Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
115.Kuil Kuno misterius


__ADS_3

Ares menangkis semua gelombang serangan yang mengarah padanya, sudah lebih dari 30 menit lebih dia menahan serangan Omnath tanpa melawan. Omnath yang merasa heran berlari dan melompat tinggi lalu mendarat Pukulan berat pada Ares hingga dia terpental jauh.


dia terpental menghantam pelindung pembatas dan jatuh kebawah, Omnath yang melihat hal itu langsung berlari lalu memborbardir Ares dengan pukulan-pukulan yang dilapisi 4 elemen. namun dia baru menyadari sedari tadi dia menyerangnya tameng yang dia pakai sama sekali tidak terlihat tergores atau retak.


tiba-tiba instingnya memberitahunya untuk melompat mundur sejauh mungkin dari sana, Secara reflek dia langsung melompat menjauh dan melihat Ares dari kejauhan. Ares mengintip dari balik tameng dan senyum bengis terlihat dengan sangat jelas diwajahnya. dia merinding melihat senyum bengis itu.


dia Mengepalkan keempat tangannya lalu menghantamkannya ketanah, getaran cukup besar terasa dan hasil dari hantamannya membuat sebuah gelombang tanah dengan Duri-duri tajam yang terbuat dari tanah. gelombang itu dengan cepat melesat kearahnya namun Ares melompat tinggi.


lompatan tinggi sampai mencapai ujung dari pelindung pembatas, dia memasukkan Tamengnya kembali dan menggenggam erat Pedangnya. Aura dalam jumlah mengerikan keluar dari tubuh lalu dia alirkan kedalam pedangnya, dan terbentuk blood stone tipis dibilah pedangnya.


Rambut hitamnya diselimuti Aura dan senyum bengis itu membuatnya semakin terlihat menakutkan"Kau sudah selesai menyerang, bukan? berarti kali ini saatnya diriku!."Dia memejamkan matanya lalu membukanya kembali.


Omnath yang merasakan adanya bahaya Langsung membuat Barrier berlapis-lapis dari tanaman dan tanah, dia menguatkannya dengan empat elemen lainnya. sekarang dia dilindungi Barrier tanaman dan tanah yang berlapis-lapis dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Percuma saja, dihadapanku dan Auraku pelindungmu itu tidak akan cukup menahannya!."


"Vertikal Slash!."Ares mengayunkan pedangnya dengan kencang dan gelombang Pedang merah darah terbentuk. Gelombang Pedang itu menggetarkan seluruh area disana dan dalam sekejap menabrak Barrier berlapis-lapis Omnath. tebasan itu tidak berhenti dan terus merangsek masuk membelah dan menghancurkan semua Barrier itu.


sampai akhirnya Barrier terakhir berhasil tertembus dan memotong tubuh Omnath menjadi dua dengan mudah, tubuhnya terlihat masih tersambung namun kenyataannya tubuhnya terpotong dengan sangat rapih sampai-sampai masih menyatu.


Ares puas dengan keahlian berpedangnya yang semakin meningkat seiring waktu"Jika aku tidak memiliki pengalaman hidup selama dua ratus tahun hidup, aku tidak akan bisa mencapai tingkatan ini dalam waktu kurang dari lima tahun, hahahaha.... sungguh beruntung diriku!."Ares turun kebawah dengan cepat lalu beberapa Jendela notifikasi System muncul didepannya.


[ Anda telah membunuh Boss Monster Dungeon Forest of the Giant Trees! ]


[ Anda berhasil menyelesaikan double dungeon dengan jumlah minimum party! ]


[ Sejumlah Besar Exp telah anda dapatkan! ]


[ Anda mendapatkan 497.234 Koin emas, 130 Batu permata dan 30 Batu berlian! ]

__ADS_1


[ Anda memiliki waktu 24 jam untuk bisa keluar dari Dungeon ]


[ Anda Naik Level 10x ]


[ Level 600 → 610 ]


[ Sebagai hadiah penyelesaian Double Dungeon Anda mendapatkan sebuah Passif yang akan dipilih secara acak! ]


"Oh? mendapatkan sebuah Passif skill dari penyelesaian duoble Dungeon? ini cukup Bagus, bukan?."Ares memiringkan kepalanya. tiba-tiba Jendela notifikasi System muncul didepannya namun kali ini dia terlihat berbeda. Jendela notifikasi System ini terlihat seperti sebuah Roullette.


[ Silahkan tekan tombol Go ]


Ares melihat sebuah tombol dibawah Roullette yang bertuliskan Go, lalu menekannya dan Roullette itu berputar kencang"Hoh? jadi kaya bermain judi, ya?."Ares menekan tombol Go lalu Roullette itu berputar kencang.


Terdapat beberapa warna di Roullette ini yang sepertinya menjadi tingkatan dalam memilih JobClass, jarum Roullette terus melawati banyak warna hingga akhirnya memelan lalu berhenti disalah satu warna, jarum itu menunjuk kearah warna berwarna Emas.


"Apa aku beruntung karena mendapat Warna emas?."Ares menggaruk kepalanya, menurutnya sendiri kemungkinan dia akan mendapatkan Skill yang cukup kuat namun itu masih belum bisa ditentukan.


[ Guts


Tipe Skill : Passif


dengan skill ini saat anda menghadapi kematian atau terkena Damage yang sangat besar, Anda tetap hidup dengan menyisakan 1 Poin Hp dan anda akan kebal terhadap semua Serangan selama 5 Detik. ]


Ares membesarkan kedua matanya dan mencengkram Jendela System"Guts! Aku akan mendapatkan Skill itu?!."Ares tersenyum lebar dan menutupi matanya.


Guts adalah skill legendaris yang hanya dimiliki Undead yaitu Death Knight. Skill ini memang sangat Op karena dapat menyisakan satu poin Hp yang mana ini sangat berguna dipertarungan Hidup dan mati. ini membuat banyak orang ingin memiliki skill ini namun skill ini sama sekali tidak ada orang yang memiliki skill ini selain Death Knight sendiri.


"Yahh... mungkin ini hari keberuntungaku makanya aku mendapatkan skill ini."Ares melihat kearah Omnath yang tubuhnya sudah jatuh dan terbagi menjadi dua.

__ADS_1


Tubuhnya lama kelamaan bergabung dengan tumbuhan yang ada disekitarnya dan diatasnya ditumbuhi tanaman-tanaman kecil.


Ares berniat pergi dari sana, namun sebuah getaran membuatnya kaget dan mengurungkan niatnya. getaran itu cukup kencang dan tidak jauh darinya terdapat sebuah bangunan seperti kuil kuno yang keluar dari tanah.


Ares menyipit matanya melihat kuil itu, kuil itu datang secara tiba-tiba tanpa bisa dia deteksi.


"kuil? kenapa kuil tiba-tiba keluar dari tanah? dan lagi aku sama sekali tidak bisa merasakan kuil itu sama sekali, ini aneh."Ares melesat pergi kekuil itu.


dia berada cukup dekat dengan kuil itu, kuil itu terlihat seperti sebuah Piramid dengan beberapa ornamen-ornamen Kuno dibeberapa bagian, juga terdapat simbol-simbol kuno yang terlihat tidak asing.


"Simbol-simbol itu, kenapa rasanya tidak asing? mungkin aku pernah membaca buku yang berkaitan dengan simbol-simbol ini makanya aku merasa tidak asing dengan simbol-simbol ini."Ares lalu melihat kearah tangga batu yang mengarah keatas.


untuk berjaga-jaga Ares menggunakan Perfect Stealth untuk bersembunyi dari musuh atau jebakan, Setelah memastikan Kuil itu tidak memiliki jebakan Ares menaiki tangga yang menuju keatas itu. diujung tangga ini terdapat sebuah tempat yang kemungkinan besar menjadi tempat ritual-ritual terjadi.


'Entah apa yang akan kulawan nanti, tapi aku merasa tidak enak dengan hal ini.'Ares secara hati-hati menaikki tangga itu satu demi satu agar memastikan benar-benar tidak ada Jebakan.


Walaupun dirinya sudah memeriksa tetap saja dia tidak bisa tenang, karena mungkin musuh telah Memasang jebakan tersembunyi yang tidak bisa dia deteksi. sedikit demi sedikit dia naik dan beberapa saat kemudian dia sampai dipuncak kuil ini.


Dipuncak Kuil ini terdapat sebuah bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu, sama persis dengan bahan bagian-bagian kuil yang lainnya.


dibeberapa bagian puncak kuil ini ditumbuhi beberapa tanaman merambat, yang menutupi beberapa bagian gambar atau ornamen Kuno Diseluruh bangunan tersebut.


Ares memfokuskan matanya pada sebuah pintu yang berada tetap didepan tangga, Pintu itu berukuran besar dengan seluruh bagiannya terukir Tulisan-tulisan Kuno yang jika dia terjemahkan, merupakan kalimat-kalimat pujian atau sanjungan yang ditujukan pada seseorang.


"Hmmm....aku tidak dapat secara penuh menerjemahkan Bahasa kuno ini, terdapat beberapa bagian yang kelihatan rusak karena termakan usia atau memang sengaja dirusak, agar tidak ada yang tahu."Ares memicing matanya sambil melihat Tulisan-tulisan Kuno dipintu tersebut.


memang terdapat beberapa kalimat atau kata yang terlihat rusak, tapi ares tidak yakin apa benar tulisan ini rusak karena usia atau tidak. karena hampir seluruh bagian kuil ini terlihat sangat tua!


Ares bukanlah seorang arkeolog tapi dia bisa menebak umur kuil ini mencapai ratusan tahun atau lebih, setelah dilihat-lihat lagi bagian-bagian yang tertutupi tanaman merambat terdapat sebuah lukisan-lukisan kuno yang terlihat sudah termakan usia.

__ADS_1


Ares mengelilingi bagian-bagian rumah ini dan membersihkan beberapa bagian yang ditanami tanaman merambat, hasilnya terdapat cukup banyak lukisan-lukisan kuno disetiap sisi bangunan tersebut. kebanyakan sudah rusak karena termakan usia dan sisinya masih bisa ia lihat dan baca.


__ADS_2