Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
162.Ujian Tomb of the Thousand Swords IV


__ADS_3

Orang-orang berkumpul didepan pintu masuk makam, Jika dilihat pintu masuk makam lebih mirip sebuah kuil namun terdapat jalan menuju ke bawah tanah yang menjadi tempat ujian berada.


disana terdapat Gerald, Richard, Catherine dan Ares yang duduk dikursi emas tersebut, Ares menggendong kedua anaknya sambil sesekali mengusap-usap mereka.


Gerald bangkit dari berdehem setelah itu berkata"Sebelum Ujian dimulai aku akan menjelaskan terlebih dahulu mekanisme dari ujian kali ini, ujian kali ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama kalian akan dipindahkan kedalam labirin rumit dan tugas kali adalah mencari pintu keluar dari labirin tersebut, terlihat mudah tapi percayalah didalam labirin itu berisi Monster-monster yang siap untuk menyerang kalian dan menghalangi kalian, terdapat beberapa pintu keluar dengan jalur berbeda-beda namun sua jalur itu mengarah kesatu tempat yang sama."


"Setelah itu kalian akan masuk ke tahap kedua yang mana kali ini kalian diharuskan masuk kedalam Arena, didalam Arena kalian akan melawan Ksatria-ksatria hebat dari keluarga kita satu lawan satu, jika kalian tidak bisa mengalahkannya atau merasa tidak mampu kalian bisa menyerah setelah itu kalian akan diteleportasikan kesini lagi. tapi jika menang kalian berhak masuk kedalam Makam dan mengambil pedang Ksatria yang kalian kalahkan."Tutur Gerald dengan tegas.


Seketika orang-orang yang ikut kedalam ujian menjadikan senang mendengar itu, karena pasti kebanyakan senjata yang ksatria-ksatria itu pakai memiliki Rank Legendary bahkan mungkin Mytich. itu membuat mereka bersemangat untuk menjalani ujian kali ini. meski mereka tidak yakin busa mengalahkan Ksatria yang mereka hadapi nanti.


Catherine bangkit lalu mengambil staffnya lalu melirik Ares, Ares mengangguk pelan lalu memberikan Aisyah dan Max pada Gerald lalu berdiri disamping neneknya.


"Baiklah apa kalian sudah siap?."


"Siap Yang Mulia!!."Ujar mereka berbarengan dengan penuh semangat.


Catherine menghentakkan Staffnya lalu sebuah magic Circle raksasa muncul dibawah kaki mereka, magic Circle itu mencakup seluruh seluruh peserta sementara dibawah kaki ares terdapat Magic Circle berukuran kecil.


setelah itu mereka semua menghilang dari pandangan semua orang, menyisakan para orang tua dari peserta yang ikut dalam ujian. Catherine lalu menjentikkan jarinya seketika cermin raksasa muncul diatas yang menunjukkan kondisi peserta Ujian saat ini.


"Nah, mari kita lihat apakah mereka bisa melewati ujian kali ini?."Gumam Gerald sambil tersenyum menatap cermin tersebut.


******************************


Mata Long Yuan berbinar melihat jalan labirin yang ada didepannya, dia tidak henti-hentinya berkeliling dan memeriksa semua sudut jalan hingga atap-atapnya.


Ares mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh Long Yuan"Kakek Long, apa ada yang menarik didalam labirin ini?."Tanya Ares sambil memperhatikan jalan di depan dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Nak berhati-hatilah didalam labirin ini, karena mekanisme didalam labirin ini dapat membuatmu tersesat karena sepertinya labirin ini dirancang untuk terus berubah bentuk saat digunakan, aku tidak tahu siapa yang membuat labirin ini tapi dia benar jenius!!."Long Yuan melipat tangannya sambil melayang diudara, dia terlihat begitu senang saat melihat labirin ini.


"Eemm.. baiklah, terimakasih sudah mengingatkan."Ares berjalan pelan sambil melihat jalan yang didepannya.


disana terdapat jalan-jalan lain yang mengarah entah kemana tapi Ares bisa merasakan terdapat beberapa jalan buntu atau bercabang, Ares mencoba menggunakan magic Navigation tapi sepertinya magic Navigation dan sejenisnya dilarang disini.


Ares mencoba untuk merusak tembok labirin dengan pedangnya, tapi kerusakan ditembok itu langsung terregenerasi dengan cepat dan hilang tanpa bekas.


"Ini menarik, tembok labirin ini bisa memperbaiki dirinya sendiri dan lagi bisa memblokir penggunaan Magic Navigation, orang yang menciptakan labirin ini memang jenius bahkan aku tidak yakin bisa menciptakan labirin seperti ini. aku penasaran siapa yang membuat labirin ini."Ujarnya sambil mengikuti Ares dari samping.


"Dari yang buku sejarah yang kubaca, labirin ini dibuat oleh Kepala keluarga Dunkenheit Ke-lima yang dikenal sebagai Alexander Klugsten yang mana dahulu dia terkenal sebagai ahli strategi militer dan Kepala keluarga terbijak pada masa itu. Labirin ini dibuat untuk melindungi Makam Para Kepala keluarga sebelum dirinya dan untuk melindungi Pedang-Pedang mereka."Tutur Ares sambil berjalan santai.


Labirin ini memang dibuat untuk melindungi Makam Para Kepala keluarga, karena jika Kepala keluarga meninggal mereka akan disemayamkan dimakam itu beserta senjata yang mereka pakai, Para ksatria yang memiliki kontribusi besar atau dikenal hebat juga dikuburkan disini untuk menghargai jasa mereka.


Maka dari itu Tempat ini diberi nama Makam Seribu Pedang memang karena terdapat Seribu pedang lebih yang menancap disetiap makam, meski tidak semuanya pedang sih.


"Troll, ya? bagaimana mahkluk seperti itu bisa ada disini?."ujar Long Yuan sambil mengusap dagunya.


"Ini dilakukan untuk menghalangi jalan para peserta ujian, jadi jangan kaget."Ares berjalan santai kesana dengan pedang ditangannya.


Troll itu menyadari keberadaannya dan langsung berlari menyerangnya.


Ares mengayunkan pedangnya"Vertikal Slash."


Troll itu berhenti lalu beberapa saat kemudian tubuhnya terbelah menjadi dua, tubuh troll itu terpotong rapih seperti dipotong dengan silet.


"Wah! ilmu pedangmu semakin tajam saja ya."Long Yuan tersenyum memuji Ares, untuk sesaat Long Yuan melihat Ares seperti seseorang yang dia kenal karena Ares benar-benar mirip dengan orang itu.

__ADS_1


Ares memperhatikan mayat Troll yang ada didepannya yang perlahan menghilang hingga akhirnya hilang sepenuhnya.


Ares melebarkan matanya sementara Long Yuan kaget dengan apa yang dia lihat.


"Hologram? tapi kenapa dia bisa tebas bahkan dibunuh? seharusnya hologram tidak bisa seperti itu, apa tadi itu sebuah Magic Ilusi tingkat tertinggi?."Long Yuan terlihat bingung, dia memiringkan kepalanya karena merasa kebingungan.


Ares hanya menggelengkan kepalanya karena dia jyga tidak yakin apa itu, mereka memutuskan untuk tidak memperdulikan hal itu lalu melanjutkan perjalanan mereka mencari jalan keluar dari labirin ini.


************************


Amelia menggenggam pedangnya dengan erat lalu mengayunkan, seketika 5 Goblin didepannya terpotong secara sempurna beserta dengan senjata mereka.


"Kakak kau menjadi semakin kuat ya?!."Seorang wanita menghampiri dirinya, wanita itu hanya lebih kecil darinya dan dia memegang tombak ditangannya.


Amelia menghela nafas pelan"Bukan aku yang semakin kuat tapi senjata kupakai ini memang kuat, sampai bisa memotong lima Goblin sekaligus dengan rapih."Ujar sambil melihat pedang ditangannya.


itu adalah pedang Rank Legendary yang Ares berikan sebelumnya dan beserta cincin yang dijarinya, ia sendiri kaget karena mendapat kedua item ini karena padahal dia kalah. dia benar-benar tidak mengerti maksud Ares yang memberikan kedua item ini meski dirinya kalah saat melawannya.


Dengan pedang dan cincin yang Ares berikan, kekuatan tempur Amelia meningkat drastis dan bisa dengan mudah membunuh atau mengalahkan Monster yang Levelnya lebih tinggi darinya.


meski begitu terdapat sesuatu yang mengganjal didalam dirinya karena hal tersebut.


"Eum.. pedang itu memang kuat tapikan semua senjata tergantung pemakaiannya."Ujar wanita itu yang mana dia adalah adik Amelia, dia adalah Lily Heart De Dunkenheit yang merupakan anak kedua dikeluarganya.


Amelia tersenyum lalu mengusap kepala Lily"kau benar Lily kau benar. aku harus menanyakan inibpara Tuan Muda Ares saat bertemu disana nanti."Ujarnya lirih lalu melihat kedepannya.


disana terdapat belasan Goblin yang berlari kearah mereka, Amelia memasang kuda-kuda begitu dengan Lily yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Bersiaplah Lily kita akan mandi darah."


__ADS_2