
Setelah menunggu sehari Ares bisa melihat jika badai salju sudah tidak seganas kemarin. Ares bisa melihat sekelilingnya dipenuhi salju yang menumpuk dan pohon-pohon yang tumbang karena terpaan angin.
"Melihat dari kondisinya sepertinya badai kemarin cukup dahsyat. aku juga harus berhati-hati dalam mengambil jalan jika tidak aku akan nyasar ketempat yang salah."Ares melangkahkan kakinya perlahan dan berlari dengan cepat.
setelah kedua gelang ditangan dan kakinya dilepas Ares bisa secara leluasa bergerak tanpa harus memikirkan apapun. Ares berlari sangat cepat diatas tumpukan salju yang rapuh bahkan dia berlari diatas danau yang membeku tanpa terpeleset sama sekali.
namun terdapat sesuatu didalam Danau itu yang membuatnya berhenti mendadak, dia lalu melihat kembali danau yang membeku itu.
"Aku merasakan sesuatu saat melintas danau itu, tapi aku tidak tahu apa itu."Ares berjalan ketengah-tengah danau lalu melihat kebawah.
Lapisan Es yang menutupi danau ini terlalu tebal untuk ia lihat, namun dirinya bisa mendeteksi terdapat beberapa objek didalam danau ini.
"Entah apa yang akan kudapat nanti. tapi sepertinya ini akan menjadi barang bagus."Ares membuat lubang yang cukup besar untuk dia masuki lalu membuka pakaiannya lalu masuk kedalam danau itu.
Rasa dingin langsung menusuk dirinya, namun dalam beberapa detik tubuhnya berhasil menahan rasa dingin itu karena Ice resistensi dan Aura yang dia alirkan secara cepat keseluruh tubuhnya. dia melihat kebawah lalu berenang turun dengan cepat hingga dalam waktu sekejap dia berada didasar danau.
'Pasti disekitar sini.'
Ares berenang kesana-kemari selama beberapa saat, dan akhirnya menemukan benda yang dia cari. Ares langsung mengambil semua benda itu dan langsung berenang keatas dengan cepat.
Ares sampai dipermukaan dengan wajah yang sudah sedikit memucat, dia langsung memakai pakaiannya lalu mencari tempat untuk mengecek benda yang dia dapatkan. dia terlebih dahulu membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh lalu melihat beberapa benda ditangannya.
"Ginseng beku?! sungguh beruntung aku mendapatkan tanaman ini disini, ditambah lagi Ginseng beku ini memiliki umur seribu tahun! pantas saja mengeluarkan gelombang kekuatan."Ucapnya sambil menyeringai tajam.
Ditangannya sekarang terdapat 10 Ginseng beku berumur seribu tahun, Ginseng beku seribu tahun terkenal memiliki khasiat dapat membuat penyerapan Mana menjadi 10x lebih cepat dan sangat berguna untuk membantu memperkuat tubuh, tanaman ini juga memiliki Mana yang sangat banyak karena umurnya yang Menyentuh angka seribu tahun. perlu diketahui semakin Tua suatu tanaman semakin kuat efek yang didepannya saat dikonsumsi.
"Khuhuhuhuhu.... Mendapatkan Tanaman spiritual yang memiliki umur seribu tahun, tentu saja siapa yang tidak senang? sungguh beruntung bisa mendapatkan tanaman ini disini. sungguh kebetulan yang luar biasa hahahha..."Ares tersenyum lebar dan senyumnya lebih mirip seperti iblis.
Ares memutuskan untuk memakai tanaman ini nanti, karena tujuan utamanya sekarang adalah menuju pegunungan Gerfroren secepat mungkin.
************
Ares duduk disebuah batang pohon didekat sebuah tebing sambil memandangi pemandangan didepannya.
__ADS_1
"Jadi ini pegunungan Gerfroren? eemm sama seperti yang ada didalam cerita."ujarnya pelan sambil mengusap dagunya.
Pegunungan Gerfroren terlihat seperti pegunungan yang berjajar, akan lebih tepat jika dibilang jajaran pegunungan dibanding Pegunungan melihat dari tampilannya. Pegunungan Gerfroren terlihat sangat besar dan tinggi, puncaknya saja ditutupi langit, terlihat juga badan gunung yang ditutupi salju dan es.
Jika dilihat lagi hutan yang ada didekat pegunungan Gerfroren dipenuhi oleh Monster-monster yang sedang menunggu mangsanya, kebanyak dari mereka adalah monster seperti Yeti, Ice Troll, Snow Goblin, Ice Giant dan masih banyak lagi, menunggu ditempat mereka masing-masing.
Ares menyipit matanya dan melihat hutan disana dengan monster-monster didalamnya"Level 300 sampai 500 ya? cukup tinggi dibandingkan hutan-hutan lain yang pernah kunjungi dulu. tapi yang menjadi masalah sekarang adalah jumlah mereka yang hampir yang sangat banyak dan tersebar diseluruh hutan. akan cukup merepotkan jika mereka menyerangku secara bersamaan.
."ucapnya sambil mengusap dagunya.
Ares lalu turun dari dahan pohon itu, lalu menggunakan skill [ Perfect Stealth ] miliknya lalu berjalan perlahan kesana dengan pedang yang digenggam erat tangannya.
Ares berlari melewati hutan lalu berhenti mendadak saat melihat gerombolan Snow Goblin yang sedang bertempur dengan gerombolan Ice Troll. Ares mendekat dengan hati-hati dan melihat pertempuran kedua kubu tersebut.
Pertempuran antara Ice Troll dengan Snow Goblin terlihat brutal karena tidak ada satupun dari mereka yang menyerah meski salah satu anggota tubuhnya hilang atau terluka parah. Pertempuran ini membuat suara berisik yang memancing lebih banyak monster datang kearah mereka.
Ares buru-buru memanjat salah satu pohon dan berdiri disalah satu dahan disana, dengan pedang yang sudah bersiap menebas apapun. dari kejauhan terdengar banyak suara langkah kaki yang berasal dari monster yang terpancing oleh suara mereka.
Mencakar, memukul, menyeruduk, menggigit semua mereka lakukan untuk membunuh musuh-musuhnya mereka, dalam waktu sekejap arena pertempuran dipenuhi oleh darah, potong tubuh dan mayat para monster yang telah mati.
'Huh? kenapa mereka seperti menggila? apa karena mereka mengikuti insting bertahan hidup mereka ya?.'Batinnya bingung. Ares sebenernya baru menyadari jika mereka seperti lepas kendali atau menggila, namun Ares tidak menemukan bau ramuan atau magic apapun disekitarnya yang mampu seperti itu.
'Berarti jawabannya cuma satu, mereka mengikuti insting bertahan hidup mereka. yang membuat mereka menjadi seperti menggila dan meredam rasa sakit yang ada karena adrenalin memuncak. ya cukup logis.'
Ares mengangguk-angguk puas"nah sekarang giliranku."Ares menggenggam pedangnya dan turun perlahan seperti daun yang tertiup angin dan mendarat dengan tubuh yang memasang kuda-kuda berpedang.
"Dunkenheit Sword Art Bentuk Kedua :Threefold Slash Of Darkness."
Tiga cahaya gelap menebas Monster-monster yang disana itu seperti bintang jatuh, Ares tersenyum dan memasukkan pedangnya seketika tubuh monster-monster itu terpisah dari tubuhnya. darah mulai menggenang dibeberapa area yang ada disekitarnya sini dan bau anyir darah mulai tercium.
Salju terserap kedalam salju yang membuat warna salju disana menjadi merah darah dengan Mayat-mayat monster dan potongan-potongan tubuh monster menghiasi area disana.
Jendela-jendela notifikasi System muncul didepannya sebagai pemberitahuan Ares membunuh monster dan mendapatkan Exp.
__ADS_1
"Monster-monster yang kubunuh kebanyakan memiliki level 350-480 tapi exp yang didapatkan bahkan tidak mengisi 10% dari bar Exp, memang sulit naik ke level 700 karena membutuhkan 100x lebih banyak exp dibandingkan level-level sebelumnya. Sial ini akan menjadi sulit. aku harap dua makhluk itu bisa membuatku naik level."Ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.
dia mengangkat tangannya"Void Eater!."Mayat-mayat monster disekitarnya terserap hingga tersisa menjadi tulang belulang.
Ares mendengus senang lalu lalu pergi dari sana menuju pegunungan Gerfroren yang ada didepannya.
jauh didalam pegunungan Gerfroren terdapat sebuah istana yang megah dan indah. hampir seluruh bagian Istana itu terbuat dari Es yang membuatnya berkilau seperti sebuah permata.
istana yang hampir seluruh dibangun dengan Es ini merupakan tempat tinggal Seekor Dragon lord beserta istri-istri dan anak-anaknya. meski dari luar kelihatan kecil dan tidak mungkin ditempati oleh entitas seperti Dragon nyatanya didalam istana ini cukup luas bagi seekor Dragon berlalu lalang didalamnya.
Didalam istana tersebut terdapat seekor Dragon yang. dia membuka matanya dan mendapati terdapat beberapa Dragon lain disekitarnya.
"Sudah berapa lama aku tidur?."
"Sekitar dua bulan."
pertanyaan langsung dijawab oleh salah satu dragon disekitarnya. dia bangkit dan sedikit meregangkan tubuhnya setelah tidur dalam waktu lama.
"Apa ada perubahan selama aku tertidur? apa Situa bangka itu membuat ulah lagi?."Ujarnya dengan nada tidak senang.
"Tidak dia tidak membuat ulah selama beberapa waktu terakhir, malah rasanya aneh dia tidak berulah akhir-akhir ini. pasti dia sedang merencanakan sesuatu."Ujar salah satu dragon berpendapat.
Dragon itu mengangguk. istri-istrinya merupakan keturunan dari Dragon lord yang membuat mereka memiliki darah Seorang Dragon Lord didalam diri mereka. yang membuat kecerdasan mereka semua berada diatas rata-rata. orang selalu menjawab pertanyaan tadi adalah salah satu istrinya Vira Vesakh.
"Emmm..kau benar memang rasanya agar aneh. dia pasti membuat strategi licik ketika aku aku tertidur."Ujarnya lalu merenung.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? dia bisa saja menyerang kita dengan pasukan yang kau kumpulkan selama kau beristirahat, bagaimana cara kita melawannya jika jumlah kita saja kalah?."Ujar salah satu istrinya khawatir.
dia bisa memaklumi kekhwatiran istrinya itu dan itu juga yang membuatnya berpikir. namun apakah dia harus memikirkan hal tersebut?.
"Kahahahahaha....apa yang kau khawatirkan?! Suamimu ini adalah Ice Dragon Lord, Raizel Kalt!!! bahkan jika dia membawa banyak pasukan kemari aku tidak akan takut sedikitpun!! karena dengan menggunakan Urlate Magic ribuan pasukan pun tidak akan bisa mengalahkanku!! Hahahahahaha...."
***************
__ADS_1