
Ares mengusap dagunya sambil melirik kearah tiga orang didepannya lalu berkata"Jadi maksud kalian adalah Pangeran kedua ingin melakukan pemberontak untuk mengambil alih Takhta Raja dan menyingkirkan Putra Mahkota, begitu?."Ares perlahan mulai bisa mencerna apa yang mereka katakan.
Sebelumnya kakeknya menceritakan masalah utama dari semua situasi rumit ini, jika diringkas. Pangeran kedua ingin mengambil Alih takhta Kerajaan dengan dukungan Mantan Kepala Keluarga dari lima keluarga besar untuk menjadi pendukungnya. alasan kenapa Pangeran kedua ingin melakukan pemberontak karena ia merasa Putra Mahkota tidak layak untuk memegang kursi kekuasaan.
Mantan Kepala Keluarga dari lima Keluarga Besar tentu sudah mengetahui sikap dan perilaku Putra Mahkota yang sama sekali tidak mencerminkan sosok seorang Raja, maka dari itu Pangeran kedua menginginkan Ares untuk menjadi pendukung utamanya, ini dilakukan agar nama Ares serta wajah Ares lebih dikenal oleh banyak Keluarga Bangsawan.
Karena mau bagaimanapun ia harus mengakui sangat jarang terdapat bangsawan yang pernah melihat wajahnya secara langsung.
"Tapi ini membuatku heran, bukannya kita memiliki wewenang penuh untuk menolak menjadi seorang pendukung? kenapa tiba-tiba kita diharuskan menjadi seorang pendukung disaat kita hampir tidak pernah menyatakan dukungan pada siapapun."Ares memiringkan kepalanya.
Tentu dia juga merasa ini aneh, Keluarganya selama ini tidak pernah mendukung salah satu dari pangeran yang akan menjadi raja. membuat Keluarganya menjadi netral diantara Lima keluarga besar lainnya karena mereka tidak pernah menunjukkan dukungan pada siapapun.
Richard mendengus lalu mengambil sesuatu dari balik baju lalu memberikan pada Ares, itu adalah sebuah surat dengan segel kerajaan Gottlich.
"Bacalah surat ini setelah itu ku akan mengerti semuanya."Ujar Richard menyuruh Ares membaca surat itu, Ares Mengerutkan keningnya dan mengambil surat itu lalu membukanya dan membacanya.
Seketika itu wajahnya menjadi serius saat membaca surat itu, dia menaruh surat itu lalu mengusap dagunya dengan tampang rumit.
"One Quintilion Agreement, begitu kah kalian menyebut perjanjian ini? tapi apa mereka benar-benar akan membayar kita sebanyak ini hanya untuk sebagai dukungan dan pembebasan!? ini terlalu mencurigakan untuk dibilang sebuah perjanjian!."Ares menggebrak meja dengan kesal, meja itu langsung patah menjadi dua.
Mereka bertiga menghela nafas tapi Catherine yang pertama berbicara.
__ADS_1
"Aku tahu sulit bagimu untuk mempercayai hal ini, tapi beginilah adanya. perjanjian ini sudah ada sejak zaman kerajaan ini dibangun dan perjanjian ini sudah ditandatangani kedua belah pihak tanpa keberatan satu sama lain. harusnya perjanjian ini sudah menghilang ratusan tahun yang lalu tapi entah bagaimana caranya Pangeran kedua mendapatkannya kembali."Catherine menggelengkan kepalanya pasrah.
Surat yang dia baca tidak bisa disebut sebuah perjanjian karena ini bisa dikatakan sangat berat sebelah.
Isi perjanjian itu adalah Untuk mendukung salah satu pangeran yang akan menjadi Raja dimasa depan dan sebagainya gantinya Keluarga Kerajaan akan membayar dukungan itu dengan sejumlah besar koin emas, yang jumlahnya satu Kuintiliun dengan tambahan mereka akan diberikan satu permintaan.
Mungkin terdengar sangat tidak masuk akal tapi memang seperti inilah adanya, dulu Kerajaan Gottlich tidak memiliki pijakan yang kuat untuk mendirikan sebuah Kerajaan besar seperti sekarang, satu-satunya yang paling membantu mereka Adalah Keluarga Dunkenheit yang selalu menolong mereka.
Karena tidak mau Keluarga Dunkenheit pergi dari sisi mereka Raja Kerajaan Gottlich saat itu membuat perjanjian ini agar Keluarga Dunkenheit tetap disisi mereka sampai akhir, dan perjanjian ini juga yang menjadi kunci keretakan hubungan kedua belah pihak karena waktu itu Keluarga Dunkenheit sudah mengetahui niat asli dari Raja Kerajaan Gottlich kala itu.
Karena dinilai terlalu berharga untuk dilepas Kepala Keluarga Keluarga Dunkenheit waktu itu mau tidak mau ikut dalam urusan, hingga akhirnya Kerajaan Gottlich sebesar sekarang.
Tapi karena tidak banyak yang mengingat tentang perjanjian itu membuat itu dengan mudah dilupakan, tapi tidak dengan Keluarga Dunkenheit utama yang menyimpan salinan dari perjanjian tersebut, tapi karena terlalu lama disimpan membuat Para Kepala Keluarga lupa terdapat salinan pernjanjian itu diRuang harta mereka.
'Sialan ini benar-benar sangat konyol! bisa-bisanya mereka lupa tentang hal berharga seperti ini?! dan lagi jumlah yang mereka tawarkan sangatlah tidak masuk akal!! aku bahkan merasa mereka tidak akan bisa membayar uang sebanyak itu, tapi sepertinya itu bisa diganti dengan sesuatu yang lain dan seperti satu permintaan seperti tidak buruk juga.'Ares menyeringai sambil mengusap dagunya.
Gerald yang merasa anaknya menjadi aneh merasa heran"Ibu, kenapa dengan Ares?."dia berbisik pada Catherine yang ada disampingnya. Catherine menggelengkan kepalanya"Entahlah ibu juga tidak tahu, tapi yang pasti dia sedang memikirkan hal tersebut."Bisik Catherine balik. sementara itu Richard hanya bisa cemberut melihat dirinya yang ditinggal sendirian.
Setelah memikirkan beberapa hal Ares lalu berkata"Jadi sekarang aku hanya tinggal mengambil alih Posisi Kepala Keluarga lalu mendukung Pangeran kedua untuk membuat dia mengambil alih Takhta Kerajaan, tapi bukankah para pendukung Putra Mahkota dan para pendukung Putri Rania tidak akan tinggal diam melihat itu semua?."
"Karena itulah pemberontakan ini dibuat, tugas kita hanya menghancurkan pendukung Putra Mahkota dan Pendukung Putri Rania hingga tidak bisa bergerak, tapi yang menjadi masalah disini adalah kemungkinan dari Mantan Kepala Keluarga tidak setuju dengan pemberontak ini, tapi tidak perlu memikirkan hal itu karena aku yang akan mengurusnya."Ujar Richard dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Tapi perkataan Richard tidak bisa membuat mereka tenang begitu saja, memang benar mungkin saja terdapat beberapa pihak dari Lima keluarga besar yang menentang Pemberontakan tapi selama mereka tidak lebih kuat dari Richard, semuanya bisa diurus.
Ares memijit keningnya lalu berkata"Mari kita bicarakan ini nanti, karena aku perlu memikirkan banyak hal terlebih dahulu."Ares mulai merasa kepalanya menjadi pusing karena pembicaraan mereka.
"Um.. baiklah beristirahat, oh dan soal Upacara Penobatanmu menjadi Kepala Keluarga telah ditentukan oleh kami sebelumnya."
"Huh?! kenapa kalian tidak mendiskusikannya padaku dulu?! tunggu tidak, jadi kapan penobatanku menjadi Kepala Keluarga?."
Mereka bertiga saling bertukar pandangan lalu menganggukkan kepala"Satu tahun dari sekarang."
Ares menghela nafas berat"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali untuk beristirahat."Ares berjalan dengan lesu menuju pintu keluar.
"Ya beristirahatlah karena topik pembicaraan kita besok akan melibatkan Para Kepala keluarga cabang."
Ares terhenti sesaat lalu menoleh kebelakang dan menghela nafas berat, dia sudah tidak memiliki energi untuk kaget atau menanggapi dengan serius perkataan mereka. yang dia inginkan hanya satu!
"Turu aku ingin Turu."
******************************
Hai Guys!! pemberitahuan nih!
__ADS_1
Writer akan mengeluarkan seri novel baru yang akan saya rilis besok.
Judulnya adalah Legenda Sang Raja Pedang Dari Dunia Apocalypse!! pastikan kalian Lika komen dan up Vote ya agar writer semangat mengupdate kedua Novel ini. By By By By.