
Ares kembali kekamarnya subuh tadi sekitar jam 5, baru dia membuka pintu kamarnya dia sudah disambut dengan long Yuan dan Andromeda yang ada didepan pintu. Long Yuan menceramahi Ares cukup lama karena tindakannya perbuatannya yang dinilai tidak bertuan jawab.
Long Yuan selama ares tidak ada sibuk mengurusi kedua anak tersebut, yang rupanya selalu menangis tadi malam yang membuat Long Yuan dan Andromeda kerepotan dan bingung harus bagaimana. beruntung long Yuan yang memiliki pengalaman dalam mengurus anak berhasil menenangkan kedua anak tersebut.
Ares yang bersalah meminta maaf karena hal tersebut, dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama lagi. long Yuan memaafkan begitupun dengan Andromeda.
Ares kembali memutuskan untuk mandi kembali karena dirinya saat ini terlihat sangat acak-acakan dan pagi pun tiba.
*************
Ditempat makan penginapan Ares duduk ditemani Eizen, Damon dan Ulbert yang duduk disebelahnya, sementara untuk Yuto dan Mary masih tidur dikamar mereka karena terlalu kecapekan.
Mary masih bisa dimaklumi tapi Yuto yang membuat cukup bertanya-tanya, tapi ia bisa memakluminya karena Yuto yang paling muda diantara mereka jadi tidak masalah. tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan tiba dan sekarang tinggal menunggu kedatangan yang lain saja.
"Tuan, malam tadi saya membuat beberapa Potion Healing mohon anda terima."Ulbert memberikan beberapa Potion berwarna merah.
Ares mengambil Potion-potion tersebut dan tersenyum lebar saat mengetahui tingkatan Potion-potion tersebut, Potion tersebut memiliki Grade mid sampai high yang mana kedua tingkatan tersebut cukup mahal jika dijual.
"Terimakasih Ulbert, apa hanya ini saja?."
Ulbert mengangguk kepala"Ya tuan, Hanya itu yang saya bisa buat tadi malam."ucapnya singkat. Ares mengangguk puas menanggapinya.
tidak lama kemudian Yuto datang dengan penampilan rapih seperti orang baru mandi.
"Selamat pagi semuanya!."Yuto menyapa mereka semua yang ada disana.
"Selamat pagi juga."Ucap mereka serentak, Yuto lalu duduk diantara mereka dan menatap makanan didepannya dengan mata berbinar-binar.
Ares tersenyum melihat hal tersebut"Yuto makanlah terlebih dahulu jika kau lapar."Ucapnya mempersilahkan Yuto untuk makan Terlebih dahulu, dan Yuto dengan semangat memakan-makananan didepannya dengan lahap.
tidak lama setelahnya Mary datang dengan memegangi pinggulnya, Ares langsung berlari lalu menuntun Mary menuju meja makan.
Mary tersenyum pada Ares"Terimakasih Tuan."Ucapnya lembut. ares hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk kembali setelah itu mereka semua makan, kecuali Eizen dan Ulbert yang memang tidak bisa makan.
setelah mereka makan Ares memberitahu mereka tentang rencananya yang akan membantu bangsa dark elf, tidak ada penolakan dari mereka namun Damon membuat pertanyaan yang mewakili semua yang ada disana.
"Tuan, kalau boleh tahu keuntungan apa yang akan kita dapatkan jika kita membantu mereka? maaf jika pertanyaan saya tidak sopan, namun ini masuk akal karena jika kita salah melangkah maka kita akan berhadapan dengan sebuah negara. tentu dengan kekuatan kita saat ini belum tentu bisa menang."ucapnya pelan.
Pertanyaan Damon bisa dimaklumi olehnya begitu dengan Eizen dan Ulbert yang ada disana, Sementara Yuto sama sekali tidak paham apa yang mereka bicarakan dan hanya menyimak saja.
__ADS_1
Ares terkekeh pelan"Apa aku perlu memikirkan keuntungan untuk membantu seseorang? tidak bukan? aku melakukan ini dengan tulus ikhlas dan membantu mereka. terlebih lagi ini permintaan dari Mary jadi sulit untuk menolaknya."Ucapnya sambil meminum teh.
Damon terdiam sambil menatap Mary aneh lalu menghela nafas pelan"Kalau begitu apa boleh buat?."Damon duduk kembali fan tidak banyak bertanya.
setelah itu mereka keluar dari penginapan lalu bergegas menuju hutan terdekat yang ada disana.
********************
"{ Summon Skeleton Dragon }!."
Didalam hutan muncul sebuah magic Circle berukuran besar berwarna hitam keunguan, magic Circle itu bersinar dan berputar lalu menunjukkan Sesosok Naga kerangka yang mengaum keras. Auman Skeleton Dragon itu membuat Monster-monster didekat mereka berlarian menjauh.
[ Skeleton Dragon Lvl 599 ]
Ulbert mengusap dagunya dan melihat Skeleton Dragon itu dengan takjub"Hooh? Skeleton Dragon ya? dan lagi lebih kuat dia bandingkan Skeleton Dragon yang biasa kubuat."Ucapnya takjub.
sementara itu yang lain hanya terdiam menatap monster tersebut, Skeleton Dragon itu mengeluarkan energi negatif yang cukup besar yang cukup membuat mereka merasa merinding, kecuali Yuto yang hampir pingsan merasakan energi negatif yang menabraknya barusan.
"Kita akan menaikki ini untuk sampai memotong waktu ke Astria, ayo naik."Ares Menaikki Skeleton Dragon itu dan satu persatu bawahannya ikut menaikinya.
"Berpegang! kita akan kesana dengan kecepatan penuh!."Ares menyuruh skeleton dragon terbang.
**********************
Sementara itu jauh kerajaan Astria sekelompok Dark elf berjumlah ribuan memacu kaki mereka untuk berlari dari kejaran musuh mereka, musuh mereka mengejar mereka dengan mengeluarkan nafsu membunuh yang besar.
Anak-anak dark elf digendong oleh dark elf dewasa untuk mempercepat pergerakan mereka, sementara itu beberapa Dark elf yang ada dibelakang mengulur waktu sebanyak mungkin agar kelompok dark elf tersebut lari sejauh-jauhnya.
Pemimpin dark elf tersebut mengarahkan kelompok tersebut kesebuah hutan yang jarak dilewati makhluk hidup, sambil menghapus jejak mereka kelompok dark elf itu tidak kenal lelah untuk memacu kaki mereka dan tidak pernah melihat kebelakang.
"Cepat! lari lebih kencang!."Ucap seorang dark elf yang berada dibarisan paling depan. dark elf itu berhenti dan melihat kebelakang.
Jauh dibelakang mereka terdapat kelompok Elf dengan peralatan perburuan lengkap mengejar mereka, Pemimpin dark elf tersebut mengumpat keras didalam hatinya melihat kelompok Elf yang terus mendekat.
"Tina ambil alih komando sekarang! aku beserta yang lain akan berusaha menahan mereka!."Dirinya berbicara kedark elf yang berada disampingnya.
Dark elf perempuan bernama Tina tersebut mengerutkan alisnya mendengar perintah ketuanya"Tidak bisa Ketua! jika anda pergi siapa yang akan melindungi mereka semua?!."ucapnya panik, karena dia tahu dirinya tidak memiliki bakat dalam menjadi pemimpin.
Dark elf didepannya merupakan Pemimpin Dark elf sementara yang ditunjukkan oleh tetua terakhir yang berhasil selamat, dia adalah Abend Einsam yang merupakan salah satu dark elf kuat disuku Oakheart.
__ADS_1
Abend tidak mendengarkan perkataannya dan mengernyitkan dahinya melihat Pasukan Elf yang terus mendekat kearah mereka, Sekelompok dark elf memisahkan diri dari dark elf lain yang berlari kearah hutan.
dan berdiri dengan gagah disamping pemimpinnya yang tidak gentar sedikitpun melihat pasukan elf tersebut.
"Tina, aku tahu ini berat bagimu tapi, tidak ada satupun orang yang cocok mengambil alih komando selain kau. Aku mohon ambil alih komando sekarang! mereka tidak bisa bergerak tanpa seorang pemimpin!."Ucapnya tegas.
Tina sedikit takut saat dia melihat Abend lalu berkata"Apakah aku saya bisa melakukannya? bagaimana jika saya gagal?!."Ucap tina panik, dia merasa belum cukup untuk mengambil alih komando sekarang tapi seorang dark elf memukul bahunya dengan keras.
Tina mengenali dark elf tersebut, dia adalah Loris Fiddler yang merupakan salah satu dark elf kuat disukunya.
"Jangan memikirkan hal-hal yang belum tidak penting! kami tahu kau takut dan merasa tidak cukup untuk mengambil alih komando, namun kami percaya padamu! larilah sekarang!!!."Loris melemparnya jauh sementara itu tempat dan loris berpijak terdapat banyak anak panah yang menancap.
Abend mendecih melihat pasukan elf yang sudah semakin dekat dan Mereka sudah masuk jangkauan serangan mereka, Para dark elf tersebut bersembunyi di pepohonan sementara pasukan elf terus menghujani mereka dengan ratusan anak panah.
"Tina! lari!!!."Abend berteriak keras menyuruh Tina lari, tina dengan tubuh gemetar dan Air mata diwajahnya mencoba mati-matian untuk berlari dari sana.
Kelompok dark elf yang melawan pasukan elf tersebut melindungi Tina dari hujan anak panah, Tina melihat kebelakang dan menemukan salah satu dari elf tewas dengan tubuh penuh dengan anak panah. Dark elf tersebut mencoba melindungi dirinya dari banyaknya anak panah namun dia sendiri yang mati.
Tina berhenti karena kakinya merasa lemas melihat rekan seperjuangannya tewas demi melindunginya, Abend dengan cepat menyeretnya Ketempat aman lalu menamparnya.
"Tina sadarkan dirimu!! ini bukan waktu untuk bersedih atau bersukacita atas kematian!! Gerakan kakimu dan larilah sekarang!!! kami akan menahan mereka selama mungkin! cepat!!!."
Tina segera tersadar dari kesedihannya. dengan kaki dan tubuh yang masih gemetaran dia berlari secepat mungkin dari sana sambil menghindari Hujaman anak panah dari atas. Dia tidak menoleh kebelakang karena jika dia menoleh kebelakang maka dia tidak akan punya kekuatan untuk berlari.
Abend melihat rekan-rekannya yang bersembunyi dibalik Pepohonan, dengan Belati dikedua tangannya dia mengangguk pelan"Senang bisa bertempur dengan kalian semua!!!."Serunya sambil memegang erat belati dikedua tangannya.
rekan-rekannya yang juga mempersenjatakan diri dengan dua belati mengangguk pelan"Senang juga bisa bertempur denganmu Ketua!!!."Seru mereka bersamaan.
Pasukan elf tidak henti-hentinya menembak ratusan anak panah yang tiada habisnya kearah mereka, hingga satu saat pasukan elf tersebut tidak lagi menembakkan panahnya dan mengirim pasukan lain untuk memeriksa keberadaan mereka. sementara yang lain pelan-pelan mengikuti dari belakang dengan busur yang siap menembak.
Abend tersenyum rencananya, pasukan elf tersebut berjalan dengan Hati-hati tanpa tahu ada musuh yang mengintai mereka dari balik bayangan. Hingga Abend membuat sebuah tanda untuk menyerang.
Dari balik pohon dia muncul dan menusuk elf didepannya dengan kedua belatinya, elf tersebut langsung mati sementara elf yang lain menembakkan ratusan panah kearahnya yang hampir semua anak panah tersebut menancap ke Elf yang dia tusuk.
dia menjadikan elf tersebut sebagai tameng daging dan penarik perhatian musuh, Pasukan Elf menyerangnya dengan anak panah tanpa henti dan tubuh elf yang dia jadikan tameng tidak akan bertahan lama.
"SEKARANG!!!."Abend berteriak keras.
"KEADILAN UNTUK SANG RATU!!!..."Para dark elf yang bersembunyi langsung menyerang para elf tersebut.
__ADS_1
Dengan gagah berani mereka menyerang pasukan elf tersebut tanpa takut mati sedikitpun, Abend yang melihat barisan Elf pemanah menjadi kacau tidak menyia-nyiakan kesempatan lalu ikut bergabung kedalam pertempuran berat sebelah itu.