Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
95.Perjalanan Pulang


__ADS_3

Mereka semua keluar dari kamar mereka dan mendapati semua yang barang-barang yang ada disana telah menghilang, Mereka semua langsung tahu jika benda-benda itu mungkin sudah dimasukkan kedalam Dimensional Pocket Ulbert dan mereka lebih memilih untuk menunggu Ulbert sejenak.


mereka semua menunggu sambil mengobrol ringan sejenak, mereka semua mengobrol sambil sesekali tertawa kecil karena pembicaraan mereka dan dari pembicaraan itu mereka Mary bisa tahu ras Asli dari Eizen dan Damon.


dirinya tidak akan pernah menyangka akan mendapatkan rekan seorang AutoMaton dan Seekor Insect. terlebih lagi Damon bukanlah Insect biasa tapi seekor Shadow Ant Calamity yang merupakan satu dari banyak Entitas yang paling ditakuti diyggdrassil. dia tahu tentunya kisah Shadow Ant Calamity yang pernah menghancurkan sebuah kerajaan tapi dia tidak akan pernah menyangka jika Entitas seperti itu akan menjadi rekannya.


terlebih lagi dia pernah menyerangnya yang membuat Mary menjadi sedikit khawatir dengan Keselamatannya nanti.


"Dimana Ulbert? kenapa lama sekali?."Damon mulai agak bosan menunggu Ulbert. Eizen dan Mary hanya mengangguk pelan seperti setuju dengan perkataan Damon.


Ares yang tahu hal itu lalu berkata"Sebentar lagi dia akan datang, aku bisa merasakan kehadirannya dari sini."Ares berdiri bersender sambil melihat kearah lorong yang sudah gelap gulita. Dari sana keluar sosok tinggi besar yang mengeluarkan Aura menyeramkan.


"Maaf membuat kalian menunggu."Ulbert keluar dari lorong itu dengan perlengkapan penuhnya.


Mereka semua terkejut dengan perlengkapan yang Ulbert pakai, terutama Ares yang sama sekali tidak menyangka Ulbert memakai Perlengkapan terbaiknya.


Dia memakai sebuah Jubah Obsidian dengan campuran warna Emas dan Hitam dengan Bagian Pauldron seperti kepala Naga, dengan Staff berwarna emas dengan Orb Hitam Diujungnya dan hampir seluruh Jarinya dipasangkan cincin yang pasti memiliki berbagai macam jenis efek. Dia memakai Sepatu yang terlihat berat sama seperti sepatu miliknya.


Dia kali ini terlihat sangat kuat bahkan Ares sendiri tidak yakin Mary dengan kekuatan Aslinya dapat mengalahkan Ulbert atau tidak.


"Jadi ini Full Equipmentmu?."Ares menatap Ulbert dari atas sampai bawah.


"Ya tuan! ini perlengkapan penuh saya! Perlengkapan yang saya pakai sekarang sangat mendukung dengan seluruh JobClass yang saya miliki! Perlengkapan yang saya pakai mendukung satu sama lain yang membuat kelemahan saya sedikit tertutupi dengan Equipment yang saya Pakai!."Ulbert dengan bangga memamerkan seluruh Equipmentnya pada mereka.


Eizen, Damon dan Mary hanya bertepuk tangan kecil sambil memasang wajah datar


"Ulbert apa kau bisa menggunakan Sihir Ilusi?."


Ulbert memiringkan kepalanya"Ya? saya bisa menggunakan Sihir Ilusi sampai tingkat menengah. apa saya perlu menggunakannya sekarang?"


"Ya gunakan itu sekarang, karena akan menjadi masalah jika ada orang yang melihat Undead setingkat dirimu masuk kedalam kota dan berapa lama kau bisa menggunakan Sihir Ilusi?."

__ADS_1


"Selama MP saya tidak habis saya bisa terus menggunakan Sihir Ilusi ini."Ulbert Mulai menggunakan Sihir Ilusi nya. dan seketika penampilannya berubah total.


Dia sekarang terlihat seperti orang biasa yang memakai Jubah kerudung berwarna Hitam dengan pinggiran emas yang terlihat sedikit mewah. Wajahnya terlihat cukup samar karena ditutupi oleh kerudungannya.


"Bagaimana?."


Ares cukup kagum dengan Sihir Ilusi karena untuk sesaat dia hampir tidak bisa mengenali Ulbert, Damon dan Mary masih bisa melihat Wujud Asli Damon walaupun terlihat samar-samar tapi sepertinya Eizen tidak bisa melihat wujud Asli Damon, entah karena apa tapi dengan ini bisa dipastikan Sihir Ilusi Ulbert bekerja.


"Bagus, tapi karena kita belum ada didekat kota kau bisa melepaskannya terlebih dahulu lalu kembali menggunakannya saat ada didekat kota."Ares melakukan ini untuk menghemat MP Ulbert. karena sihir Ilusi perlu Kontrol yang sulit yang membuat Penggunaan MPnya cukup besar dibandingkan Sihir-sihir lain.


Ulbert mengangguk lalu melepaskan sihir Ilusinya lalu keluar dari sana. Ulbert menatap Pintu ruangan itu dengan sedih. Ruangan ini adalah tempat dimana dia mencurahkan segala ide-ide briliannya dan tempat dimana dia menghabiskan seluruh waktunya. Ini adalah tempat dimana dia menciptakan berbagai macam item dan tempat dia menciptakan berbagai kenangan indah saat membuat Potion.


Sekarang dia harus meninggalkan tempat ini karena dia harus mengabdikan seluruh hidupnya pada Tuannya, Dia terkekeh kecil dan mengibaskan tangannya. seketika Sihir pelindung yang menjaga tempat itu terpasang kembali.


Dia berjalan lebih jauh lalu mengangkat satu tangannya"{ Landing }."Tanah disekitarnya bergerak mengubur pintu itu sampai benar penuh dengan tanah, dia menyeringai kecil lalu berjalan pelan menyusul Ares, Eizen, Damon dan Mary yang sedang menunggu tidak jauh dari sana.


"Maaf lama Tuan."Ulbert menundukan kepalanya.


Ares memaklumi Alasan lamanya kedatangan Ulbert, itu pasti berat baginya untuk meninggalkan tempat dimana dia tinggal dan tempat dimana dia mencurahkan waktu, pikiran dan segala sumber dayanya disana. mereka semua sama sekali tidak marah dan memaklumi Ulbert.


"Ya saya Sudah selesai Tuan! mari kita pergi dari sini!."


Mereka semua mendekat kearah Ares dan merapatkan diri mereka"Jangan jauh-jauh dari ku, aku tidak ingin ada yang tertinggal."Ares mengambil sebuah Magic Scroll dari Storage Boxnya. lalu menggunakannya"{ Teleportation }."


Lingkaran Magic terbentuk dibawah mereka dan dalam sekejap mata mereka menghilang dari sana, Mereka berpindah tempat kebagian terluar hutan Leichnam tempat pertama kali mereka datang kesini.


"Ayo."Ares Memimpin jalan sementara yang lain mengikutinya dari belakang. Ulbert menggenggam Erat staffnya dan menoleh kebelakang.


"Selamat tinggal, Laboratorium tersayangku."Ulbert menyeringai tipis diwajah Tulangnya itu.


**********************

__ADS_1


Mereka berlima berjalan menyusuri rimbunnya pepohonan hutan yang ada disana, Angin pelan bertiup dengan kencang yang membuat beberapa daun berterbangan keatas mereka hanya menikmati semua itu sambil terus berjalan ketempat tujuan mereka. tempat tujuan mereka adalah sebuah kota besar yang jaraknya cukup jauh dari hutan Leichnam.


tapi itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau berlari selama beberapa Jam. Kota tempat tujuan mereka adalah satu dari puluhan kota besar yang ada dikerajaan Gottlich. Kota ini memiliki cukup banyak penduduk dan memiliki Banyak sekali tentara.


Jelas kota ini dibangun untuk menghadapi Undead-Undead yang ada dihutan Leichnam jika sewaktu-waktu mereka menyerang, Ares pernah berkunjung ke kota ini dan kesan pertama yang dia dapat adalah dama seperti kota-kota besar pada umumnya, yang membedakan adalah banyaknya yang penjaga yang berlalu lalang disetiap sudut kota.


"Tuan Apakah kota Itu masih jauh?."


Ares Berhenti lalu menolehkan kepalanya"Kenapa? kau Capek?."Ares memperhatikan Mary dari Ujung kepala hingga ujung kaki.


"Tidak saya tidak capek."


"Lalu kenapa?."Eizen yang ada disampingnya bertanya.


"Aku sempat beberapa kali mendapati beberapa objek sedang bergerak sangat cepat."Mary Terlihat memejamkan matanya dan memfokuskan seluruh Indranya.


"Objek bergerak sangat cepat? Apa itu? Monster atau Beast?."Ares sama sekali tidak merasakan adanya tanda-tanda objek bergerak dari 10 Kilometer dari tempat dia berdiri, memang terdapat beberapa objek seperti binatang yang bergerak tapi dia tidak menemukan Objek bergerak sangat cepat seperti yang Mary jelaskan.


"Saya tidak tahu, tapi yang pasti Antara Monster atau Beast karena pergerakan sama seperti kedua Makhluk tersebut."Mary masih merasakan objek-objek itu bergerak.


Ares mengusap dagunya sambil memikirkan kemungkinan jika objek bergerak yang Mary maksud bisa saja seekor Monster seperti Lightning Lion atau Wind Bird yang pada dasarnya kedua monster ini dapat bergerak sangat cepat. tapi rada penasaran dia cukup besar karena Mary mengatakan seperti itu.


Saat Mary sedang Fokus tiba-tiba Dia merasa Beberapa Objek bergerak itu bergabung dan menjadi sebuah kelompok yang lalu menghilang seperti ditelan bumi.


"Huh? Menghilang? Kenapa mereka tiba-tiba menghilang? Apa mereka bersembunyi makanya tiba-tiba menghilang? Tapi seharusnya mereka tidak akan bisa bersembunyi karena aku bisa merasakan pergerakannya tapi kali ini mereka benar-benar menghilang."Mary mengusap dagunya sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


Ares yang mendengar perkataan Mary menjadi lebih penasaran dan jiwanya sebagai seorang Petualang dan kolektor terpanggil tiba-tiba"Ayo kita kesana."


Mary menatap Ares"Kemana?."Ulbert yang sedari tadi ada Disini akhirnya bertanya.


"Ketempat dimana Objek-objek bergerak itu menghilang."Ares kali ini benar-benar merasa jika terdapat sesuatu sesuatu yang terjadi. dia juga bisa merasakan terdapat Ratusan prajurit sedang berada cukup jauh darinya dan 2 dari mereka cukup Kuat bagi Ares.

__ADS_1


entah apa tujuan ratusan prajurit itu datang kesini tapi Ares merasa ini ada hubungannya dengan Beberapa objek bergerak yang Mary maksud. Mary langsung mempertanyakan alasan Ares pergi kesana. menurutnya bisa saja itu jebakan yang dibuat musuh untuk memancing mereka pergi kesana.


tapi Ares menyangkalnya karena dia sama sekali tidak merasakan adanya Niat permusuh Disekitarnya apa lagi niat permusuhan yang mengarah pada mereka. akhirnya mereka berangkat menuju tempat yang dimaksud dengan petunjuk Mary tentunya.


__ADS_2