
"Ini jauh lebih banyak dari yang kukira."Ucap Ares sembari melihat Pasukan Undead Tiamat dari atas langit.
Sudah beberapa hari terakhir ia mengawasi Pasukan Undead Tiamat dari atas langit dan berdasarkan apa yang ia lihat, lima Guild Besar dan Asosiasi Hunter telah melakukan segala macam cara untuk bisa melawan Pasukan Undead Tiamat.
Meski perlawanan yang mereka lakukan cukup hebat namun itu semua tidak akan berdampak apapun kalau jumlah musuh yang mereka Serang saja terus bertambah.
"Dari pada terus menyerang tanpa tujuan lebih baik menimbun kekuatan terlebih dahulu lalu menyerang dengan kekuatan dan rencana yang sudah dibuat, kalau seperti ini tidak ada bedanya dengan menguras tenaga yang ada."
Ares sendiri selama beberapa hari ini hanya memperhatikan Setiap gerak-gerik yang dilakukan pasukan Undead Tiamat dari langit dan dia juga menggunakan Mantra Magic { Invisible } yang ia pakai dari Magic Scroll.
Berkat itu ia mendapatkan cukup banyak informasi yang tidak diketahui oleh Asosiasi Hunter ataupun Lima Guild.
Ares melamun disana cukup lama hingga lamunannya dipecahkan oleh sebuah ledakan yang tidak jauh darinya.
Itu adalah tempat dimana Pasukan perlawanan ditempatkan"Sepertinya mereka sudah mencapai batas."Ucapnya lalu terbang menuju kesana.
Dan benar saja, Pasukan perlawanan yang berjumlah puluhan sedang menghadapi Sekumpulan Undead yang berjumlah Ribuan.
Meski Undead-Undead yang menyerang mereka termasuk tingkat Rendah namun mereka kalah dalam jumlah, Mereka semua bertarung dengan segenap kekuatan mereka namun pada akhirnya mereka kalah jumlah.
"Aku sudah terlalu lama bersantai-santai, Saatnya melatih tingkat pengendalian Mana dan Chaos Energy ku saat ini."Ucapnya lalu menjentikkan jarinya.
Seketika Ratusan Pedang berwarna Oranye menyala muncul diatas langit"Aku namakan Teknik Ini The Fall of Hundreds of Destructive Swords."Ratusan Pedang itu melesat dan jatuh ketanah.
Ratusan Pedang itu mengenai banyak Undead-Undead yang hendak membunuh Pasukan perlawanan, Tidak cukup sampai disitu Ares menggunakan Ratusan Pedang itu untuk meratakan seluruh Undead Disekitar sini.
Pedang-Pedang yang ia buat berputar layaknya sebuah baling-baling yang Menebas pasukan Undead Tiamat hingga tidak tersisa, Tidak perlu waktu lama Ares berhasil membabat habis pasukan Undead Tiamat Diarea itu.
Ia lalu melihat pasukan perlawanan memandang langit dengan tatapan heran Dan kagum. Ares lalu memakai Soul Teror mask dan turun kebawah dengan perlahan.
************
Angelina Germanotta adalah Anggota Elit dari Guild The Pure White dan ia saat ini dikirim kegaris terdepan untuk melawan Pasukan Undead Tiamat.
Angelina sendiri adalah Hunter dengan JobClass Warpriest yang cocok untuk menghadapi Monsters tipe Undead, Maka diri itu ia tidak heran akan ditempatkan digaris Terdepan.
Pada awalnya Ia dan rekannya yang lain bisa mengikuti alur pertarungan dengan mudah namun makin lama mereka bertarung semakin banyak Undead yang menyerang mereka.
hingga pada akhirnya banyak dari rekan-rekannya yang lain gugur dimedan Perang dan hanya menyisakan beberapa dari mereka saja.
Meski begitu Ia tahu banyak nyawa dibelakang sana yang harus ia lindungi, Ia sudah mengirimkan Pesan darurat pada markas untuk mengirimkan Bala bantuan dan markas sedang mengirim bala Bantuan tersebut.
Selama bala Bantuan belum tiba Angelina dan rekan-rekannya yang lain haris melawan Pasukan Undead Tiamat dengan kekuatan seluruh kekuatan mereka.
__ADS_1
Meski pada akhir ia tahu ia kalah jumlah, ia tetap melawan hingga tetes darah terakhir dan lalu ia berdoa kepada Dewa.
tidak lama ia berdoa terdapat Ratusan Pedang-Pedang muncul di langit lalu menghujani Pasukan Undead Tiamat hingga jumlahnya sisa setengah.
Tidak cukup sampai disitu, ia juga melihat Pedang-Pedang Itu berputar layaknya sebuah kincir angin lalu melesat dan membabat habis pasukan Undead Tiamat hingga tidak tersisa.
Pada saat itu ia merasakan Seseorang mendekat dari atas Langit, Orang itu memiliki rambut berwarna Hitam dan ia memakai penutup wajah, Disekelilingnya Terdapat cahaya yang menyinarinya.
Pada saat itu ia berpikir. Apakah Dewa telah turun dan membantuku?.
*****************
"apa kalian baik-baik saja?."
Ares mendarat didepan mereka, namun mereka malah memasang sikap Waspada dan menatapnya dengan penuh selidik.
"Oh. aku lupa, Aku Zero Hunter Rank God's Knight. Kalau boleh tahu dari mana Kalian?."
Setelah Ares memperkenalkan diri barulah mereka menurunkan penjagaan mereka lalu mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing.
mereka juga mulai memberikan informasi-informasi yang ingin mereka laporkan ke Markas, Mereka mungkin berpikir tidak ada salahnya menceritakan hal ini pada Hunter Rank God's Knight lain. Toh pada dasarnya Ares telah membantu mereka.
Ares berbincang-bincang dengan mereka cukup lama hingga akhirnya Ares melihat Bala tentara amat besar sedang berlari kearah mereka.
Angelina menghela nafas lalu menjelaskan jika Ares telah menghabiskan Undead-Undead Disekitar mereka.
Pria yang dikenal sebagai Ryan itu Menganga lebar mendengar penjelasan Angelina. Ryan itu berjalan kearahnya lalu memberi hormat.
"Terimakasih Tuan Zero karena sudah membantu Kami dalam melawan Pasukan Undead Tiamat, Kami Seluruh pasukan perlawanan berterimakasih pada anda! Dan kabar ini akan saya laporkan pada Petinggi-petinggi Dimarkas."Ucap Ryan dengan penuh rasa hormat.
Melihat jumlah Undead yang Ares hadapi seorang diri, Sikap seperti ini bukanlah hal biasa apa lagi untuk Hunter Setingkatnya sendiri.
"Tidak perlu berterimakasih padaku karena pada saat-saat inilah kita harus saling membantu demi keselamatan bersama."Ucap Ares dengan penuh Wibawa.
Pasukan perlawanan yang mendengar hal itu mengangguk setuju. Ares lalu meminta Ryan untuk menjelaskan situasi saat ini Dimarkas.
Ryan dengan detail menjelaskan situasi yang terjadi Dimarkas, Ares sendiri tidak menyangka ini akan melibatkan pihak-pihak Luar.
Berdasarkan penjelasan Ryan, Ketua Abraham bersama lima Guild besar sedang merencanakan Strategi pengepungan yang akan terjadi beberapa hari lagi.
"Baiklah, aku mengerti, sekarang bisakah kalian Bersiap?."Ucap Ares lalu mulai membentuk Mananya menjadi Pedang-Pedang yang berterbangan dilangit.
Dalam waktu sekejap diatas mereka muncul Ratusan Pedang Berwarna oranye menyala yang berterbangan diatas Langit. Ryan menatap Ares heran"Bersiap untuk apa?."
__ADS_1
Ares tersenyum tipis"Bersiap untuk bertempur karena teman-teman Kita sedang berjalan kesini."Ucap Ares sambil menunjuk kearah Hutan yang didalamnya dipenuhi Undead-Undead yang jumlahnya amat banyak.
Ryan lalu memerintahkan Hunter-hunter Tipe Tank untuk berbaris di depan lalu menyuruh Hunter-hunter Tipe attacker Dibelakangnya, Ia lalu menyuruh Hunter-hunter Tipe Supports untuk memberikan Buff pada Hunter-hunter Didepan mereka.
Dan terbentuklah Barisan Pasukan perlawanan yang siap bertarung, Ryan juga tidak lupa menyuruh para Mage dan Priest untuk memberikan Mantra Magic Buff pada Zero.
Ryan lalu berjalan dengan kudanya menuju barisan paling depan lalu mengangkat Tombaknya tinggi-tinggi. Ia memberikan pidato singkat dan seketika para Undead-Undead itu melesat kearah mereka dengan amat cepat.
Para Hunter Tipe Tank yang ada didepan mereka mempersiapkan Senjata mereka masing-masing dan kebanyakan dari senjata yang mereka pakai adalah Senjata Tumpul.
Undead-Undead itu menerjang mereka dan seketika Undead-Undead itu dilibas habis dengan Ayunan Warhammer milik Hunter Tipe Tank yang ada dibarisan depan.
Hunter-hunter Attacker lalu mengangkat senjata mereka lalu menerjang Gerombolan Undead itu, Adu kekuatan antara Undead dan manusia terjadi cukup lama.
Undead-Undead itu jauh lebih banyak dari perkiraan mereka namun itu masih belum cukup untuk membuat mereka lelah. Ares yang melihat pertarungan antar dua kubu ini menjadi Tersenyum.
"Pertempuran ini mengingatku pada Masa perang Dunia kedua Dulu. Ahh.... Sungguh kenangan yang indah."Ares lalu menjentikkan jarinya dan seketika ratusan pedang yang sedari tadi nangkring diatas langit turun dan menghujani Pasukan Undead Tiamat.
Ratusan Undead Tiamat mati namun banyak dari mereka yang masih bertarung meski tangan atau kakinya Hancur.
"Aku beri nama Teknik ini Hundreds of Explosive Swords."
Seketika itu Pedang-Pedang yang menancap Ditanah itu tiba-tiba meledak dan menghancurkan Undead-Undead Disekitar mereka. Pra Hunter-hunter yang melihat kejadian itu menjadi terperangah lalu meneriakkan kata-kata semangat lalu menerjang Gerombolan Undead itu dengan beringas.
Ares yang yang tidak mau ketinggalan lalu membentuk Mananya menjadi Sebuah Warhammer lalu turun kebawah, Ia mengayunkan Warhammernya dengan cepat dan membuat Undead-Undead yang terkena serangan terpental dan hancur berkeping-keping.
3 jam berlalu dan pemenangnya bisa dilihat sekarang, Ratusan Undead-Undead itu sekarang tidak lebih dari tumpukan tulang yang menggunung dan satu-satunya Undead yang tersisa disana adalah Undead bertubuh besar yang mempersenjatai diri dengan Dua buah Kapak besar.
Ryan beserta Hunter lain menggunakan Skill-skill yang mereka miliki untuk membunuhnya, namun banyak Dari skill-skill itu yang tidak bekerja padanya.
"Cih! Fokus dan serang bagian bawah!."Ryan beserta Hunter yang lain menyerang bagian bawah Undead itu menggunakan Senjata-senjata tumpul yang mereka miliki.
Mereka menyerang dengan bersamaan dan membentuk sebuah Formasi yang membuat Undead itu bingung, Setelah lama menyerang Kaki dari Undead itu patah dan seketika Undead itu jatuh tersungkur.
Hunter-hunter itu seakan-akan tidak mau melewatkan kesempatan dan mereka mengaktifkan Skill-skill mereka secara berbarengan dan seketika Undead itu mati yang menandakan itu adalah kemenangan mereka.
Banyak Hunter yang gugur dalam pertempuran ini namun ini jauh lebih baik dari jumlah korban Dipertempuran-pertempuran Sebelumnya.
Mereka lalu melihat matahari yang bersinar dan mereka tersenyum lalu mengangkat senjata mereka dan meneriakkan Kata-kata Kemenangan.
Ares yang sedari tadi terbang diatas langit hanya bisa tersenyum melihat kenaifan Mereka"Mereka senang dengan pertempuran kecil seperti ini dan mereka tidak mengetahui Pertempuran macam apa yang akan mereka hadapi nanti. Iya kan Tiamat?."Ares menatap kearah The Abssy Of the Undead yang merupakan tempat Tinggal dari Tiamat.
Jarak Antara dua tempat ini amat jauh namun Ares bisa melihat, sangat banyak Undead dengan berbagai tingkatan yang melindunginya. Mereka semua Seakan-akan Sedang menunggu kedatangan Lima Guild besar dan Asosiasi Hunter untuk menyerangnya.
__ADS_1