Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
220.Bocah-bocah Keras Kepala


__ADS_3

Tiga pilihan yang Ares berikan tentu membuat mereka bimbang, ketiga pilihan yang Ares berikan sama-sama menguntungkan bagi mereka sekaligus tidak menguntungkan bagi mereka.


Pilihan pertama yang ares berikan adalah tidak melakukan apa-apa dan bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa, berperilaku seolah tak melihat apa-apa sampai perebutan takhta selesai.


Kedua adalah berpindah negara untuk menghindari konflik perebutan kekuasaan, dan mencari negara yang mengizinkan mereka untuk tinggal serta mendukung segala keperluan mereka. Pilihan kedia adalah yang Ares rekomendasikan.


Ketiga tentu pindah ke utara untuk menghindari konflik perebutan kekuasaan, Ares membuat pilihan ketiga karena Utara adalah wilayah khusus dimana hukum kerajaan tidak berlaku, Ares juga menambahkan dia akan mendukung mereka secara penuh dan menyediakan segala kebutuhan serta keperluan mereka selama di Utara.


Selama mereka berada di Utara Ares menjamin keamanan serta keselamatan mereka, lagipula di Utara adalah wilayah kekuasaan penuh Keluarga Dunkenheit, jadi tidak akan ada yang berani macam-macam melihat Keluarga Dunkenheit melindungi mereka.


Dan lagi relasi khusus Keluarga Dunkenheit sangatlah luas karena perdagangan internasional yang mereka lakukan, Ares bisa dengan bebas menuliskan surat rekomendasi atau surat izin tinggal pada mereka untuk menghindari konflik perebutan kekuasaan.


Ares juga menekankan jika tidak lama lagi konflik perebutan kekuasaan akan terjadi, itu akan membuat proses perbudakan Party Hero akan semakin cepat, dan nantinya Party Hero tidak akan lagi dicuci otak melainkan dikendalikan sepenuhnya.


Viktor, Eric dan Alice tentu tidak mau itu terjadi pada teman-teman mereka. Dan Ares tentu juga tidak hal itu terjadi, karena jika itu terjadi keluarganya akan terancam.


"Raja Petersburg kali ini memaklumi kalian tidak berada dalam kendali cuci otak karena kalian seorang Hero, yang membuat dia berpikir ketahanan mental kalian jauh diatas teman-teman kalian yang lain, tetapi sampai kapan dia percaya hal itu?." Ares mengetuk-ngetuk jarinya ke meja, dari awal dia juga sudah curiga.


Raja Petersburg tidak mungkin tidak mengetahui beberapa orang tidak mengkonsumsi sumberdaya yang dia sediakan, apa lagi mereka adalah Hero, orang yang paling diperhatikan oleh Raja Petersburg.


Ares memperkirakan tidak lama lagi Raja Petersburg akan bertindak untuk mencuci otak yang mereka yang tidak terkena cuci otak.


Eric memutuskan untuk mendiskusikan pilihan yang Ares berikan pada mereka, karena ketiga pilihan yang Ares berikan pada mereka adalah pilihan terbaik. Setelah berdiskusi selama beberapa saat, mereka kembali dengan wajah kusut.


"Kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri, ada banyak teman-teman kami yang harus ikut dalam diskusi ini."

__ADS_1


"Kami akan memberikan jawabannya pada anda setelah kami selesai berdiskusi."


Ares mendengus senang dan tersenyum tipis"Pilihan ada ditangan kalian, kami perlu kalian ketahui jika kalian tidak memiliki banyak waktu tersisa. Ketika pilihan telah ditetapkan segera hubungi aku...." Ares bangkit dari kursinya.


Dan berbisik pada mereka"Dan kita harus segera menyudahi pembicaraan ini, ada banyak orang yang menunggu dan mengawasi kita diluar. Mereka akan curiga jika kita tidak keluar secepatnya." Ares berbisik pelan, mereka mengangguk setuju dan menyudahi pembicaraan mereka.


Lalu keluar dari balkon seakan tidak terjadi apa-apa, mereka juga berperilaku tenang dan santai agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Kalau begitu, Tuan Ares. Sampai bertemu lagi, jaga diri anda."


"Kalian juga begitu." Mereka berpisah ketika hendak kembali ke aula istana, Ares pergi untuk menemui keluarganya karena merindukan anak-anaknya sementara Viktor, Eric dan Alice kembali ke Party Hero.


Baru beberapa saat Ares berjalan dari jauh dia bisa merasakan beberapa orang mengikutinya, jumlahnya semakin banyak seiring Ares pergi menjauh dari aula istana.


Ares memperkirakan orang-orang yang mengikutinya adalah ksatria tingkat tinggi, bahkan tiga diantaranya setingkat master.


Dan membiarkan mereka dengan sendirinya muncul. Ares berhenti Setelah cukup lama berjalan dan memandang kebelakang dengan tatapan sinis.


"Sampai kapan kalian ingin mengikutiku?." Tanya Ares dengan sinis sambil memandangi kebelakang, setelah Ares berkata demikian beberapa orang muncul dari balik pepohonan.


Orang-orang yang mengikutinya berpakaian seperti seorang bangsawan yang mengikuti pesta, yang berarti mereka adalah tamu undangan yang ikut dalam pesta. Tapi apa yang mereka lakukan sampai harus mengikutinya, itu yang Ares tidak mengerti.


"Tuan Ares, tolong jangan salah paham dulu, niat kami tidak lah jahat. Kami hanya ingin memberikan penawaran pada Anda." Pemuda yang menjadi pemimpin rombongan memperkenalkan diri sebagai anak dari Count Ashton, Zeke Ashton.


"Penawaran? Penawaran apa?." Ares menggaruk pipinya, dia sebenarnya bisa kabur dengan mudah dari mereka hanya saja dia ingin mendengar terlebih dahulu penawaran yang mereka maksud.

__ADS_1


Zeke tersenyum penuh makna, "Penawarannya adalah Anda tinggal bergabung dengan Fraksi kami, Fraksi Black Rose! Sebagai gantinya kami akan mendukung dan menunjang segala keperluan Anda sebagai seorang ksatria. Bagaimana?." Zeke tersenyum sambil menjulurkan tangannya, mencoba berjabat tangan dengan Ares.


Ares terkekeh pelan dan beberapa saat setelahnya dia tertawaan lepas, tawanya menggema membuat semua orang yang mendengarnya merinding dan ketakutan.


"Hahahahhaha...!!! Bisa-bisanya kalian memberikan penawaran sampah ini pada orang sepertiku!! Hahahahahaha...!!! Ini lucu sekali, kapan aku mendengar lawakan seperti ini ya? hahahahahah...!!!." Ares tertawa sampai mengeluarkan air mata dari sudut matanya.


Bagi Ares penawaran yang mereka tawarkan padanya tidak lebih dari sebuah penawaran sampah, sumberdaya yang dia pakai dan gunakan saat ini jumlahnya ratusan kali lipat Ari jumlah yang ditawarkan Zeke.


Bagaimana mungkin dirinya menerima tawaran yang bahkan tidak sama menguntungkan baginya, malahan dia akan kerepotan berada didalam fraksi yang isi bocah-bocah.


"Kau! Apa kau mentertawakan fraksi kami?!." Merasakan fraksi mereka ditertawakan membuat Zeke dan yang lain mengambil keputusan yang salah.


"Lebih baik kau terima tawaran kami, atau kami akan benar-benar membuat mu menyesal!!." Zeke berkata dengan marah sambil mengarahkan senjatanya pada Ares, bukan hanya Zeke tapi semua yang ada disana termasuk ksatria master yang dibawa Zeke ikut mengacungkan senjata.


Melihat hal itu tawa Ares semakin keras dan menggema, itu sekarang terasa seperti tawa dari orang yang dipenuhi kegilaan. Sampai suara tawa itu tidak lagi terdengar, digantikan dengan aura intimidasi yang membuat mereka mundur beberapa langkah.


"Kalau aku menolak, memangnya kalian bisa apa?." Kata Ares dengan dingin sambil mengeluarkan sedikit aura intimidasi.


Aura intimidasi yang Ares keluarkan cukup untuk membuat mereka mundur beberapa langkah, tapi sepertinya tidak cukup memutar otak mereka.


"Kalau kau menolak tawaran kami, maka kami akan memaksamu menerimanya!!." Meski awalnya ragu karena sosok dihadapannya seorang swormaster, Zeke kembali mendapatkan kepercayaan dirinya karena tiga swormaster yang dia bawa.


Ares melebarkan matanya, mulutnya lalu perlahan-lahan melengkung membentuk senyuman lebar. Senyuman yang membuat siapapun yang melihatnya akan merinding ketakutan.


"Kalau kalian keras kepala maka aku tidak punya pilihannya lain, mari kita seberapa lama kalian bisa bernapas dibawah tekanan aura pembunuhku!!." Ares melepaskan semua aura pembunuh yang dia tahan selama ini, aura pembunuh yang bahkan tidak pernah dia lepaskan saat melawan demon king ataupun monster-monster dia yang selama ini dia hadapi.

__ADS_1


Aura pembunuh yang membuat siapapun yang merasakannya akan merasakan ketakutan yang teramat sangat dan sesak napas seperti dicekik serta ditenggelamkan. Siapapun orang yang merasakannya akan merasa berhadapan langsung dengan dewa kematian atau dewa iblis.


**********


__ADS_2