
"Aisyah, Max dimana kalian~...."Ares berjalan pelan dikamar kedua anaknya, saat ini dia sedang bermain petak umpet bersama mereka berdua.
Disekelilingnya terdapat berbagai macam mainan anak-anak yang biasa dimainkan oleh anak sepantaran mereka, mainan-mainan disini memang lah murah tapi ini berguna untuk tumbuh kembang mereka. Ares sebenarnya sudah memfokuskan diri terlebih dahulu untuk mengurus anak-anaknya, karena dia tidak mau menjadi orang tua yang tidak mempedulikan kebahagiaan anak-anaknya.
Maka dari itu pekerjaannya untuk sementara waktu dia serahkan pada Damon, Mary dan Vlad. Dia mempercayakan pekerjaannya pada mereka bertiga karena dia sendiri tahu bagaimana kemampuan mereka, jadi Ares tidak perlu terlalu khawatir.
Ares berjalam mengendap-endap sambil melihat kekanan dan kekiri, dia tampak tidak sabaran menemukan anak-anaknya itu padahal dia sendiri tahu dimana mereka.
"Hmmm.... Dimana mereka ya? Kenapa aku tidak bisa menemukannya?." Tanya Ares sambil mengusap dagunya, dia tampak berpikir keras sampai keningnya berkerut.
"Ssssttt... Kakak lihatlah, ayah tidak bisa menemukan kita!." Ujar Max berbisik.
"Benar! Ayah tidak bisa menemukan kita, apa berarti dengan ini kemampuan kita meningkat?." Bisik Aisyah pada adiknya, Max. Sebenarnya mereka sudah berlatih melakukan hal-hal ringan, seperti pernafasan kura-kura yang dapat menyembunyikan hawa keberadaan dan menyamarkan tubuh dan masih banyak lagi.
Yang saat ini mereka gunakan adalah teknik pernafasan kura-kura yang diajarkan oleh kakek mereka, Richard. Kakek mereka mengajarkan teknik setelah mereka memohon kepadanya sebagai hadiah ulang tahu mereka, teknik ini termasuk dalam jajaran tingkat atas jadi mereka yakin karena hal itu ayah mereka tidak bisa menemukan mereka.
"Kakak... Apa kita harus keluar sekarang? Sepertinya ayah khawatir kita menghilang..." Katanya sambil memandangi Ares yang mulai panik mencari kesana-kemari.
Mereka berdua memang merasa kasian tapi setelahnya malah menjadi lucu. Ayah mereka merupakan seorang calon pemimpin hebat yang dipuji, disembah dan dihormati banyak orang. Diutara tidak ada satupun yang tidak mengenal wajah dan namanya, semua penduduk utara kenal dan tahu siapa Ares.
Melihat semua ketenaran yang ada pada ayah mereka tentu saja melihat pemandangan seperti ini lucu bagi mereka, kapan lagi coba melihat sosok seorang pria perkasa pembunuh naga dan raja iblis panik karena mencari mereka.
"Sudah diam saja, paling ayah sedang berakting agar kita keluar dari tempat persembunyian kita." Ujar Aisyah meyakinkan adiknya, Max hanya mengangguk setuju meski hatinya terasa berat.
"Aisyah... Maxy.... Apa kalian benar-benar meninggalkan ayah seperti ibu kalian? Apa kalian tidak sayang pada ayah? Huhuhu......" Ares tertunduk dan menangis seperti seorang bocah, mulai dari suara tangisan dan suara benar-benar seperti orang kehilangan banyak segalanya.
Melihat pemandangan ayah mereka yang menangis, jantung mereka berhenti sesaat dan wajah mereka memucat. Mereka buru-buru keluar dari tempat persembunyian mereka yaitu lemari pakaian dan menghampiri ayah mereka.
"Ayah ayah!! Jangan menangis ayah, kami tidak meninggalkan kok! Lihat lah kami disini!!."
"Ya ayah!! Lihat kami disini dan kami tidak meninggalkanmu, ayah ayah lihat kami!!."
Mereka berdua dengan cemas menenangkan Ares yang tidak berhenti menangis, melihat hal itu tentu mereka cemas dan tidak tahu harus berbuat bagaimana. Mereka melakukan berbagai hal mulai tapi itu tidak menghentikan tangisan ayah mereka.
Disaat kebingungan harus berbuat apa secercah harapan muncul.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa berisik...."Long Yuan keluar dari salah satu pedang Ares sambil mengucek-ngucek matanya, dia tampak seperti orang yang baru saja bangun tidur.
"Kakek Long!!."
"Kakek Hantu!!." Melihat kehadiran sosok Long Yuan membuat mereka senang bukan main, melihat mereka berdua Long Yuan memiliki firasat buruk tentang hal ini.
"Kakek Hantu tolong bantu kami!!."
"Bantu apa?."
"Bantu memberhentikan tangisan ayah!!." Ujar Max sambil menunjuk Ares yang menangis dipojokkan kamar.
Melihat pemandangan Ares menangis seperti anak kecil membuat Long Yuan jijik, dia memasang wajah jijik dan merendahkan seperti melihat sesuatu yang sangat haram.
Melihat mata melas mereka berdua membuat hati Long Yuan luluh, dia akhirnya mau membantu juga.
__ADS_1
"Baiklah, dengarkan baik-baik!."Long Yuan membisikkan sesuatu pada mereka, suara mereka terhalang oleh susunan formasi yang membuat Ares berdecak kesal.
Setelah mendengar itu mereka berdua saling memandang, terdapat satu pertanyaan dimasing-masing wajah mereka yaitu melakukannya atau tidak, tapi mendengar suara tangisan ayah mereka menjadi lebih kencang mereka mau tidak mau melakukan hal itu.
Mereka berjalan kehadapan ayah mereka dan Ares hanya mengintip dari sela-sela jari tangannya.
"Ayah ayah kami minta maaf keterlaluan bercandanya."Mereka berdua membungkuk badan dan setelah itu mencium pipi kanan dan kiri Ares secara bergantian.
Dan setelah itu tidak ada suara tangisan lagi yang terdengar darinya, Max dan Aisyah mempertanyakan apakah cara yang mereka lakukan sungguh dapat berkerja tapi sebelum menerima jawabannya, Long Yuan sudah lebih dulu menghilang.
Disaat mereka menoleh kebelakang sebuah tangan mengelus-elus kepala mereka lalu memeluk mereka, itu adalah Ares yang membenamkan keduanya didalam pelukan yang penuh kehangatan.
"Ayah..."
"Ayah....."
Pada saat itu mereka merasakan mereka benar-benar sudah keterlaluan dalam bercanda, mereka berdua tahu ayah mereka sangat menyayangi ibu mereka sampai-sampai setiap ada orang yang membicarakan tentang ibu mereka, ayah mereka selalu memasang wajah sedih. Itu terus berulang selama beberapa kali tapi mereka tahu yang mereka lakukan benar-benar keterlaluan.
"Ayah kami berjanji tidak akan begitu lagi..."
"Iya kami janji...."Kata mereka berdua dengan lirih, perkataan mereka berdua dibalas oleh senyum hangat ayah mereka.
"Ayah pegang janji kalian. Kalau begitu kalian ingin apa untuk makan siang kali ini?."
Mereka berdua saling bertukar pandang dan memikirkan satu hal yang sama, mereka berdua mengangguk serempak sambil berkata"Kami ingin makanan buatan Damon!!."Kata mereka serempak sambil mendekatkan wajah mereka pada Ares.
Ares tersenyum dan mengangguk, lalu menggendong mereka menuju ruang makan. Disana sudah terdapat Damon dengan semua hidangan yang dia masak, semuanya tampak menggugah selera semua orang yang melihat dan mencium baunya.
***********************************
Didalam ruangan yang luas itu terdapat Ares, Gerald, Richard dan Catherine duduk berhadap-hadapan. Mereka berdua tampak dengan serius menatap surat yang baru saja diterima, surat ini berasal dari Keluarga kerajaan yang isinya mengundang Gerald, Ares, Richard dan Catherine dalam sebuah perjamuan.
Perjamuan untuk apa mereka pun tidak tahu karena surat ini datang dan diciptakan secara tiba-tiba bersama dengan pesta jamuannya. Meski mereka bertiga yang tahu pesta jamuan apa itu tapi Ares tentunya tahu.
Berdasarkan mata-mata yang ditaruhnya disana pesta jamuan ini untuk menyambut kembali kedatang Jendral Nero Claudius, sekaligus merayakan kemenangan party Hero dalam menghadapi pasukan demon god yang dipimpin oleh seorang Archdemon.
"Kupikir dia sudah lima tahun terakhir tidak ada kabarnya tentangnya, kabar terakhirnya adalah dia sedang melakukan latihan tertutup untuk mencapai ranah Grandmaster. Melihat dia muncul secara tiba-tiba begini sudah pasti untuk menunjukkan pencapaiannya pada semua orang."
"Sungguh bajingan sombong, baru menembus ranah Grandmaster saja sudah banyak tingkah. Awas saja dia membuatku kesal akan kupotong tangannya."Ujar Richard dengan kesal.
Kekesalan mereka berdua bukan tanpa alasan, Nero dikenal sebagai seorang yang angkuh, sombong dan seenaknya sendiri. Dia sering meniduri banyak wanita untuk kesenangannya sendiri, dan jika wanita yang dia tidui hamil dia tidak segan membunuhnya.
Karena pangkatnya dalam kemiliteran tinggi tidak ada yang mau berurusan dengannya, dengan hal itu membuatnya semakin sombong dengan kekuasaan yang dia miliki.
"Lupakan kekesalan kalian, kita disini untuk mendiskusikan akan pergi atau tidak."Kata Catherine menengahi.
Mereka berdua terdiam seperti disiram seember air dingin. Dengan itu tidak ada yang berani menjawabnya.
Catherine menghela nafas panjang"Aku akan pergi, bagaimana dengan kalian bertiga?."Catherine menatap Gerald, Richard dan Ares dengan tajam.
"Aku tidak ikut, banyak pekerjaan yang harus diurus disini. Meninggalkannya malah akan membuatnya menumpuk—."
__ADS_1
Catherine memberikan tatapan penuh intimidasi sebelum Gerald menyelesaikan perkataannya, itu membuat Gerald berubah pikiran dan memutuskan untuk ikut dengan terpaksa.
Catherine tersenyum lega dan menoleh kearah Gerald dan Richard"Bagaimana dengan kalian, apa kalian juga ikut, kan?."Satu kata yang ditekan membuat semuanya berbeda, pada awalnya mereka berdua menolak untuk pergi karena memiliki urusan masing-masing.
Tapi dibawah tekanan dari Catherine mereka berdua dengan segera merubah pilihan mereka, Catherine tersenyum hangat dan mengangguk senang.
"Baiklah kalau begitu kita akan berangkat besok, persiapkan diri kalian besok karena aku tidak ingin mendengar alasan apapun besok. Kalian paham, kan?!."Catherine mengeluarkan tekanan seorang Archmage yang membuat seisi ruangan memucat, mereka mengangguk secepat yang mereka bisa.
Catherine terkekeh geli melihat reaksi Ares, Gerald dan Richard.
*********************************
Untuk mengurus semua keperluan yang ada mereka memerlukan waktu sehari, dan mereka juga berencana untuk tinggal di ibukota selama beberapa. Untuk tempat tinggal itu sudah diurus oleh Gerald, dia berkata Keluarga Dunkenheit memiliki mansion besar yang berada di ibukota. Dengan itu semua persiapan telah selesai dilakukan.
"Ayah kita akan kemana?."Tanya Max denga wajah polosnya, Aisyah juga tampak bertanya-tanya sama sepertinya.
"Kita akan pergi ke ibukota untuk menghadiri jamuan yang diadakan oleh Keluarga Kerajaan."Jawab Ares singkat, kedua mengangguk-angguk seakan paham sambil mengusap dagu.
"Padahal baru beberapa bulan sejak mereka belum terlalu bisa berbicara, sekarang mereka bisa dengan mudah berbicara seperti anak umur seusai mereka, tidak mereka jauh diatas itu..... Kenapa anak-anak rasanya cepat sekali tumbuh ya?."Ares tersenyum hangat mengingat kenangan-kenangan yang mereka habiskan bersama, Ares mengangkat lalu menggendong mereka berdua.
"Ayah, katanya di ibukota ada pahlawan apa itu benar?."
"Ya, itu benar di ibukota terdapat empat orang pahlawan yang tugasnya menyelamatkan dunia, dan kita nanti akan bertemu dengan mereka."
Mereka berdua kembali terdiam dan saling berbisik satu sama lain, Ares hanya tersenyum kecut melihat tingkah imut kedua anaknya tersebut.
"Ayah, apa para pahlawan jauh lebih kuat dari ayah?."
Mendengar pertanyaan Aisyah, Ares tiba-tiba langsungnya terdiam. Secara kekuatan penuh tentu Ares menang dalam segala aspek, tapi dinilai secara bakat tentu dia kalah telak.
Salah satu berkah yang keempat Hero dapatkan adalah bakat yang mengerikan. Mereka berbakat dalam bidang yang mereka tekuni dan dapat dengan mudah menguasai berbagai seni beladiri dalam waktu singkat, yang paling Ares benci adalah berkah yang membuat exp yang mereka dapatkan dikalikan sepuluh.
Hal ini tentu saja membuat mereka naik level dengan kecepatan yang tidak masuk akal, Ares sendiri memperkirakan mereka sudah berada dilevel 600-800 ia juga memperkirakan mereka mencapai level yang lebih tinggi dari itu. Dengan tingkat pertumbuhan yang begitu cepat tentu banyak pihak mulai menganggap mereka sebagai ancaman.
"Ayah ayah, apa mereka jauh lebih daripada ayah?."Tanya Max dengan wajah polosnya.
Belum sempat dia menjawab pertanyaan Max, Aisyah sudah terlebih dahulu mencubit pipi Max.
"Aduh aduh aduh.... Kakak! Kenapa kakak mencubit pipiku?! Sakit tahu!!."Max mengusap pipinya yang terasa mati rasa.
"Biarin biar tahu rasa kamu, lagian kau seharusnya sudah tahu jika ayah jauh lebih kuat daripada mereka semua!! Dan itu akan tetap menjadi seperti itu!!."Kata Aisyah dengan penuh percaya diri, Ares tertegun sesaat dan tersenyum.
"Ya kalian benar, ayah akan menjadi lebih kuat daripada para Hero. Ayah janji."Ares sekali lagi memeluk mereka dengan erat, setelahnya mereka masuk kedalam kereta kuda yang telah dipersiapkan.
"Party Hero ya? Aku penasaran apa saja yang mereka lakukan selama ini untuk meningkatkan kekuatan, ini membuatku tidak sabar melihat mereka secara langsung...."
*************************************
Woy info nich!!
Writer bakal nulis novel baru namanya { SISTEM EVOLUSI TAK TERBATAS! } Baca kalau sudah rilis ya!!
__ADS_1