
Dengan kecepatan penuh Skeleton Dragon mengepakkan sayapnya dengan cepat dan dari kejauhan Ares bisa melihat hutan yang dimaksud.
"Mary! apa itu hutan yang kau maksud?!."Ares berteriak kebelakang.
karena Skeleton Dragon adalah gabungan dari berbagai macam tulang jadi tubuhnya sedikit padat, Mary duduk dibelakangnya dan menyipitkan matanya melihat hutan yang ares tunjuk.
Hutan itu memiliki dedaunan gelap dan terasa terlihat diselimuti oleh Kegelapan jika dilihat dari atas, Mary memfokuskan pengelihatan kesebuah tempat yang jauh dari sana dan melihat sebuah perkampungan samar-samar.
"Benar tuan! itu tempatnya."Ujar Mary.
Ares mengangguk lalu menurunkan kecepatan dan mendarat dihutan tersebut, hutan itu sekarang terlihat lebih menakutkan karena warna pepohonannya didominasi warna hitam dan hijau gelap, dengan Medan yang terasa begitu lembab.
mereka semua turun dari skeleton dragon dan melihat area disekitar mereka dengan hati-hati, Mary turun dengan hati-hati karena saat ini dia sedang menggendong kedua bayinya.
"...mmm.... terlihat sama seperti hutan Leichnam tapi hutan ini terasa lebih hidup saja."ujarnya sambil melihat daerah disekitarnya yang dipenuhi Pepohonan.
"Ya, karena hutan ini memang bagian dari hutan Utama jadi bisa dimaklumi."Jelas Mary sambil melihat kearah desa dark elf berada.
Dari jarak yang sangat jauh Ares bisa merasakan bau darah yang pekat serta energi kehidupan dari seseorang yang terasa begitu lemah, Ares menyuruh bawahannya untuk menyusulnya secepatnya sementara ia akan secepat mungkin kesana.
Ares dengan kecepatan tidak masuk akal melewati rimbunnya pepohonan dan seperti orang yang sangat mengenali hutan tersebut, beberapa kali dia menyentuh pepohonan untuk berkomunikasi dengan pohon tersebut dan mendapatkan informasi-informasi yang ada. namun sepanjang jalan dia tidak menemukan satupun pohon yang memiliki informasi berguna.
"bau darahnya semakin kuat, tidak salah lagi aku sudah dekat!."Ares berlari lebih kencang lagi dan dalam waktu sekejap dia sampai didesa tersebut..
Desa yang rumah penduduk seluruhnya terbuat dari pohon yang dimodifikasi agar bisa ditinggali, Ares tahu desa ini akan terlihat indah jika dia tidak terlambat datang.
"Aku terlambat ya?."Ares melihat disekelilingnya terdapat mayat-mayat dark elf yang tertusuk pedang atau ditembak anak panah.
Mayat-mayat dark elf tersebut kebanyakan pria yang dilihat dari penampilannya sepertinya mereka adalah pejuang suku ini, Ares melihat banyak sekali Mayat-mayat dark elf yang bertebaran dimana-mana bahkan terdapat mayat-mayat yang menggelantung Dipohon.
"Dimana dia? aku merasakan seseorang disini."Dia melihat Kekanan dan kekiri.
dirinya yakin dia merasakan energi kehidupan disekitar sini namun energi kehidupan tersebut terasa begitu lemah, Ares bisa menyimpulkan jika dia sekarat.
"Bukan waktunya banyak bacot sekarang, gunakan seluruh kekuatan yang kau miliki."Ares menyebarkan Indranya keseluruh tempat disana dan bisa dengan jelas melihat semua makhluk dan benda yang ada disana.
Sebuah peta tiga dimensi terbentuk diotaknya yang menunjukkan keseluruhan hutan dan tempat tersebut, Ares merasakan energi kehidupan itu kembali dan dengan cepat melompat kesalah satu rumah pohon yang rusak parah.
didalam rumah pohon tersebut terdapat beberapa mayat dark elf yang menumpuk namun, dia bisa merasakan energi kehidupan dari tumpukan mayat dark elf tersebut lalu mendorongnya serta memeriksa mereka.
"Ini dia!."Ares berseru senang.
dia menemukan dark elf yang masih hidup meski dia sekarat"Tenang saja aku akan menyelamatkanmu!.". ia menyentuh dada dark elf tersebut dan merasakan detak jantungnya meski lemah.
__ADS_1
"{ Full Recovery }!!!."Ares meneriakkan mantra pemulihan tertinggi yang ada dicincinnya. tubuh dark elf tersebut bersinar kehijauan sesaat dan luka-luka yang ada ditubuhnya menutup dengan cepat. hingga dalam waktu beberapa detik seluruh lukanya pulih namun MP dan staminanya masih terkuras habis.
Ares mengelap keringatnya didahinya"Fyuuhh... kupikir dia tidak akan tertolong lagi tadi, syukur aku memiliki cincin ini."Ares tersenyum memandangi dark elf tersebut.
"Eemm... Perempuan? atau laki-laki?."Ares tidak bisa membedakan jenis kelamin dark elf didepannya. namun Ares bisa merasakan sesuatu yang empuk saat dia menyentuh dadanya tadi. dan menyimpulkan jika dark didepannya adalah seorang Wanita ( mungkin? )
tidak lama kemudian para bawahannya datang dengan tergesa-gesa, mereka menemukan mayat-mayat dark yang bergelimpangan dimana, semua orang memasang wajah pahit kecuali Mary yang terlihat sangat terpukul melihat pemandangan tersebut.
kakinya terasa begitu lemas dan jatuh dalam keadaan berlutut, air matanya mengalir dan dia mencoba mati-matian untuk menahan air matanya dengan memeluk erat kedua bayi dalam gendongannya.
Ares datang lalu menenangkan Mary dengan memberitahu terdapat dark elf yang selamat, Mary bersemangat dan langsung melihat keadaan dark elf tersebut dan bernafas lega dark elf tersebut masih hidup.
"Sebenernya apa yang terjadi disini? bagaimana mereka bisa begitu kejam sampai anak-anak ikut mereka bunuh?."Yuto mempertanyakan perbuatan Elf-elf yang menyerang desa ini.
Elf-elf yang dia dengar dari cerita-cerita berbanding terbalik dengan apa yang dia lihat sekarang.
Damon mengusap kepala Yuto yang ada disampingnya"Begitulah makhluk hidup, mereka akan memakan satu sama lain bahkan yang sebangsa juga akan ikut dimakan jika sudah dikuasai ketamakan, bahkan saudara sendiripun akan mereka makan tanpa memikirkan apapun."Damon menggelengkan kepalanya.
Yuto ingin bertanya lebih banyak tapi melihat situasinya itu tidak mungkin, mereka lalu membuat ribuang liang lahat untuk mengubur mayat-mayat dark elf tersebut dan memberikan mereka pemakaman yang layak sebagaimana mestinya.
*************
dark elf itu bangkit dan merasakan lemas disekujur tubuhnya, pandangan terasa begitu kabur dan kepalanya terasa begitu pusing.
"Masih didesa, kau beruntung bisa selamat karena tuan menolongmu dengan cepat disaat-saat terakhir."
Sebuah suara berat dan terasa begitu dingin menjawab pertanyaannya, dia melihat kesampingnya dan menemukan orang yang berpakaian seperti Mage. jubahnya berwarna hitam Obsidian dengan warna emas yang sedikit dan tudung yang menutupi wajahnya.
"Siapa kau?."tanyanya lirih.
"Aku bawahan tuanku dan tugasku menjagamu untuk sementara, istirahat terlebih dahulu tubuhmu masih lemah saat ini."
pria itu kembali menjawab pertanyaan, dia melihat sekeliling dengan lemah dan mendapati dia berada dirumah pohon. dengan Panik dia melihat kearah Mage itu.
"Dimana yang lain?! dimana yang lain?!."Dia mencengkram kedua bahu mage tersebut.
"Maaf, ketika kami kesini kami hanya menemukan dirimu dalam keadaan sekarat. selain itu tidak ada yang selamat."Mage tersebut menggelengkan kepalanya.
Dark elf tersebut kaget dan memasang wajah pahit, dia tidak bisa mengira jika pasukan yang dia pimpin mati semua dan hanya menyisakan dirinya saja.
"Sial! pemimpin macam apa aku?!."Dia memaki dirinya sendiri karena tidak bisa mempertahankan pasukannya.
Tidak lama kemudian seorang anak muda datang, dia memiliki telinga seperti rubah dengan beberapa ekor ditubuhnya. dia membawa nampan berisi makanan.
__ADS_1
"Kak, makanannya sudah siap!."anak muda itu berlari kearahnya. lalu memberikan nampan berisi makanan itu padanya.
"Makanlah terlebih dahulu, kau perlu makan untuk bisa memulihkan staminamu sekarang."
"Te-terimakasih."Dia lalu memakan makanan yang ada dinampan tersebut, rasanya cukup enak dan tenaganya berangsur-angsur membaik setiap dia memakannya.
Mage itu mengangguk puas lalu bangkit dan berdiri dijendela kamar tersebut, dia menandingi keluar jendela ditemani anak muda tersebut.
"Yuto, apa kau sudah memastikan tidak ada mayat Dark elf yang tertinggal?."Tanya Mage tersebut.
Anak muda bernama Yuto tersebut mengangguk kepalanya"Ya kak! tidak ada mayat Dark elf yang tersisa jika saya cari, dan mereka sudah dikuburkan dengan layak!."
Mage tersebut mengangguk puas, dark elf tersebut masih memakan makanannya sambil melihat mereka berdua, mage itu menyadarinya lalu berkata"Agak sedikit terlambat sih, tapi tidak apa. biar aku memperkenalkan diri. aku Ulbert Heiliger Allerhöchster sementara anak ini bernama Yuto Nagatomo. kami salah satu bawahan Pendeta pohon dunia."Ucapnya memperkenalkan diri.
Dark elf terkejut dan langsung bangun"Tolong maafkan jika saya tidak sopan barusan!."Dia menundukan kepalanya, dirinya tidak mengira pria didepannya rupanya salah satu bawahan Pendeta pohon dunia.
"Aaahh.. tidak apa, saya tidak terlalu memikirkannya. tapi kalau boleh tahu siapa Namamu?."tanya Ulbert.
Dark elf itu dengan cepat menjawab"Na-nama Saya Eva Cassidy, saya pemimpin pasukan yang bertugas mengulur waktu agar yang lain bisa kabur. meski hanya saya yang tersisa."Eva menundukan kepalanya.
Ulbert dengan cepat paham, dia berjalan kearahnya lalu menepuk kepalanya lalu berkata"Eva terimakasih karena sudah berjuang sejauh ini, sekarang kau tidak perlu khawatir karena Tuanku dan Ratumu sekarang sedang dalam perjalanan menyelamatkan Dark elf yang lain."Ulbert mengusap-usap kepalanya.
Eva terlihat tidak paham arti kata 'Ratumu' yang Ulbert sebutkan barusan, dirinya bertanya kepada dia dan Ulbert menjelaskan secara singkat. Eva kaget mendengar kabar ratu yang dia layani selamat dari kejadian tersebut dan dia menangis karena Ratu tidak meninggalkan mereka begitu saja.
****************
Sementara itu jauh di pedalaman hutan, Ares, Damon, Eizen dan Mary sedang bergegas mengikuti jejak kaki yang mereka temukan dengan Magic. menurut Ares jejak kaki ini baru beberapa jam ditinggalkan karena bau mereka masih terasa disekitar sini.
"Jejak kaki yang kita lihat pertama adalah jejak kaki dari kelompok Dark elf yang kabur, sementara jejak kaki yang kita lihat setelahnya adalah jejak kaki pasukan Elf yang mengejar mereka. jejak kaki ini masih baru, jadi kemungkinan mereka belum terlalu jauh dari sini."Ujarnya sambil berlari.
Damon dan Eizen mengangguk setuju, sementara Mary memasang wajah khawatir sambil menggendong kedua bayinya. berdasarkan dari jejak kaki tersebut dirinya bisa menyimpulkan kelompok dark elf kabur dengan tergesa-gesa hingga meninggalkan banyak jejak yang bisa dilacak.
"Mary, jangan Khawatir terlalu Khawatir."Damon yang berlari disampingnya melihatnya dengan khawatir, ini jelas karena Mary terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan kelompok dark elf tersebut.
Mary hanya menggunakan lesu menanggapi perkataan Damon, Damon menghela nafas berat melihat Mary sementara Eizen fokus melihat daerah disekitarnya.
beberapa menit mereka berlari dan mereka menemukan beberapa mayat dark elf, mayat-mayat Dark elf tersebut dibakar oleh pasukan elf yang membunuh mereka.
Damon memicingkan matanya melihat Mayat-mayat dark elf yang terbakar tersebut"Mereka mati karena tertusuk pedang atau terkena panah, aku tidak tahu alasan mereka dibakar tapi menurutku ini cukup bagus untuk pencegahan, karena bisa saja mayat-mayat ini menyebarkan penyakit pada saat pembusukan."Ucapnya sambil memperhatikan Mayat-mayat dark elf yang terbakar tersebut.
Ares dan Eizen mengerutkan keningnya mendengar perkataan Damon, bagaimana bisa dia seperti itu didepan rekannya yang bersedih?. pikir mereka.
Mary yang melihat hal tersebut hanya tersenyum lesu, dan dengan sihir membuat liang lahat lalu menguburkan mereka dengan layak.
__ADS_1
Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka mengikuti jejak yang pasukan elf tinggalkan.