
Ares menatap elf didepannya dengan aneh, dia sama sekali tidak merasa takut ataupun gentar didepannya padahal seluruh penjaganya Ares lumpuhkan semua, dan lagi level berserta Jobclassnya jauh hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Penjaga-penjaganya.
'Dari mana kepercayaan dirinya ini datang?.'batinnya penuh tanda tanya.
"Hehe... aku akan melupakan masalah ini dan mengampuni kalian jika kau mau menyerahkan Wanita itu."Dia menunjuk kearah Mary.
Ares langsung paham alasan dia tidak merasa takut padanya, dia hanya merasa percaya diri Ares tidak akan menyerangnya karena dia Anggota keluarga kerajaan. yang mana kerajaannya dikenal sebagai salah satu dari banyak kerajaan terkuat.
Namun Ares mengetahui satu fakta jika kekuatan Astria tidak lagi sama, setelah kehilangan Ratu mereka kerajaan Astria bisa mengalami penurunan kekuatan drastis karena kekuatan utama mereka adalah Ratu mereka sendiri. Ares mentertawakan bocah didepannya ini.
"Hahahaha..... begitu ya, begitu ya."Ares mengangguk-angguk kepalanya seakan-akan dia paham, Reon tersenyum puas melihat reaksi Ares"Hmm... melihat reaksimu bisa kusimpulkan kau setuju, jadi-!."Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, Ares sudah lebih dulu mendaratkan Tinjunya diwajahnya.
dia terpental Kebelakang dan terjerembab ketanah, dia merasakan sensasi aneh dimulutnya dan saat dia memeriksanya dia menemukan giginya berjatuhan. seluruh gigi depannya rontok karena Ares pukul dan itu membuatnya sangat marah.
Dia bangkit menatap Ares dengan penuh permusuhan dan kekesalan"Sialan!!! beraninya kau berbuat seperti ini kepada keluarga kerajaan!!! apa kau tahu konsekuensi yang akan kudapat nanti!!!."Jerit Reon murka.
Dia adalah pangeran kedua yang merupakan orang yang paling dekat dengan tahta, tapi orang didepannya ini berani memukulnya bahkan merontokkan giginya. dia sangat kesal dan marah dengan perlakuan ini. seharusnya dia dihormati sebagai mana seluruh rakyat Astria menghormatinya.
Ares mendengus pelan menanggapi perkataan Reon, dia berjalan pelan kearahnya dengan penuh senyuman.
[ Anda menggunakan Aura of Intimidation ]
Ledakan Aura intimidasi dibarengi tekanan keluar dari tubuhnya.
Reon mundur beberapa langkah melihat Ares mendekat kearahnya, dia bisa merasakan tekanan yang sama persis saat ibunya masih ada namun, tekanan yang dia rasakan kali ini terasa berbeda. Intimidasi dibarengi oleh tekanan yang begitu kuat membuatnya tidak bisa banyak bergerak.
__ADS_1
Dengan tubuh bergetar dia menatap Ares ketakutan, sosoknya dimatanya sekarang seperti seorang Predator puncak.
"Ma..mau a..apa kau? jika kau membunuhku seluruh keluargamu bisa mati loh!."Ucapnya mengancam.
Ares terhenti mendengarnya, lalu dia tertawa kencang seperti orang gila. tawanya terdengar mengerikan bagi Reon yang merasakan ketakutan sekarang.
"Kau, membunuh keluargaku? kau? hahahhahahahahah..... sungguh! sungguh lelucon yang bagus!! hahahhahaa....."Ares tertawa keras sampai perutnya terasa sakit, orang yang ada didepannya ini mengancam membunuh keluarganya Tentu membuat Ares tertawa keras.
Siapa dikerajaan Gottlich dan Yggdrasil yang berani berhadapan langsung dengan keluarganya, keluarga sangat terkenal sejak ribuan tahun yang lalu dan dikenal sebagai keluarga terkuat yang pernah ada. kekuatan keluarganya bahkan melebihi kerajaan ini sendiri yang mana kerajaan Gottlich merupakan Rank 5 diyggdrassil.
Dan sekarang seorang bocah didepannya mengatakan hal yang menurutnya sendiri sangat lucu, perut Ares sampai sakit karena terlalu banyak tertawa. dia berhenti tertawa dan menatap Reon lebih dekat.
Reon mundur dan terjatuh karena Ares mendekat secara mendadak, Ares jongkok didepannya dengan rambut panjang menutupi wajahnya dan mata yang merah menyala dia menatapnya dengan tajam.
Ares menjambak rambutnya dan memaksanya untuk menatap kedua matanya lalu berkata"Lihatlah mata ini, apa kau lihat ada rasa takut dimata ini? dan perlu kau ketahui, bahkan jika Negaramu menyerang kami, kami tidak akan takut karena kami terlahir untuk berperang dan membunuh."Ares menjambak semakin kuat hingga rambutnya rontok. Ares menariknya lalu mendaratkan beberapa pukulan diwajahnya hingga babak belur.
seluruh wajah Reon bengkak dan matanya tidak bisa melihat dengan jelas karena bengkak, Ares tersenyum puas lalu mencengkram kepala"Ini adalah pelajaran penting bagimu dan seluruh keluargamu untuk tidak menyinggung orang yang tidak kalian kenal."Ares memasukkan sedikit Chaos Energy kedalam kepalanya dibarengi dengan Aura intimidasi yang sangat kuat.
"ARRRRGGGGGHHHH!!!!.... ARRGHHHH!!!!!...."Reon menjerit keras karena merasakan rasa sakit luar biasa Dikepalanya, dia menjerit keras bahkan terlihat berguling-guling ditanah karena rasa sakit tersebut. suara jeritan Hampir bisa didengar seluruh penghuni kota yang hanya bisa terdiam membisu mendengar suara Jeritan tersebut.
Hingga pada akhirnya dia pingsan dengan mulut dipenuhi busa, Ares tersenyum puas melihat kondisi Reon lalu berjalan kearah sebaliknya namun, karena dia kesal dia menendangnya sekali lagi baru pergi dari sana.
"Huh! membuang-buang waktu saja."Ares mendengus kesal sambil berjalan kearah para bawahannya, para bawahannya terlihat khawatir dengan kondisinya. ini terlihat dari tingkah mereka yang langsung menghampirinya dan mengecek seluruh tubuhnya.
"Tuan, maafkan kami karena telah merepotkan anda."Damon mewakili semua yang ada disana meminta maaf kepada Ares, Ares bisa merasakan dari suaranya jika mereka merasa bersalah kepadanya.
__ADS_1
Ares menghela nafas pelan"Tidak apa-apa, aku tidak menyalahkan kalian tentang hal ini. ini semuanya karena elf bodoh itu makanya kalian seperti ini. jadi jangan merasa bersalah."Ucapnya pelan, Ares bisa memaklumi tindakan mereka dan Ares senang tentang hal itu.
"Ayo kita Ke penginapan, aku sudah lapar mau makan dan sepertinya, bayi-bayi kecil ini juga ingin makan."Ares menatap kearah Mary yang mana digendongannya bayi-bayi tersebut bangun.
mereka bangun dan menatap Ares penasaran dan arws tersenyum cerah melihat mereka berdua. mereka berdua terlihat menggemaskan digendongan Mary dan anteng digendongannya.
"Mary bisakah kau memesan susu untuk mereka? karena sepertinya mereka masih membutuhkan susu."Ucapnya sambil bermain-main dengan bayi-bayi didalam gendongan Mary.
"Baik tuan, anda bisa serahkan kepada saya."Ucapnya pelan, Mary mau Bagaimanapun memang seorang ibu makanya ares menyerahkan tugas ini kepadanya karena dia sudah lebih berpengalaman dalam mengurus anak. mereka semua lalu berjalan menuju penginapan yang telah dipesan sebelumnya.
Mary melihat kearah Reon yang mana Reon merupakan anaknya, Reon menjadi salah satu orang yang hampir membunuhnya ditambah lagi dia juga merupakan penggila wanita. sebagai seorang ibu dia tahu apapun tentang anaknya dan dia juga tahu jika anaknya memiliki nafsu besar terhadapnya.
Mary menghela nafas pelan"kau bisa selamat karena Tuanku mengampunimu, Jika itu aku. aku akan pastikan kau mati dalam keadaan Paling menderita bahkan jika kau anakku sendiri. tapi untuk sekarang kau belum boleh mati karena kematianmu berserta seluruh Negaramu berada ditanganku."Mary tersenyum bengis lalu pergi dari sana. menyusul rekan-rekannya yang lain.
*********************
"Apa ini penginapannya?."Ares menatap penginapan didepannya, Damon dan Eizen mengangguk bangga"Benar tuan! inilah penginapan yang sudah kami pesan. apa ada masalah tuan?."tanya Damon.
Ares hanya menggaruk-garuk pipinya sambil tersenyum"Tidak sih, tapi apa kalia tidak salah memilih penginapan? bukannya ini agak terlalu mewah?!."Ucapnya sambil memperhatikan bangunan Didepannya.
penginapan yang Damon dan Eizen pesan merupakan penginapan termewah dikota ini, Bangunan dengan 10 lantai ini terlihat mewah Sangat mewah dengan karpet merah yang menyambutnya didalam penginapan terdapat Bangsawan-bangsawan tingkat menengah keatas. penginapan dengan nama Sunshine Inn ini merupakan cabang dari penginapan yang ada di ibukota.
"Apa maksud anda? ini jelas sangat pantas untuk anda. kami tentu tidak bisa memesan penginapan yang penuh dengan kekurangan untuk tuan kami menginap."Ucapnya yakin, tuan mereka merupakan orang yang harus mereka jaga dengan sepenuh hati. memesan penginapan kelas rendah sama saja menghina tuan mereka.
Ares menghela nafas berat"Terserah kalianlah, Ayo masuk."ucapnya pasrah, entah berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk menginap didalam penginapan ini. memikirkannya saja sudah membuatnya pusing.
__ADS_1