Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
183.Awal Dari Siksaan Tiada Akhir


__ADS_3

Vlad dan Damon berlutut didepan meja kerjanya sambil menundukkan kepala, disana terdapat Mary, Eizen, Ulbert dan Yuto yang berdiri disebelah kira dan kanan yang tersenyum penuh arti.


"Kerja bagus kalian berdua, aku sangat berterimakasih pada kalian berdua karena mau mengerjakan tugas remeh seperti itu, lain kali aku tidak akan memberikan kalian tugas remeh seperti itu lagi."


"Tiada apa-apa Tuan, kami berdua malah sangat senang menerima tugas seperti ini dari anda. jika anda mau anda boleh memberikan tugas apapun pada kami semua dan kami akan menyelesaikan tugas-tugas yang anda berikan dengan sempurna."Ujar Damon dengan tulus.


Ares mendengus senang dan mengangguk-anggukkan kepalanya"Begitu ya, kalau begitu kedepannya aku akan merepotkan kalian lagi, mohon bantuannya."Ujarnya sambil tersenyum senang.


"Siap, Tuan!."Jawab mereka serentak dengan suara enerjik.


Ares mendehem lalu melirik Yuto"Yuto latihanmu akan dimulai besok jadi persiapkan dirimu. dan juga saat latihan nanti kau tidak sendirian, terdapat muridku dan temanku yang akan ikut dalam latihan. tapi latihan kalian berdua berbeda jadi jangan marah jika kau memberikan pelajaran dengan cara yang berbeda padamu. dan lagi latihan yang akan kau jalani nanti sangat berat jadi siapkan mental dan fisikmu besok."Ujar dengan tenang sambil melirik Yuto.


Yuto memang meminta pada dirinya untuk diajarkan menjadi lebih kuat sejak pertama mereka bertemu, tapi Ares selalu memiliki banyak kesibukan yang membuatnya tidak bisa memberikan arahan dengan benar pada Yuto.


Tapi karena bantuan Mary, Damon dan Ulbert membuat pekerjaannya banyak berkurang hingga dia bisa menyerahkan semua pekerjaan pada mereka bertiga, dirinya juga memperintahkan Clone-clonenya untuk menggantikan dirinya yang membuat dirinya bisa beraktivitas seperti biasa.


Dia juga telah menyelesaikan rencana utama dan rangka dari metode latihan yang akan Yuto jalani, metode latihan ini akan menjadi uji coba dan penelitian dirinya untuk melihat efektifitas dari metode latihan yang dia rancang. dan rencananya jika metode latihan ini benar-benar berhasil maka dia akan menggunakan ini sebagai metode latihan yang akan digunakannya untuk melatih pasukan yang akan dia buat nanti.


Melihat dari latihan-latihan yang sangat berat nantinya, dia menamai Metode latihan dengan nama Hell Torment Training Method.


Ketika mendengar hal itu Yuto tampak sangat senang, dia tampak sudah menunggu moment ini dalam hidupnya dan dengan enerjik menjawab"Siap, Tuan!! apapun latihan yang akan anda berikan pada saya, saya akan jalani tanpa banyak bicara!! saya siap secara mental dan fisik untuk menjalani latihan dari anda!!!."Ujarnya dengan penuh semangat.


Semangat yang dikeluarkan Yuto membuat yang lain tersenyum, Ares sebagai orang yang paling tahu tentang Yuto hanya mendengus senang melihat semangatnya.


Disaat-saat dulu, Yuto bisa dikatakan orang yang antisosial dan jarang meminta bantuan orang lain. dia selalu mengandalkan dirinya sendiri untuk melakukan segala urusan, ini dia lakukan untuk membuat dirinya terbiasa dan tidak bergantung pada siapapun. ini juga dia lakukan untuk mempercepat proses balas dendam pada kerajaan Gottlich.


"Kalau begitu temui besok."


"Siap, Tuan!!."Jawab Yuto dengan semangat..


"Eeheem. kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku kalian bisa melanjutkan aktivitas kalian."


"Baik Tuan."


**************************


Ares berjalan didepan sementara Irine dan Lissa berjalan dibelakangnya, mereka berdua tampak banyak berkeringat karena berjalan dalam waktu yang cukup lama ditambah mereka harus mendaki bukit dan jalanan terjal yang memerlukan banyak waktu dan tenaga.


Meski begitu mereka tampak tidak marah pada Ares karena tahu ini pasti bagian dari latihan, setelah berjalan beberapa saat dan mendaki beberapa bukit mereka sampai ditempat ujian.


Disana sudah ada Yuto yang tampak telah melakukan pemanasan untuk melakukan latihan.


"Kau datang lumayan pagi Yuto, padahal kah bid,a datang siangan dikit kalau kau mau."

__ADS_1


"Saya sudah tidak sabar mendapatkan pelatihan dari anda makanya saya datang sepagi ini, ngomong-ngomong apa mereka orang yang anda maksud kemarin?."Yuto melirik kearah Irine dan Lissa yang ada dibelakangnya.


Irine dan Lissan tampak begitu terkejut ketika melihat Yuto pertama kali, ini tentu karena ras Beastman memang jarang terlihat sama seperti ras elf atau Dwarf. tapi setidaknya rasa Beastman memiliki keterbukaan pada ras lain yang membuat mereka dikenal oleh banyak orang.


"Biarku Perkenalkan. Irine, Lissa ini adalah Yuto salah satu bawahanku. Yuto mereka berdua adalah Irine dan Lissa teman dan muridku, mulai sekarang kalian akan berlatih dibawah bimbinganku."Ujarnya saling memperkenalkan diri.


Sehabis itu Yuto, Irine dan Lissa saling bersalaman sebagai bentuk pertemanan.


"Kalau begitu latihan apa yang akan kami jalani?."Ujar Yuto dengan tidak sabaran.


"Pertama-tama, Yuto kau keliling gunung disana sebanyak 100 kali lalu kembali kesini."Ujarnya sambil menunjuk sebuah gunung besar yang berada cukup dekat dengan mereka.


"Laksanakan!!."Serunya lalu berlari kearah gunung itu dalam sekejap dan menghilang dari pandangan mata.


Ares mengangguk lalu mengalihkan pandangannya pada Irine dan Lissa yang ada didepannya, mereka juga tampak tidak sabar menerima pelatihan darinya.


"Oke pertama bentuk mana ditangan kalian menjadi sebuah bola."Ares memperagakan hal tersebut dengan membentuk Mana berbentuk bola ditangannya.


Irine dan Lissa lalu melakukan hal yang sama persis seperti dirinya lakukan.


"Ini saja? kenapa sangat mudah?."Lissa tampak heran, sementara Irine hanya diam menunggu Ares melanjutkan kalimatnya.


Ares melakukan gerakan sedikit mengepal dan bola mana yang ada ditangannya menjadi mengecil hingga seukuran bola kelereng"Lalu padatkan bola Mana yang kalian buat, hingga seukuran bola mana yang ada ditanganku."Ujarnya sambil melirik bola mana berukuran seperti kelereng ditangannya.


Irine dan Lissa langsung mencoba memadatkan Mana yang ada ditangan mereka hingga seukuran bola kelereng, mereka berusaha keras untuk memadatkan Mana ditangan hingga seukuran bola kelereng tapi hasilnya selalu gagal.


Mereka melakukan hal tersebut beberapa kali namun berapa kalipun mereka mencoba hasilnya tetap sama. Hancur dalam beberapa detik.


ini tentu membuat mereka frustasi dan memberikan tatapan tajam pada Ares, mereka meminta petunjuk pada Ares namun dengan cara mereka sendiri.


Ares yang memerhatikan mereka dari tadi hanya bisa terkekeh geli merasakan tatapan tajam mereka lalu memberikan penjelasan.


"Cara kalian memadatkan Mana itu salah, kalian bukannya mengontrol Mana namun malah menekan Mana yang ada ditangan kalian hingga Mana yang ada ditangan tidak seimbang dan meledak."


Lissa mengembungkan pipinya sambil melirik Ares"Lalu bagaimana cara yang benar?."Ujarnya dengan sambil memalingkan wajahnya dari Ares.


"Cara yang benar adalah dengan mengalirkan Mana yang kalian bentuk, alirkan Mana yang kalian bentuk seperti pusaran air dan terus lakukan itu sambil menekan Mana sedikit demi sedikit hingga Mana yang ada ditangan kalian memadat. dan kalian juga perlu menjaga fokus kalian kalau tidak ini akan terus gagal."Tuturnya dengan serius.


"Cara yang aku berikan barusan hanyalah awalan, jika kalian berada dilevel yang sama denganku kalian tidak perlu melakukan hal itu lagi."


Irine dan Lissa saling melirik lalu mengangguk kepala serentak, mereka lalu melakukan hal yang seperti Ares jelaskan. meski beberapa kali gagal mereka tidak menyerah dan terus mencoba hingga terlihat kemajuan dari latihan mereka.


Disaat yang sama Yuto telah menyelesaikan latihan pertamanya dan tidak sabar untuk latihan selanjutnya.

__ADS_1


Yuto dan Ares menjauh dari Irine serta Lissa yang sedang fokus latihan, ini mereka lakukan agar mereka tidak terganggu saat latihan.


"Tuan, saya sudah menyelesaikan latihan pertama saya lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?."


"Bagus, tunggu sebentar."Ares mengambil sesuatu dari Storage Boxnya, lalu mengeluarkan barang itu dan menunjukkan pada Yuto.


Itu adalah empat buah gelang berwarna hitam Obsidian yang tampak seperti gelang Giok, itu juga terlihat sama seperti gelang yang dipakai Ares ditangan dan kakinya.


"Pakai gelang-gelang ini ditangan dan kakimu, setelah ini latihanmu yang sesungguhnya akan dimulai."Ujarnya sambil melemparkan gelang-gelang tersebut pada Yuto yang sudah menyodorkan tangannya berniat menangkap gelang-gelang itu.


Pada saat gelang-gelang itu mendekat kearahnya dengan cepat, dia merasakan perasaan tidak enak dan disaat yang sama, samar-samar dia mendengar suara adiknya yang menyuruh menarik tangannya dengan segera.


Dia reflek menarik tangannya disaat gelang-gelang itu berada beberapa centimeter dengan telapak tangannya, dan benar saja. ketika gelang-gelang itu mendarat. gelang-gelang itu langsung menciptakan cekungan disekitar tempat mendarat dengan banyak retakan disekitarnya.


Yuto syok ketika melihat itu, jika dia tidak menarik tangannya saat itu juga bisa dipastikan tangannya akan putus sekarang.


"Tuan! gelang-gelang apa ini? kenapa ini sangat berat!?."Ujarnya dengan wajah syok dan berkeringat dingin.


Ares mendengus lalu berkata"Ini adalah Gelang-gelang yang akan menemanimu selama kau berlatih, gelang-gelang Ini memiliki banyak fungsi tapi untuk sekarang pakai dulu."Ujarnya menyuruh Yuto memakai gelang-gelang itu.


Yuto mau tidak mau memakai gelang-gelang itu dengan susah payah, satu gelang itu sangatlah berat hingga membuat tubuhnya terasa mau copot ketika sudah memakai semuanya.


"Tu-Tuan, berapa berat gelang-gelang ini sebenarnya? kenapa rasanya sangat berat?."Ujarnya sambil berusaha berdiri dengan normal.


"Sangat berat? berat satu gelang itu hanya 80 kilo, berat dari mananya?."ujarnya sambil mendengus.


"Apa?! 90 kilo?! Sungguh?!."Ujarnya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Ares menghela nafas"Menurutmu berapa berat gelang-gelang yang kupakai saat ini? 700 kilo itu berat gelang-gelang yang kupakai sekarang, kau hanya membawa 80 kilo saja sudah begitu."Ares menggeleng-gelengkan kepalanya.


Yuto dibuat lebih syok setelah mengetahui berat dari gelang-gelang yang Ares pakai, dia tidak habis pikir bagaimana Ares bisa membawa satu gelang-gelang itu dikeempat anggota tubuhnya.


Dia memutuskan untuk tidak banyak bertanya karena jika dia banyak bertanya, dia yakin ia semakin tidak memahami seberapa kuat Tuannya.


"Baiklah jika seperti itu bersiaplah."Ares melipat kerah lengannya dan mengepal-mengepalkan tangannya.


Yuto memiringkan kepalanya"Bersiap untuk apa?."


Ares memegang kerah baju Yuto sambil tersenyum"Bersiap untuk diburu siang dan malam!."Ares melempar Yuto dengan kekuatan penuh.


"Huh—?!."


Yuto dilempar dengan sangat tinggi kelangit dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat, Ares memicingkan matanya sambil tersenyum dan melihat kemana Yuto mendarat lalu tersenyum ketika mendengar suara ledakan dari tempat Yuto jatuh.

__ADS_1


"Dan sekarang, Awal dari siksaan tiada akhir telah dimulai."Ares tersenyum jahat.


Irine dan Lissa yang melihat semuanya dari awal sampai akhir, hanya bisa gemetar ketakutan saat Ares melemparkan Yuto dengan tidak berperasaan kesuatu tempat sampai meledak. dalam hati mereka bersyukur tapi disisi lain mereka merasa kasihan pada Yuto.


__ADS_2