
Hanya dalam waktu beberapa hari saja berita tentang penyerangan Demon King Satan ke kota Rutherford tersebar keseluruh kerajaan, ini menjadi sebuah berita yang membuat seluruh kerajaan geger dan ketakutan karena mereka tidak mengira seorang Demon King bisa masuk kebagian dalam wilayah kerajaan.
Kota Rutherford memang berada dibagian dalam kerajaan sama seperti kota-kota besar lainnya, ditambah lagi kota Rutherford memiliki pertahanan yang kuat dan dilengkapi banyak Magic Canon serta menjadi tempat tinggal para Mage diseluruh kerajaan. jadi tidak mungkin seorang Demon King masuk kedalam kota yang dijaga ketat dan berisi para Mage yang setidaknya sudah sampai tingkat Master.
Dengan adanya berita ini membuat orang-orang menjadi takut jika kota yang mereka tempati diserang Demon King, yang mereka pikirkan, kota Rutherford saja yang memiliki pertahanan kuat bisa ditembus bagaimana kota-kota kecil lainnya?.
Keresahan masyarakat membuat Istana Kerajaan menjadi selalu ramai siang dan malam karena keluhan-keluhan dari berbagai tempat masuk kedalam Istana kerajaan, Raja Petersburg sendiri juga heran dan bingung bagaimana cara seorang Demon King bisa masuk begitu dalam.
Penjagaan yang ketat diperbatasan dengan tingkat keamanan tinggi, membuat siapapun orang yang mau masuk kedalam kerajaan pasti akan ketahuan. jadi tidak mungkin Demon King tidak meninggalkan jejak saat masuk kedalam kerajaan.
Raja Petersburg yang saat ini dipusingkan dengan masalah Ragnarok dan pekerjaan lainnya, mengambil keputusan untuk melakukan peningkatan pertahanan diberbagai kota-kota besar dan kota-kota kecil, lalu merekonstruksi bangunan-bangunan dikota Rutherford.
Dia juga menempatkan pasukan Elite dalam jumlah besar secara rahasia disekitar kota-kota yang mengalami peningkatan pertahanan, dan dia setidaknya menempatkan dua orang Ksatria tingkat Master ditempat-tempat itu.
Dengan ini dia berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, karena jika terulang kembali dia akan mati karena pekerjaan yang menumpuk seperti gunung.
Disisi lain setelah Alpha bangun dari pingsannya dia mendapatkan omelan dari Damon, Alpha dimarahi habis-habisan oleh Damon karena memakai Chaos Energy diluar batasan yang telah ditetapkan. dirinya beruntung ada Vlad disana yang membantunya menangani Chaos Energy terbawa udara.
Setelah kejadian itu Alpha benar-benar dilarang memakai pelepasan pembatas penggunaan Chaos Energy lagi, dan baru bisa memakai setelah mendapat Izin atau dalam keadaan sangat terdesak.
Ares sendiri sempat cukup khawatir dengan laporan Damon yang menjelaskan Alpha memakai Chaos Energy dalam jumlah sangat banyak, namun kekhawatirannya hilang setelah membaca lembar laporan berikutnya.
Setelah itu Alpha kembali bertugas seperti biasanya serta Damon dan Vlad telah menyelesaikan tugas yang membuat mereka kembali beberapa hari kemudian.
Alpha disaat yang bersamaan mendapatkan penghargaan karena telah mengalahkan Demon King Satan, penghargaan yang dia dapatkan setidaknya setara dengan penghargaan yang didapatkan para Greatmage. dia juga mendapatkan tawaran bergabung kemiliteran tapi ditolak karena pekerjaannya sebagai Supreme Executive terlalu berharga untuk ditinggal.
Berita gembira datang setelahnya, berita gembira itu datang dari pengumuman hasil ujian Hunter yang menyatakan Rosse dan keempat saudarinya lulus dengan nilai tertinggi, mereka langsung mendapat Rank Reliable Knight yang membuat mereka bisa masuk kedalam Tower.
***************************
__ADS_1
Richard berjalan dengan wajah datar disebuah tempat diluar Utara, dia baru saja mendapatkan panggilan rahasia yang membuat Keluar dari Utara dalam beberapa waktu terakhir.
Wilayah yang didatangi kali ini berbatasan langsung dengan Utara, ini adalah wilayah dari seorang bangsawan yang wilayah kekuasaannya berbatasan langsung dengan Utara yang membuat tidak sulit untuk sampai kesini.
Meski begitu dia cukup tidak senang dengan hal ini karena dia secara tidak langsung menuruti kemauan orang tersebut, jika saja dia tidak melihat stempel yang ada pada surat itu sudah pasti dia tidak akan datang kesini dan ada diUtara sekarang.
Bangunan yang ada ditengah hutan ini tampak baru selesai dibuat, ini karena tercium bau bangun baru dibangun sepanjang dia berjalan. ini tidak mengganggunya yang mengganggunya adalah para penjaga yang ada disekitar bangunan.
Mereka sepertinya Ksatria yang cukup ahli menggunakan Stealth dan penyerangan diam-diam, itu terlihat dari ketelitian dan kehati-hatian mereka dalam menjaga dan mengawasinya.
Mereka menjaga tempat ini dari radius lima ratus meter dan melihat dari jumlah mereka dan kemampuan mereka, mereka setidaknya bisa menangani sebuah pasukan berisi prajurit hanya dalam waktu sekejap. ini patut dipuji karena setidaknya mereka memiliki kualitas sedikit setara dengan Divisi Evil Eye's dikeluarganya.
"Hmp! meski begitu apa perlu mereka mengawasi dalam jumlah sebanyak ini? ditambah mata mereka tidak pernah lepas dariku! jujur saja ini membuatku ingin membelah kepala mereka!."Ujarnya kesal.
"Wah jangan begitu dong, aku tahu kau kesal tapi apa tidak berlebihan jika berkata seperti itu?."Ujar seseorang dari belakang.
Meski dia memakai jubah compang-camping dan jalan membungkuk seperti seorang pengemis, tapi aura yang dikeluarkannya sama sekali tidak terlihat seperti seorang pengemis, ditambah lagi tombak yang ditutupi kain mengeluarkan aura berbahaya.
Richard menarik katana nya, bilah katana dengan panjang hampir dua meter itu berada dileher pria tua. dalam kondisi normal siapapun akan merasa ketakutan setengah mati tapi pria tua didepannya tidak terlihat takut, meski dia tampak kaget saat bilah katana itu berada dilehernya.
"Jangan begitu Richard, kau ini seperti benar-benar tidak berubah ya? sama teman sendiri saja galak sekali."Ujarnya sambil tertawa kecil dan menjauhkan bilah katana itu dari lehernya lalu melepaskan tudung dikepalanya. tampilan seorang pria tua dengan rambut panjang yang sudah memutih dengan janggut dan kumis yang menyatu terlihat jelas karena sinar rembulan.
Dalam sekali melihat Richard tahu siapa orang didepannya, dia adalah Arlan Nicht Krieger yang merupakan Kepala keluarga Krieger sebelum Jeffrey Nicht Krieger, dia juga orang yang Richard anggap teman meski dia tidak yakin ungkapan kata teman cocok dengan hubungan mereka.
Richard mendengus lalu menyarungkan pedangnya dan berkata"Kenapa kau ada disini?."Ujarnya dengan wajah datar.
"Tentu saja karena surat yang kudapatkan, jika bukan karena surat itu aku tidak akan ada disini, dan lagi sepertinya bukan hanya kita yang mendapatkan surat itu, kan?."Ujar sambil tersenyum ramah.
Richard tentu sudah tahu terdapat orang lain selain mereka berdua didalam bangunan ini, aura mereka begitu familiar dan mudah diingat yang membuat mereka berdua langsung tahu siapa orang yang didalam bangunan ini.
__ADS_1
Richard menyeringai dan menatap pintu ruangan yang ada diujung lorong, didalam ruangan terdapat hawa keberadaan seseorang yang tampak dengan sengaja ditunjukkan.
"Menurutmu siapa saja yang mendapatkan surat itu?."
"Siapa yang tahu? mungkin saja mereka orang-orang yang kita sangat kenal."
Mereka berdua tertawa pelan sebelum berjalan bersama kesana.
Arlan tiba-tiba teringat sesuatu lalu berkata"Oh ya, selamat karena sudah menjadi kakek buyut ya. aku akan mengirim hadiah pada cucu-cucumu setelah aku pulang dari sini, dan maaf aku tidak mengabarimu beberapa waktu terakhir."Ujarnya sambil tersenyum ramah dan mengusap janggut panjangnya.
Richard mendengus dan menyeringai"Tidak apa, aku tahu bagaimana kesibukan Ksatria bergelar Spear King, aku juga sibuk beberapa waktu terakhir jadi tidak masalah. aku juga berterimakasih padamu jika kau mengirimkan hadiah untuk cucu-cucuku."
Arlan menaikkan kedua alisnya mendengar tanggapan Richard, dia tidak menyangka orang yang bahkan tidak pernah menanggapi perkataan lawan bicaranya tiba-tiba berkata seperti itu.
Arlan melirik Richard sambil mengusap dagunya"Kau sudah berubah ya Richard, apa ini karena cucu-cucumu itu? kalau begitu aku akan keutara nanti untuk melihat cucu-cucumu, tidak masalah jika aku membawa cucuku juga kan?."Ujarnya sambil terkekeh geli.
Richard menghela nafas sambil tersenyum dan mengangguk kepalanya"Datanglah jika kau mau, aku akan menyambut saat disana nanti."
"Ah... aku sangat menantikannya. kalau begitu kita urus dulu urusan kita disini."
Seketika itu raut wajah mereka berubah menjadi datar tanpa ekspresi, dengan berbarengan mereka mendorong pintu itu dan pintu itu terbuka, menampilkan sebuah meja bundar dengan beberapa kursi yang ditempati beberapa orang.
Orang-orang yang duduk dikursi itu sangatlah mereka kenali, mereka adalah orang-orang yang pernah menjabat sebagai Kepala keluarga tapi digantikan oleh anak-anak mereka. mereka yang ada disini adalah Mantan Kepala keluarga dari lima keluarga besar yang ada dikerajaan.
Kecuali orang yang duduk ditengah meja bundar dan menatap mereka sambil tersenyum misterius.
Arlan mengelus janggutnya sambil memicingkan matanya"Salam Yang Mulia Pangeran kedua, atau saya bisa sebut Pangeran Albert Alvaro Negredo?."Ujarnya dengan suara dingin.
"Senang bertemu dengan kalian, Yang Mulia Duke Arlan serta Yang Mulia Archduke Richard. karena kalian sudah ada disini mari kita mulai rapat rahasia ini."Ujarnya sambil tersenyum.
__ADS_1