Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
92.Sumpah Setia Ulbert Heiliger Allerhöchster


__ADS_3

Ares yang melihat semuanya dari jauh cukup tercengang mendapatkan Fakta, Mary bisa menggunakan Divine tier magic yang mana Tingkatan ini sangat sulit dan berisiko untuk dipelajari. Karena Divine Tier Magic menggunakan Level dan Exp sebagai bahan bakar maka Level sang pengguna akan menurun saat Sihir ini diaktifkan yang akan menyebabkan Luka dalam parah terhadap penggunanya.


Ares bisa melihat Level Mary turun dari 785 menjadi 601. Level dia turun drastis yang membuat Ares cukup khawatir dengan kondisinya sekarang tapi Ares mengesampingkan hal itu karena dia tidak bisa maju dengan gegabah, Dia bisa saja terjebak disituasi dimana dia harus memilih Mary, Eizen atau Damon untuk dibawa kabur.


"Aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka karena mereka terlalu berharga untuk mati, aku lebih baik kehilangan salah satu lenganku dari pada melihat mereka mati. tapi untuk sekarang aku akan mengawasi mereka terlebih dahulu."Ares menarik keluar Warhammernya dari Storage Box lalu menaruhnya dibahunya.


Ares bisa melihat dari Cermin didepannya jika situasi disana sangatlah hebat, Tidak perlu ia kesana langsung karena dia juga bisa merasakan tekanan dari High Tier magic Ulbert dan Divine Tier Magic Mary meski jarak mereka terpisah sangat jauh. Udara disana bergetar dan Pedang dari High Tier magic Ulbert dengan cepat turun kebawah.


Disatu sisi tangan besar yang terbentuk disamping Mary lama-lama Mulai memadat dan terus memadat dengan kecepatan luar biasa, Hingga Akhirnya tangan itu bergerak keatas dibarengi dengan High Tier magic Ulbert yang mengarah kebawah.


Sebuah Tinju besar berwarna hijau tua dan Pedang yang diselimuti Kegelapan yang menembus langit saling bertabrakan yang membuat Udara dan tanah yang ada disana bergetar hebat, Bahkan efeknya bisa Ares rasakan meski jaraknya dengan mereka sangat jauh.


Efek dari tabrakan dua objek itu membuat Sebuah gelombang kejut yang bisa dirasakan dari jarak Lima kilometer. Angin kencang terbuat dan petir-petir menyambar ketanah. Kali ini Ares benar-benar melihat Dua Objek berbahaya saling bertubrukan yang menghasilkan gambar indah dimatanya.


"Sayang sekali aku tidak punya kamera disini."Ares menyangankan dirinya tidak membuat kamera saat dirinya sedang Senggang, Padahal jika dia serius dengan JobClass Profesional Engineernya dia bisa membuat Kamera dengan sedikit usaha.


Kembali ketopik!


Tangan Raksasa berwarna hijau tua Bertabrakan dengan pedang hitam raksasa yang diselimuti Kegelapan yang membuat semua Area disana bergetar hebat. Kedua Objek tertahan diposisi saling mendorong selama beberapa saat hingga Retakan-retakan mulai muncul dipedang Hitam raksasa itu.


Retakan-retakan itu mulai merembet kemana-mana hingga akhirnya satu dorongan dari tangan Raksasa Hijau tua itu menghancurkannya, Ledakan sangat keras terjadi saat pedang itu Hancur dan suara yang memekakkan telinga terdengar sangat jelas olehnya bahkan suara ini sampai terdengar keluar hutan Leichnam. Ares menutup kedua telinganya karena suara ini sangatlah kencang sampai-sampai membuat telinganya berdenging kencang.


"Sial.... Kencang sekali suaranya."Keluh Ares sambil memegangi telinganya yang berdenging. Ares melihat kearah cermin didepannya yang menampilkan kondisi tempat disana.


Disana sudah rata dengan tanah bahkan ribuan Undead yang tadi ada disana lenyap entah kemana, kastil tempat Mary, Eizen dan Damon rusak Sangat parah dan terlihat hampir seluruh bangunan hancur berantakan. Seluruh tempat disana sudah rata dengan tanah dan Ares bisa melihat Ulbert yang terjatuh tidak jauh dari tempat Mary, Eizen dan Damon berada saat ini. Dia terlihat terluka cukup parah.


ini dibuktikan dengan adanya beberapa Retakan-retakan ditubuh Tulangnya yang terlihat semakin melebar. sepertinya Efek Divine Tier Magic milik Mary tidak hanya memberikan Kerusakan yang sangat besar tapi juga memberikan Debuff pada orang yang dia lawan. ini dibuktikan dengan kondisi Ulbert yang terlihat semakin parah padahal dia sendiri sudah merapalkan mantra magic healing.


"Kemungkinan besar MP dia terkuras karena menggunakan High Tier magic tadi dan sisa MPnya dia gunakan untuk merapalkan Mantra Pertahanan Berlapis-lapis yang membuat dia kehabisan Mp, tapi sepertinya dia masih mempunyai Mp yang tersisa untuk menggunakan Mantra Healing."


"Dia mempunyai kemampuan untuk mengendalikan Ribuan Undead dengan berbagai macam Tingkatan dan mampu menggunakan Mantra Magic setidaknya 200~250 mantra magic berbagai Tier. Dia memiliki keinginan hidup mutlak dan memiliki kapasitas MP cukup besar tapi mantra magic yang dia pakai terlalu banyak mengkonsumsi MP. sangat disayangkan jika dia dibiarkan mati atau hidup dengan Potensi seperti itu didalam tubuhnya."Ares mengusap dagunya.


Dia lalu mengeluarkan sebuah buku tebal berwarna hitam yang terlihat mengeluarkan Aura kekacauan luar biasa dari dalamnya, ini adalah Goddess of Chaos Spell Book sebuah item yang diberikan Dewi Lumia padanya. Dia membolak-balik halaman Buku itu lalu tangannya berhenti disebuah halaman. dia membaca dan mempelajarinya secara singkat lalu tidak lama setelahnya dia menyeringai Sangt lebar.


"hahahaha.....Hari ini adalah hari keberuntungaku! Ulbert Kuharap kau dapat berguna nanti."Dia menutup buku itu lalu menghilang dari sana bersama dengan Undead yang dia ciptakan.


**********************


"Ughhh.....Dimana aku? hAh?! Eizen! Damon! Dimana Kalian!?."Mary langsung Mencari keberadaan kedua rekannya. tapi dia menemukan kastil tempat dia berpijak Sekarang menjadi Sebuah Reruntuhan yang hampir seluruh bangunannya Hancur menjadi puing-puing.


melihat pemandangan didepannya Mary menjadi lebih panik dan meneriakkan Nama Eizen dan Damon lebih keras dan berkeliling area disana, tidak lama kemudian dia mendengar suara reruntuhan terangkat. dia membalikkan badannya dan menemukan Eizen dan Damon yang bangkit dari dari Puing-puing bangunan dengan tubuh penuh debu.


"Eizen! Damon!."Mary langsung melompat dan memeluk mereka dengan erat, Rasa tanggung jawab dan rada bersalahnya membuat Dia melupakan fakta jika mereka baru kenal dan belum terlalu dekat.

__ADS_1


"apa kalian baik-baik saja?! Apa kalian Terluka?!."Mary buru-buru mengecek kondisi Eizen dan Damon. Namun anehnya dia tidak menemukan luka pada mereka.


"Kami baik-baik saja, tapi apa kau juga baik-baik saja?."Eizen melihat kondisi Mary yang terlihat terdapat beberapa bercak darah dimulutnya.


Mary terkejut lalu juga mengecek kondisi tubuhnya lalu mengecek status Windowsnya, Ketika dia melihat status Windowsnya dia menjadi lesu dan mata seperti ikan mati. Eizen dan Damon yang melihatnya terdiam dan menatap Mary dengan penuh tanda tanya.


"Bagaimana? apa ada masalah?."Eizen bertanya.


Mary hanya mengangguk lesu"Tidak, tidak ada masalah apapun yang perlu dikhawatirkan."Ucapnya lesu dan datar, Mary kali ini terlihat syok yang membuat terlihat lesu dan tidak memiliki tenaga untuk berjalan.


"Umm apa kau yakin?."Damon bertanya karena dia khawatir dengan Mary, mau bagaimanapun Mary lah yang melindungi mereka dari serangan sang Necromancer yang membuat dia agak mengkhawatirkannya. Mary mengangguk lesu sebagai Tanda jawabannya.


"Tapi ini agak aneh."Eizen memegangi dagunya.


Damon dan Mary langsung melihat Eizen"Apa maksudmu?."Damon menaikkan satu alisnya sementara Mary sepertinya terlalu lesu untuk mengekspresikan dirinya sendiri.


"Ini aneh karena kita tidak terluka sedikitpun, malahan aku merasa kita sangat baik sekarang. padahal jika kita ingat kita baru saja tertimpa reruntuhan dan terkena efek ledakan besar dari Magic Mary dan Magic Necromancer itu. seharusnya kita terluka parah atau setidaknya sedikit terluka tapi kita malah sehat wal Afiat sekarang."


yang dikatakan Eizen merupakan sebuah kebenaran, seharusnya mereka terluka parah atau setidaknya terluka cukup parah karena mereka adalah orang yang paling dekat dengan titik ledakan, meski Mary sudah memasang Barrier berlapis-lapis tapi dia ingat semua Barrier itu langsung Hancur ketika Ledakan besar terjadi yang menandakan Barrier yang dibuat Mary tidak melindungi mereka sama sekali. tapi kenapa mereka semua bisa selamat tanpa terluka sedikitpun?.


Eizen dan Damon hanya menemukan satu jawabab yaitu Mary sendiri, Mary hanya menghela nafas berat melihat tatapan penuh Tanda tanya kedua rekannya lalu berkata"Itu adalah salah satu efek Magic yang aku gunakan, singkatnya saat efek magic itu habis maka Magic itu akan mengaktifkan lagi efek Magic lain yang fungsinya melindungi sekaligus menyembuhkan Pengcasting dan orang-orang disekitarnya dari serangan apapun. Paham?."Tutur Mary.


Eizen dan Damon mengangguk Puas mendengarnya lalu mereka teringat satu hal"Apa Sang Necromancer telah mati?."Tanya Mary, dan pada saat itu waktu dan udara disana seperti membeku dan mereka saling bertukar pandangan.


Dia langsung membanting stir dan berlari kearah sebaliknya karena arah sebaliknya adalah Arah lokasi Ulbert berada, Dia menggunakan Magic penguat tubuh untuk mempercepat langkah kakinya dan pada saat itu dia bisa melihat Eizen dan Damon berada disisi yang berlawan olehnya, dan ditengah mereka terdapat Ares yang sedang menginjak Ulbert yang sudah terluka parah.


Ditangannya terdapat sebuah buku tebal berwarna hitam yang dipegang satu tangannya yang lain sementara tangannya yang lain terdapat sebuah Magic Circle oranye menyala berputar, Mereka tidak bisa mendengar percakapan mereka berdua karena kemungkinan besar tuan mereka menggunakan Magic yang menghalangi suara keluar.


*******************************


"Ah? Disitu kau rupanya."Ares mendarat dan langsung menginjak Dada Ulbert yang terlihat sudah retak-retak itu.


"AAGHHHHHG!!!!.....SIALAN KAU MANUSIA! LEPASKAN KAKIMU DARI TUBUHKU!."Ulbert mencoba menggeser kaki Ares dari tubuhnya tapi mau seberapa dia berusaha dia tidak bisa menggerakkan kaki Ares satu incipun.


Ares tertawa geli melihat pemandangan didepannya"Jangan Khawatir aku tidak akan menyakitimu, malahan aku akan membuatmu merasa sangat bahagia sampai-sampai kau ingin mati!."Ares membuka buku tebal ditangannya dan mulai merapalkan Mantra Magic yang ada didalam Buku ini.


Sebuah lingkaran Magic berwarna oranye menyala terbentuk ditangan kanannya dan seketika itu Ulbert merasakan bahaya luar biasa dari lingkaran Magic itu


"Kau! kau! kau! Mau apa kau!?."Ulbert menjerit keras sambil terus berusaha untuk memindahkan kaki Ares dari atas tubuhnya, Dia sama sekali tidak bisa melawan Ares karena Seluruh MPnya sudah habis dia pakai tadi.


Ares menyeringai tajam lalu berkata"Kau tidak perlu tahu~."Ucap Ares lirih dan pada saat itu Ares menempelkan telapak tangannya diwajah Tulang Ulbert, Dan pada saat itu Ulbert menjerit keras seperti orang yang sangat kesakitan. Jeritan Ulbert membuat Ares menjadi tidak konsen lalu memasang Magic penghilang suara disekitarnya.


Jeritan senyap Ulbert memang tidak memiliki suara tapi Ares bisa merasakan Jeritan dia dari ekspresi wajahnya, Wajahnya memang seluruhnya tulanv tanpa satupun daging tapi Ares bisa merasakan itu dari jiwanya. Jiwanya berteriak dan menjerit keras mencoba melepaskan dirinya dari Ares namun semua usahanya sia-sia.

__ADS_1


Ulbert kali ini benar-benar merasakan jika sesuatu sedang menghancurkan Jiwanya dengan mengikatnya dengan belenggu yang tidak bisa dirusak. dia merasa seluruh Emosinya Dirusak dan dihancurkan lalu dibuat kembali dengan rasa sakit yang tiada tara. Ulbert kali ini benar-benar merasakan dirinya dirusak, Diperbaiki didaur ulang dan dijadikan sesuatu yang lebih baru.


Kepalanya dipenuhi oleh rasa sakit dan suatu perkataan yang terus menerus diulang berputar Dikepalanya seperti suara itu datang dari kepalanya sendiri.


"{ Submit And Obey Me! I Am Your Master! }."Ucap Ares dan suara Ares Secara otomatis terkirim kedalam pikiran Ulbert.


Suara Ares tadi terus bergema Dikepalanya hingga akhirnya dia merasakan Suatu kebahagiaan tak terbatas mulai terbentuk dan terus membesar, Dia adalah Seorang Undead yang tidak memiliki perasaan tapi kali ini dia merasakan Kebahagiaan tak terhingga dari jiwanya yang paling dalam. Dia tiba-tiba merasakan sesuatu mengambil kesadarannya lalu kesadaran lenyap.


"Apa berhasil?."Ares menarik kakinya dari tubuh Ulbert, Ares masih belum bisa memastikan jika magic ini berhasil atau tidak karena dia belum pernah menggunakan magic ini. Tiba-tiba dia merasakan sensasi yang sama seperti dia rasakan saat memakai Cincin Budak dulu.


Ares tersenyum lebar"Ah? Berhasil ya."Ares terkekeh kecil melihat keberhasilannya menundukkan Ulbert.


Ulbert perlahan mulai bangkit dan seluruh Retakan-retakan ditulangnya mulai beregenerasi dan sembuh dalam waktu sekejap. sinar matanya tidak lagi merah tapi Oranye gelap, Dia langsung berlutut menyembah Ares lalu berkata"Saya Ulbert Heiliger Allerhöchster memberikan penghormatan tertinggi terhadap Master dari segala Kekacauan Ares Von Dunkenheit, Tuanku sekaligus Masterku."Suara dingin keluar dari mulutnya.


Ares tersenyum lebar lalu berkata"Haaa...Aku terima Penghormatan tertinggi itu, Ulbert Heiliger Allerhöchster."Ares Menyentuh kepala Tulang Ulbert lalu melihat status Windowsnya.


[ Nama : Ulbert Heiliger Allerhöchster


Ras : Undead ( Lineal )


Title : The King of Thousands of Undead


Level : 754


Star Circle : 8


JobClass : Necromancer Lvl 9. Black Mage Lvl 7. Warlock Lvl 7. Shaman Lvl 6. Alchemist Lvl 10. Master Alchemist Lvl 5. King of the Undead Lvl 7. ]


**************************************


Tingkatan Magic Dalam Yggdrasil :


Low Tier Magic : biasa disebut Sihir tingkat/kelas bawah dan menggunakan MP sebagai Bahan bakar.


Mid Tier Magic : biasa disebut Sihir tingkat/kelas menengah dan menggunakan MP sebagai Bahan bakar.


High Tier Magic : biasa disebut Sihir tingkat/kelas tinggi dan menggunakan MP sebagai Bahan bakar.


Super Tier Magic : biasa disebut Sihir tingkat/kelas Tertinggi, karena sihir ini jarang dikuasai orang-orang makanya kebanyakan orang merasa dan berpikir sihir ini merupakan tingkat tertinggi. menggunakan MP sebagai Bahan bakar.


Divine Tier Magic : biasa disebut Sihir tingkat/kelas Dewa atau Tertinggi. Hanya sedikit orang yang menguasai dan mengetahui sihir ini karena cara pemakaiannya yang berbeda pada magic pada umumnya dan sangat sulit untuk mempelajari sihir ini.. menggunakan Exp dan Level pengguna sebagai bahan bakar.


Penjelasan tentang JobClass diyggdrassil :

__ADS_1


Level JobClass memiliki batas maksimal yaitu Level Sepuluh dan setelah orang berhasil menaikkan Level Jobclassnya hingga Sepuluh maka orang itu akan mendapatkan JobClass Baru yang lebih Superior dari JobClass sebelumnya. tapi terdapat beberapa cara atau beberapa item yang dapat membuat penggunanya menaikkan batas maksimal JobClass level Hingga 15 yang membuat penggunanya mendapatkan Skill-skill baru dan kuat dari peningkatan level Maksimal itu.


__ADS_2