
Vlad berdiri di balkon Istana Edelstein sembari mengawasi semuanya dari sana, didepannya terdapat cukup banyak cermin kaca yang menampilkan pemandangan pintu masuk menuju kota ini. lebih tepatnya semua pintu masuk dikota ini diawasi langsung oleh dirinya.
Bukan hanya pintu masuk, tapi juga ditempat-tempat penting seperti pasar, pertokoan, pelelangan dan tempat main anak-anak tak luput dari pengawasannya, dan jika terdapat keributan. dia akan memerintahkan Ksatria buatannya untuk menyelesaikan keributan itu.
Vlad menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas kecewa"Sayang sekali aku tidak bisa ikut pergi bersama yang lain, dan malah terjebak dalam tugas seperti ini. Aahhh sudahlah tidak gunanya aku mengeluh, Hmm?."Vlad memicingkan matanya kearah salah satu cermin dan melihatnya dengan baik-baik.
Didalam cermin itu menampilkan pemandangan kerumunan orang yang berlalu-lalang, saking banyaknya yang lewat orang-orang disana sempat beberapa menabrak. tapi tidak ada yang marah karena mereka tahu jika orang yang menabrak mereka tidak sengaja melakukan hal itu.
Tapi bukan itu fokus utamanya, fokus utamanya datang dari salah satu kerumunan orang yang sedang berdiri menandingi orang-orang yang berlalu lalang didepan mereka, mereka menggunakan jubah dengan tudung yang membuat sulit untuk mengetahui wajah mereka.
Tapi dalam sekali lihat Vlad bisa tahu siapa mereka.
"Dwarf? hmm aku rasa bukan, kalau begitu Hobbit?."Vlad mengingat satu makhluk yang sangat mirip seperti Dwarf.
Hobbit merupakan ras kurcaci yang masih satu keluarga dengan Hobbit, mereka bisa dikatakan saudara jauh karena didalam diri mereka mengalir darah yang sama dan mereka juga memiliki penampilan yang sama persis satu sama lain, sehingga banyak orang kesulitan untuk membedakan antara Dwarf dan Hobbit karena ciri-ciri yang sama.
Mereka memiliki teknik dan metode peleburan serta penempaan yang sama, hobi yang sama dan penampilan yang sama. yang membedakan adalah Hobbit memiliki metode penempaan spesial yang disebut Runecraft Forging Method yang cukup legendaris.
Metode ini sama seperti enchant magic yang menggabungkan sihir dan material sihir untuk memperkuat Item magic, semakin tinggi sihir dan materialnya yang dipakai semakin tinggi juga biayanya.
Tapi Runecraft bisa dikatakan versi yang lebih hemat tapi berkualitas, Runecraft menggabungkan rune-rune kuno kedalam senjata yang membuat senjata menjadi lebih tajam atau lebih kuat, itu tergantung dengan grade rune yang dipakai. yang membuat Runecraft dikatakan hemat karena tidak memerlukan sihir ataupun material dalam prosesnya sehingga biayanya jauh lebih murah ketimbang Enchant.
Vlad mengusap dagunya dan dalam pikirannya"Seingatku aku pernah menghadapi Hobbit Penempa Runecraft, dia menggunakan Warhammer yang dipasang dengan 12 rune legendaris yang membuat kekuatan destruktif Warhammer itu meningkat. dan kalau tidak salah Hobbit itu dapat meluluh lantakkan sebuah gunung dalam satu serangan, aku akui dia cukup kuat tapi belum cukup kuat untuk membunuhku dan kalau tidak salah aku membiarkan dia hidup, kurasa?."Vlad berkata dengan tidak yakin.
Memorinya saat ini tentang masa lalu masih agak kabur yang membuatnya tidak bisa mengingat dengan jelas hal itu, tapi dia bisa memastikan beberapa hal tentang Ingatannya.
__ADS_1
"Tapi yang menjadi pertanyaan disini, untuk apa mereka kemari? Kerajaan Dwarf terdekat saja jaraknya sangat jauh dari sini lalu untuk apa mereka datang jauh-jauh kemari? apa untuk berdagang? atau sesuatu yang lain? entahlah tidak ada satupun hal terpikirkan dalam otakku."Vlad menyerah untuk berpikir dan memutuskan untuk mengawasi mereka saja.
Dirinya mengawasi gerak-gerik mereka dari cermin tersebut, mereka berkeliling sambil melihat pedagang yang menjajakan dagangannya dan sempat membeli beberapa sovenir dan barang-barang disana. dari benda-benda yang mereka beli Vlad bisa memastikan mereka datang kesini hanya untuk berkunjung.
Karena mereka tidak membeli barang-barang aneh atau menanyakan sesuatu yang aneh, ini cukup membuat Vlad heran karena tidak ada keanehan dari mereka. karena tidak adanya keanehan membuatnya semakin curiga dan merasa aneh dengan hal itu.
"Apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan? pergerakan yang mereka tunjukkan selama ini hanya mengindikasikan mereka hanya pengunjung biasa yang datang dari luar Utara, mereka tidak aneh tapi itu yang membuat mereka semakin aneh. hmmm apa harus aku yang turun tangan langsung?."Vlad mulai berpikir untuk turun tangan langsung dalam hal ini, tapi setelah dipikir baik-baik di tidak melakukan hal itu dan hanya mengawasi mereka dari jauh.
Dirinya mengawasi kelompok Hobbit itu cukup lama hingga salah satu dari membuka tudungnya, itu menampilkan sosok Hobbit cantik yang mungkin kecantikannya setara dengan wanita-wanita yang pernah ditemui dulu.
Kulit putih dengan rambut merah dan sepasang mata kecoklatan membuat wanita itu cukup membuat terpana, tapi tidak cukup untuk membuatnya tertarik.
Dia lalu menoleh kearahnya, lebih tepatnya kearah sihir supervision yang dia gunakan. dia lalu berkata tanpa suara tapi dia bisa membaca perkataannya dari gerakan mulutnya.
"Kami tidak berbahaya dan kami ingin bertemu dengan anda, katanya? huh? ini cukup mengejutkan melihat dia bisa tahu jika dia diawasi dan apa arti dari perkataannya? apa dia ingin bertemu dengan Tuan untuk mendiskusikan sesuatu yang penting? tapi Tuan saat ini berada Dikastil Terrarium dan tidak bisa diganggu, apa aku harus menghubungi Tuan karena ini hal darurat?."Vlad mengusap dagunya dan berpikir sejenak, dia berpikir selama beberapa saat dan memutuskan untuk memberitahu Ares"Ya, dari pada aku kena omelan karena tidak memberitahu hal ini lebih baik memberitahunya saja."Vlad berdiri dan masuk kedalam kamar.
"{ Vlad ya? kenapa lagi kau menghubungiku? apa ada sesuatu yang penting? }."
"{ Ya Tuanku, ada yang ingin saya beritahukan pada anda dan ini sangat penting }."Vlad mengubah nada bicaranya menjadi serius.
Itu cukup membuat Ares kaget karena dia baru melihat Vlad mengubah nada bicaranya.
Ares menghela nafas pelan sebelum melanjutkan perkataannya"{ Baiklah katakan itu sekarang, aku ingin mendengar dengan detail dirimu }."
************************************
__ADS_1
"Bagaimana Nona Muda? apa anda berhasil mengirim pesan padanya?."
Yang berbicara adalah seorang Hobbit yang sudah berumur seabad, dia tampak membawa banyak barang dengan sebuah battleaxe dibelakangnya. dia bertanya pada orang yang ada didepannya.
"Ya, aku sudah menyelesaikan. dengan ini kita hanya perlu menunggu mereka menjemput kita."
Wanita itu tersenyum tipis lalu berjalan kearah pria tadi, wanita cantik yang berbicara barusan adalah Amelia Earhart yang merupakan anak dari salah satu dewan meja bundar dari Kerajaan Erde's yang berada sangat jauh dari sini.
Dia bersama 6 Ksatriannya datang kesini atas perintah Raja Kerajaan Erde's, Harry Earhart dan 6 Dewan meja bundar. untuk membawakan pesan untuk Pendeta Pohon Dunia, Ares Von Dunkenheit yang ada diIstana Edelstein tempat kekuasaan Keluarga Bangsawan Dunkenheit.
Isi pesan itu tidak mereka ketahui karena mereka hanya ditugaskan untuk mengantarnya saja. perjalanan mereka untuk sampai kesini memerlukan waktu berminggu-minggu meski mereka menaiki Kereta sihir sekalipun. meski begitu mereka tetap senang sampai kesini.
"Hm.. Nona Muda bagaimana menurutmu tentang kota ini?."
"Menurutmu sendiri bagaimana?."
Dia mengusap dagunya dan berpikir sejenak lalu berkata"Tidak kata yang cocok selain luar biasa untuk mendeskripsikan kota ini. tata letak rumah-rumah, pertokoan, para pedagang dan jalanan yang ada disini sepertinya dipikirkan baik-baik agar tidak mengganggu pikiran para pengunjung, serta keamanan disini sangatlah tinggi. saya tidak perlu mengatakan itu, kan?."Dia mendengung dan melirik kearah Amelia.
Dia tersenyum dan mengangguk pelan, memang benar kota ini sempurna dalam aspek apapun terutama keamanannya yang sangat ketat. meski sepanjang mereka berjalan mereka hanya melihat beberapa Ksatria nyatanya terdapat ratusan bahkan ribuan Ksatria yang menyamar menjadi pedagang, pejalan kaki dan pengunjung disini.
Dan tidak tanggung-tanggung, para Ksatria yang mereka rasakan memiliki level jauh diatas mereka yang membuat siapapun akan merasa aman berada disini.
"Keamanan yang mereka berikan jauh dari ibukota kita yang sering terkena terorisme, apakah ibukota kita bisa seperti ini juga nantinya?."Dia tersenyum sedih, pria yang anda disampingnya menundukkan kepalanya dan memasang wajah yang sama.
"Nona Muda, yakinlah ibukota kerajaan kita bisa menjadi seperti ini."
__ADS_1
Salah satu Hobbit ikut nimbrung dalam percakapan mereka, dia tersenyum sambil berkata seperti itu.
Amelia dan para Hobbit yang lain menganggukkan kepala untuk menanggapi perkataan Hobbit itu, mereka lalu berjalan menuju penginapan terdekat dengan senyum percaya diri diwajah mereka.