
Ares masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu lalu masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur, ia memandangi langit-langit Kamar dengan pikiran kemana-mana.
Sudah dua tahun Ares menjalani Latihan berat bersama dengan Kakeknya, Dengan bantuan kakeknya selama dia tahun ia mendapatkan Banyak peningkatan Mulai dari stat ataupun pengalaman, Pengetahuannya terhadap seni pedang juga ikut mengalami peningkatan.
Berkat neneknya juga ia bisa menggunakan Low Tier Magic sampai Mid Tier Magic, dia tidak banyak mempelajari Magic karena fokus utamanya adalah Ilmu Pedang, Kekuatan Fisik dan Aura.
Untuk Aura Ares sudah mencapai tingkat tertinggi dalam penguasaan yang dapat membuatnya memanifestasikan Aura menjadi Blood Stone. Bukan cuman latihan fisik ia juga mendapatkan latihan yang dimana dia Harus berurusan dengan Administrasi pemerintahan diutara yang menyebabkan waktu tidurnya berkurang, namun karena dia adalah Satu-satunya Pewaris resmi keluarga Dunkenheit dia harus melakukan itu.
JobClass World Disaster juga naik Lvl 2 kali yang membuat Ares mendapatkan Dua kemampuan baru Yaitu.
[ World Disaster Measures
Tipe Skill : Aktif.
Cooldown : 20 detik
Dengan skill ini pergerakan Anda menjadi lebih cepat 100% dikeadaan Normal dan akan meningkat 350% saat terjadi kekacauan Disekitar anda. ]
[ Catastrophic Strokes
Tipe Skill : Aktif
Cooldown : 35 Detik
Anda mendaratkan Pukulan beruntun kelawan anda yang menyebabkan Damage 340% Persatu pukulan dan dapat menyebabkan Debuff Fear, confused. ]
Ia cukup beruntung bisa menyelesaikan Quest JobClass ini pada masa latihan, dan Sekarang ia akan kembali melanjutkan perjalanan mencari item-item yang diincarnya selama ini.
Ares juga akan mencari orang-orang yang akan menjadi Orang-orang kuat diragnarok nanti dan menjadikan mereka bawahan setianya dengan segala cara, dan beberapa saat lalu dia mendengar berita dari kakeknya soal pergerakan Pasukan Demon God yang sudah mulai beringas.
Mereka semua sudah mulai menginvasi kerajaan-kerajaan Kecil Disekitaran daerah kekuasaan mereka dan juga sudah membentuk Bala tentara Dalam jumlah besar, Para Demon King juga sudah mulai bergerak cepat dengan mengambil Item-item dan membunuh siapapun yang menghalangi mereka.
Diperkirakan Level Demon King kisaran 700~900, Kerajaan-kerajaan lain sudah mulai bergerak dan mengumpulkan Bala tentara mereka untuk melawan Pasukan Demon God sementara itu Raja-raja yang berkuasa memutuskan untuk memanggil Hero dari dunia lain.
dan ini hampir disetujui semua kerajaan diyggdrassil dan pada akhirnya mereka semua mengundang raja-raja dan bangsawan besar Ke Kerajaan Gottlich karena tempat pemanggilan Hero akan dilakukan dikerajaan Gottlich.
Keluarga bangsawan Dunkenheit juga diundang kedalam istana kerajaan namun Gerald sebagai kepala keluarga Dunkenheit belum memberikan balasan.
__ADS_1
Jujur saja bahkan jika seluruh Yggdrasil terancam hancur selama Daerah kekuasaan Keluarga Dunkenheit tidak tersentuh tidak akan menjadi masalah, karena Gerald, Neneknya dan kakeknya sama sekali tidak peduli dengan nasib kerajaan ini bahkan Dirinya juga sama sekali tidak perduli dengan kerajaan ini.
Ares Memijit keningnya lalu mengalihkan pandangannya kearah Telur dragon yang terletak diatas meja, Sudah Dua Tahun dia berada disini namun tidak ada tanda-tanda dia akan menetas, padahal Telur dragon ini selalu mendapatkan Asupan makanan yang kuat namun sepertinya itu tidak membuatnya menetas.
Ares bangun lalu memutuskan untuk mandi lalu keluar rumah untuk mencari udara segar, Ares berjalan dengan menenteng sword of Erebus ditangannya dengan pakaian berwarna hitam yang terbuat dari bulu dan kulit monster.
"Huh? Harus kemana aku sekarang?."Ares mengusap dagunya sambil memperhatikan pemandangan didepannya yang hampir seluruhnya tertutupi salju Putih. Disana terdapat pegunungan yang tertutupi Salju yang diberi nama Jajaran Pegunungan Brahma.
"Tidak ada salahnya aku pergi berkeliling daerah sini."Ucapnya lalu berjalan masuk kedalam hutan bersalju dengan pedang ditangannya.
Baru saja menginjak kakinya didalam hutan terdapat gerombolan monster serigala putih yang berlari kearahnya dengan mata penuh Niat membunuh. Ares Tersenyum Lebar lalu menarik pedangnya dari sarungnya.
[ White Wolf Lvl 230~350+ ]
Mereka semua mendekat lalu menyerang Ares dengan gigi-gigi mereka yang tajam namun beberapa saat kemudian mereka semua mati dalam keadaan tubuh terbelah menjadi dua.
"Huh? Cukup lemah dari yang kukira."Ares lalu menggunakan Void Eater lalu kembali berjalan masuk kedalam hutan menggunakan Perfect Stealth dia menyusuri hutan tanpa masalah.
Ia berjalan Menembus pepohonan hutan salju sambil sesekali berpikir apa jenis Dragon yang akan ditetaskan? Apa itu Destruction Dragon atau Jade Dragon? Entahlah itu hanya bisa dijawab oleh waktu.
Dipinggirannya terdapat tulang belulang entah monster atau manusia dan dari dalam Gua keluar Bau darah disertai niat membunuh.
"Siapapun yang tinggal disini bisa dipastikan bukan manusia."Ares tidak masuk kedalam Gua karena dia tahu didalam gua terdapat makhluk hidup yang sedang tertidur.
Ares menebang pohon satu persatu lalu menutupi pintu masuk gua dengan kayu itu, setelah sudah menutupi semua sisinya Ares lalu membakarnya dan membiarkan asapnya masuk kedalam Gua.
"Cara ini cukup praktis karena untuk memperlemah musuh."Ucap Ares Sembari mengipas-ngipas tumpukan kayu yang terbakar itu.
Dari dalam Gua makhluk tinggi besar dengan tubuh dipenuhi bulu putih bangun karena mencium bau sesuatu dan menyadari tempatnya tinggal sudah penuh dengan Asap.
ia lalu pergi keluar dan menemukan Pintu masuk Gua ditutupi Tumpukan kayu yang terbakar, Dengan Amarah diubun-ubun dia merangsek tumpukan kayu terbakar itu dengan Raungan keras.
"UAWAAAAGHHHHHHHHH!!!!!!.....HUH?!."Dia melihat seorang Pria berambut panjang menatapnya dengan mata biasa saja.
"Yeti rupanya kupikir apa."Ucapnya lirih lalu menghela nafas dan mengayunkan pedangnya, Seketika kepala Yeti itu terpisah dari tubuhnya lalu mati.
Ares hendak meninggalkan tempat itu dan mengingat satu hal"Oh? Bukannya Kulit Yeti itu cukup mahal? Berarti akan sia-sia jika aku membuangnya kubawa saja dia kerumah."ucapnya lalu menyeret mayat Yeti itu kembali kerumah.
__ADS_1
*****************
"Kemana anak Bangor satu itu? kenapa belum pulang padahal hari sudah mulai gelap, Apa dia nyasar dihutan atau ditelan monster?."Kakeknya mulai berpikiran yang tidak-tidak, Dia menggelengkan kepalanya"Mana mungkin baso urat macam dia ditelan monster, paling juga lagi latihan digunung atau hutan."Ucapnya lalu masuk kedalam rumah namun dia mendengar suara orang menyeret benda berat.
dia membalikkan tubuhnya dan menemukan Ares sedang menyeret mayat Yeti yang sudah kehilangan kepalanya, Dia Tersenyum tanpa rasa bersalah sambil melambai-lambaikan tangannya yang memegang Pedang.
"Yeti itu, jangan-jangan!."Dia melesat lalu membalikkan tubuh Yeti itu dengan tenaga luar biasa dan menemukan Tato dengan gambar tengkorak hitam dipunggungnya.
"Kenapa kek?."Tanya Ares, kakeknya hanya diam dengan wajah penuh urat dan menatap Ares kesal.
"Bocah Setan, Apa kau tahu makhluk apa yang kau bunuh?."ucapnya sambil mencengkram kepala Ares dengan wajah kesal.
"Tidak."ucap Ares santai.
Kakeknya memukul kepalanya keras, pukulan itu menyebabkan benjol cukup besar yang membuat Ares marah dan bingung.
"Kenapa ini kek?! kenapa kau memukul ku?!."Ucapnya sambil menatap tajam kakeknya.
"Dari bocah Setan! Yeti yang kau bunuh itu adalah anggota koloni Yeti terbesar diutara! Mereka adalah koloni Yeti black Skull yang jumlahnya bisa ribuan, mereka semua akan memburu siapapun yang membunuh anggota koloni mereka dan Yeti yang kau bunuh ini adalah salah satu anggotanya!."Ucapnya sambil menarik kerah baju Ares.
Ares hanya memasang tampang biasa lalu melepaskan dirinya dari kakeknya"lalu apa masalahnya? Jika mereka datang tinggal bunuh saja apa susahnya?."Ucapnya sambil mengupil.
Kakeknya menghela nafas"memang tidak Sulit membunuh mereka, yang sulit adalah mengahadapi mereka yang jumlahnya bisa ribuan bahkan belasan ribu. Dan sekarang lihat kau memancing mereka semua datang kemari."Ucap kakeknya sambil menunjuk kearah hutan.
Hutan itu bergetar dan dari kejauhan terdapat Ribuan Yeti yang berlari kearah mereka dari dalam hutan dengan wajah dipenuhi Amarah dan kemurkaan.
"Banyak juga."Ares menyipitkan matanya sambil melihat jumlah Yeti dari dalam hutan.
"Iyakan, Sekarang mau gimana?."kakeknya melihat Ares yang Sudah menarik pedangnya. Dia menaikkan satu alisnya"Gimana yang gimana, Dilawanlah masa ditontonin."
"Hufffff.... terserah kaulah."Kakeknya menarik katananya yang berada dipinggulnya lalu memasang kuda-kuda.
"Kau siap?."
"Selalu ya."
Mereka berdua lalu melesat kearah Ribuan Yeti sambil mengayunkan pedangnya dengan wajah penuh senyuman sedangkan kakeknya memasang wajah serius dan mengayunkan katananya juga, mereka berdua mengeluarkan Aura dari tubuh mereka sambil mengayunkan pedang mereka masing-masing.
__ADS_1