
Ares mengayun-ayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan menghancurkan semua Jarum-jarum es yang terbang kearahnya, dengan menggunakan Aura yang ada didalam tubuhnya dia bisa membuat efek destruktif dari pedangnya menjadi lebih menakutkan.
Setiap tebasan yang dia lepaskan membuat pepohonan disana hancur berantakan, Terdapat banyak sekali bekas tebasan pedang yang berasal darinya disana.
Ares dengan cepat melesat kearah Kalte dengan pedang yang digenggam erat ditangannya, Kalte yang terbang tersenyum menghina dan mengeluarkan mantra-mantra yang jauh lebih kuat.
Dia mensummon Seekor monster raksasa yang dikenal sebagai Behemoth, hampir seluruh bagian tubuhnya terbuat dari Es yang keras dan memiliki pertahanan yang tinggi. bukan cuma satu Behemoth tapi terdapat lima ekor yang menghalangi jalannya.
Ares mendengus kesal melihat makhluk tidak jelas yang ada didepannya sekarang.
"Dunkenheit Sword Art Bentuk Kelima : Five Piercings of Ocean Splitting."
Ares menusukkan pedangnya dengan sangat cepat kearah Lima Behemoth Es yang ada didepannya, kelima Behemoth Es yang didepannya langsung hancur saat pedangnya menusuk mereka. Saat mereka hancur Ares tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melesat lalu melompat tinggi kearah Kalte.
dengan pedang yang siap diposisi menyerang, dia melemparkan tebasan dan tusukan dengan kecepatan tinggi yang membuat area disekitar mereka bergetar hebat saat karena serangannya. Serangan-serangannya membuat banyak debu berterbangan menutupi pengelihatannya namun dengan satu tebasan tangan debu itu hilang dan menunjukkan, Kalte yang bersembunyi dibalik Barrier tranparans didepannya.
Senyum penuh kesombongan terpancar jelas diwajahnya, dia mengangkat kedua tangannya"{ Five Giant Ice Swords }."Dari belakangnya muncul lima pedang Es raksasa yang siap menyerangnya.
Pedang-Pedang raksasa itu langsung melesat kearahnya, Ares yang jatuh secara perlahan kebawah mendengus kesal lalu menghancurkan Pedang-Pedang es raksasa itu dalam sekali tebasan. Tebasan yang dia buat membuat kelima Pedang es raksasa itu hancur berkeping-keping dan membelah udara yang ada disana.
Ares mendarat lalu menatap tajam Kalte yang terbang cukup jauh darinya"Melihat pergerakannya yang seperti menghindari dan menjaga jarak dari ku sepertinya dia ingin menggunakan atau mengaktifkan Skill miliknya. entah apa itu tapi akan lebih bagus jika aku terus menyerang dan memojokkannya."Ares menggenggam erat Pedangnya lalu melesat kearahnya.
Senjata-senjata es dengan berbagai ukuran dan bentuk muncul didepannya lalu melesat kearahnya, Ares mendengus kesal lalu menghancurkan senjata-senjata didepannya hanya dengan beberapa kali tebasan dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk menyerang kalte.
Ares berlari kencang lalu melompat tinggi kearah Kalte, ditangannya terdapat pedang yang siap menyerang dengan kekuatan penuh"Dunkenheit Sword Art Keenam : Stab the Fallen Heaven Dragon!."Ares menusukkan pedangnya dengan kekuatan penuh, pedangnya untuk sesaat terlihat seperti Dragon yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
Tusukkan itu mendarat dengan keras dibarrier Kalte dibarengi dengan suara-suara kaca yang pecah, Tusukankan itu menghancurkan Barriernya dan dengan mulus mendarat ditubuhnya hingga membuat terpental kebawah dan terpendam ditanah.
Kalte tersenyum tipis merasakan luka lebar yang ada dibahunya"Khahaha.. aku cukup beruntung bisa menggunakan Barrier terakhir untuk memindahkan titik vitalku, kalau tidak aku sudah mati tadi."dia bangkit lalu membersihkan tanah yang menempel dibahunya dengan gaya sombong dan angkuh.
"Hebat juga bisa menghindari serangan tadi disaat-saat terakhir, reflek yang luar biasa tadi mungkin bisa didapatkan dengan latihan-latihan yang sangat keras, namun melihatnya sebagai gabungan dari dua makhluk seperti itu mungkin."Ujarnya sambil mengusap dagunya.
Dia menggenggam Erat pedangnya lalu melemparkan Tebasan-tebasan kearah Kalte puluhan kali hingga tempat dia berdiri porak-poranda terkena tebasannya, Ares tersenyum lalu berbalik dan menemukan Kalte berada jauh dibelakangnya sambil memegangi bahunya.
dia mengangkat kedua tangannya sambil tersenyum tipis. Tiba-tiba sebuah pedang es raksasa muncul diatasnya, ukuran pedang es ini puluhan kali lebih besar dari yang tadi bahkan sampai membuat Barrier yang melindungi mereka hampir jebol.
Pedang raksasa itu turun dengan sangat cepat kebawah, Ares hanya tersenyum tipis lalu mengayunkan pedangnya secara perlahan, Tebasan-tebasan pedang dia lepaskan secara perlahan dan beberapa saat kemudian Pedang Es Raksasa itu langsung terpotong-potong dengan rapih.
Lalu jatuh kebawah menjadi Kepingan-kepingan es raksasa, Kalte terlihat kesal dan marah lalu mengeluarkan banyak Pedang-Pedang dengan ukuran yang sama persis seperti tadi.
Ares hanya mendengus kesal melihat beberapa Pedang es raksasa yang ada diatas kepalanya, Ares menjentikkan jarinya dan pada saat itu sebuah Pedang raksasa berwarna oranye menyala muncul tepat disamping Pedang-Pedang es raksasa itu.
Pedangnya langsung menghancurkan Pedang-Pedang es raksasa itu dengan sekali tebasan, dan Pedang-Pedang es raksasa itu langsung Hancur berkeping-keping layaknya sebuah kaca.
Ares mengarahkan jari kearah Kalte dan pedang raksasa disampingnya dengan cepat melesat kearahnya, pedang itu menancap disana namun beberapa saat kemudian Pedang raksasa itu diselimuti Es yang dalam sekejap membuat pedang itu membeku.
"Sudah kuduga kau akan berbuat seperti itu. jadi ini hadiah untukmu."Ares menjentikkan jarinya lagi.
Pedang itu bersinar terang dan Es yang menyelimuti mulai meleleh karena merasakan panas dari pedang raksasa miliknya, Tidak lama kemudian pedang itu meledak dan menghancurkan semua yang ada disekitarnya.
Ares bisa melihat Kalte yang keluar dari sana dengan memegangi bahunya, dengan senyum Sombong yang masih terpasang diwajahnya.
__ADS_1
"Ini membuang-buang waktu, sepertinya perkiraanku tentang dia merencanakan sesuatu itu benar. dia mengulur waktu sebanyak mungkin agar fokusku teralihkan sementara dia fokus melakukan sesuatu."Ujarnya sambil mengusap dagunya.
"Aku mulai paham dengan jalan pikiranmu tapi, itu masih terlalu naif untuk bisa menipuku."Ares mengambil Magic Scroll.
"{ Stream Of Lava }."Magic Scroll itu terbakar dan hangus, tidak lama kemudian tanah disana mulai bergetar dan panas mulai terasa.
Gunung-gunung kecil muncul dari bawah tanah dan memuntahkan Lava cair yang dengan sangat cepat membuat Arena pertarung mereka menjadi dipenuhi dengan Lava cair.
Dalam waktu sekejap aliran lava membuat Es dan salju disana mencair dan dalam waktu beberapa menit saja semua salju dan es yang ada disana menguap lalu menghilang, Hawa dingin luar biasa digantikan dengan hawa panas yang begitu menyesakan.
Rasanya seperti berdiri diatas panci penggorengan dengan minyak panas didalamnya.
Ares menyeringai tajam"Nah kalau seperti ini kau bisa apa sekarang? tunjukkan padaku semua yang kau miliki!."Ujarnya dengan seringai lebar.
Ares membuka lebar kedua tangannya dengan seringai lebar diwajahnya, Ares kali ini benar-benar tidak mau membuang-buang waktu karena dia sendiri yakin Kalte merencanakan sesuatu. merubah seluruh tempat ini membuat dia menjadi sulit bergerak atau menyerang dengan leluasa.
karena senjata-senjata es yang dia buat pasti akan menguap karena hawa panas dari Lava cair yang mengalir keseluruh tempat ini.
Kalte menggeram kesal dan menggertak giginya penuh amarah"Bangsa*! bangsa*! bangsa*! Bangsa*!!!!!..."Dia menatap Ares dengan penuh nafsu membunuh.
Ares hanya tersenyum merasakan nafsu membunuh yang terarah padanya itu.
Lalu sebuah senyum kemenangan terukir diwajahnya, sebuah senyuman yang membuat perasaannya tidak enak.
dia menunjuk kearah Ares lalu berkata"Kau sebut ini serangan? Membosankan!! Giliranku sekarang!!!."Dia menjentikkan jarinya.
__ADS_1
seketika itu Cahaya yang membutakan mata bersinar sangat terang dibarengi dengan suara ledakan yang amat besar.