Omnath, dan seluruh hutan Disana menjadi sangat berangin.


********************

__ADS_1


__ADS_2