
Gerald, Richard dan Mary melakukan rapat keluarga yang dihadiri oleh mereka bertiga. mereka membahasa tentang rencana Ares yang ingin membuat sebuah kota besar tempat dimana semua ras bisa tinggal dan menentukan hukuman yang cocok untuk Ares.
rapat yang berlangsung selama 3 jam itu menghasilkan tiga hukuman yang harus Ares turuti, karena jika tidak dia akan ditendang dari keluarga ini. selain itu hal yang paling menarik untuk mereka bahasa adalah rencana dia untuk membuat sebuah kota besar.
Kota besar dimana semua ras bisa tinggal tentu akan terdengar menarik. menurut mereka sendiri jika rencana ini berhasil maka kekuatan militer keluarga mereka akan naik drastis karena akan banyak Ras-ras superior yang masuk dan menetap disini dalam waktu lama. dan bisa dipastikan beberapa dari mereka akan menjadi ksatria atau prajurit keluarga mereka.
Hal ini diskusikan lebih lanjut selama sejam kedepan dan setelah memikirkan matang-matang, mereka bertiga memutuskan untuk menyetujui rencana yang ini.
Ares dipanggil kembali kekastil Terrarium untuk mendapatkan hukuman yang anda, ares datang ditemani oleh Damon dan Eizen yang berpakaian rapih.
Ares berjalan di koridor kastil dengan perasaan gugup yang menyelimuti hatinya, tangannya sedikit berkeringat saat ini. setelah berjalan beberapa saat mereka sampai dipintu masuk ruangan tersebut. Pintu terbuka dengan perlahan dan sedikit berderit saat bergerak.
mereka masuk kedalam dan duduk dikursi yang sudah disediakan, didepan mereka terdapat ayahnya yang duduk di singgasana yang berada ditengah dengan kakek dan neneknya yang duduk dikiri dan kanannya. mereka juga menggendong kedua bayinya yang terlihat tidak tidur karena terdapat suara anak bayi.
ayahnya bangkit dari singgasananya lalu berkata"Ares, Rencana yang kau bicarakan pada kami beberapa hari lalu terdengar menarik bagi kami. setelah kami pikirkan baik-baik selama beberapa hari terakhir kami menyetujui rencana ini dan memberi dukungan penuh atas rencana ini. namun, kita perlu mendiskusikan ini lebih lanjut sehabis ini. Ehem! Baiklah ketopik selanjutnya."Ayahnya melihat kekiri dan kekanan.
"Ini adalah hukuman yang akan kau dapatkan, kami sudah mendiskusikan ini sebelumnya dan membuat tiga kuhukuman, Hukuman pertama yang akan kau dapatkan adalah kau dilarang memberikan nama kepada kedua anak ini, anak ini secara khusus akan diberikan nama oleh kakek dan nenek. apa kau menerima hukuman ini?."Ucapnya sambil menyeringai tajam.
Ares sendiri hanya diam membatu mendengar perkataan ayahnya. dia tidak menyangka jika ayah, kakek dan neneknya memberikan hukuman seperti ini yang tentu saja terdengar enteng. ia hanya bisa mengangguk pelan dan saat itu, mereka bertiga tersenyum lebar sambil sesekali mengayunkan bayi dalam gendongan mereka.
"Hukuman kedua kau harus membunuh Ice Dragon Lord yang ada di pegunungan Gefroren dan yang ketiga kau harus membunuh Frost King yang ada di pegunungan Gerfroren. kau harus membawa kepala mereka kepada kami untuk membuktikan jika kau benar-benar membunuh mereka, apa kau mau?."Tanya ayahnya dengan seringai lebar diwajah.
Ares hanya terdiam membeku dengan wajah kaget, siapa yang tidak kenal Ice Dragon Lord dan Frost King diutara? Kedua makhluk itu adalah penyebab dari musim dingin tiada akhir diutara selama beratus-ratus tahun. kedua makhluk itu sangatlah kuat sampai bisa membekukan apapun yang ada disekitar mereka sehingga iklim diutara tidak pernah berubah selama beratus-ratus tahun.
Selama beratus-ratus tahun mereka berdua menjadi entitas terkuat diutara yang menjadi ancaman bagi segala makhluk disini. jadi kenapa mereka tidak disingkirkan sejak dahulu? itu adalah pertanyaan yang mudah.
__ADS_1
alasan kenapa Keluarga Dunkenheit tidak pernah mengusik ketenangan kedua makhluk itu karena mereka membutuhkan kedua makhluk tersebut, alasannya untuk melindungi pegunungan Gerfroren dari pihak kerajaan atau pihak lain yang ingin mengincar pegunungan itu. sebenernya pegunungan Gerfroren sangatlah berharga karena menyimpan banyak cadangan Emas, Perak, permata, platinum, berlian dan berbagai macam logam berharga dan langka lainnya, didalamnya namun sampai sekarang tidak ada yang mengetahui fakta itu selain Keluarga Dunkenheit.
Mereka membiarkan keluarga Dunkenheit mereka seakan-akan takut dengan kedua makhluk tersebut untuk membuat pihak lain juga takut dan enggan untuk kesana. yang membuat pegunungan Gerfroren lama kelamaan menjadi terlupakan sehingga kedua makhluk tersebut menjadi sebuah legenda.
Memang kedua makhluk itu terkenal sangat kuat sampai bisa mengubah iklim seluruh Utara selama ratusan tahun, keluarga Dunkenheit memperkirakan jika alasan kedua makhluk tersebut bisa mengubah iklim diseluruh Utara karena sebuah item. tapi sampai sekarang keluarga Dunkenheit masih tidak mengetahui item apa itu.
Ares sendiri tidak terlalu mempermasalahkan masalah ini, karena bagaimanapun ini adalah hukuman yang harus ia terima secara lapang dada.
"Baik aku terima hukuman ini, tapi aku perlu waktu untuk mempersiapkan segala macam hal untuk mengalahkan mereka. dan lagi aku juga ingin mendengar nama macam apa yang Ayah, kakek dan nenek berikan kepada kedua anakku."Ujarnya sambil menghela nafas.
"heheh... untuk hal itu kau bisa melihatnya nanti. kalau begitu kedua bawahanmu bisa menunggu diluar terlebih dahulu dan kau ikut bersama kami."Ujar ayahnya lalu bangkit dan pergi dari sana disusul oleh neneknya dan kakeknya.
Mereka masuk kesebuah Ruangan yang ada didekat situ, Ares memberikan isyarat untuk mereka menunggu diluar lalu ia ikut masuk kedalam ruangan itu.
************
"Baiklah Ares, aku ingin bertanya padamu terlebih dahulu. kedua anak ini bukan manusiakan? lalu siapa ibu mereka?."Tanya neneknya, seketika udara disana membeku.
Semua tatapan mata mengarah padanya, dan ares hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya dan memikirkan apa yang harus ia katakan.
'Mereka berdua menetes dari telur'betapa indahnya dunia jika dia berkata seperti itu?.
Ares menghela nafas berat lalu berkata"Nenek benar, mereka berdua bukanlah manusia. bayi perempuan ini merupakan seorang Dragonnoid sedangkan bayi laki-laki aku tidak tahu dia apa, tapi yang jelas dia adalah manusia. aku tahu kalian bertanya-tanya siapa ibu mereka tapi untuk saat ini aku belum bisa bilang kepada kalian. maaf jika kalian tersinggung dengan ucapanku barusan."Ucap Ares lirih sambil menundukkan kepalanya.
dia kali ini merasa bersalah karena terlalu banyak menyimpan rahasia dari orang-orang terdekat, tapi mau bagaimanapun ia sendiri tidak mau siapapun tahu rahasianya karena ia takut, sikap mereka kepadanya akan berubah.
__ADS_1
Gerald, Richard dan Catherine saling memandang, lalu ayahnya mengusap pelan kepalanya lalu berkata"Tidak masalah jika kau memiliki rahasia yang tidak ingin diketahui siapapun, mau bagaimanapun itu adalah sebuah privasi jadi kami tidak akan mengungkitnya lagi. jangan pernah berpikir sikap kami akan berubah ketika kami mengetahui rahasiamu karena kita adalah keluarga."Ucapnya sambil mengusap pelan kepala Ares.
Ares hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Kedua bayi yang digendong nenek dan kakeknya tiba-tiba bersuara.
Kakeknya tertawa pelan"Hahahahaha... lihatlah jangan terlalu sedih! anak-anakmu jadi ikutan sedih! lihatlah!."Ucapnya sambil tertawa dan memperlihatkan bayi perempuan imut yang terlihat mengembungkan pipinya.
Ayahnya yang gemas memain-mainkan pipi bayi tersebut dengan lembut lalu menggendongnya dan mengayunkan perlahan.
Melihat bayi perempuan dalam gendongannya Gerald tiba-tiba teringat ketika Ares masih kecil, rupanya mirip seperti Ares sewaktu kecil yang membuatnya sedikit bernostalgia. sementara itu Richard dan Catherine juga sibuk mengajak main bayi yang dia gendong dan terdengar sesekali suara tawa anak kecil.
Ares hanya bisa tersenyum mendengar suara mereka, lalu mengusap-usap dengan lembut kepala mereka lalu melihat kearah ayah, Kakek dan neneknya.
"Jadi apa kalian sudah menentukan nama mereka?."Tanya Ares.
Mereka bertiga terdiam sesaat lalu beberapa saat kemudian tersenyum dan melihat kearah kedua bayi tersebut, mereka mengusap kepala kedua bayi tersebut.
"Bayi perempuan ini akan kami beri nama, Aisyah Otto Van Dunkenheit. sedangkan bayi laki-laki ini akan kami beri nama Maximilian Von Dunkenheit. kau tidak keberatankan dengan nama yang kami berikan?."
Ares hanya mengangguk pelan, Ares sebagai orang yang hidup selama hampir dua ratus tahun tentu tahu apa arti dari nama yang mereka berikan. dan menurutnya kedua anak pantas dengan nama itu.
"Tidak, aku tidak keberatan dengan nama itu. jadi kapan kalian akan menyebarkan undangan pesta kelahiran kepada Cabang-cabang keluarga kita?."
"Itu akan kita urus nanti yang lebih penting sekarang adalah menjalankan hukumanmu terlebih dahulu, baru kita melaksanakan pesta kelahiran mereka berdua. kita juga perlu mengarang cerita tentang kelahiran kedua bayi ini nanti."ujar ayahnya, nenek dan kakeknya juga mengangguk.
"Baiklah jika begitu, kuharap karangan cerita yang kalian buat cukup untuk dipercayai oleh mereka. oh? sepertinya mereka lapar? mari panggil pelayan kebetulan juga sudah jam makan siang."
__ADS_1
Setelah itu mereka makan bersama disana, dengan kedua bayi yang menyusu dengan Susu berkualitas tinggi.