Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
107.Penemuan tidak terduga


__ADS_3

Setelah diberitahu oleh Damon dan Eizen Ares langsung melesat menuju tempat yang mereka beritahu, sesampainya disana Ares mendapati terdapat banyak sekali rumah raksasa yang terbuat dari kayu dan kemungkinan pemukiman ini merupakan pemukiman tempat tinggal para Cyclop.


Damon dan Eizen lalu memberitahu semua yang terjadi dan Ares cukup puas dengan kinerja kerja mereka, walaupun terdapat beberapa hal yang melenceng dari rencananya tapi itu tidak apa karena Ares sudah cukup Senang melihat mereka melakukan ini dengan baik.


Mereka lalu menyerahkan Drop Item yang mereka dapatkan dari membunuh para Cyclop, mereka juga bilang kebanyakan item-item di Dimensional Pocket memiliki tingkat Epic sampai Legendary . mereka lalu memberikan drop item dari membunuh Cyclop champion secara terpisah.


Itu adalah sebuah Gada emas dengan duri-duri tajam dan sebuah Jubah emas dan putih, Ares lalu menilai kedua barang tersebut lalu menyuruh mereka untuk mengumpulkan mayat para Cyclop yang tersisa.


[ Mace of Steel Gold Thorns


Tingkat : Legendary


Persyaratan : 450+


Sebuah gada yang dipakai Cyclop champion untuk membunuh musuh-musuhnya! terdapat kekuatan aneh yang menyelimuti gada ini!


Efek :


- Armor Shredder yang dapat dengan mudah menghancurkan armor baja dan seterusnya


- Physical Attack + 60%


- Defense + 20%


- Stamina + 50


- agility + 45


- dapat menyesuaikan ukuran pengguna.


- dapat menggunakan Skill Shock Explosion ]


[ The Golden Cloak of Justice


tingkat : Legendary


persyaratan : Lvl 410+


Jubah yang dibuat dari sutra emas putih yang mengeluarkan Aura keadilan!.


Efek :


- Stat Agility + 90


- Stat Strength + 50


- Stat Stamina + 30


- Saat digunakan pengguna akan diselimuti Keadilan yang membuat pengguna selalu dipandang sebagai orang baik.


- saat menghadapi orang yang banyak membunuh, Stat anda akan naik 20%.


- Saat membunuh seorang Penjahat stat anda akan bertambah 4 secara permanen.

__ADS_1


- Bonus 10% Exp saat membunuh penjahat.


- Indra anda menjadi lebih tajam saat menghadapi penjahat!. ]


Ares tersenyum puas melihat Opsi efek dari kedua item ini"Dibandingkan Gada, jubah ini jauh lebih berguna karena memiliki cukup banyak Opsi efek, ditambah lagi item yang memiliki efek menambahkan total Exp yang didapat cukup langka bahkan jarang ada item yang memiliki efek seperti ini. aku cukup beruntung bisa mendapatkan item ini."Ares menggunakan The Night Armor Of Disaster.


lalu mengganti jubahnya menggunakan jubah yang baru, ia menyimpan jubah yang lama lalu menghampiri para bawahannya yang sedang mengumpulkan mayat para Cyclop. dari yang ia lihat Mary dan Ulbert yang berkontribusi paling banyak dari tugas pengumpulan Mayat-mayat Cyclop.


mereka bisa dengan mudah memindahkan banyak mayat Cyclop menggunakan Mantra Sihir { Gravity Control } dan { Wind Control }, dalam waktu beberapa jam saja mereka sudah mengumpulkan seluruh mayat Cyclop.


Ares melihat tumpukan mayat Cyclop yang hampir seluruhnya gosong bahkan ada yang menjadi arang.


"Yah, mau bagaimana lagi?."Ares menggunakan Void Eater untuk menkonsumsi Mayat Cyclop.


dalam waktu sekejap mereka semua hilang menyisikan tulang belulang yang menggunung, Ulbert lalu memasukkan semua tulang-tulang itu kedalam Dimensional Pocketnya dan Ulbert memberi penjelasan singkat.


"Kita tidak bisa membuang tulang-tulang ini begitu saja, karena tulang-tulang ini dapat diubah menjadi senjata-senjata atau perabotan rumah."Dia mengucapkan itu sambil memasukkan Semua tulang-tulang itu.


Gunungan tulang-tulang itu tersedot masuk kedalam Dimensional Pocketnya dan dalam waktu sekejap seluruh gunungan tulang itu hilang.


"Apa hanya ini yang kalian temukan?."


Damon dan Eizen mengangguk"ya tuan, hanya ini yang kami temukan, kami telah menyisir semua pemukiman disini dan hanya ini yang kami temukan."Tutur Damon.


Ares mengusap dagunya, Saat ini ia memikirkan harta tersembunyi yang disimpan Cyclop champion, karena Monsters sat itu tidak mungkin tidak memiliki harta yanh melimpah karena bagaimanapun dia adalah pimpinan disini.


ia lalu memfokuskan seluruh Indranya lalu merasakan melihat seluruh area pemukiman, lalu Indranya menemukan sebuah Ruangan yang cukup besar tidak jauh dari sini, Ares berserta seluruh bawahannya lalu berjalan kesana dan dia mendapati ruangan itu tersembunyi.


Ares tersenyum pelan"Pantas kalian tidak menemukan ruangan ini, ruangan ini dipasang sihir kamuflase yang dapat membuatnya tidak terlihat."Ares mengepal-Mengepalkan Tangannya.


Tinjunya bertabrakan dengan dinding batu itu lalu ledakan cukup besar terjadi yang membuat Dinding itu runtuh, dan menampilkan sebuah lorong Panjang dengan sebuah pintu hitam diujungnya.


Mereka semua hanya terdiam dan menatap Ares kagum, mereka bahkan tidak bisa melihat apa yang ada dibalik dinding itu namun Tuan mereka bisa dengan mudah menemukannya.


mereka masuk lalu membuka pintu hitam itu, Kilauan indah menusuk mata mereka, itu adalah kilaun dari Gunungan emas, permata dan berlian.


tidak ada yang tidak Membelalak mata melihat tumpukan harta Didepannya mereka bahkan, Ares yang tidak terlalu tertarik dengan harta dibuat terbelalak mata melihat tumpukan emas, Permata dan berlian didepannya.


Setelah mereka Lihat baik-baik bukan cuman satu gunungan harta tapi terdapat empat lainnya yang ada dibelakangnya, Mary hampir dibuat pingsan melihat emas, permata dan berlian yang menggunung itu.


"Jumlah semua gunungan harta ini bahkan jauh lebih banyak dari yang ada digudang harta kerajaanku, entah bagaimana cara Cyclop champion itu mengumpulkan semua ini tapi yang pasti semua harta ini memerlukan banyak waktu untuk dikumpulkan sampai sebanyak ini."Ucapnya sambil memijit keningnya.


tidak tidak kuasa melihat Gunungan harta didepannya, begitu pula Eizen, Damon, Ulbert dan Yuto yang tidak bisa berkata-kata melihat ini. Ulbert lalu mengecek persediaan Dimensional Pocket yang dia bawa untuk memastikan semua harta disini bisa muat di Dimensional Pocketnya.


Ares menggaruk kepalanya"Emmmm.....aku serahkan ini kepada kalian, terserah mau bagaimana cara kalian menyimpan, mengerti?."Ares melihat kearah Mary, Eizen, Damon, Ulbert dan Yuto.


"Baik Tuan! serahkan ini semua Kepada kami!."mereka semua melompat lalu memasukkan semua gunungan harta itu masuk kedalam Dimensional Pocket mereka masing-masing.


Ares hanya menonton dari kejauhan sambil melihat mereka yang kerja sambil bercanda dan tertawa, Ares Sebenarnya cukup Khawatir dengan Yuto karena ia berpikir Yuto mungkin tidak akan langsung cocok dengan mereka. tapi ternyata pikirannya salah.


Yuto bisa langsung berbaur dan akrab dengan yang lain, ini membuat Ares cukup senang karena ia semula berpikir Yuto akan menjadi orang yang Tertutup dan penyendiri karena kematian adiknya.


Ares mendengus senang"Yuto, Kuharap kau bisa terus seperti ini."Ares tersenyum tipis lalu meninggalkan mereka yang sibuk bercanda dan bermain.

__ADS_1


mereka bermain lempar-lemparan koin emas dan berlian yang ada disana, mereka semua tertawa gembira layaknya seorang anak kecil. Ares hanya tersenyum karena pemandangan yang ia lihat sekarang mengingatkannya pada teman-temannya Dibumi.


Ares memandangi langit lalu berkata"Aku mulai berubah ya?."Sebuah pertanyaan yang dia tujukan pada dirinya sendiri.


Sejak dia datang Kedunia ini, Ares yang dikehidupan sebelumnya dingin, bengis dan berhati kejam lambat laun mulai berubah menjadi lebih baik, entah ini sebuah kemunduran atau kemajuan tapi Ares cukup senang dengan perubahan ini.


Dengan zirah hitam legam dan jubah emas putihnya, dia berjalan menyusuri pemukiman yang dibuat para Cyclop menggunakan Kayu, dia menyusuri rumah-rumah itu dengan senyuman bahagia yang terukir diwajahnya.


"Umm? apa Itu?."Ares melihat kearah Gunung yang diselimuti awan petir.


jika Dimata orang lain gunung itu memang terlihat seperti gunung yang menyeramkan dan berbahaya, tapi dimatanya gunung itu sama persis seperti gunung yang dipenuhi Pepohonan. malahan dia memancarkan energi kehidupan yang jauh lebih kuat.


"Tapi kenapa rasanya energi kehidupannya Putus-putus? apa gunung itu dulunya gunung hijau makanya seperti itu?."


Ares memperhatikan gunung itu, gunung itu memancarkan energi kehidupan yang cukup kuat namun energi kehidupan itu putus-putus dan selalu seperti itu, rasanya seperti dia ingin mengatakan sesuatu.


"Tapi bagaimana mungkin gunung berbicara, sebentar, kenapa aku tidak mendapatkan Notifikasi penyelesaian Dungeon ini?."Ares baru menyadari kejanggalan ini.


Damon bilang dia sudah membunuh Cyclop champion tapi kenapa mereka tidak mendapatkan Notifikasi penyelesaian Dimensional Dungeon?.


Ares mengusap dagunya"Double Dungeon? tapi bagaimana mungkin Dungeon ini menjadi double Dungeon?!."Ares memijit keningnya.


Duoble Dungeon adalah fenomena dimana disebuah Dungeon terdapat dua Boss, atau terdapat dimensional Dungeon lain, masalahnya double Dungeon akan berisikan monster-monster kuat dengan berbagai macam jenis dan level. tapi rata-rata dari mereka memiliki level diatas 400.


Ares memang tahu terdapat beberapa duoble Dungeon, tapi dia sendiri tidak menyangka akan langsung mengalaminya sendiri.


dia lalu melihat kearah Gunung itu lalu tersenyum"Sungguh licik orang yang membuat Dungeon ini. mereka menyembunyikan Boss terakhir ditempat paling dihindari dan memberikan petunjuk-petunjuk minim untuk dipecahkan. siapapun yang membuat dan mengatur Dungeon ini pastilah orang pintar."Ares melihat kebelakang dan mendapati seluruh Bawahannya berlari kearahnya.


"Tuan! kami telah memasukkan seluruh emas, permata dan berlian disana tanpa tersisa!."Damon dengan senang menyerahkan beberapa Dimensional Pocket yang didalamnya tersimpan seluruh harta disana.


ares mengangguk puas dan mengambil beberapa dimensional Pocket itu lalu memasukkannya kedalam Storage Boxnya. Damon lalu teringat sesuatu lalu melaporkannya pada Ares.


namun sepertinya tuanya sudah mengetahui hal tersebut, malahan Mary juga terlihat ingin memberitahu hal itu kepada Ares.


"Persiapkan diri kalian, kita akan mengalahkan Boss Monster yang sebenernya."mereka semua berjalan menuju gunung itu..


*********************


"jadi dia menyadarinya, ya?."Seorang Wanita dengan kulit putih pucat dan tubuh kurus kering tersenyum sambil melihat keluar jendela rumahnya.


rumahnya berada disebuah pohon raksasa yang mengeluarkan cahaya putih, biru muda dan hijau tua, pohon itu sangat besar dengan akar yang mencuat keluar dan memancarkan energi Aneh.


wanita itu tinggal dirumah yang ada Dipohon itu yang terlihat mewah dan bercahaya, dia tinggal disebuah kamar dengan fasilitas lengkap namun sepertinya dia tidak bisa kemana-mana.


"Aku sudah melakukan apa yang dilakukan, sekarang apa kau akan menunjukkan dirimu padanya?."dia melihat kearah pintu masuk.


disana terdapat seorang wanita yang tubuhnya dipenuhi cahaya yang terlihat seperti Glitch pada komputer, seluruh tubuhnya hampir seperti itu dan Ditangannnya terdapat piring dengan beberapa potong kue kering dan susu.


"itu tergantung apa yang dia lakukan, kau tahu bukan dia memegang tugas untuk membunuh The Eight Great Gods? saat dia melihatmu bisa dipastikan dia akan langsung membunuhmu tapi tidak denganku."dia menaruh piring itu lalu duduk disampingnya.


wanita itu mengigit bibirnya dan mengepalkan tangannya"aku tahu! tapi apa dia mau mendengarkan permintaan terakhirku sebelum membunuhku?."dia terlihat sangat tertekan.


wanita yang dipenuhi Glitch itu mengangkat kedua bahunya lalu mengambil kue kering dipiring itu"aku tidak janji tapi aku yakin dia akan mendengarkan permintaan terakhirmu terlebih dahulu sebelum membunuhmu."dia mengigit kue kering itu.

__ADS_1


dia menggebrak kasurnya dan memberikan tatapan tajamnya"jangan berbicara seolah-olah kau mengenalnya brengs***!."dia membentak keras Wanita itu.


dia hanya diam tanpa ekspresi lalu berkata"aku mengenalnya kok, malahan aku sangat mengenalnya, dia memang tidak mengingat dan mengenaliku tapi aku selalu mengingatnya, karena aku adalah orang yang telah membuatnya menderita sangat lama."didalam setiap perkataannya terdapat kesedihan yang mendalam, dari perkataan wanita itu seolah-olah dia memang sangat mengenalinya yang membuat dirinya mau tidak mau mempercayai hal itu.


__ADS_2