
Dari kamarnya yang ada dikastil Edelstein, Heilis dan Freya menatap perkotaan yang ada dibawah mereka. tampak dari atas banyak bangunan yang telah rampung dibangun tapi masih banyak juga yang belum rampung dibangun. bangunan-bangunan disini juga terlihat menggunakan material-material bangunan terbaik, ini bisa dilihat dari kualitas material itu yang tampak begitu diatas rata-rata.
Serta bangunan-bangunan yang ada disini tampak didesain seperti sebuah benteng, jika dilihat dari atas. mereka tidak tahu kenapa mereka berpikir seperti itu tapi begitulah yang mereka pikirkan ketika melihat kota ini dari atas.
"Golem, Orc, Dark elf dan manusia saling bekerjasama dalam membangun kota ini. Golem aku tidak heran karena mereka biasa digunakan dalam proyek pembangunan tapi aku cukup terkejut melihat Orc dan Dark elf ikut turun tangan dalam pembangunan kota ini."Ujar Heilis dengan kagum dan takjub.
Freya juga tampak sama persis seperti Heilis yang menatap kota dibawah mereka dengan kagum, dengan posisi Pohon Dunia yang ada ditengah perkotaan, membuat pemandangan perkotaan bisa terlihat dengan jelas dari balkon kamar mereka.
Mereka berdua masih mengingat bagaimana terkejutnya mereka saat pertama kali masuk kekota ini, saat mereka masuk kekota ini mereka disambut dengan pemandangan jalanan yang dipenuhi pekerjaan bangunan yang bertelanjang dada dengan Kereta kuda yang mengangkut material bangunan dipinggir jalan.
Yang membuat mereka terkejut bukanlah pemandangan kota ini, tapi kerjasama mereka yang tampak tidak membeda-bedakan suku maupun ras. mereka bekerja seperti pada umumnya dan rasa kebersamaan mereka sama seperti yang lainnya, mereka tidak memandang rendah ataupun tinggi orang-orang disekitar mereka yang membuat kota ini seperti dunia mimpi.
Heilis sebagai seorang Penguasa tentu ingin memiliki sebuah kota dimana setiap ras tinggal bersama dan rukun satu sama lain, tapi sayangnya itu tidak bisa.
Setiap ras memiliki rasisme mereka masing-masing yang membuat mereka sulit disatukan, seperti Elf yang rasis pada Dark elf, Dwarf yang rasis pada Hobit dan seterusnya. ini yang menjadi permasalahan utama dalam membangun sebuah negara dengan beraneka ragam ras dan suku.
Heilis pernah membaca dulu terdapat seorang Raja yang sangat berkuasa, Raja itu dikenal sebagai Raja yang bijak dan tidak membeda-bedakan kasta, ras ataupun suku yang penduduknya miliki. dia memiliki ambisi untuk membuat sebuah negara dimana sem ras bisa hidup berdampingan.
Tapi semua itu hancur berantakan karena pandangan yang dimiliki setiap ras yang ada diwilayanya berbeda-beda, semua ras didalam kerajaan saling berperang satu sama lain hingga akhirnya kerajaan itu hancur menyisakan reruntuhan dan kisah yang tragis.
"Sayang, bagaimana menurutmu? apakah kota ini bisa bertahan lama jika seperti ini terus?."Freya tampak memasang ekspresi tersenyum pahit.
Heilis menghela nafas berat dan memejamkan matanya"Aku tidak tahu, mungkin Ares sudah memikirkan semua konsekuensi ini dan saat ini kemungkinan dia memiliki sebuah rencana, tapi entahlah kita tidak bisa menyimpulkan semua itu dengan informasi yang kita miliki saat ini. kita juga tidak tahu bagaimana kepribadiannya jadi bisa saja ucapanku."Ujar Heilis berjalan dan duduk dikursi yang ada didalam kamarnya.
Dia banyak mendengar cerita dimana kota seperti ini pada akhirnya hancur karena perbedaan, padahal jika dipikir setiap mahkluk diciptakan berbeda-beda untuk saling melengkapi, tapi hampir semuanya saling menghancurkan karena perbedaan itu.
Freya yang melihat suaminya bersedih menghela nafas pelan lalu berjalan kearahnya sembari berkata"Sayang, kita memang berbeda, tapi kita akan sama-sama bodoh jika bertengkar karena perbedaan."Ujarnya lalu berdiri disamping Heilis dan tersenyum hangat padanya.
Ketika mendengar perkataan dan senyum hangat Istrinya, Heilis seketika tersadar lalu mengangguk kepalanya"Kau benar sayang, kau benar. perbedaan akan membuatmu kehidupan menjadi lebih berwarna."Heilis bangkit lalu menggandeng tangan Freya.
"Ayo, kita kesana pasti Fiara dan Evelyn sudah selesai berkeliling."Ujar dengan hangat.
"Iya, ayo kita kesana."
Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan dan tersenyum hangat satu sama lain, mereka seperti sebuah pasangan yang diikat oleh kawat takdir yang tidak akan memisahkan mereka.
__ADS_1
**************************
Sementara itu Fiara dan Evelyn yang berkeliling diistana Edelstein, dibuat terkagum-kagum dengan desain dan arsitektur dari istana ini yang mereka perkirakan lebih mewah ketimbang istana mereka.
Istana Ruby yang ada kerajaan mereka mungkin tidak bisa menandingi kehebatan dari istana ini, tapi ini juga membuat mereka bertanya-tanya orang seperti apa Ares itu.
Mereka berdua melirik kearah Ksatria yang mengawal mereka berdua, kalau tidak salah nama Ksatria dibelakang mereka Eizen.
Fiara melirik Evelyn lalu Evelyn menganggukkan kepalanya, dengan gerakan tubuh malu-malu lalu bertanya"Uemm... Sir Eizen bolehkah saya bertanya?."Ujarnya dengan malu-malu.
Eizen yang ditugaskan sebelumnya oleh Damon, menganggukkan kepalanya.
"Apa yang anda ingin tanyakan, Tuan Putri Evelyn?."
"Uem ya... menurut Sir Eizen sendiri seberapa hebat Tuan Muda Ares?."
Eizen terdiam sesaat setelah Evelyn menyelesaikan perkataannya, menurutnya sendiri Tuan mereka merupakan seseorang dengan kecerdasan dan kebijakan tertinggi diantara mereka semua, semua pergerakan dan kalimat yang dilontarkannya memiliki arti tersembunyi tidak dapat dengan mudah mereka pahami, setidaknya itulah yang dipikirkan Eizen dan Damon.
Eizen mengusap dagunya lalu berkata"Menurut saya Beliau, merupakan orang yang sangat luar biasa karena bukan hanya tampan, tapi Beliau juga sangat kuat dan pintar dalam segala hal. Beliau juga bisa menyatukan banyak ras dalam sebuah kota dan seluruh penduduk dikota bahkan seluruh Utara menyebut Beliau sebagai Pahlawan, Penyelamat dan Penguasa yang bijaksana, setidaknya itu lah menurut saya."Ujar dengan mengangguk yakin.
'Seperti yang diduga dari Tuhanku!.'Batinya dengan seruan kencang.
Fiara Dan Evelyn menggaruk kepala mereka mendengar kalimat-kalimat yang terasa berlebihan bagi mereka, mereka tentu ingin tahu bagaimana Ares dimata para bawahannya.
Tapi sepertinya mereka ia terlalu menghormati dan memuliakan Ares sehingga mengatakan hal-hal seperti itu.
'Hhmmm... apakah dia benar-benar sehebat itu?.'Batin Fiara sambil mengusap dagunya.
'Ohh?!!! sebegitu hebatkah dia sampai bawahannya bersikap seperti itu? seperti yang diduga dari orang pemegang JobClass World Tree Priest, rupanya dia sama bijaknya dengan Ayah!.'Batin Evelyn dengan wajah tersenyum cerah.
Mereka bertiga berjalan berdampingan menikmati keindahan interior dan arsitektur Istana Edelstein, semuanya berjalan seperti biasa hingga mereka dihampiri oleh seseorang.
"Eizen, tunggu sebentar."Ujar seorang pria dari belakang mereka.
Mereka bertiga berbalik dan menemukan seseorang berjalan dibelakang mereka, orang itu menggunakan jubah magician berwarna hitam legam dengan warna emas dipinggirannya dan dia memakai tudung dikepalanya yang menutupi seluruh wajahnya. wajahnya juga tampak tertutupi bayangan yang gelap yang membuat wajahnya sulit terlihat.
__ADS_1
Eizen memiringkan kepalanya"Kenapa Ulbert? apa ada masalah?."
"Tidak ini bukan masalah, Sri-Paus Heilis dan Yang Mulia Ratu Freya sedang menunggu kalian, kalian disuruh cepat datang kesana sekarang."
Eizen mengangguk"Baiklah, kami akan kesana sekarang, kalau begitu sampai jumpa."
"Ya Sampai jumpa."
"Mari saya antar kalian menuju ruang tunggu."mereka bertiga berjalan meninggalkan Ulbert sendirian dibelakang.
Sementara itu Fiara dan Evelyn merasakan sesuatu yang janggal dengan pria bernama Ulbert itu, saat mereka melihat Ulbert mereka bisa melihat kabut hitam dari tubuhnya dan mereka juga mencium bau kematian dari pria tersebut.
Bau kematian pada dasarnya tidak bisa dirasakan oleh orang biasa, tapi berbeda dengan mereka yang merupakan Elf yang memiliki kontrak dengan Spirit. ini membuat Indra mereka menjadi lebih tajam terhadap sesuatu yang seperti Black Mana, Demonic Energy dan lainnya.
'Bau barusan terasa seperti bau yang dimiliki Undead atau Black Mage, tapi bau pria barusan terasa lebih kental dan kuat ketimbang bau Undead. itu terasa seperti aku berhadapan langsung dengan seorang Lich. tidak, bahkan mungkin sesuatu yang lebih tinggi dari Lich. sebenarnya siapa pria barusan? kenapa dia memiliki bau seperti itu?.'Batin Fiara dengan penasaran.
Evelyn memang merasakan bau Ulbert tapi dia tidak memikirkan hal itu bau Ulbert terasa seperti seorang Alchemist, jadi dia tidak terlalu memikirkan hal itu.
Mereka berjalan beriringan dengan Fiara yang berpikir tentang Ulbert, lalu dia masih penasaran dengan Ulbert.
***********************
"Wah-wah!! berani sekali mereka membuat kota seperti ini tanpa seizin dari keluarga Kerajaan, menurutmu apa yang harus hukuman yang kuberikan pada mereka, Count Cremo?."Ujar Putra mahkota dengan senyum sinis.
Count Cremo yang ada disampingnya tersenyum licik dan merasa rencananya berhasil, dia lalu berdiri dengan tegas lalu berkata"Yang Mulia, menurut aturan kerajaan Gottlich yang dilakukan oleh Keluarga Dunkenheit merupakan penghinaan dan penodaan terhadap harkat dan martabat keluarga kerajaan, mereka membangun sebuah kota tanpa seizin Keluarga kerajaan jadi mereka pantas mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka!!."Ujarnya Tegas dengan niat memprovokasi Putra mahkota.
Putra mahkota yang ada disampingnya menggertak giginya dan mengepalkan tangannya, sebagai seorang Putra mahkota sekaligus Keluarga kerajaan dia tidak bisa membiarkan seseorang menodai nama baik Keluarga Kerajaan.
Dia lalu melirik Count Cremo yang ada disampingnya, Count Cremo merupakan bangsawan yang memiliki wilayah berbatasan langsung dengan wilayah Keluarga Dunkenheit, dia juga menjadi salah satu bangsawan pendukungnya yang paling setia padanya.
Walaupun dia merasa aneh dengan kesetiaannya tapi itu tidak apa, asalkan dia bisa berguna untuknya itu sudah cukup.
'Ya! ya! inilah yang aku inginkan!! sebentar lagi! sebentar lagi anak dari bocah angkuh itu akan mendapatkan penghinaan dalam hidupnya!! Gerald penghinaan yang kau lakukan terhadapku akan ditanggung oleh anakmu!'Batin Count Cremo dengan senyum licik diwajahnya.
"Ayo masuk. aku ingin melihat bagaimana si Ares itu mengurus kota ini."
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia Putra Mahkota."