
Kalte dengan tubuh memucat berusaha memegang pedangnya dengan benar, namun tangannya yang gemetaran membuatnya sulit untuk memegang pedang dengan benar.
Serangan Ares sebelumnya berhasil ditangkis namun, efek dari tangkisan itu membuat tangannya seperti remuk setiap saat dia menggerakkan tangannya. Kalte berdiri dengan pedang sebagai penopang tubuhnya lalu berkata"{ Heavy Recovery }."Kalte merasakan hangat diseluruh tubuhnya dan Hp yang tadi berkurang drastis sedikit demi sedikit bertambah.
Dia merasakan tangannya sudah tidak terlalu sakit meski sakitnya masih terasa, dia dengan sigap memasang kuda-kuda lalu menfokuskan pengelihatannya kearah Ares. yang saat ini tersenyum tajam padanya.
Kalte sebenernya sangat terkejut melihat perubahan yang Ares lakukan, itu terasa seperti dia melawan seekor Binatang buas yang berasal dari neraka. Instingnya sebagai seekor Dragon menyuruh untuk lari, namun melihat musuh yang ada didepannya membuatnya berpikir ulang.
Kalte tersentak kaget melihat Ares hilang dari pandangannya, sesaat kemudian muncul didepannya dengan pedang yang siap berayun kearahnya. Kalte sama sekali tidak sempat bereaksi seketika pedangnya dan pedang raksasa Ares bertemu.
Kalte menekuk tubuhnya kebelakang dan terdorong karena hantaman tadi, Kalte dibuat terdorong oleh Ares dan pedang raksasanya. Kalte menahan pedangnya dengan tangan bergetar dan jika dia melepaskan pedangnya maka ia akan mati.
Dia melihat Ares dengan keringat dingin mengucur, Manusia yang terlihat seperti Hewan buas menatapnya seperti seekor domba tidak berdaya. dia mendorong pedangnya mencoba membuat Ares terdorong tapi malah dia yang terdorong mundur.
Ares terasa seperti sebuah gunung besar yang sama sekali tidak bisa digerakkan, dia menggunakan seluruh tenaganya untuk mempertahankan posisinya namun Ares dengan kuat memberikan pukulan keras pada Kalte hingga terpental.
Kalte menggertak giginya dan menancapkan pedangnya saat terpental, lalu merasakan sakit disetengah tubuhnya karena menerima pukulan Ares tadi. setengah tubuhnya terasa sakit dan kebas saat terpukul tadi dan untuk beberapa saat dia hampir kehilangan kesadaran.
Kalte mengendalikan diri ketakutan dan fokus untuk mengalahkan Ares, Ares memasang kuda-kuda lalu melesat dengan cepat kearahnya lalu mengayunkan pedangnya dengan kuat.
mereka beradu serangan ratusan kali dan berpindah-pindah tempat tempat bertarung. setiap mereka mengayunkan pedangnya terdapat banyak sekali percikan api yang muncul setiap mereka beradu serangan. itu terlihat indah melihat gerakan-gerakan berpedang yang mereka keluarkan untuk membunuh satu sama lain.
itu terlihat seperti sebuah tarian dengan bintang-bintang yang menghiasi mereka, padahal itu adalah percikan api dari pedang mereka yang saling beradu.
*Note From the Writer : Jangan salah baca ya!.
Tebasan demi tebasan mereka keluarkan dan ratusan jurus mereka keluarkan untuk membunuh satu sama lain. Setiap tebasan pedang mereka membuat luka dimasing-masing tubuh mereka karena pertukaran serangan yang kuat dan cepat.
Hanya dalam waktu sekejap mata sudah terlihat siapa yang unggul disini, Kalte terlihat sangat kelelahan melawan Ares, Tubuhnya berkeringat dengan tangannya yang bergetar sambil memegang pedang. kaki sudah tidak kuat untuk menahan beban tubuhnya karena hampir setiap saat dia menahan serangan Ares dengan kekuatan otot kaki dan lengannya yang membuat dua anggota tubuh ini yang paling merasakan penderitaan.
Sementara disisi lain Ares sama sekali tidak terlihat kelelahan bahkan tidak berkeringat sama sekali, malahan dia terlihat sangat menikmati pertarungan dengannya yang membuat sedikit merinding.
Pedang Raksasa yang seperti bayangan itu terarah padanya dengan Ares sebagai penggunanya. Kalte menggertak giginya kesal melihat Ares yang seakan-akan mengatakan "Apa hanya ini kemampuanmu?".
Kalte menggenggam pedangnya dengan erat meski tangannya sakit dan gemetar"Kalau sudah seperti ini tidak ada salahnya memberikan semua yang ku punya."Dia memasang kuda-kuda lalu berkata"{ Dragonic Power }. { Greater Dexterity }. { Greater Hardening }. { Greater Strengthening }. { Greater Vitality }. { Paranormal Intuition }. { Mental Protector }. { Ice Dragon Mantle }. { Reflection Armor }. { Direct Reflex }. { Continuous Intermediate Recovery }."Tubuhnya bersinar setiap saat dia mengatakan Mantra.
Luka-luka ditubuhnya lama kelamaan beregenerasi dan Hp yang dia miliki perlahan naik, meski begitu dia menggunakan semua MP yang dia punya untuk menggunakan Mantra Buff tingkat menengah hingga tinggi dalam sekali waktu. efek yang dia rasakan saat ini adalah lemas namun rasa lemas itu perlahan menghilang karena salah satu efek mantra Buff tadi.
Disisi lain Ares mengerutkan keningnya, Tranformasi yang saat ini dia gunakan merupakan gabungan dari tiga skill yang dia miliki saat ini dan salah satu dari skill tersebut memiliki durasi pemakaian terbatas. Skill [ Gigantification ] memiliki durasi pemakaian 5 Menit dengan Cooldown 3 jam. Skill [ Chaos Transformation ] Memiliki Durasi pemakaian 35 menit dengan Cooldown 2 jam. sementara Skill [ Berserker ] Memiliki Durasi pemakaian 15 Menit dengan Cooldown 7 jam.
__ADS_1
Ketiga skill ini sangat penting dan bisa dibilang saling berhubungan, dan dari durasi pemakaian saja bisa terlihat Skill [ Gigantification ] yang paling sebentar diantara kedua skill sebelumnya. Ares sendiri cukup kaget saat merasakan Statnya naik 10 kali lipat ditambah dengan skill [ Berserker ] yang menambah kengerian dari skill ini. namun durasinya yang sebentar membuatnya khawatir sekarang.
[ Sisa Waktu Penggunaan Skill Gigantification Tersisa 1 menit. Mohon untuk bijak dalam menggunakan waktu. ]
Seketika pemberitahuan dari System membuatnya menahan nafas dengan tubuh pucat. Ares seketika itu memasang kuda-kuda dengan wajah penuh senyum lebar"Aku harus memanfaatkan waktu satu menit ini untuk membunuhmu."ujarnya sambil memasang kuda-kuda.
Kalte mengerutkan keningnya merasakan nafsu membunuh dari Ares, dia bisa merasakan jika Ares saat ini sangat bernafsu untuk membunuhnya dan nafsu membunuhnya membuatnya berkeringat dingin. namun beberapa saat kemudian dia menjadi sedikit lebih tenang.
Dengan kuda-kuda yang sudah terpasang mereka melesat dengan menggunakan kekuatan penuh mereka untuk membunuh satu sama lain. Pertarungan yang sangat dahsyat terjadi diantara mereka berdua.
Kekuatan dan kecepatan serangan mereka tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, ditambah Gerakan-gerakan mereka terlihat sangat halus dan tenang namun dipenuhi kekuatan yang siap membunuh siapapun.
Ares mengayunkan pedang dengan kuda-kuda yang terpasang kuat, dia menebas Kalte dengan pedang raksasanya namun Kalte masih bisa bertahan dari gempuran serangannya. Kalte tidak diam menerima serangan Ares begitu saja, dia melawan dengan segala yang dia miliki untuk menembus pertahanan Ares.
Tebasannya dengan kuat bisa merusak Armor Ares lalu dengan cepat memberikan banyak serangan hingga membuat Armor Ares dipenuhi bekas tebasan dan tusukkan pedang, Armor Ares perlahan-lahan mulai hancur seiring waktu pertarungan mereka bergulir.
Ares sendiri mendengus merasakan Tebasan dan tusukkan yang mendarat ditubuhnya, beruntung dia masih memiliki satu lapisan Armor yang melindungi tubuhnya jadi Damage serangan-serangan itu bisa berkurang.
Mereka dengan beringas mengayunkan pedang mereka seperti orang kesetanan, mereka saling mengayunkan pedang mereka dengan kuat dan cepat hingga pedang mereka tidak terlihat bayangannya.
Ares dengan penuh perhitungan memberikan serangan yang membuat Kalte terpental mundur dengan Luka tusukkan menganga ditubuhnya dan Armor yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan Ares.
"Aku akan menjadikan ini yang terakhir."Kalte memasang kuda-kuda lagi, kali ini matanya dipenuhi keyakinan dan kepercayaan.
Ares tidak banyak omong dan langsung memasang kuda-kuda, dia juga ingin menjadikan ini sebagai pertarungan terakhirnya.
Mereka berdua saling menatap satu sama dengan tajam, dibawah langit hitam yang dipenuhi gemuruh petir mereka melesat dengan cepat. Pertukaran serangan yang jauh lebih dahsyat terjadi kembali dan menggetarkan dan menghancurkan semua yang ada disekitar mereka.
Menebas, menusuk, memukul, menendang, menyikut hingga membanting mereka berdua lakukan untuk membunuh satu sama lain, getaran dari pertarungan mereka bisa dirasakan Hingga kepegunungan Gerfroren dan menyebabkan longsor salju.
Ares mengayun pedangnya dengan kekuatan penuh dan Kalte menahannya dengan pedangnya dan menahannya, namun pedangnya perlahan retak dan akhirnya patah lalu pedang ares membelah setengah tubuhnya.
pada saat itu bagi Kalte waktu seakan-akan terhenti dan dunia berhenti bergerak, dia melihat kearah bahu kirinya yang hampir terbelah dengan pedang raksasa disana, seketika itu dia langsung melepaskan gagang pedangnya dan mencengkram lengan kiri Ares yang memegang pedang raksasa itu dengan dua tangan.
Ares terkejut melihat Kalte yang masih bisa bergerak dan dia bisa merasakan sensasi dingin yang menusuk tulang dari lengan kirinya, Ares lalu mendorong pedangnya dengan kuat hingga membuat Kalte terpental namun dalam sekejap mata dia bangkit kembali dengan lengan kiri dipenuhi cakar tajam dan sisik seperti seekor Dragon.
Ares ingin bergerak mundur namun Es dibawah kakinya membuat dirinya sedikit tidak bisa bergerak, kesempatan itu Kalte manfaatkan untuk menyerang Ares dengan sisa tenaganya. Cakar tajam itu mendarat ditubuhnya dan menghancurkan Armornya bahkan Armor lapisan dalam juga ikut hancur.
Ares mengeluarkan darah dari mulutnya lalu memasang kembali kuda-kudanya Dan memberikan pukulan yang membuat Kalte terpental hingga terjerembab. namun beberapa saat kemudian dia bangkit kembali dengan tubuh yang hampir terpotong.
__ADS_1
Ares melihat sekilas kearah Bar Hp miliknya yang menunjukkan angka 7,98%, dan itu terus turun seiring waktu.
Ares tersenyum tipis lalu bersiap memberikan serangan terakhir, Kalte terlihat sudah hampir mati saat ini namun dia tidak menyerah dan tetap berdiri meski tidak bisa bergerak satu langkahpun.
Ares mengayunkan pedangnya sambil berkata"Dunkenheit Sword Art Bentuk Kedelapan : Heaven's Gatekeeper."Ayunan Pedangnya membelah udara dan Gelombang tebasan raksasa berwarna emas dan oranye gelap, yang menghancurkan dan membunuh Kalte hingga tidak tersisa namun tidak sampai disitu.
Gelombang tebasan raksasa itu membelah langit yang gelap dan menunjukkan langit biru nan indah, namun terlihat seperti sebuah gerbang, dan didepannya terdapat jurang yang lebar bekas gelombang tebasan raksasa barusan.
[ Durasi Pemakaian Skill Gigantification Telah Habis ]
Tubuh Ares mengecil beserta seluruh perlengkapannya dan dia berdiri gagah menatap langit dengan pedang yang tertancap disampingnya.
[ Anda Naik Level ]
[ Seluruh Stat Bertambah 200 Secara Permanen ]
[ Anda Memenuhi Syarat penyelesaian Quest Get used to this power! ]
[ Stat yang terkunci Dikembalikan Secara Otomatis ]
[ Anda Mendapatkan Unknown Key? ]
[ Anda Menyelesaikan Quest Hatch The Egg ]
[ Anda mendapatkan Satu Item Rank Divine Dan Shadow Box ]
[ Anda Menyelesaikan Quest Tersembunyi ]
[ Anda Mendapatkan Unknown Key(2) ]
Ares bisa merasakan Es yang dilengan kirinya mulai merembet keatas dan disaat yang bersamaan dia perlahan mulai kehilangan kesadaran, samar-samar dia mendengar suara orang-orang memanggilnya dan dari kejauhan terdapat beberapa orang berlari kearahnya namun terasa sangat buram dimatanya.
Ares kehilangan kesadarannya sesaat kemudian namun Delta dengan Sigap menangkap tubuhnya dan tanpa banyak basa-basi mereka langsung membawa Ares untuk disembuhkan.
Seorang wanita dengan tubuh dipenuhi Glitch bergerak cepat sambil melihatnya cemas dan Ketakutan, dia melihat Ares dengan cemas lalu berkata"Kau tidak boleh mati sekarang! Aku akan menyelamatkanmu bagaimanapun caranya bahkan jika itu melawan Takdir sekalipun! karena kau adalah satu-satunya penyelamat hidupku."Tangannya bersinar lalu menggenggam tangan Ares.
Area yang terlihat membeku perlahan mulai hilang dan akhirnya hilang, dan Ares yang terlihat sedikit membaik.
Wanita itu membiarkan Ares dan Clone-clonenya pergi sementara dia terhenti diudara, dia memuntah banyak darah Biru dari mulutnya dan saat menyentuh tanah darah itu menguap lalu menghilang. wanita itu terlihat sangat kesakitan dan kelelahan namun disatu sisi dia terlihat lega.
__ADS_1
"Aku akan menyelamatkanmu apapun yang terjadi, bahkan jika itu melawan hukum dunia dan takdir sekalipun, karena kau adalah dia."Wanita itu tersenyum lirih lalu menghilang dari sana seperti angin.