
Setidaknya membutuhkan waktu sehari bagi mereka untuk sampai ke ibukota, dengan kuda-kuda terbaik yang mereka miliki tentu tidak sulit terus berjalan dalam waktu yang lama.
Sesampainya di ibukota mereka langsung menuju mansion yang telah ditentukan, mansion yang mereka miliki terletak di pemukiman yang dihuni bangsawan kaya raya, ini bisa terlihat dari pakaian, Interior rumah dan perhiasan yang mereka pakai. Semuanya benar-benar mengisyaratkan mereka bangsawan kaya raya.
Ares sendiri tidak terlalu mempedulikan bangsawan-bangsawan yang menatap kereta kudanya dengan dingin, tentu saja melihat logo Keluarga Dunkenheit di kereta kudanya membuat banyak bangsawan menatapnya dengan tatapan permusuhan.
Karena mau bagaimanpun Keluarga Dunkenheit merupakan Keluarga Bangsawan yang dibenci dan dijauhi keluarga bangsawan lain. Perlu waktu beberapa menit bagi mereka untuk sampai ke mansion yang Gerald beli.
Mansion milik mereka terletak jauh didalam pemukiman dan termasuk mansion paling mahal serta mewah, itu bisa terlihat dari luar sekalipun. Semua yang ada didalam mansion milik mereka jauh diatas mansion milik para bangsawan sebelumnya.
Ares hanya menelan ludahnya melihat mansion keluarganya, dia berpikir pastilah mansion ini memiliki harga sangat tinggi dengan biaya perawatan yang tidak kalah tinggi. Memikirkan jumlahnya saja membuat Ares menghela nafas panjang.
Disisi lain jamuan diistana kerajaan akan diadakan pada malam hari dan ini akan dihadiri oleh banyak bangsawan-bangsawan penting, yang tentunya dihadiri oleh Lima Keluarga Besar. Jadi mereka menunggu malam terlebih dahulu sambil melepas penat selama perjalanan.
Aisyah dan Max sudah tidur terlebih dahulu dan sepertinya mereka akan tetap seperti itu, sementara Gerald, Richard dan Catherine bersiap untuk menghadiri jamuan diistana kerajaan. Mereka menyiapkan pakaian dan perhiasan terbaik untuk dipakai selama jamuan.
Ini tentu saja berguna agar tidak ada orang yang memandang rendah Keluarga Dunkenheit, setidaknya memperlihatkan ekonomi mereka membuat bangsawan-bangsawan arogan itu sadar diri.
Siang berganti sore dan sore berganti malam. Tidak terasa mereka menghabiskan waktu cukup lama untuk mempersiapkannya semuanya.
Ares menuruni tangga sambil mengikat rambutnya, dibawah dia bisa melihat Richard dan Gerald yang sedang berbincang-bincang.
"Dimana nenek, Aisyah dan Max? Apa mereka masih bersiap?."Ares duduk disamping mereka, Gerald mengangguk menanggapi pertanyaan Ares"Nenekmu sedang mendandani anak-anakmu, kupikir perlu waktu sedikit lebih lama karena perempuan kalalh dandan memakan banyak waktu."Gerald berkata dengan suara malas.
__ADS_1
Ares dan Richard mengangguk setuju, seperti itulah wanita kalau dandan tidak terbatas ruang dan waktu. Seakan dunia milik mereka sendiri.
"Apa kelima Empat Keluarga Besar lainnya akan ikut kedalam jamuan?."
"Seharusnya iya melihat kita saja ikut dalam jamuan ini, oh dan Ares berhati-hatilah pada Kepala Keluarga Lagrance."
"Kepala Keluarga Lagrance? Maksud kakek Granduke Leonardo Fredly Lagrance? Kenapa memangnya, bukannya tidak ada sesuatu yang mencurigakan darinya."Kata Ares sambil mengingat-ingat, Kepala Keluarga Lagrance memang memiliki informasi yang sangat terbatas, ini karena setiap jejak informasi yang ada selalu dihapus secara sempurna hingga tidak tersisa.
Jadi wajah kakek memperingatkannya karena Kepala Keluarga Lagrance bisa dikatakan berbahaya sekaligus misterius, selain Keluarga Dunkenheit, Keluarga Lagrance merupakan pengumpul informasi terbaik setelah Keluarganya.
"Kau tidak tahu bagaimana dirinya, Leonardo adalah orang yang sangat licik. Dia lebih mirip lintah darat yang akan bergerak berdasarkan keuntungan tanpa mempedulikan orang lain, dan obsesinya untuk menjadi Keluarga Bangsawan terkuat membuat siapapun akan berpikir dua kali untuk berurusan dengannya."Kata Richard dengan serius.
Melihat keseriusan dari perkataan Richard membuat Ares mengingat-ingat lagi informasi-informasi berharga didalam novelnya, didalam novelnya memang Leonardo digambarkan sebagai sosok antagonis rakus yang penuh akan obsesi, hingga obsesinya menelan dirinya sendiri.
Melihat pengaruh dan kekuatan yang dimiliki Empat Keluarga Besar, Keluarga Lagrance memang yang dikatakan terkuat setelah Keluarga Krieger. Kekuatan Keluarga Lagrance patut diperhitungkan untuk masuk kedalam daftar ancaman dimasa depannya.
Dan lagi seluruh prajurit yang dipekerjakan Keluarga Lagrance merupakan Assassin ahli yang handal dalam pembunuh dan meracuni.
"Sedang apa kalian?."Chaterine turun dari atas sambil menggendong Max dan Aisyah, tampak mereka sangat cantik dan tampan mengenakan pakaian jas dan gaun yang berkilau.
"Ayah! Ayah! Lihatlah gaunku sangat indah, bukan? Nenek memberikannya padaku sebagai hadiah!!."Kata Aisyah sambil memamerkan gaun barunya, gaun putih dengan hiasan permata berwarna putih di seluruh bagiannya tampak sangat cocok dengan Aisyah.
"Ayah lihat aku juga!! Jas yang kupakai bagus, bukan? Nenek sendiri yang memilihkannya untukku!.”Kata Max yang memamerkan jas barunya, jas barunya berwarna hitam dan merah dan itu tampak tidak terlalu mencolok ataupun norak, dengan kata lain jas itu cocok untuk Max.
__ADS_1
Ares hanya tersenyum sambil mengusap-usap kepala mereka, melihat kecantikan dan ketampanan kedua anaknya hati esnya seakan meleleh seketika.
"Ayo apa kita tidak berangkat? Bisa-bisa kita terlambat menuju istana."Chaterine mengingatkan sambil melihat jam dinding disana, jam yang menunjukkan angka jam tujuh malam membuat mereka bergegas untuk pergi ke istana kerajaan.
Dengan menumpangi dua kereta kuda super mewah mereka berangkat menuju istana kerajaan, sebenarnya jarak antara istana kerajaan dengan mansion mereka tidak terlalu jauh. Yang membuat perjalanan hanya memakan waktu singkat.
"Kenapa kereta kudanya berhenti?."Merasakan kereta kudanya berhenti Ares mengeluarkan kepalanya lalu menanyakan pada kusir, kusir kereta kuda mengatakan antrian untuk masuk keistana kerajaan sangatlah panjang dan ini mungkin memakan waktu beberapa jam.
Tapi melihat jalan disebelahnya kosong Ares langsung memerintahkan kusir kereta kuda tersebut untuk menggunakan jalan disebelahnya, Kusir kereta kuda hanya mengikuti perkataan Ares tanpa banyak bertanya karena takut akan dimarahi.
Tentu saja aksi Ares membuat yang lain geram karena Ares menyerobot antrian, mereka keluar dan ingin memaki-maki kusir kereta kuda tersebut tapi ketika melihat lambang Keluarga Dunkenheit mereka semua langsung terdiam dan memilih untuk diam.
Beberapa dari mereka ada yang ketakutan karena takut Anggota Keluarga Dunkenheit ada yang mendengarnya perkataannya, melihat hal itu Ares hanya tersenyum"Sepertinya reputasi Keluarga Dunkenheit di ibukota lebih buruk dari yang ku duga, aku tidak mengira mereka sampai ketakutan seperti itu."Ares menggelengkan kepalanya, setelah berjalan beberapa menit mereka sampai di depan Istana Kerajaan.
Saat melihat ada dua kereta kuda yang menyerobot antrian para penjaga datang untuk memarahinya, tapi melihat yang datang adalah Keluarga Dunkenheit mereka dengan segera mengurungkan niatnya dan menyambut kedatangan Keluarga Dunkenheit.
"Salam, Archduke Gerald, Nyonya Besar Chaterine dan Tuan Besar Richard serta Tuan muda Ares dan anak-anaknya."Ketua para penjaga itu memberi hormat dan salam para Gerald dengan penuh hormat.
"Apa kami terlambat?."
"Tidak, anda tidak terlambat karena jamuannya belum dimulai. Mari saya antara anda kedalam...."Mengikuti langkah sang ketua penjaga Gerald dan lain merapikan sedikit pakainya sebelum masuk kedalam istana.
"Menyambut kedatangan Yang Mulia Archduke Gerald dan Anggota Keluarganya!!!."
__ADS_1