Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
146.Pengacau peperangan


__ADS_3

Ares menatap tajam sebuah kubah pelindung yang cukup jauh dari tempat peperangan yang ada didepannya, kubah berwarna putih yang mirip seperti jelly itu menjulang tinggi dengan panjang hampir 30 Km dan lebar 50 Km membuat kubah pelindung itu terlihat sangat besar dan tinggi.


"Jadi itu ya Urlate magic milik ras dragon, lebih kuat dari yang kuduga. bahkan dengan kekuatanku yang sekarang sulit untuk menembusnya jadi mau tidak mau aku harus menunggu sampai Penghalang itu hilang."Ujarnya sambil menyeringai tipis melihat Monster yang saling berperang tidak jauh darinya.


"Selama aku menunggu tidak ada salahnya aku join didalam pertempuran, kan?"Ujarnya dengan seringai yang semakin lebar, dia menjentikkan jarinya seketika armor hitam legam terpasang ditubuhnya.


Dia menarik pedangnya lalu melompat dari atas tebing tempat dia mengawasi, lalu melesat dengan sangat cepat kearah Pasukan Frost King dan Ice Dragon Lord yang bertempur habis-habisan.


************


Riki memacu kudanya untuk terus berlari sementara dia terus menyerang sambil menaiki kudanya, dengan tombak yang ada ditangannya kanannya dan tali kekang yang ada ditangan kirinya dia mengendarai kudanya sambil menusuk musuhnya dari atas kuda.


tidak ada yang pernah selamat dari tusukan Tombaknya. dengan penuh semangat memacu kudanya dan menusuk Prajurit monster yang ada didepannya, tombak dengan mudah menembus baju zirah yang mereka pakai dan banyak prajurit monster Ice Dragon Lord yang mati ditangannya.


Meski begitu lawan ini masihlah dilevel keroco karena Para Istri-istri dan anak-anak Ice Dragon Lord belum turun kemedan perang, mereka dikenal sebagai White Dragon karena warna sisik mereka yang seputih salju.


"Jangan lupakan dendam yang ada didalam hati kita!! mereka telah membunuh rekan-rekan kita dengan kejam!! bunuh mereka semua tanpa ampun!!!."Ujar salah seekor White Dragon wanita dibarisan paling belakang pasukan Ice Dragon Lord.


Seketika itu pasukan monster Ice Dragon Lord menjadi semakin beringas dan bersemangat, Riki mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya mereka bicara.


"Hei! lihat disana ada tangan kanan Frost King!! bunuh dia!!!."Ujar salah satu Prajurit monster Ice Dragon Lord, seketika itu Para prajurit monster yang ada disekitarnya mengubah arah sasaran Kedirinya.


Dalam waktu sekejap Prajurit Monsters berbondong-bondong datang kearahnya dengan berbagai jenis senjata ditangan mereka, Riki menggenggam Erat Tombaknya lalu memacu kudanya kearah mereka lalu menarik Tombaknya"Aktifkan Skill [ Hundreds of Spear Thrusts ]!!!."Riki dalam sekejap melontarkan ratusan tusukan kearah Gerombolan prajurit monster yang ada didepannya.


Tusukan-tusukan itu dengan mulus mendarat di dada mereka dan menembus jantung mereka yang membuat mereka mati seketika dengan bolongan besar didada mereka, Gerombolan prajurit monster yang lain bukannya berlari ketakutan malah semakin beringas dan bersemangat untuk membunuhnya.

__ADS_1


"Cih! apa sih yang mereka mau sampai berniat sekali ingin membunuhku?!."Ujarnya kesal sambil memacu kudanya menjauh dari sana, dari belakang terdapat seekor monster yang mirip seperti kijang berlari dengan cepat mengejar Riki dia menggenggam Erat pedang ditangannya lalu mengayunkan dan memotong kaki kuda Riki.


Kuda Riki langsung jatuh sementara Riki jatuh terjerembab ketanah, dia langsung berdiri dan memasang kuda-kuda dan mendapati kudanya kehilangan kedua kaki belakangnya.


"Sial padahal dia kuda tercepat yang pernah kupakai selama beberapa tahun terakhir, yah setidaknya dia cukup berguna bagiku."


Riki yang berada ditengah-tengah Medan perang langsung menusukkan Tombaknya kearah musuh-musuhnya, sambil berlari dia menusukkan Tombaknya dan membunuh banyak dari prajurit monster Ice Dragon Lord.


"senang bertemu dengan anda Kapten Riki."Ujar seorang pria dibalik punggungnya, tanpa menoleh Riki sudah tahu suara siapa itu"Zeiss ya? hahahaha....senang juga bertemu denganmu ditengah-tengah kekacauan ini Zeiss!!!."Ujarnya senang sambil menusukkan Tombaknya kearah Monster-monster yang ada didepannya.


Pria dibelakangnya ini adalah Tangan kiri Frost King dan menjadi orang salah satu orang paling dipercayai Frost King selain dirinya.


Zeiss mengangguk sambil mengayunkan pedangnya dan menebas Prajurit monster yang ada didepannya"Kapten!!! menurutmu kenapa Para White Dragon tidak turun kemedan perang?! bukannya mereka terlalu percaya diri dengan kekuatan mereka?."Ujarnya sambil mengambil posisi bertahan.


"Entahlah! akupun juga tidak tahu tapi sepertinya mereka seperti pasukan bantuan yang tugasnya membantu saat mereka sudah mendekati kekalahan, melihat dari kekuatan yang mereka miliki tentu itu keputusan yang tepat!!!."Ujarnya memuji.


Ares dengan kecepatan tinggi langsung melesat dan menebas Monster-monster yang ada didepannya, dengan pedang yang sudah dilapisi Blood Stone kekuatan destruktif pedangnya meningkat tajam hingga bisa membelah Monsters-monsters berukuran besar yang memegang tameng raksasa didepannya.


"Kurang!!! kalian bahkan tidak mengisi 20% Jumlah bar Exp ku sekarang!!!."Ujarnya kencang yang membuat perhatian kedua pasukan mengarah padanya.


Seketika itu ledakan Aura dari dalam dirinya membuat Kedua pasukan tercengang, jumlah Aura yang Ares keluarkan sangatlah banyak hingga membuatnya seperti kobaran api raksasa, Dengan Aura yang mengalir keseluruhan peredaran darahnya membuat rambut perlahan-lahan berubah warna menjadi merah gelap dan sinar matanya menjadi lebih merah seperti hewan buas.


Kedua pasukan saling melihat, Riki, Zeiss dan para White Dragon tertegun melihat Aura yang seperti kobaran api raksasa itu. mereka semua bertanya-tanya siapa Ares sebenernya?


Ares tertawa pelan mendengar bisikan-bisikan penuh tanda tanya dari kedua pasukan tersebut, lalu mengangkat pedangnya"Aku Ares Von Dunkenheit, ditugaskan untuk membunuh Frost King dan Ice Dragon Lord dipegunungan Gerfroren ata perintah kepala keluarga Dunkenheit saat ini. jadi bersiaplah selagi Mereka berdua tidak ada kalian akan aku tundukkan!!!."Ujarnya penuh dengan tekanan disetiap kalimatnya.

__ADS_1


bagi mereka yang sedang berperang habis-habisan seperti ini, ucapan Ares seperti sebuah lelucon yang tidak lucu sama sekali dan tidak dapat dipercaya, tapi melihat keseriusan, sikap dan mata yang dipenuhi keyakinan membuat mereka mempercayai perkataannya.


"Huh!!! dasar manusia sombong!! Rasakan Nafas Es ku!!!."Seekor Dragon terbang dari ketinggian dan mengeluarkan nafas es yang mengarah langsung padanya, Ares reflek langsung menoleh dan mengayunkan pedangnya.


seketika sebuah tebasan pedangnya membelah nafas es itu, tidak sampai disitu Gelombang tebasannya ikut membelah Dragonnya juga.


"Sierad!!!....."Seekor Dragon menjerit kencang dan terbang menuju tempat Dragon sebelumnya jatuh, ketika dragon itu sampai disana ia menemukan dragon bernama Sierad mati dengan tubuh terpisah menjadi dua.


Kebencian luar biasa langsung menjalar diotaknya disaat yang bersamaan, White Dragon lain terbang diatasnya dan memasang tampang pahit, mereka lalu melihat kearah Ares yang seperti kobaran api raksasa Itu.


"Kau! kau! KAU AKAN KUBUNUH!!!!..."Nafas Es keluar dari mulutnya dan mengarah keatas, Nafas Es itu bersinar terang seperti pilar cahaya.


Dia lalu melihat kearah Riki dan Zeiss dengan tajam, seakan-akan paham arti maksud Dragon itu Riki dan Zeiss dengan segera memerintahkan pasukannya untuk mengubah target, begitupun dengan pasukan Ice Dragon Lord yang mengubah targetnya.


Ares yang berada tidak jauh dari mereka hanya tersenyum lebar ketika merasakan Nafsu membunuh dari kedua pasukan didepannya. Aura yang memancar dari tubuhnya yang seperti kobaran api raksasa sedikit mengecil, sekarang Aura yang memancar dari tubuhnya menjadi lebih kecil namun tekanan yang dikeluarkan berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.


"Sebelum kita memulai ini, aku akan memberikan kalian informasi yang cukup penting. kalian bisa menyerah sekarang dan mengabdikan diri kepadaku dan aku akan mengampuni kalian. Dan—!."


"Jangan berbicara omong kosong!!! jangan menganggap dirimu kuat hanya dengan kekuatan seperti itu!!! kami selamanya tidak akan pernah tunduk pada siapapun kecuali Kepada Tuan kami!!!."Ujar salah satu dari White Dragon Lord.


Ares hanya tersenyum tipis lalu berkata"Baiklah jika itu mau kalian, jangan menyesali pilihan yang sudah kalian buat ya......"Seketika itu ledakan Aura membunuh luar biasa pekat keluar dari tubuhnya.


Kedua pasukan dibuat ketakutan setengah mati merasakan Aura membunuh yang luar biasa pekat ini, bahkan banyak yang pingsan dan sesak nafas parah karena merasakan Aura membunuh ini. Insting bertahan hidup mereka berteriak keras untuk lari dari sana. tapi tubuh mereka tidak bisa menuruti keinginan insting bertahan hidup mereka.


Sosok yang ada didepan mata mereka sekarang terlihat jauh lebih mengerikan dan menakutkan, seakan-akan dia adalah sumber ketakutan itu sendiri.

__ADS_1


"Nah kapan kalian miali, menyerangnya?."Ujarnya sambil tersenyum lebar seperti seorang Iblis.


__ADS_2