Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
178.Tribulation Night Moon


__ADS_3

Selena bersama anggota guildnya menerobos keheningan malam kota yang diterangi oleh cahaya rembulan, suara sepatu besi dalam jumlah banyak membuat para warga yang ada disekitar terbangun dan menyadari bahaya yang ada.


Asosiasi Hunter berserta dengan Eksekutif mengevakuasi warga yang ada disekitar dinding Api dan membawanya ketempat aman, sementara wilayah yang ada didalam dinding Api Hancur tidak karuan.


disana seperti terjadi ledakan-ledakan besar yang menghancurkan rumah-rumah yang ada disana bersama dengan penghuninya, darah menggenang dibeberapa tempat dengan potongan-potongan dan isi tubuh manusia bertebaran disana.


Itu adalah sebuah pemandangan mengerikan yang membuat siapapun muntah saat melihatnya, sementara itu Asosiasi Hunter berserta dengan pasukan kerajaan dan Guild-guild yang ada menyatukan kekuatan mereka.


Organisasi Fraternal Brotherhood mengerahkan seluruh anggotanya untuk melawan mereka semua dan perang didalam kota pun pecah.


Abraham dan Selena maju kegaris depan untuk menghadapi musuh utama disini, tapi mereka selalu gagal karena banyaknya anggota Fraternal Brotherhood yang menyerang mereka.


Sementara itu Satan menghancurkan setiap bangunan yang ada dengan api yang dia miliki, setiap pukulan yang dia layangkan menghancurkan dan membakar setiap objek didepannya. suara mendesis dari darah dan daging yang terbakar Terdengar begitu jelas ditelinganya.


Pemandangan kota saat ini sangatlah kacau dengan kebakaran dan bangunan runtuh dimana-mana, ditambah lagi dinding Api yang ada disana membuat semua orang waspada karena mereka tidak mengetahui efek saat mereka masuk kesana.


Para Hunter serta para ksatria yang ada mengerahkan kekuatan mereka untuk membunuh setiap anggota Fraternal Brotherhood, sejumlah besar Ksatria kerajaan tidak banyak membantu karena Markas mereka ada didalam dinding Api yang mana sekarang sudah rata dengan tanah.


sudah pasti mereka semua mati dibunuh Demon King Satan yang ada didalam, jumlah mereka memang banyak tapi yang menjadikan masalah disini adalah Demon King Satan.


Meski dia belum menunjukkan diri bukan berarti fia tidak ada, dia pasti ada disuatu tempat dan sedang menunggu kelengahan mereka.


******************


Satan mendesah bosan sambil duduk diatas reruntuhan bangunan, dia tampak begitu bosan menunggu kedatangan Zero yang tidak kunjung datang padahal kota sudah dalam situasi kacau seperti ini.


"Sial! kapan dia dia datang?! aku sudah bosan membunuh anak-anak kecil tidak berdaya ini, meski pada awalnya seru tapi lama-lama malah bosan juga."Ujarnya kesal sambil melihat kerumunan anak-anak yang berada cukup jauh darinya.


Kerumunan anak-anak itu dijaga beberapa orang yang dan mereka adalah anggota Fraternal Brotherhood yang ditugaskan sebagai pelayannya, Kerumunan anak-anak disana tampak sangat ketakutan melihat sosok Satan Secara langsung.


Ditambah lagi sebagian dari mereka dibunuh olehnya didepan mata mereka semua, jadi tidak heran mereka ketakutan melihatnya saat ini ditambah lagi dengan kondisi sekitar mereka yang hancur berantakan.


"A-aku takut..."Ujar salah seorang anak sambil menahan air matanya, mereka semua merasakan perasaan yang sama yaitu ketakutan sampai tubuh mereka gemetar.


"Tenanglah anak-anak, Tuan Zero pasti aka datang sebentar lagi. jadi jangan menangis ya."Ujarnya salah satu pengurus panti asuhan yang mencoba menenangkan anak-anak.


mereka semua menangguk menanggapinya, tapi tetap saja ketakutan mengalir dan merembes kemana-mana menciptakan sebuah ketakutan.

__ADS_1


"Tuan Zero cepatlah datang kemari."Ujarnya berdoa agar Zero sampai disana.


Satan lalu menatap anak-anaknya yang menangis tanpa suara dengan tubuh gemetaran ketakutan, dia tersenyum bengis melihat pemandangan itu.


"Aku bosn menunggu, jadi tidak ada salahnya aku membunuh mereka satu persatu."Ujarnya sambil berjalan menuju kesana.


Para penjaga yang ada disana langsung menyingkirkan begitu melihat Satan berjalan kearah mereka, para anak-anak juga tampak lebih ketakutan saat melihat Sagan berjalan kearah mereka.


"Bibi, apa kita bisa selamat?."


"Percayalah nak, Tuan Zero yang menyelamatkan kita dari kegelapan pasti dia juga yang akan menyelamatkan kita dari sini, jadi tenanglah."Ujarnya dengan suara bergetar.


"Ya, aku percaya bibi. pasti Tuan Zero akan datang kemari dan menyelamatkan kita semua."Ujar salah satu anak disana.


"Hahahahhahahaha.... sungguh! sungguh menarik!! ahahahahahahahaha..."Satan Tertawa mengejek mereka.


"Tidak!! Tuan Zero pasti akan datang menyelamatkan kami semua!!!."


"Jadi dimana dia!? dimana dia saat teman-teman kalian kubakar dan kubunuh?! kemana dia saat kalian menangis dan gemetar ketakutan?! hah kalian tidak bisa menjawabnya, kan?!."Ujarnya sambil tersenyum mengejek.


Semua yang dikatakan Satan merupakan kenyataan, Zero tidak datang pada saat mereka membutuhkannya menjadi bukti konkrit Zero tidak akan datang.


"Hoh? anak pemberani aku suka itu, siapa namamu bocah?."


"Garments!! aku Garments dan aku yakin Tuan Zero akan datang menyelamatkan kami!!."Serunya dengan penuh keyakinan.


Seruannya membuat satu persatu anak-anak menjadi percaya Zero akan datang, tapi itu dihentikan oleh suara tawa mengema dari Satan.


"Hahahahha... aku suka bocah pemberani sepertimu, itu membuatku menjadi lebih senang saat mendengar suara keputusasaanmu."Satan tersenyum bengis dan berjalan kearahnya.


Garments maju dan berdiri didepan Satan seperti seorang ksatria, dia sebenarnya takut tapi dia percayai pada Zero yang membuatnya menjadi lebih berani.


"Aku tidak takut padamu!!."Ujarnya dengan berani dan tegas.


"Kukukuku...bocah yang menarik, sayang sekali kau harus mati disini!!."Api dikepalanya berkobar seperti tertiup angin dan wajahnya seperti lebar.


Meski begitu Garments tidak gentar, malahan dia memasang kuda-kuda untuk melayangkan pukulannya yang membuat Senyum Satan menjadi semakin tajam.

__ADS_1


"Hahahah!!! mari kita lihat seberapa indah suara tangian penderitaanmu!!."Satan melayangkan Tinjunya.


Garments mengerahkan semua kekuatannya untuk melayangkan tinjunya dan memukul Satan, dia memejamkan matanya sambil melayangkan tinjunya.


tapi hal yang tidak terduga terjadi, Satan terpental jauh kebelakang dan menabrak puing-puing bangunan sejauh beberapa ratus meter.


Pada saat itu Garments dan anak-anak serta para pengasuh menangis bahagia melihat sosok dibelakang Garments, itu adalah Zero yang seluruh tubuhnya tertutupi darah.


"Tuan Zero, saya pikir anda tidak akan data-."


"Maafkan aku karena datang terlambat, ada sesuatu yang menghambatku kesini barusan, tapi sekarang tidak perlu khawatir karena aku sudah ada disini."Ujarnya sambil mengusap rambut Garments yang sedang menangis.


Alpha melihat sekitarnya dan menemukan panti asuhan yang dia bangun kini telah menjadi puing-puing, bangunan 5 lantai yang tampak megah dengan gaya Eropa kuno sekarang menjadi puing-puing bangunan dengan banyak anak-anak mati disana.


"Nak kau kesanalah dahulu, ini akan menjadi sedikit merepotkan."


Garments mengangguk lalu pergi dari sana, tapi untuk sesaat dirinya seperti melihat wajah Alpha seperti tersenyum kesal.


"Bangsat... andai saja mereka tidak menyerangku secara bersamaan aku pasti memiliki peluang untuk mempertahankan bangunan dan anak-anak yang ada disini, tapi semuanya sekarang terlambat. Aaahhhhh... ini membuat sangat kesal!."Kekuatan yang sangat besar meledak dari dalam tubuhnya.


Ledakan kekuatan itu membuat sebuah cekungan disekitarnya dan atmosfer disana terasa lebih berat dari sebelumnya.


"Bibi Pengurus, pergilah ketempat yang aman aku akan menghadapi iblis itu sekarang."


"Baik! Tuan Zero! kalau begitu tolong jaga diri anda."Ujarnya lalu membawa anak-anak pergi bersamanya.


Disaat yang bersamaan ledakan besar terjadi ditempat Satan terlempar, dia berjalan kesini dengan seluruh tubuh diselimuti kobaran api raksasa yang membakar setiap objek yang dia lewati, Satan saat ini sudah masuk kedalam mode bertempur.


Mereka berdua saling bertatapan dengan tajam, Api dari tubuh Satan dan kekuatan dari tubuh Alpha saling bertabrakan yang menciptakan tekanan yang sangat besar untuk area yang ada disekitar mereka.


Tanah bergetar dan langit menjadi lebih gelap dari biasanya dengan suara petir kencang yang terus bergemuruh.


Mereka berdua saling melayangkan tinju tapi Tinju Alpha lebih dulu mengenai Satan, Satan terpental keluar dari kota sementara Alpha diam disana tidak bergeming.


"{ Removing the Third Phase Chaos Energy Use Restriction }."Seketika itu Chaos Energy dalam jumlah sangat besar meledak dari dalam dirinya.


Semua orang yang ada di kota merasakan perasaan kehancuran luar biasa, itu terasa seperti kehancuran berada sangat dekat dengan mereka dibarengi dengan perasaan tidak enak yang begitu menyesakan.

__ADS_1


"Aku mungkin akan diomeli Tuan, Damon atau Eizen sehabis ini, tapi aku yakin mereka tahu apa yang aku perbuat."Ujarnya lalu menghilang dari sana.


__ADS_2