
Ares mengangguk puas melihat interior kamar penginapan ini. sebelumnya dia diantar oleh Damon dan Eizen menuju kamar ini dan baru tahu jika jumlah kamar yang dipesan adalah enam. masing-masing orang mendapatkan satu kamar kelas atas dengan Full Servis.
Ares merebahkan tubuh dikasur ini sementara Long Yuan sedang duduk tidak jauh darinya, dia membaca buku yang dia berikan sebelumnya dan Ares hanya fokus merasakan kelembutan kasurnya.
"Seperti yang diharapkan dari penginapan kelas atas, interiornya memang tidak main-main."Ucapnya sambil merebahkan tubuhnya. Kasur Sangatlah halus dan empuk. Ares bisa menebak jika kasur ini dibuat dengan bahan-bahan kelas atas untuk menjaga kualitasnya.
"Nak, jadi namamu Ares ya? Ares Von Dunkenheit? dari keluarga Utama Dunkenheit?."Long Yuan berbicara sambil membaca buku, dia membaca buku yang kursinya mengarah ke jendela.
Ares mengangkat satu alisnya"Ya, Namaku memang Ares dan aku memang berasal dari keluarga Utama, apa kau memiliki dendam dengan keluargaku?."
Ares bisa memaklumi jika long Yuan tahu tentang keluarganya, karena memang keluarganya sudah terkenal sejak lama bahkan sebelum Kerajaan Gottlich berdiri. jadi dirinya tidak heran sama sekali.
Long Yuan mendengus"Tidak, aku tidak memiliki dendam apapun dengan keluargamu. walaupun keluarga pernah beberapa kali berseteru dengan kekaisaranku."Ucapnya tersenyum.
masih segar diotak long Yuan saat kepala keluarga Dunkenheit waktu itu, melawan empat jendral kekaisarannya, keluarga Dunkenheit yang waktu itu masih memiliki pekerjaan sebagai tentara bayaran diperkerjakan untuk memukul mundur pasukannya yang dipimpin Keempat jenderal kekaisarannya. kepala keluarga Dunkenheit waktu itu datang tanpa pasukan dan menghadapi enam puluh ribu pasukan bersenjata lengkap dengan keempat jenderalnya. pertarungan panjang terjadi dan hasil pertarungan itu seri. meskipun kekaisarannyalah yang mengalami kerugian besar.
setengah dari prajurit kekaisarannya gugur dan keempat jenderalnya mengalami luka parah. hingga akhirnya salah satu dari mereka mati beberapa hari kemudian.
Alasan long Yuan tidak marah kepada keluarga Dunkenheit karena dia tahu keluarga Dunkenheit hanya menjalankan tugasnya, musuh sebenarnya adalah orang yang membayar keluarga Dunkenheit untuk melawannya.
dirinya juga mengingat surat permintaan maaf dari keluarga Dunkenheit yang dikirim setelah perang usai.
Long Yuan lalu bertanya kembali"Nak, siapa kepala keluarga Dunkenheit yang sekarang?."Tanyanya sambil membaca buku, dia tidak penasaran hanya ingin tahu saja.
"Ayahku, Gerald Von Dunkenheit."Jawab Ares singkat.
Long Yuan hanya mengangguk puas mendengar jawaban Ares. sebagai seorang kaisar dia wajib mengetahui nama dari organisasi penting seperti keluarga Dunkenheit.
Ares yang merasa tidak ada yang ditanyakan lagi lalu fokus membaca jendela notifikasi didepannya"Hmmm? mari kita lihat apa yang kita dapatkan disini."Ucapnya sambil membaca tulisan dijendela notifikasi System.
[ Level Anda mencukupi untuk membuka Special Ability Ketiga dan keempat The Chaos God Emperor's Eyes ]
[ Anda mendapatkan Special Ability World Changer ]
[ Anda mendapatkan Special Ability Wall Of White Steel ]
Ares lalu melihat efek dari kedua Special Ability yang dia dapatkan.
[ World Changer : Dengan kekuatan ini anda dapat mengubah Medan dan iklim disekitar anda. Luas dari Medan yang diubah menyesuaikan Jumlah CE yang digunakan.
Syarat Aktivasi : Menunggu pengisian daya selama 10 detik.
Cooldown : 24 jam.
[ Wall of White Steel : Dengan kekuatan ini pertahanan anda akan meningkat drastis serta mengabaikan damage yang lebih rendah dari pertahanan anda, dan anda tidak akan mudah lelah serta memperlambat proses penuaan. ]
Mata Ares berbinar melihat Special Ability yang didapatkannya"Hihihi... dengan kedua Special Ability ini sangat berguna untukku, apalagi Special Ability keempat yang dosa membuatku menjadi Tank disegala Situasi."Gumamnya sambil tersenyum lebar.
Long Yuan hanya bisa menatapnya aneh dari kejauhan, Terbukanya kedua Special Ability ini menandakan kekuatan Ares selalu meningkat setiap waktu. dirinya akan terus bertambah kuat seiring terbukanya Special Ability dari Chaos God Emperor's Eyes miliknya.
"Hufff....semakin kuat diriku maka semakin banyak tanggung jawab yang akanku pikul."Ucapnya lirih.
Kekuatannya memang semakin meningkat tapi setiap saat tanggung jawabnya juga akan semakin bertambah, apa lagi dia adalah penerus keluarganya yang membuatnya harus menanggung banyak tanggung jawab nantinya.
__ADS_1
Ares sebagai seorang pembunuh bayaran yang hidup selama hampir 200 tahun, selalu mendapatkan tugas-tugas berat yang memiliki tanggung jawab besar. dirinya sudah cukup terbiasa untuk memikul banyak tanggung jawab.
tapi juga terkadang dia capek dan berpikir, apa dia harus menanggung semua tanggung jawab sendirian? Ares menghela nafas pelan lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
"Uh... sebenarnya aku tidak tidur juga tidak apa-apa, karena aku memiliki banyak stamina yang tersisa. jadi apa yang harus kulakukan?."Gumamnya sambil mengusap dagunya.
Ares memang memiliki stamina yang hampir tidak terbatas yang sangat membantunya dalam pertarungan jangka panjang, tapi itu sisi positifnya. sisi negatifnya dia tidak mudah capek dan ngantuk karena saking banyaknya stamina yang dia miliki. otaknya memang bisa terasa capek karena terlalu banyak berkerja namun jika tubuhnya saja dipenuhi stamina dia bisa apa?.
"Hufff....lebih baik aku meracik ramuan saja-? Umm?."Ares menoleh kepintu.
terdapat suara ketukan pintu dari arah sana, Ares menghampirinya lalu membuka pintu kamar dan mendapati Mary berada di depan kamarnya. dia terlihat baru saja mandi karena rambutnya terlihat basah dan dia juga bersih.
digendongannya terdapat kedua bayinya yang terlihat juga ikut dimandikan.
"Maaf tuan mengganggumu malam-malam begini."Ujarnya sambil membungkuk sedikit tubuhnya.
"Tak apa, harusnya aku yang meminta maaf karena harus membuatmu mengurus kedua anak ini."Ares menatap lembut kedua anak yang ada didalam gendongan Mary.
Kedua anak itu terlihat tertidur dengan lelap didalam gendongannya, dan ares baru kali ini melihat Mary benar-benar seperti seorang ibu. dirinya sedikit terkesima melihat aura keibuannya.
Mary salah tingkah mendengar perkataannya"Tidak! Tidak apa-apa tuan! sudah kewajiban saya ikut mengurusi Tuan Muda dan Nona muda, dan aaya juga ingin memberikan tuan muda dan nona muda kepada anda, sepertinya mereka tidak terlalu betah terhadap saya karena tidak ada anda disisinya."Mary menyerahkan kedua anak itu padanya..
Ares menggendong kedua anak itu dengan hati-hati, saat Ares Melihat mereka terdapat sensasi ketenangan didalam dirinya. pikiran-pikiran negatif yang nyangkut diotaknya seketika Sirna.
"Kalau begitu aku akan kembali kedalam, kau juga tidurlah sana sudah malam soalnya."Ares menutup pintu kamarnya namun suara Mary menghentikannya.
"Tu-tuan! apa kau punya waktu sebentar? ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda."Ucapnya gugup, dia terlihat salah tingkah setiap saat berbicara berdua dengannya.
Ares melihat kedua bayi tersebut lalu mengangguk kepalanya"Baiklah, aku akan kekamarmu Setelah mandi. kau tunggu saja sebentar."
Ares melihatnya dari kejauhan merasa ada yang janggal dengannya, dia lalu memutuskan untuk mandi terlebih dahulu lalu pergi kekamarnya setelah itu. Ares menyuruh Andromeda dan long Yuan untuk menjaga kedua bayi tersebut.
************
Ares mengetuk pintu kamar Mary"Mary apa kau ada didalam? ini aku."Ucapnya sambil mengetuk-ngetuk pintu, tidak lama kemudian terdapat suara langkah kaki dari dalam dan pintu pun terbuka.
Ares membelalak mata melihat pakaian mary, dia memakai pakaian yang hampir tembus pandang dan lebih mirip pakaian dalam hanya saja tertutup kain hitam yang terlihat tranparans yang menutupi tubuhnya. Ares bisa melihat lekuk tubuhnya yang dapat membuat siapapun jatuh cinta melihatnya. namun Ares dengan cepat mengendalikan dirinya dan memasang wajah datar.
"Tuan! anda sudah sampai. mari masuk."Mary mempersilahkan Ares masuk, Ares bisa melihat jika kamarnya dan kamar Mary sama persis tidak ada perbedaan.
Ares duduk dikursi yang dia sediakan dan Mary duduk dihadapannya, tempatnya duduk ini menghadap kearah luar yang menunjukkan pemandangan malam yang indah ditambah dengan bulan yang terlihat indah pula.
Mary duduk Didepannya yang membuatnya sedikit bersinar karena cahaya bulan.
Ares menghela nafas ringan lalu berkata"jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku?."Tanya Ares, jika dia ingin membicarakan ini dengan yang lain dirinya tidak merasa aneh tapi baru pertama kali Mary ingin berbicara berdua dengannya.
Ares juga merasa terdapat sesuatu yang disembunyikan darinya entah apa itu.
Mary menghela nafas berat dan menatap matanya"Tuan sebenarnya, baru-baru ini saya mendapat informasi tentang kerajaan saya yang bersekongkol dengan bangsa iblis. Raja yang sekarang diam-diam bersekongkol dengan iblis dan memperkuat dirinya sendiri dengan kekuatan yang mereka berikan. Elf-elf yang menentangnya langsung dieksekusi sementara para tetua ditekan kekuasaannya hingga tidak bisa bergerak."Mary menundukkan kepalanya. dia seperti tidak bisa melanjutkan ceritanya.
"lalu? apa urusannya denganmu? bukannya kau memang sangat membenci mereka hingga ke akar-akarnya?."Ucapnya heran. Ares sendiri mendengar langsung jika Mary sangat membenci mereka namun sekarang dia berbicara seolah-olah perduli dengan mereka.
"Bukan! bukan begitu maksud saya?."Mary terang-terangan menolak tuduhannya.
__ADS_1
Ares mengerutkan keningnya"Jadi? apa maksudmu? jelaskan dengan detail jangan setengah-setengah agar aku benar-benar paham."Ucapnya jengkel.
Mary menghela nafas berat lalu melanjutkan ceritanya"Sebenarnya saya tidak peduli dengan nasib kerajaan itu beserta seluruh isinya, tapi saya tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja."ucapnya kembali terpotong.
"Mereka? mereka siapa maksudmu? jelaskan sekarang."
Mary gugup dan menunduk kepalanya lalu berkata"Mereka yang saya maksud adalah bangsa dark elf yang menjadi penduduk minoritas di Astria, Dark elf tinggal ditempat yang berbeda dengan Elf. Dark elf selalu mendapatkan rasisme dan diskriminasi karena penampilan mereka yang sering disebut keturunan iblis karena warna kulit mereka yang Gelap. Sewaktu saya masih menjadi penguasa. bangsa dark elf tidak terlalu banyak mengalami rasisme dan diskriminasi karena hukum yang saya buat."
"Singkat cerita sewaktu saya dikhianati dan diserang dulu, para Tetua bangsa dark elf mengerahkan kekuatan mereka untuk melindungi saya dari serangan musuh yang mengakibatkan seluruh tetua bangsa dark elf tewas, alasan saya masih bisa selamat dulu karena mereka menolong saya dan jika mereka tidak menolong saya bisa dipastikan saya tidak akan ada disini sekarang."Mulut Mary terasa kelu ingin mengatakannya.
Ares memiringkan kepalanya, dia dilanda kebingungan sekarang. Mary dijelaskan dalam novel memiliki relasi khusus dengan bangsa dark elf tapi tidak sampai ingin membantu mereka. namun sekarang Mary secara terang-terangan meminta bantuan kepadanya meski dia tidak ngomong.
Ares sendiri sudah tahu maksud Mary sebenarnya, tapi dia ingin Mary mengatakan lebih dari itu.
Mary menatap tuannya yang terlihat sedang Kebingungan, tuannya memiringkan kepalanya sebagai tanda dia bingung. dan Mary langsung kembali menyambungkan ceritanya.
"mereka saat ini sudah diusir dari kerajaan Astria dan sedang diburu habis-habisan oleh pihak kerajaan dan bersembunyi dihutan-hutan, saya tahu saya lancang tapi saya mohon, pinjamkan kekuatan anda untuk membantu saya sekali ini saja."Mary melihat Ares dengan yakin.
Ares menyenderkan tubuhnya dan mengusap dagunya"Keuntungan apa yang akan kudapatkan jika aku membantu mereka? kau tahu bukan aku tipe orang yang tidak akan bergerak tanpa mendapatkan keuntungan."Ucapnya dingin. Ares memang bisa membantunya tapi dia perlu terlebih dahulu melihat keuntungan yang akan dia dapatkan.
Dari hasil analisisnya keuntungan yang akan dia dapatkan tidak sebanding dengan resiko yang akan dia hadapi. apa lagi lawannya kali ini adalah sebuah negara.
"aku bisa membantu mereka tapi itu tidak menjamin mereka akan setia padaku, sosokmu sebagai seorang Ratu adalah hal penting yang mereka ketahui. jika Ratu yang mereka layani sejak lama melayani seseorang apa yang akan mereka lakukan? aku bisa memberikan mereka tempat berlindung dan beristirahat tapi apa jaminannya mereka tidak akan mengkhianatiku?."Ucapnya dingin.
Ares tentu menanggapi ini dengan serius. yang ares inginkan adalah rakyat yang memiliki loyalitas padanya, dia tidak ingin rakyat yang dia berikan segala macam Fasilitas tiba-tiba menusuknya dari belakang.
Mary bingung dan memainkan jari-jarinya, lidahnya terasa kelu dan berat saat ini. semua yang dikatakan Ares bisa dipahami olehnya namun itu membuatnya bingung.
Didalam otaknya Mary bekerja keras untuk membuat ratusan ide yang dapat membuat Ares tertarik, lalu dia menemukan satu ide yang mungkin bisa membuatnya tertarik.
"Saya bisa menjamin mereka akan melayani anda tuan, dan lain jika tuan menerima mereka maka kekuatan militer keluarga Dunkenheit akan meningkat Tajam, karena bangsa dark elf terkenal dengan kemampuan membunuh dan Assassination mereka yang handal. saya berani menjamin mereka akan menjadi pasukan yang akan melayani anda sepenuh hati."Ucapnya yakin.
Ares tertegun melihat keyakinan Mary, dia tersenyum tipis lalu berkata"Apa perkataanmu bisa dipegang? dan kau bisa berjanji tentang hal itu?."Ares mengeluarkan tatapan tajam pada Mary, Mary mengangguk penuh keyakinan"Saya berani menjamin hal itu, ditambah posisi anda sebagai Pendeta pohon dunia akan membuat posisi anda lebih kuat dan kokoh dibandingkan saya, jadi anda tidak perlu mengkhawatirkannya."Mary menatap balik Ares.
Ares bisa merasakan keyakinan luar biasa dari matanya, ares hanya bisa mengangguk pelan dan menyetujui hal tersebut. meski dia Sangat bingung kenapa dia bisa tahu dirinya Pendeta pohon dunia? ia tidak ingat pernah menceritakan itu kepadanya.
Ares menghela nafas pelan dan bangkit dari tempat duduknya"Baiklah, aku setuju membantu. tapi ini berarti perjalanan kita keutara akan kembali tertunda."Ares beranjak pergi dari sana.
namun tangan Mary menahannya untuk pergi, Mary terlihat tersipu malu dan matanya tidak berani menatapnya. Ares sendiri kebingungan dengan sikap Mary sekarang namun dia enggan bertanya karena merasa Mary ingin berbicara lagi.
"Tuan, Saya berterimakasih kepada anda karena mau membantu saya, padahal saya hanyalah seorang budak. dan gantinya saya akan menyerahkan tubuh saya untuk malam ini."Pipinya bersemu lebih merah dan matanya menatapnya dengan lekat.
Mary menarik sebuah tali yang terikat ditengkuk lehernya dan seketika kain hitam tranparans yang menutupi tubuhnya terjatuh kelantai. dan menunjukkan tubuhnya yang hampir tidak tertutupi apapun selain pakaian dalamnya yang berwarna sama seperti kain tadi.
dengan malu-malu dia menatapnya lekat, getaran ditubuhnya semakin kuat dan detak jantungnya terpacu sangat kencang. dirinya memegang erat tangan tuannya yang membuatnya malu setengah mati. bagian bawah tubuhnya juga terasa begitu aneh dan panas.
Dengan memumpukkan seluruh keberaniannya dia memegang kedua tangan tuannya dengan kedua tangannya, lalu dengan malu-malu berkata:
"Tolong nikmati tubuh saya sesuka anda Tuan."
"Eh???!!!."
***********************
__ADS_1
Mainkan Imajinasi kalian anak muda!!!