
Jumlah orang yang mengantri untuk masuk kedalam portal perlahan berkurang dari ratusan menjadi puluhan. Orang-orang yang tersisa adalah orang-orang yang membawa banyak barang bawaan makanya ditaruh barisan paling belakang.
Mereka membawa barang seperti persediaan makanan, alat-alat tempa, senjata-senjata dan masih banyak lagi. Itu semua ditaruh di kereta kuda yang ditarik oleh kuda yang berjumlah empat atau enam.
"Hmmm.... Kemana, Tuan? Aku terlalu fokus mengatur antrian sampai tidak menyadari dia pergi."Ujar Ulbert yang memandang kumpulan orang-orang yang sedang mengantri. Tampak kepadatan dari mereka yang membawa kereta kuda, jika bukan karenanya yang mengatur arus antrian sudah pasti terjadi kemacetan sekarang.
"Tuan, mempunyai urusan makanya dia pergi tanpa memberitahu kita. Nah itu dia."Vlad menunjukkan kearah Ares yang dibelakangnya diikuti beberapa orang. Ulbert mengikut arah yang ditunjuk Vlad dan menemukan Tuannya berjalan didepan Amelia dan para tetua.
Mereka lantas menghampiri Ares dengan sigap. Melihat dua bawahannya datang kearahnya Ares hanya tersenyum untuk menyambut kedatangan mereka berdua.
"Bagaimana semuanya? Apakah lancar seperti yang diharapkan?."
"Ya, Tuan! Tidak ada kendala sama sekali dalam perpindahan para penduduk, sekarang hanya tinggal orang-orang yang membawa banyak barang bawaan saja yang tersisa."
Ares tersenyum dan mengangguk puas"Bagus, itu bagus. Lanjutkan saja seperti biasa. Ah ngomong-ngomong dimana, Damon? Aku memerlukan dia untuk membicarakan beberapa hal."Ujar Ares sambil mencari keberadaan Damon disekitarnya.
"Apa anda mencari saya, Tuan?."Damon secara tiba-tiba muncul tepat disampingnya tanpa semua orang sadari.
Ares tersenyum melihat kemampuan Damon yang begitu tajam. Ares saja tidak bisa merasa hawa keberadaan tadi, entah seberapa kuat dia dimasa depan nanti.
"Ya aku memerlukanmu untuk mengurus beberapa hal, ikuti aku."Ares mengajaknya ketempat yang sedikit lebih jauh dari sana, lalu menjelaskannya situasinya secara singkat pada Damon.
Damon tampak berpikir sambil mengusap-usap dagunya, sebelum mengangguk berbicara"Baiklah ini hanyalah hal kecil, anda bisa menyerahkan pada saya."Kata Damon dengan penuh percayalah diri.
"Kalau begitu aku percayakan dia padamu."Ares memegang bahu Damon sambil tersenyum, lalu pergi dari sana sementara Damon yang mengurus semuanya.
Setelahnya beberapa jam berlalu semua orang telah masuk kedalam portal termasuk semua barang bawaan yang ditarik kereta kuda sebelumnya, sekarang hanya tinggal Ares dan Damon yang ada disana untuk berpamitan dengan para Dewan kerajaan.
Untuk Vlad dan Ulbert mereka pergi duluan karena diperintahkan oleh Ares, karena mau bagaimanapun Ares memerlukan orang untuk menjelaskan semuanya.
Tampak dua orang Dwarf yang merupakan Forgemaster dan Great Commander yang bertugas mengantar mereka.
"Kami tidak berhenti untuk mengucapkan terimakasih pada jasa anda karena sudah membantu kami sejauh ini. Saya harap hubungan kita tidak akan pernah terputus."Ujar Forgemaster sambil bersalaman dengan Ares.
"Ya, saya harap juga begitu. Dan saya juga berterimakasih karena sudah mengabulkan permintaan yang merepotkan."
"Tidak apa-apa, Tuan Ares. Jasa anda sangatlah besar dikerajaan ini, mengabulkan satu permintaan anda tidak akan mengubah apapun. Meski itu hanya sementara sih hahahahhahaah....."
Ares maupun Forgemaster dan Great Commander tertawa lepas. Dua adalah tawa yang tulus sementara yang satu adalah tawa yang dibuat-buat.
"Kalau begitu saya pamit undur diri. Karena setelah ini saya akan memiliki banyak pekerjaan."
"Ah ya kalau begitu silahkan, tapi tolong mampir kesini sesekali. Kami akan selalu menyambut anda dengan tangan terbuka."
"Baik, kalau begitu sampai bertemu lagi."
Setelah memberikan hormat Ares dan Damon pergi dari tempat mereka berdiri sebelumnya, tanpa melihat kebelakang.
Great Commander dan Forgemaster menatap punggung sosok pahlawan nasional kerajaan mereka yang perlahan menghilang dari pandangan mereka.
Setelah masuk kedalam portal keduanya pergi dari sana menuju istana kerajaan. Karena setelah ini kerajaan Erde's akan melakukan reformasi dalam sistem pemerintahan negara mereka.
Tentunya ini tidak akan berjalan dengan mulus tapi mereka yakin mereka pasti bisa mencapainya. Karena tanah ini sudah dititipkan pada mereka untuk mereka jaga.
*************************************
"Damon, kau pergilah terlebih dahulu. Aku memiliki urusan yang harus diurus sekarang."Kata Ares secara tiba-tiba yang membuat langkah mereka terhenti.
Meski Damon memiliki banyak pertanyaan didalam hatinya, tapi dia lebih memilih untuk diam dan melakukan apa yang diperintahkan Ares. Karena dia tahu setiap langkah Tuannya pasti memiliki banyak rencana, menghalangi langkahnya sama saja menghalangi rencana besarnya.
"Baik, Tuan. Anda bisa mempercayakan semuanya pada saya."Kata Damon dengan penuh rasa hormat.
"Kalau begitu sampai bertemu lagi."Dengan menggunakan skill Perfect Stealth miliknya, Ares pergi lagi masuk kedalam portal yang masih terhubung saat itu.
Setelahnya portal itu tertutup dan sekarang Ares harus melakukan perjalanan sendiri. Tapi itu tidak penting sekarang karena dia memiliki urusan penting saat ini.
Setelah mendapat tempat aman, dia lalu mengeluarkan kotak hitam yang diberikan Raja Fritz padanya sebelumnya. Kotak hitam itu masih sama seperti sebelumnya, mengeluarkan energi kental yang bisa dirasakan meski sudah tertutup dengan rapat.
Long Yuan yang merasa tertarik dengan isi kotak hitam itu keluar dari dari dalam Andromeda dan ikut mengamati.
"Hei bocah, menurut apa isi kotak ini?."
"Entahlah, akupun tidak tahu, tapi yang pasti ini pasti barang berharga sampai mengeluarkan pancaran energi sekental ini."
Long Yuan mengangguk setuju, sudah pasti isi didakam kotak hitam itu barang berharga kalau tidak tidak mungkin mengeluarkan energi kental seperti ini.
"Baiklah... Mari kita lihat apa yang ada didalamnya."Ares menarik tutup kotak hitamnya. Beberapa detik setelah dia membuka kotak hitam itu, semerbak harum menusuk penciuman mereka.
Harum yang dikeluarkan benda didalam kotak hitam itu membuat keduanya tidak fokus selama beberapa saat karena kagum dengan bau harumnya.
__ADS_1
Ares menghirup aroma wangi yang masih ada diudara itu kedalam hidungnya"Aahhhh.... Baunya seperti sesuatu yang sangat manis...."Kata Ares dengan lirih, Long Yuan juga tampak begitu.
Setelah menikmati harumnya aroma dari benda didalam kotak hitam itu barulah mereka melihat apa yang ada didalam kotak hitam itu.
Mata mereka membulat sempurna dan mulut mereka membentuk huruf O. Sebuah ekspresi kaget yang tampak amat dilebihkan terukir diwajah keduanya.
Itu adalah sebuah pil emas dengan corak naga dan bintang yang menyelimuti semua sudutnya. Pil itu mengeluarkan aroma wangi yang sangat harum dengan memancarkan energi yang begitu kental. Melihat dari tampilannya saja mereka sudah tahu apa ini.
"Nak... Kau tahu apa ini, bukan?."Tanya Long Yuan dengan terbata-bata, Ares mengangguk pelan dengan tubuh bergetar. Dia tidak bisa mengendalikan tubuh sendiri ketika melihat pil didalam kotak hitam itu.
"I-Ini Pil Naga Sembilan Bintang!!."
Pil Naga Sembilan Bintang merupakan sumberdaya yang menjadi legenda karena khasiat yang dimilikinya. Saking diincarnya pil ini bahkan pil ini sampai pernah membuat beberapa negara berperang hanya untuk mendapatkannya.
Pil ini memiliki khasiat mampu menyembuhkan segala macam luka dan penyakit, menunda penuaan dan meremajakan tubuh penggunanya, menambah umur seseorang, meningkat kualitas tulang, meningkat kualitas darah, membuang semua kotoran ditubuh, mempertajam penglihatan sampai titik tertentu dan yang paling penting dapat membuat seseorang mendapatkan 6~8 Star Circle tergantung bakat orang yang memakainya. Dengan khasiat yang sebanyaknya ini tidak heran banyak negara yang memperebutkannya.
Dan sekarang benda yang menjadi rebutan banyak negara ini berada ditangannya. Sungguh sesuatu yang sangat tidak bisa dipercaya!!
"Nak! Sebaiknya kau simpan dulu pil ini lalu kau gunakan nanti, karena aku khawatir aroma dari pil itu malah akan menarik perhatian banyak monster?."
Ares setuju dengan perkataan Long Yuan dan segera menyimpan pil itu didalam storage boxnya. Setelah itu dia memperhatikan kain beludru yang menjadi alas pil itu.
"Aku tahu kau akan menyembunyikan disini."Ares menarik kain beludru itu dan benar saja, sebuah surat dan kunci terdapat di bagian bawahnya.
"Surat wasiat, huh? Untuk apa orang tua itu memberimu surat ini?."
"Entahlah tapi lebih baik aku membacanya lebih dulu."Ares mengangkat bahunya dan membaca surat itu bersama dengan Long Yuan.
Ares maupun Long Yuan hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala membaca isi dari surat yang ditinggalkan Raja Fritz.
Isi surat ini seluruhnya berisi kalimat-kalimat penyesalan dan permintaan maaf yang ditujukan pada bangsa Hobbit. Di bagian akhirnya tertulis 'Aku harap dengan ini dapat sedikit meringankan beban anda' Diikuti tanda panah yang mengarah kebelakang kertas.
"Peta?."Long Yuan mengerutkan keningnya mendapati terdapat peta dibalik semua tulisan penyesalan itu. Ares sendiri tidak menyangka akan ada sebuah peta dibaliknya, karena dia berpikir akan segera membakar surat ini hingga menjadi abu.
Ares tersenyum menatap peta ditangannya"Peta ini pastilah mengarahkan kita pada sebuah tempat rahasia, tempat dimana dia menyembunyikan semua pengetahuan runecraft yang hilang sejak lama."Apa yang dikatakan Ares sudah menjadi sebuah kepastian.
Long Yuan juga tampak setuju dengan hal itu. Mereka berdua lalu berjalan sesuai petunjuk peta yang ada ditangan Ares. Sepanjang perjalanan mereka selalu menemui berbagai macam jebakan-jebakan mematikan.
Tapi itu tidak ada gunanya dihadapan Ares yang bisa melewati dan menghindari itu semua dengan mudah. Setelah beberapa jam berlalu mereka sampai dititik akhir, tempat segalanya disembunyikan oleh Raja Fritz.
"Apa kau yakin disini tempatnya? Disini hanya ada jalan buntu dan dibelakangnya juga tidak ada apa-apa selain bebatuan padat, apa kau tidak salah membaca rutenya?."Long Yuan kurang yakin dengan rute yang Ares gunakan, itu karena didepan mereka hanya ada jalan buntu dan tidak ada jalan lain didepan mereka.
Setelah itu dia melayang pergi memperhatikan peta itu dengan fokus dan penuh konsentrasi. Dia tampak tidak ingin diganggu oleh siapapun.
"Terserahlah! Lebih baik aku mencari petunjuknya disini, pasti ada sesuatu disini yang mengaktifkan suatu mekanisme. Kalau tidak, tidak mungkin peta itu mengarahku kesini."Ujar Ares sambil mendengus kesal dan mulai mencari kepojok-pojokan jalan buntu.
"Hmmm... Disini disini lalu disini, dan kesana."
Setelah beberapa kali menyentuh bebatuan yang ada disana, terbentuklah sebuah pintu batu dijalan buntu itu. Dipintu batu itu terdapat lubang kunci yang polanya sama seperti pola kunci yang Ares pegang.
Sementara itu Ares hanya bisa menganga lebar menyaksikan keajaiban yang dilakukan Long Yuan, Long Yuan hany tersenyum bangga sibuk melipat tangannya.
"Tunggu apa lagi? Masukkan kunci yang kau pegang sekarang, kita tidak memiliki banyak waktu sekarang."
"Oh ya."Sadar dari lamunannya Ares segera memasukkan kunci itu ketempat semestinya.
Setelah bunyi 'Ceklek' pintu itu perlahan terbuka dan menunjukkan sesuatu yang membuat siapapun yang melihatnya akan menganga lebar.
Tumpukan-tumpukan arsip-arsip kuno dengan senjata dan zirah yang tersusun rapih disebelahnya. Yang lebih mengejutkannya lagi jumlah itu semua lebih dari ribuan, bahkan mungkin bisa menembus belasan ribu jika sudah dihitung seluruhnya.
"Huh? Hei nak apa kau membawa cukup banyak cincin spatial dan dimensional pocket? Kelihatannya kita akan memakai itu semua sekarang?."
****************************************
"Gila! Berapa banyak senjata dan arsip-arsip kuno yang dia timbun disini? Seluruh cincin spatial dan dimensional pocket yang ku punya habis terpakai untuk menampung itu semua!."Kata Ares dengan frustasi dan kesal, kekesalan bisa dimaklumi karena Raja Fritz memang keterlaluan dalam menimbun semua ini.
Storage boxnya yang memiliki kapasitas 2.000 slot saja tidak cukup untuk menampung semua arsip dan senjata-senjata yang tersimpan disana, bahkan setelah menggunakan seluruh cincin spatial dan dimensional pocketnya sekalipun tidak cukup. Dia beruntung masih menyimpan cukup banyak soulstone untuk mengupgrade kapasitas tampung storage boxnya, kalau tidak dia tidak akan bisa membawa semua ini.
"Tapi ini cukup mengejutkan, berapa lama dia menyembunyikan ini semua sampai menjadi timbunan seperti ini?."
"Entahlah tapi melihat jumlahnya pasti sudah lebih dari seabad."
"Masuk akal."
Jika semua barang-barang ini disimpan lebih dari satu abad lebih masuk akal jika jumlahnya amatlah banyak. Entah sudah berapa banyak pengetahuan yang dia ambil dari para runesmith.
"Baiklah saatnya kembali."Setelah selesai mengemasi semua barang-barang didalam sana Ares memutuskan untuk pergi langsung. Tapi dia teringat memiliki keperluan dipenjara bawah tanah istana kerajaan.
*************************************
__ADS_1
Sampai kapan aku merasakan penderitaan ini?
Kapan aku akan mati?
Kenapa penderitaan ini tidak pernah berhenti?
Kenapa aku tidak mati saja?
Kumohon aku ingin mati!!
Bunuh aku!! Tolong bunuh aku!! Aku sudah tidak kuat merasa penderitaan ini!!!
AAAAHHHHHHH.........
Semua itu merupakan hal biasa yang didengarkan oleh para sipir penjara beberapa waktu terakhir. Para tahanan entah kenapa mulai menggila dan menyakiti diri sendiri, mereka melakukan segala cara untuk melakukan bunuh diri.
Mereka selalu berkata 'Lepaskan aku dari semua penderitaan!!' dan semacamnya. Pada awalnya semua merasa tidak nyaman dan khawatir tapi berselang beberapa lama mereka terbiasa dengan semua suara-suara itu.
"Suara mereka jauh lebih kencang dari sebelumnya, ya? Apa ini tanda-tanda terjadinya sesuatu?."
"Hooaaammm.... Entahlah akupun tidak tahu, nikmati saja semuanya nanti mereka juga diem sendiri."
"Kau benar."Mereka berdua tertawa lepas sambil menikmati kopi digenggaman tangan mereka. Mereka menyeruput kopinya lalu menghela nafas panjang.
"Kapan semua kebisingan ini akan berakhir? Aku sudah lelah mendengar semua kebisingan ini, sampai aku sendiri tak bisa tidur kalau tidak mendengar kebisingan."
"Hahahahahaha....!!! Kau aneh sekali!! Hahahaha..."Mereka berdua kembali tertawa lepas seperti orang gila, tapi tawa mereka menghilang bersamaan dengan kebisingan disana.
"Kenapa mereka diam? Apa ada sesuatu yang salah?."Salah satu sipir memiliki firasat buruk, dia lalu meminta temannya yang lain untuk mencari bantuan sementara dia akan masuk kedalam ruangan sel-sel penjara.
Dengan hati-hati dia masuk sambil menggenggam erat pedang ditangannya. Rasa takut mengalir didalam tubuhnya dan membuat sangat cemas, dia kaget bukan main melihat semua sel tahanan terbuka lebar dan semua tahanan disana menghilang.
Tapi ketika dia melihat kearah lain dia tersedak nafas dan tubuhnya berkeringat dingin, dia pucat pasi melihat pemandangan yang baru saja dia lihat.
Itu adalah para tahanan yang bersujud menyembah seseorang berjubah hitam ditengah para tahanan, para tahanan tampak berdoa dan merasa bersyukur serta bahagia melihat kedatangan orang berjubah hitam itu.
Mereka tidak henti-hentinya memanjatkan doa dan puji syukur pada sosok berjubah hitam itu.
"Oh? Rupanya ada satu tikus kecil disini, anak-anak bisa bereskan tikus kecil itu?."Sosok berjubah hitam itu mengarahkan tatapan penuh nafsu pembunuh kearahnya.
Bukan hany pria berjubah hitam itu tapi semua tahanan kini menatap dengan tatapan membunuh. Nafsu membunuh yang mereka arahkan padanya menjadi satu dan menjadi sesuatu yang mengerikan.
Keringat dingin tidak henti-hentinya mengucur membasahi tubuhnya, didepan semua tatapan mata penuh niat membunuh itu dia hanya bisa terdiam mematung.
"To-Tolong.... AAAAKHHHHHH....!!!."
Suara jeritan kesakitan dan keputusasaan terdengar ketika pintu dibelakangnya tertutup. Para tahanan tidak henti-hentinya menusuk dan mengeluarkan isi tubuh sipir malang itu.
Anggota tubuhnya terpotong dengan organ-organ tubuh terpencar kemana-mana dan darah merah membanjiri area disekitarnya, itu adalah pemandangan yang mengerikan dan bisa membuat siapapun muntah ketika melihatnya.
"Yang Mulia, kami telah melakukan apa yang anda perintahkan apa dengan ini kami bisa ikut bersama dengan anda?."Tanya salah satu dengan wajah penuh kebahagiaan, mereka akan melakukan apapun untuk bisa mengikuti orang dihadapan mereka. Karena mereka tahu orang didepan mereka adalah penyelamat sekaligus tuhan baru mereka semua.
"Tentu saja boleh, kenapa tidak?."
"Benarkah begitu?."
"Ya, kalian bisa ikut bersamaku asalkan kalian menuruti semua keinginanku."
"Baik, Yang Mulia! Kami akan mengikuti semua perintah anda!! Kami semua akan menjadi pengikut setia anda! Kami bersumpah sampai mati!."
"Hahahahahah.... Aku senang mendengarnya. Andromeda bisakah kau kau memasukkan mereka semua kedalam Shadow World?."
"Ya, Tuan. Saya bisa melakukannya."
"Bagus! Kalau begitu masukkan mereka semua kesana, setelah itu ajarkan mereka beberapa seni beladiri yang aku ajarkan padamu. Jangan lupakan disiplinkan mereka."
Setelah dia berbicara seperti itu bayangan mereka tiba-tiba bergerak menelan sebagian tubuh mereka. Mereka sempat panik tapi setelah diberi penjelasan barulah mereka bisa tenang, malahan mereka terlihat tidak sabar menunggu masuk kedalam shadow world.
"Mati kau....!!!."Vikas masuk secara tiba-tiba dan langsung menyerangnya. Tapi battleaxenya dengan mudah ditahan oleh dua jarinya, "Aku sudah tidak memiliki keperluan disini, jadi selamat tinggal?."Dia berkata sambil tersenyum sebelum menghilang ditelan oleh bayangan bersama dengan seluruh tahanan disana.
Melihat hal itu Vikas hanya terdiam mematung dan memerintahkan semua sipir penjara menaikkan keamanan ketingkat tertinggi, sementara dia akan mengejar pria berjubah hitam karena dia yakin orang itu belum pergi jauh.
*******************************************
Diatas pegunungan emerald duduk Ares yang memandang langit dihadapannya, dia tersenyum puas merasakan semua yang dia mau telah didapatkan.
"Sekarang tinggal pulang saja, Aku yakin ayah, kakek dan nenek sedang menungguku di istana untuk memberikan penjelasan. Hahahah.... Aku bisa membayangkan raut wajah mereka nanti."Ares berkata lalu menggunakan mantra sihir { Teleport } untuk berpindah tempat secara instan.
"Sekarang semuanya akan berjalan dengan alot."
__ADS_1