Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
214.Hadiah Kecil Untuk Mary


__ADS_3

"Bagaimana dengan para Hobbit, apakah mereka mulai terbiasa tinggal diutara?."


"Ya, berdasarkan laporannya mereka bisa berbaur dengan penduduk yang lain meski masuh terlihat tidak akur dengan dark elf. Meski begitu tidak ada satupun khusus tentang perkelahian kedua bangsa ini."


"Itu bagus...."Ares tersenyum dan mengangguk puas mendengar laporan yang dibacakan Damon. Mungkin telah berjalan beberapa bulan sejak migrasi bangsa Hobbit keutara terjadi, kala itu dia benar-benar sangat dibuat kerepotan mengurus hal-hal yang diperlukan untuk membuat mereka tinggal disini.


Terutama izin dari Ayahnya selaku kepala keluarga dan kakek dengan neneknya selaku tetua keluarga. Awalnya pada sulit karena terlalu tiba-tiba tapi perlahan dia bisa mengendalikannya hingga mendapatkan izin untuk tinggal. Dia mendapatkan izin ini setelah memberitahu berbagai macam keuntungan yang didapat jika menampung bangsa Hobbit.


Bangsa Hobbit jika dihitung secara keseluruhan berjumlah lebih dari tujuh juta jiwa, dan kebanyakan dari mereka adalah runesmith, penempa ahli atau para penambang profesional. Dua yang terakhir sangat penting bagi Utara saat ini karena mereka kekurangan penambang profesional untuk menambang di pertambangan yang mereka kelola.


Dengan adanya mereka beberapa permasalahan ikut terselesaikan hanya saja ada lebih banyak permasalahan yang datang setelahnya.


Seperti para bangsawan yang merasa tindak Keluarga Dunkenheit kurang ajar karena menerima imigran tanpa izin dan masih banyak lagi. Para bangsawan banyak membuat masalah dan untuk menghancurkan reputasi Keluarga Dunkenheit, ini dilakukan agar tidak ada yang ini membeli produk dari Utara.


Tapi sayangnya mereka harus menerima kenyataan pahit jika perbuatan mereka hanya tindakan yang sia-sia. Karena Keluarga Dunkenheit tidak memfokuskan penjualan dikerajaan Erde's, tapi ke negara-negara tetangga yang berteman baik dengan Keluarga Dunkenheit.


Mereka yang berteman baik dengan Keluarga Dunkenheit akan mendapatkan banyak keuntungan mulai dari diskon khusus hingga titik tertentu akan mendapatkan perlindungan dari Keluarga Dunkenheit. Oleh karena itu banyak negara-negara tetangga yang lebih memilih membeli produk di Keluarga Dunkenheit ketimbang yang lain.


Karena produk yang dikelola Keluarga Dunkenheit jauh lebih berkualitas dan harganya murah. Kalau bisa membeli yang berkualitas tapi murah, kenapa mereka harus membeli yang tidak berkualitas tapi mahal?


Dan juga kepala-kepala negara yang mendengar rumor keburukan Keluarga Dunkenheit juga tidak terlalu mempercayai hal itu, karena kebanyakan dari mereka merupakan pelanggan Keluarga Dunkenheit sejak keluarga ini masih menjadi tentara bayaran. Maka tidak heran mereka mempercayai Keluarga Dunkenheit.


Tapi mereka sekarang sedang menghadapi masalah yang sulit untuk dihadapi. Bahkan orang setingkat ayah, kakek dan neneknya saja angkat tangan dengan hal ini.


Permasalah itu adalah....


"Mama!!."


"Mama!!."


Dengan wajah bahagia kedua anak itu menghampiri Mary dan memeluknya seakan Mary adalah ibu mereka. Ya mungkin sudah sejak beberapa waktu lalu Aisyah dan Max mulai memanggil Mary dengan sebutan Ibu atau mama.


Hal ini membuatnya kebingungan, Ares hanya bisa membiarkan hal itu karena berpikir mereka mungkin akan berhenti sendiri, tapi pikirannya salah, Aisyah dan Max selalu memanggil Mary dengan sebutan mama atau ibu. Hal ini terus berulang-ulang selama beberapa waktu.


Ares sendiri tidak bisa berbuat banyak karena berapa kali pun dia berkata Aisyah dan Max selalu memanggil Mary dengan sebutan mama. Sementara Gerald, Catherine dan Richard tidak banyak berkomentar.

__ADS_1


"Apa Mary sedang bermain dengan Aisyah dan Max lagi?."


"Benar, Tuan. Mary saat sedang bermain bersama Nona muda dan Tuan muda, selama anda sibuk bekerja dia lah orang yang bertugas menjaga Tuan muda dan Nona Muda."


"Hmmmm... Begitu kah."Ares mengusap dagunya sambil memikirkan sesuatu, sebenarnya Ares sedikit merasa bersalah pada Mary karena ia terlalu merepotkannya. Mary memang orang yang penting sy mengurus administrasi wilayah dan handal dalam berbagai hal, tapi sekarang dia berubah haluan menjadi ibu rumah tangga.


Dia berharap Max dan Aisyah tidak terlalu merepotkannya, saat dia berpikir untuk memberinya hadiah Ares teringat dengan hadiah yang diberikan Raja Fritz padanya sebelumnya.


Setelah berpikir matang-matang dan memikirkan segala kemungkinan Ares lantas memerintahkan Damon untuk memanggil Mary.


*********************************


"Damon, apa kau tahu alasan Tuan memanggilku?."


Damon menggelengkan kepala"Jujur saja aku juga tidak tahu alasan Tuan memanggilmu, tapi firasaku mengatakan ini berhubungan dengan Tuan Muda dan Nona muda yang memanggilmu ibu. Meski aku tidak yakin dengan hal ini."


Mendengar perkataan Damon membuat Mary tiba-tiba merasakan firasat, memang sejak Aisyah dan Max memanggilnya ibu kedekatannya dengan Ares sedikit meningkat, Ares juga tampak lebih sering memperhatikannya terutama kesehatannya.


Perasaan senang dan berdebar tentu saja dia rasakan saat Ares mengatakan hal itu, meski dia sendiri agak tidak nyaman denga Aisyah dan Max yang selalu memanggilnya ibu, dia tahu kemampuannya membuatnya layak dipanggil ibu.


" Tuan, sudah menunggumu didalam"


Tanpa Mary sadari dia sudah sampai didepan pintu ruangan Ares, dengan perasaan ragu dia masuk kedalam ruangan dan menemukan Ares duduk disana.


"Selamat siang, Mary. Apa aku mengganggu waktu bermainmu dengan anak-anak?."


"Ah, tidak Tuan, tidak sama sekali. Tuan mudan dan Nona muda sudah tidur beberapa saat lalu makanya saya bisa kemari."


"Begitukah? Aku senang mendengarnya." Ares tersenyum lembut, dan itu membuat Mary pangling untuk beberapa saat.


"Mary, apa mengurus mereka berdua terlalu berat bagimu?."


"Tidak, Tuan! Sebaliknya saya suka dengan pekerjaan ini karena saya suka anak-anak, saya juga menyangi mereka berdua seperti anak-anak saya sendiri!!."Kata Mary dengan penuh keyakinan dan kejujuran, matanya juga memancarkan hal yang sama membuat Ares hanya bisa tersenyum tipis.


"Aku tahu kau akan mengatakan hal itu, sebagai hadiah karena sudah merepotkanmu selama ini, aku akan memberikan mu."Ares mengeluarkan sebuah kotak hitam dari laci meja, sebuah kotak hitam yang memancarkan energi pekat.

__ADS_1


"Tuan, apa ini?."


Ares tidak menjawabnya dan hanya meminta Mary untuk membukanya dulu, mata Mary terbuka dengan lebar ketika melihat isi dari kotak hitam itu.


"Tuan, apa anda memberikan ini pada saya?."Mary sedikit pucat, dia tidak mengira Ares akan memberikan benda seberharga ini padanya.


Ares tersenyum dan mengangguk pelan"Benar aku memberikan pil itu padamu sebagai hadiah karena sudah menjaga anak-anakku, dan lagi dibandingkan yang lain kau jauh lebih membutuhkan pil naga sembilan bintang."


"Tapi apakah anda tahu betapa berharganya pil naga sembilan bintang? Dibandingkan diberikan pada saya ini akan jauh lebih baik anda konsumsi sendiri, jika anda mengkonsumsi ini anda dapat dipastikan menembus ranah Grandmaster!!."


Perkataan Mary memang benar, jika dia memakan pil itu maka dia akan menembus keranah Grandmaster. Tapi dipikir-pikir lagi Ares tidak benar-benar membutuhkan pil naga sembilan bintang, dibandingkan dirinya para bawahannya seperti Eizen, Damon, Mary dan Yuto jauh lebih membutuhkan pil ini.


Dia mempertimbangkan memberinya pil ini pada Yuto tapi setelah mempertimbangkannya lagi Mary lah yang terpilih, karena diantara semua bawahannya selain Vlad dan Ulbert, Mary merupakan yang paling kuat dan menguasai ratusan jenis mantra bahkan dia menguasai beberapa mantra Divine Tier Magic yang jarang dan sulit dikuasai oleh mage-mage lain.


Dan lagi Ares memiliki sebuah janji yang harus ditepati. Karena bagaimanapun dia adalah seorang pria, mengikari janji juga bukannya gayanya.


Untuk beberapa saat Mary dan Ares berdebat tentang pil naga sembilan bintang, Mary melakukan segala cara untuk menolaknya dan Ares lagi-lagi memiliki jawaban yang membuat Mary tidak bisa menjawab lagi.


"Mary, aku tahu aku juga membutuhkan benda ini, tapi dibanding denganku kau jauh lebih membutuhkannya. Dan lagi aku memiliki janji padamu, ingat bukan waktu pertama kali kita bertemu?."


Mary melamun dan mengingat kembali janji yang Ares katakan sewaktu mereka pertama kali bertemu. Sebuah janji yang menjadi awal tumbuhnya cinta didalam hatinya, sebuah janji yang menjadi awal baginya mendapatkan hidup baru.


"Tapi, Tuan—"


"Sssssttttt... Aku tidak ingin lagi mendengar alasan, ambillah."Ares tersenyum sambil menyodorkan kotak hitam yang berisi pil naga sembilan bintang pada Mary, Mary ingin menolaknya tapi karena Ares benar-benar memaksanya membuatnya mau tidak mau menerima pil tersebut.


"Mary segera pakai pil itu karena sebentar lagi janji yang kukatakan padamu akan segera ditepati..."


"Huh? Maksud, Tuan?."


Ares tersenyum penuh makna dan segera Mary menyadari alasan Ares memaksanya menerima pil naga sembilan bintang.


"Tuan, jangan-jangan..."


"Benar, Mary. Dalam waktu dekat Kerajaan Gottlich dan Kerajaan Astria!!."

__ADS_1


__ADS_2