
Gerald mengunci sasaran lalu melesat amat cepat menuju sasarannya, Dia mencengkram pedang lebih erat dan seketika Gerombolan Monster itu mati dalam sekali tebasan, Para prajurit yang melihat hal itu berdecak kagum namun semua itu harus terhenti ketika gerombolan monster dalam jumlah yang lebih besar datang.
"Persiapkan diri kalian! Hari ini akan menjadi Pertarungan yang cukup panjang!."Ucap Gerald dan ketika dia para prajuritnya mendengar hal itu, mereka semua tersenyum lebar sambil memegang erat senjata mereka masing-masing.
Gerombolan monster itu mendekat dan pada saat itu mereka semuan melesat kearah mereka lalu menyerang secara membabi buta, Mereka semua menebas monster itu tanpa takut terluka dan terus menyerang mereka tanpa rasa takut.
ini adalah keistimewaan Utama dari Rakyat Wilayah Utara, mereka semua dikenal gemar berburu dan tidak memiliki rasa takut terhadap Monster jenis apapun, mereka semua dikenal Sebagai Duke Of Dunkenheit Demon Army.
Salju yang putih ini menjadi merah karena darah, mayat-mayat para monster tertumpuk dimana-mana, dan mereka sama sekali tidak memasang raut wajah capek. dan didepan mereka terdapat Orang yang menghabisi sebagian besar gerombolan monster itu sendirian dan dia adalah Gerald Von Dunkenheit penguasa mutlak Wilayah Utara.
Gerald lalu memberi perintah kepada prajuritnya untuk membantu yang terluka sementara yang masih tergolong sehat akan disuruh menumpuk Mayat-mayat monster ke kereta kuda.
Namun anehnya seluruh prajurit disana langsung mengangkat mayat monster itu satu Persatu sampai akhirnya semuanya terangkut kedalam kereta, Gerald tersenyum puas melihat mereka semua masih terlihat sehat bahkan tidak terluka sama sekali.
padahal gerombolan monster yang mereka hadapi memiliki level 200~460, Iya sih dia memang membabat sebagian besar namun walaupun tidak ada dirinya disini aia yakin mereka bisa mengantisipasinya.
"Baiklah jika semua sudah terangkut kedalam kereta, kita akan segera pulang! paham?."
"Paham Lord!."Teriak mereka berbarengan.
Gerald mengangguk Puas lalu menaikki kudanya, mereka juga menaiki kuda mereka masing-masing lalu melesat pergi dari sana diikuti kereta barang dibagian belakang.
Baru beberapa saat mereka berjalan terdapat beberapa ekor monster agak jauh dari mereka, namun terdapat dua orang yang berjalan kedepan lalu membunuh mereka semua, Dua orang itu lalu melesat menjauhi mereka dan terus Membunuh Monsters-monsters yang menghalangi jalan mereka.
sampai akhirnya mereka tiba di satu dari 5 kota Besar diutara dan kota ini menjadi Pusat pemerintahan Duke Dunkenheit, kota ini bernama Sthalwand.
Dari jauh pun sudah kelihatan karena Kota-kota besar dan kecil diutara memiliki karakteristik Tembok Kokoh yang menjulang tinggi yang memiliki Panjang hampir 40 meter.
Alasan kenapa kota-kota besar dan kecil dibangun tembok tinggi untuk menjaga mereka tetap aman dari serangan para monster, Diatas tembok Kota terdapat Ratusan prajurit yang siap Menyerang jika Monster-monster datang menyerang mereka.
__ADS_1
Gerbang kota terbuka lalu membiarkan mereka masuk, Mereka semua masuk dengan Cepat lalu menutup Gerbang Kota, Terdapat beberapa prajurit yang langsung memindahkan Mayat-mayat monster Ketempat jagal untuk dikuliti.
Gerald menatap sebuah Gunung besar yang diatas terdapat sebuah Kastil Besar yang memiliki Warna seputih Salju, Itu adalah Kastilnya dan tempat Keluarga Dunkenheit tinggal.
Kastil itu sudah ada disana sejak Keluarga Dunkenheit terbentuk dan masih berdiri kokoh meski berumur Ribuan Tahun, terdapat Barrier tidak tertembus yang melindungi Kastil itu dari serangan musuh.
Dan dikastil itu terdapat Benteng pertahanan setinggi 50 meter yang mengelilinginya. yang membuat kastil itu menjadi sangat sulit ditembus.
"Langsung pulang atau nongkrong dulu ya?."Gumamnya sambil mengusap dagunya.
Tidak lama kemudian Terdapat seorang pria berpakaian pelayan menghampirinya lalu membisikkan sesuatu, Gerald Seketika Terdiam memucat sambil menatap pelayan itu yang Mengangguk.
"Sial!."Gerald melesat pergi menuju kastil itu, Dia dengan cepat naik lalu masuk kedalam kastil, didalam terdapat beberapa pelayan yang memasang wajah takut. tanpa perlu tahu apa yang terjadi Gerald langsung melesat menuju ruangan yang dituju dan menemukan Sesuatu yang membuatnya terkejut.
Disana Terdapat ayahnya yang duduk dikursi roda dengan tubuh penuh dengan Perban dan entah bagaimana caranya ada sebuah sendok menancap di mulutnya yang tertutup Perban. ayahnya dan dirinya berkontak mata sebentar dan dia bisa merasakan Ketakutan luar biasa dari mata ayahnya, dia dibuat merinding melihat hal itu.
disebelahnya terdapat Wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik tanpa Kerutan apapun diwajahnya, Rambutnya seputih salju dan matanya berwarna Biru Tua yang memancarkan Hawa Dingin, Dia adalah ArchMage Terhebat kerajaan Gottlich sekaligus Ibu kandungnya Catherine Von Dunkenheit.
mereka berdua seperti sosok Ibu dan anak yang sedang menghabiskan waktu bersama, Gerald menyadarkan dirinya dari ketakutan itu lalu berjalan perlahan menuju ibunya.
"Oh? Gerald Selamat, kapan kau pulang?."Tanya ibunya dengan senyum manisnya.
Gerald seorang pria gagah dengan janggut dan kumis tebal dibuat tersenyum canggung, Dia menggaruk-garuk kepalanya sambil melihat Ares yang berada tepat disampingnya.
"baru saja ibu, Lalu kenapa ibu bisa ada disini? apakah ada masalah pada Ruangan kerja ibu?."Ucapnya lalu duduk disamping Ares, dia menuangkan Teh kecangkirnya lalu kecangkir Ares yang masih kosong.
"tidak, tidak ada masalah dengan Ruangan kerja ibu, ibu Hanya ingin melihat cucu kesayanganku ini yang ternyata baru pulang dari pelatihan, Kau terlihat gagah dan tampan seperti ayahmu dulu Ares, kau juga terlihat seperti Orang berusia 17~19 tahun."Ucapnya sambil mengelus kepala Ares.
Ares yang saat itu sudah mencerna semua Informasi yang masuk Langsung mengerti"Terimakasih akan pujiannya nenek."Ucapnya sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Neneknya yang melihat hal itu lalu memeluknya dengan erat sambil menciuminya dengan Beruntung, Memang sih Neneknya terlihat cukup muda dan cantik namun tetap saja dia nenek berwujud Wanita cantik.
Ini pasti karena magic Antiaging yang dapat membuat seseorang lebih muda dan proses penuaannya menjadi melambat.
"Kalau begitu nek, Ares akan kekamar terlebih dahulu karena Ares belum mandi, Nanti kalo Ares sudah selesai mandi Ares akan kembali lagi kesini."
Neneknya terdiam Sesaat lalu memperbolehkan Ares untuk kekamarnya Terlebih dahulu, Gerald bisa melihat Ares memberikan Kata Good luck lalu berlari sangat kencang menuju kamarnya.
Sekarang disana tinggal, Gerald, ibunya dan ayahnya yang seperti dalam keadaan Kritis, entah bagaimana cara ibunya menyerang ayahnya namun melihat orang yang memiliki kekuatan sedikit lebih kuat darinya terluka parah sampai diperban seluruh badan membuat Gerald bergidik ngeri.
Ibunya menaruh cangkir tehnya"Gerald bagaimana keadaan Utara saat ini? apakah terdapat masalah? kalau ada ibu akan dengan senang hati membantu."Ucapnya sambil tersenyum tulus padanya.
Gerald terdiam sesaat lalu tersenyum tipis"Tidak ibu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena semuanya telah aku urus."Ucapnya dengan penuh percaya diri.
Ibunya memuji Gerald sedangkan ayahnya, Ah Sudahlah.
mereka berdua lalu mengobrol setelah sekian lama, mereka berdua melepas rindu yang membelenggu mereka selama ini, mereka berdua asik mengobrol sampai melupakan keberadaan Ayahnya.
'Dasar anak durhaka! Suatu kukutuk kau jadi batu, Namun sayangnya aku bukan seorang Dark Mage, ah apalah boleh buat jika seperti ini.'Richard mencoba untuk Rileks di situasi itu.
Tiba lama kemudian terdapat seorang pelayan yang membawa teko teh panas lalu mengambil teko teh yang sudah kosong, ibunya lalu menuangkan teh mendidih itu kecangkirnya dan kecangkir Gerald.
"Oh? apa ayah tidak mau teh?."Tanya Gerald, tiba-tiba mata ayahnya Membelalak dan menggelengkan kepalanya sekeras mungkin.
Ibunya menyentuh Pipinya dan memasang ekspresi terkejut"Aku sampai lupa dengan itu, nah sayang diminum tehnya."ucapnya sambil tersenyum.
yang ibunya sodorkan bukanlah cangkir teh namun teko teh yang berisi teh mendidih. Ibunya mencabut sendok yang tersangkut dimulut ayahnya lalu, ayahnya menggelengkan kepalanya sekeras mungkin dan memasang wajah memelas.
namun itu tidak berefek apapun, Teh mendidih itu masuk secara paksa ketenggorokan ayahnya dan dia bisa melihat Uap panas keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Pada dasarnya Orang-orang Setingkatnya memiliki Ketahanan terhadap api yang cukup tinggi namun itu berbeda jika diserang langsung dari dalam. Gerald dibuat terdiam seribu bahasa dengan Punggungnya yang dipenuhi keringat dingin.
Dia sebenarnya tidak ingin melihat kejadian Penyiksaan ini namun apa daya dia adalah seorang anak dan tugasnya sekarang hanyalah duduk diam dan memperhatikannya dengan penuh senyum Tulus ( Terpaksa )