
Ares melesat menyerang Tiamat dan Tiamat dengan cepat mengambil Pedang lagi dari cincin Spatialnya. Ares dan Tiamat saling menebas dan menusuk mereka tanpa basa-basi saling serang.
mereka berdua Saling beradu Pedang dan Tiamat agak kesulitan bertahan karena tangan kanannya terpotong, ia hanya mengandalkan Tangan kirinya yang saat ini dipakai untuk Menyerang.
Ares menggenggam erat Pedangnya lalu Mengayunkannya dengan cepat dan Lebih cepat lagi, Ares menusuk Tiamat Beberapa kali dan Dengan Mudah ditangkis dengan pedangnya, Ares memutar tubuhnya dan menendang Tiamat hingga terpental.
Ares lalu berlari dan mendaratkan sebuah Tebasan ke tubuh Tiamat, Tiamat tidak tinggal diam, Dia menyerang Ares dari titik yang tidak dilihat mata namun berapa banyakpun ia menyerang tangan kiri Ares yang terdapat sebuah Tameng selalu bisa menangkis dan menahan Serangannya.
Ares Lagi dan lagi menyerang Tiamat sampai Seluruh tubuh Tiamat dipenuhi bekas luka, Bajunya compang camping dengan beberapa Luka tebasan dan tusukan pedang terlihat jelas dan Darah yang selalu mengucur dilengan kanan yang telah terpotong.
Tiamat kali ini sedang dalam keadaan Paling buruk, Dia tidak bisa memulihkan Tubuhnya karena seluruh Demonic Energy dan Mana yang dia punya saat ini difokuskan untuk memperlambat proses penyebaran dua luka yang dia dapatkan sebelumnya.
Luka pertama adalah luka bekas serangan Ares yang berbentuk Bola yang saat ini sudah dalam kondisi parah dan terus menyebar, yang kedua adalah luka bekas terkena Tebasan Ares yang berbentuk X yang Kini menyebar luas Ditubuhnya dan cukup parah.
Dengan kedua luka ini Tiamat sulit untuk bertarung, saat ini Tiamat hanya mengandalkan Kondisi tubuhnya dan stamina yang dia miliki.
'Tapi kenapa Sih Pak tua ini seperti memiliki Stamina tidak terbatas dan lagi kenapa Armornya sama sekali tidak bisa kutembus? Apa dia memakai Equipment Tingkat tinggi makanya dia tidak bisa kutembus?.'batinnya sambil mengayunkan pedangnya.
Ares tersenyum tipis lalu melompat mundur. Ia lalu memasukkan Sword Of Erebus lalu mengambil Warhammer Of Destruction Dragon. Ia lalu melesat dan menghantam Tiamat dengan Warhammernya.
Tiamat tidak bisa sepenuhnya menahan serangan Ares dibuat terpental jauh dari sana, Tiamat membetulkan posisi tubuhnya lalu memasang kuda-kuda.
"Wah-wah..... Apa ini? Mana Image Demon King yang kau miliki? Mana Demonic Energy yang kau Bangga-banggakan itu?."Ucap Ares sambil tertawa menghina.
Tiamat mengeraskan Rahangnya dan memasang tampang Murka"Berisik kau Pak tua."Tiamat melesat dan menyerang Ares.
__ADS_1
'hoh? dia Lebih sabar dari yang kukira, Aku akan buat dilebih kesal dan marah lagi.'Batin Ares sambil mempersiapkan Warhammernya.
Tiamat datang dan tanpa basa-basi langsung menusukkan Pedangnya kearah kepala Ares, Ares memiringkan kepalanya sambil tersenyum lebar dan dengan Satu tangannya, Warhammernya dengan telak menghantam Tiamat beberapa kali.
Tiamat tidak bisa menghindari serangan Ares karena Warhammernya cukup besar dan panjang, Dan lagi Ares bisa menggunakan dari sudut yang paling Kritis dan melawan balik.
Tiamat menyerang Ares dan dengan mudah ia dihindari dengan mundur satu langkah, ia menyerang lagi dan dengan cara menyerang secepat mungkin dan hasilnya sama.
Tiamat menyerang Ares dan hasilnya Ares selalu bisa menebak arah serangannya dan menghindarinya dengan mulus, ini terus terjadi cukup lama hingga Tiamat mulai kelelahan.
'Sial! Aku tidak akan bisa Bertahan lebih lama Lagi jika seperti ini! Aku harus menyelesaikan ini secepatnya.'Batinnya sambil melesat dan menyerang Ares.
Tiamat menyerang Ares dan Ares bisa menghindarinya, Serangan-serangannya selalu bisa dihindari dan ditangkis dengan mudah.
Terdapat cekungan-cekungan yang menjadi bukti seberapa kuatnya Serangannya, namun tidak ada satupun dari serangannya yang berhasil mengenai Ares.
'Setiap gerakan serangan yang dia lakukan semakin terbaca dan kecepatan serangannya juga sudah menurun drastis, Dia juga mulai kesal dan marah, Tinggal sedikit lagi.'Batin Ares.
"SIALAN!!!!......"Tiamat menusuk-nusuk Ares dengan kesal dan marah, Setiap tusukan mengandung Kekuatan yang amat besar. Namun Setiap tusukan bisa dengan mudah Dihindari.
Ares menggenggam Erat Warhammernya lalu mengayunkan dengan cepat, Warhammer itu menghantam Tiamat hingga terpental.
Ares melesat dan langsung menghantam Tiamat dari segala Arah, Tiamat tidak bisa berbuat banyak karena kondisinya sendiri sudah dalam kondisi buruk, dia hanya bisa menahan setiap Ayunan Warhammernya Ares dengan Tenaga yang dia miliki.
Ares tiba-tiba Berhenti memukul dan menghela nafas"Kau lemah, Sangat lemah dan tidak seru, lebih baik aku pulang saja ketimbang meladenimu."Ares berjalan menjauh dari sana.
__ADS_1
Tiamat mengeraskan Rahangnya, dia dipermalukan, Dia murka, dia marah, dan seketika Demonic Energy Meledak dari tubuhnya, Demonic Energy itu membuat Langit menjadi gelap dan udara disana menjadi menyesakan.
Tanah disana bergetar dan tubuh Tiamat dikelilingi Demonic Energy amat besar dari pada sebelumnya.
"Baiklah Aku sudah tidak perduli lagi! jika aku mati kau harus ikut bersama denganku!."Tubuh Tiamat Perlahan-lahan Berubah bentuk.
Demonic Energy mulai membentuk sebuah Armor Fullbody berwarna Merah pekat dan wujudnya saat ini mirip seperti wujud Setengah Naga.
"Kau harus mati bersama denganku!."Tiamat mulai mengumpulkan seluruh Demonic Energy dan Mananya didalam Tubuh, Tidak lama kemudian Dari lehernya terlihat menyala seperti besi yang dipanaskan.
Ares memasukkan Warhammernya lalu mengambil kembali Sword Of Erebus, Ia lalu memasang Kuda-kuda dan memusatkan Fokusnya.
Mana disekeliling Tiamat tersedot habis dan tubuh semakin lama Semakin lemah. Lehernya juga semakin menyala dan Area disana menjadi mencekam dan bergetar Ama hebat. Langit-langit Bergemuruh.
"Mati kau!."Sebuah Sinar Laser berwarna Merah kehitaman meluncur Kearahnya.
Ares Menarik pedang"Fate-Breaking Reality Slash."Sebuah Gelombang Tebasan berbentuk X menyala meluncur kearah Laser Tiamat.
Gelombang Tebasan itu membelah Laser Tiamat dan melesat kearah Tiamat, Gelombang Tebasan itu mengenai Tubuh Tiamat dan langsung berubah menjadi Black Hole yang menyedot semua yang ada disekitarnya.
Ares menjadi panik ketika melihat Black Hole, Ia menggunakan seluruh Kekuatan untuk lari sejauh mungkin dari sana, Dan hasilnya bisa diperkirakan.
pemandangan didepannya sekarang persis seperti Pemandangan yang ia lihat diguild sea Of Evil dulu.
Setelah melihat itu Ares mendapatkan notifikasi System yang berarti Tiamat sudah mati, ares menggunakan { Greater Teleport } dan pergi kesana karena Ares sendiri memiliki firasat buruk jika ia terlalu lama disana.
__ADS_1