Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
195.Invasi Pasukan Demon God


__ADS_3

Pasukan Demon God selama Ragnarok berlangsung telah membunuh jutaan nyawa dan meruntuhkan banyak kerajaan, tak terhitung jumlahnya nyawa yang mereka ambil dan tak terhitung pula kejahatan yang mereka lakukan. dengan kata lain ras iblis merupakan ras paling berdosa diyggdrassil.


Mereka membunuh tanpa panda bulu dan memperbudak banyak sekali ras dibawah mereka, ras yang sudah menjadi budak akan digunakan sampai mereka mati lalu dibuang begitu saja atau dimakan setelahnya. mereka adalah sebuah pasukan yang benar-benar tidak memiliki belas kasih terutama komandan tertinggi mereka.


pada dasarnya Pasukan Demon God dibagi menjadi beberapa Divisi dengan seorang Demon King atau Noble Devil sebagai komandan tertinggi, iblis yang menjadi komandan tertinggi mereka setidaknya memiliki gelar bangsawan sampai tingkat Count. dibawah gelar itu akan menjadi wakil atau penanggung jawab.


Iblis yang menjadi komandan tertinggi di Pasukan Demon God tidak dipilih secara sembarangan, mereka yang dipilih harus memiliki kontribusi besar terhadap Demon God dan memiliki kepintaran serta kekuatan yang mencukupi. saat ini Pasukan Demon God Divisi Ke-14 yang dipimpin oleh Demon King Of Evil Dragon, Dragster. sedang menginvasi Kerajaan Erde's yang berada didekat wilayah jajahan Demon God.


Tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan persenjataan yang ada dikerajaan Erde's serta menguasai tambang yang ada disana, mereka juga mendapat informasi jika didalam Kerajaan terdapat banyak sekali magic item tingkat tinggi.


Kerajaan Erde's saat ini memiliki letak geografis yang sangat menguntungkan, karena letak kerajaan Erde's yang ada didalam jajaran pegunungan emerald yang memiliki banyak sekali terowongan-terowongan bercabang.


Bagi yang tidak tahu, Kerajaan Erde's merupakan sebuah yang ada didalam jajaran pegunungan emerald. kerajaan ini merupakan kerajaan yang unik karena terletak didalam gunung dengan banyak sekali jalan bercabang yang mengarah kebanyak tempat-tempat berbahaya. banyak jalan bercabang disini karena penambangan logam yang ada dikerajaan Erde's membuat banyaknya terowongan-terowongan bercabang disana.


Meski banyak bahkan tidak terhitung jumlahnya para Dwarf atau Hobbit bisa membedakan mana jalan yang berbahaya atau tidak, ini semua karena insting menambang mereka yang bisa memberitahu terdapat sesuatu yang berbahaya atau tidak.


Dari segi geografis, persenjataan dan tentara Kerajaan Erde's bisa tidak terkalahkan jika bertarung didalam gunung, ini terbukti dari Kerajaan Erde's yang masih bis bertahan meski digempur dari segal arah.


Pasukan Demon God juga saat ini sedang mengalami kesulitan karena banyaknya jumlah jebakan-jebakan yang para Dwarf dan Hobbit pasang, serta mereka juga harus berhadapan dengan jalan bercabang yang membingungkan dan serangan tiba-tiba dari tentara Kerajaan Erde's.


Ditambah lagi bentuk jajaran pegunungan emerald yang mirip seperti benteng membuat mereka lebih sulit untuk menyerang Kerajaan Erde's, bentuk jajaran pegunungan emerald hampir seluruh pegunungan terjal membuat jajaran pegunungan emerald menjadi sebuah benteng alami.


Menyerang dari udara memang terdengar bagus, tapi nyatanya itu tak lebih dari sebuah mimpi buruk karena para Dwarf memiliki Magic Canon yang dapat langsung membunuh mereka jika terlihat, dibawah tanah maupun menyerang bergerombol tidak membuah hasil karena para Dwarf tetap bisa bertahan.


Meski begitu para Dwarf memiliki batasan juga karena mereka juga mahkluk hidup, gempuran yang dilakukan oleh Pasukan Demon God secara terus menerus membuat persediaan sandang pangan mereka perlahan menipis hingga berakibat fatal bagi mereka.


Menipisnya persediaan sandang pangan membuat para tentara tidak memiliki cukup energi untuk berperang, memasang jebakan ataupun melawan Pasukan Demon God. ditambah lagi persediaan didalam kota juga mulai menipis yang membuat mereka terpojok hingga beberapa kota mereka berhasil dijebol dan dikuasai.


Mereka melakukan banyak tindakan pencegahan untuk menutup semua akses menuju kota didekat kota yang sudah dikuasai Pasukan Demon God, mereka meruntuhkan banyak sekali terowongan-terowongan yang biasa menjadi akses mereka kekota-kota yang sudah dikuasai. Mereka juga mengerahkan banyak tentara mereka dikota yang berbatasan langsung dengan kota-kota yang sudah dikuasai.


Mereka saat ini terhimpit oleh situasi yang sangat rumit, mereka tidak bisa pergi keluar karena diluar mereka Jajaran pegunungan emerald dikepung Pasukan Demon God, membuat akses keluar masuk mereka tertutup sepenuhnya.


Dengan tertutup akses keluar masuk membuat mereka tidak bisa meminta bantuan ataupun mencari persediaan makanan, meski terdapat makhluk-makhluk yang bisa dimakan didalam pegunungan emerald mereka tidak bisa melakukan itu karena kebanyakan dari mereka memiliki racun yang sangat kuat jadi mereka tidak bisa memakan makhluk-makhluk tersebut.


Yang mereka bisa lakukan hanyalah mengirim 7 Orang Hobbit yang ditugas pergi meminta bantuan Keluarga Dunkenheit sekaligus Pendeta Pohon Dunia. mereka mengirimkan 7 Hobbit itu melalui magic circle teleportasi yang biasa penggunaan sangat besar, satu kali penggunaan Magic Circle Teleportasi itu setara dengan penghasilan bersih Kerajaan mereka selama 5 tahun.


Meski biayanya sangat besar mereka tidak punya pilihan selain menggunakan itu untuk meminta bantuan kekeluarga Dunkenheit.


**************************************


Didalam benak Ares terdapat satu pertanyaan yang selalu terpikir didalam dirinya. kenapa Kerajaan Erde's meminta bantuan pada keluarganya dan bukan pada Kerajaan-kerajaan yang ada didekatnya?


Pertanyaan itu dijawab oleh dirinya sendiri, bisa saja mereka memiliki kepercayaan jika Keluarga Dunkenheit bisa memukul mundur pasukan Demon God, atau mereka memiliki relasi lama yang yang dibangun kembali dengan Keluarga Dunkenheit dan sebagainya. pertanyaan itu terjawab oleh dirinya sendiri tapi jika tidak ada informasi pasti ia tidak bisa tenang.


Ia sudah mencoba untuk bertanya pada Amelia dan para Hobbit tapi nyatanya mereka tidak tahu kenapa mereka disuruh melakukan hal tersebut, meski Damon telah memberikan beberapa alasan yang masuk akal tapi itu tidak membuat Ares puas.

__ADS_1


Jika belum mendapatkan informasinya secara langsung dan pasti dia tidak akan pernah puas, dan disaat yang bersamaan.


Ares bersama dengan Vlad, Damon dan Ulbert dan rombongan Amelia dengan keenam Hobbit berangkat kekerajaan Erde's dengan kecepatan penuh, mereka menggunakan kereta sihir yang pernah dipakai dulu saat ujian Tomb of the Thousand Swords.


Dengan magic { See through } yang dipasang pada kereta sihir membuat kereta Sihir itu menjadi tidak kasat mata dan dapat dengan mudah menembus berbatasan negara manapun tanpa takut ketahuan.


Sementara itu didalam kereta, para Hobbit dan ketiga bawahannya membicarakan dengan dalam cara mereka masuk kedalam kerajaan. menggunakan peta yang memuat isi semua terowongan yang ada dikerajaan Erde's mereka membicarakan hal tersebut cukup lama.


Amelia disaat yang sama merasa tertekan duduk didepan Ares, dia sudah duduk didepan Ares sejak beberapa hari lalu dan mereka sudah bercakap-cakap selama beberapa hari itu.


Tapi yang membuat dia tidak tahan adalah tekanan yang Ares keluarkan ketika sedang melamun, itu rasanya membuat dirinya seperti berhadapan dengan seorang predator puncak yang menatapnya seperti sebuah makanan.


'Entah kenapa aku merasa bersyukur bisa duduk dikursi yang empuk ini, jika tidak aku tidak akan bisa bertahan selama ini! dan lagi apa perlu dia mengeluarkan tekanan seperti itu saat sedang berpikir? tidakkah itu terlalu berlebihan?.'Keluh Amelia sambil menghela nafas berat.


Dia lalu melirik Ares yang menatap Jendela yang ada disampingnya, dia tampak fokus menatap pemandangan diluar jendela sampai-sampai membuat dahinya mengernyit. entah apa yang dia pikirkan sampai membuat dahi mengernyit tapi yang pasti itu cukup penting sampai dia membuat ekspresi seperti itu.


"Emm.. apa ada sesuatu diwajahku?."Ares menggaruk pipinya sambil tersenyum, dia sebenarnya merasa tidak nyaman merasakan tatapan tajam dari Amelia yang rasanya bisa menembus tubuhnya.


"Ah tidak Tuan Ares, saya hanya berpikir apa yang anda pikirkan sampai-sampai mengerutkan kening seperti itu."Ujar Amelia sambil tertawa canggung.


"Aahh jadi begitu ya, sebenarnya aku sedang memikirkan bagaimanapun cara memukul mundur Pasukan Demon God setelah sampai disana. aku sudah memikirkan hal itu sejak beberapa hari lalu, jadi maaf jika aku mengganggumu."Ares membungkuk sedikit tubuhnya.


Saat itu Amelia langsung paham dan mengerti alasan Ares bersikap seperti itu, dia tidak menyangka Ares akan memikirkan hal itu jauh-jauh hari bahkan sebelum mereka sampai dikerajaan Erde's.


'Betapa hebatnya dia sampai memikirkan hal tersebut, padahalaku saja tidak memikirkan hal tersebut.'Dia tersenyum cerah pada Ares dan merasa kagum padanya.


"Lady Amelia, berapa banyak kotanyang sudah dikuasai Pasukan Demon God? dan sudah berapa lama mereka menguasai kota itu?."


"Umm.. mereka saat ini sudah menguasai 3 kota dikerajaan kami dan mereka sudah menguasai 3 kota tersebut selama beberapa bulan."


"Hmm begitu ya, lalu tindakan pencegahan apa yang kalian lakukan selama kota itu dikuasai?."


"Yang kami lakukan selama ini adalah menutup semua akses kota yang sudah dikuasai dan memasang banyak jebakan dijalan-jalan yang masih bisa digunakan sebagai akses keluar masuk, kami juga telah menempatkan cukup banyak tentaranya disana."


"Hmm begitu kah."


Menurut Ares sendiri tindakan pencegahan yang dilakukan Kerajaan Erde's sudah cukup tepat, dengan ditutup akses keluar masuk kekota tersebut membuat pergerakan Pasukan Demon God yang menguasai kota menjadi terhenti. tapi itu cuman sementara karena mereka bisa saja membuat jalan lain menuju kota-kota terdekat.


Menggunakan sihir ataupun magic item yang dapat membuat jalan dengan mudah, Kerajaan Erde's harus mempersiapkan diri jika hal yang tidak dinginkan terjadi. karena bisa dipastikan tindakan pencegahan itu hanya bersifat sementara saja.


"Kalau begitu berapa jumlah tentara yang dimiliki kerajaan saat ini?."


"Sekitar--?!."


Belum sempat Amelia melanjutkan perkataannya Kereta sihir yang mereka tumpangi tiba-tiba berguncang hebat, yang menyebabkan semua penumpang yang ada didalam kereta sihir terhempas kesisi lain kursi.

__ADS_1


Kereta Sihir pada saat itu langsung mengaktifkan mode pertahanan karena diserang oleh sesuatu, seketika itu barrier berlapis-lapis terbentuk dan melindungi semua sisi kereta sihir.


"Akhh... apa itu tadi? kenapa tiba-tiba keretanya berguncang hebat?."Amelia berusaha bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Sepertinya kita diserang sesuatu dari bawah."


Seketika itu Ares, Damon, Vlad, Ulbert dan Amelia berserta semua Hobbit menengok keluar jendela dan betapa kagetnya mereka ketika melihat pemandangan diluar Kereta sihir.


Dibawah mereka terdapat banyak sekali tentara yang sedang mengoperasikan sebuah Magic Canon yang diarahkan kekereta sihir mereka, tampak tentara itu berjumlah sangat banyak dan dalam sekali lihat mereka bisa mengetahui mahkluk-makhluk apa itu.


Yang ada dibawah mereka merupakan sekumpulan demon dalam jumlah yang sangat banyak, tidak ada kata lain yang bisa mereka gunakan untuk menggambarkan mereka selain cacat, kepala mereka bengkak, lengan kiri mereka sangat tipis, lengan kanan mereka besar dengan banyak tentakel keluar dari sana, kedua kaki mereka tampak panjang sebelah, mereka juga tidak memiliki apapun untuk membedakan jenis kelamin mereka, dan nanah kuning mengalir dari lubang ditubuh mereka yang tidak terhitung jumlahnya. mereka adalah sebuah pasukan yang tepat dikatakan sangat buruk.


Mereka tampak bekerjasama satu sama lain untuk mengoperasikan Magic Canon yang mereka tembakkan sebelumnya, mereka juga menggunakan berbagai macam magic untuk menyerang kereta kuda mereka yang melayang diudara.


"Bagaimana mungkin mereka bisa ada disini?! seharusnya kerajaan Erde's masih jauh dari sini lalu kenapa mereka bisa ada disini?! apa jangan-jangan kerajaan Erde's sudah--!."


"Tenanglah Nona Muda, tenangkan dirimu! kerajaan tidak mungkin selemah itu sampai bisa ditembus dalam waktu singkat!."Salah satu Hobbit menyemangati Amelia agar tetap tenang.


Amelia mengangguk dengan tubuh menggigil ketakutan, dan dia tampak sangat ketakutan membayangkan kerajaan hancur.


Ares menepuk pundak Amelia lalu berkata"Lady Amelia, aku memang tidak tahu seberapa kuat kekuatan militer kerajaan anda tapi aku yakin mereka masih bertahan sampai sekarang."


"K-kau benar Tuan Ares, pasti kerajaanku masih bertahan sekarang."Amelia perlahan menjadi lebih tenang berkat perkataan Ares, meski Ares sendiri tidak terlalu yakin dengan perkataannya.


"Apa yang kalian tunggu?! cepat melesat kekerajaan Erde's secepat mungkin!!."Seru Ares memerintahkan bawahannya.


"Siap Tuan!."


Seketika itu Damon mengambil alih kemudi dan langsung melesat dengan sangat cepat kekerajaan Erde's, mereka melesat dengan sangat cepat sembari menghindari tembakan-tembakan yang dilontarkan para demon.


Mereka melesat dengan sangat cepat sampai tembak-tembakan para demon tidak bisa mengenai kereta sihir mereka, tapi sesuatu yang sangat besar langsung menghantam Kereta sihir mereka yang menyebabkan Barrier berlapis-lapis yang melindungi mereka hancur seketika.


Kereta sihir mereka langsung hancur berantakan diudara karena ledakan itu, dengan sangat cepat para bawahannya langsung menyelamatkan Amelia dan para Hobbit lalu mendarat ditanah dengan keras.


Kereta sihir mereka langsung meledak ketika mendarat ditanah, Ares yang menggendong Amelia menghela nafas lega ia bisa bereaksi cepat dengan menyelamatkan Amelia.


"Tuan! apa anda baik-baik saja?!."


Damon dengan menyeret tiga Hobbit ditangannya berlari kearahnya, dibelakangnya terdapat Vlad dan Ulbert yang masing membawa Hobbit ditangan mereka.


"Ya, aku baik-baik saja. tapi sepertinya kita berada dalam masalah sekarang."Ares menarik pedangnya sambil melirik sekitarannya. Vlad, Damon dan Ulbert mengedarkan pandangan mereka kepepohonan disekitar mereka.


Dari balik pepohonan yang berkabut muncul mahkluk-makhluk yang mereka temui sebelumnya, kabut disana menghilang dan menampilkan mereka dikepung ribuan Demon yang siap membunuh mereka.


"Sepertinya kita mendarat ditengah-tengah pasukan Demon God, betapa tidak beruntungnya kita mendarat disarang musuh seperti ini. tapi kalian bisa membukakan jalan untukku, kan?."Ares tersenyum melihat kearah ketiga bawahannya.

__ADS_1


"Laksanakan!! kami siap membukakan jalan untuk anda!."Seru Damon dan dia langsung memakai sarung tangannya, jari-jarinya memanjang dan menjadi sebuah cakar yang bersatu dengan sarung tangan yang ia pakai.


Vlad mencengkram udara dan dari udara itu terbentuk aliran darah yang membentuk menjadi sebuah pedang yang tampak begitu mengerikan, Ulbert menyeringai lalu menghentakkan Staffnya ketanah sambil mengaktifkan Skill"Aktifkan Skill [ Tsathoggua ]!."


__ADS_2