Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
180.Fight In A Chaotic Night


__ADS_3

Abraham mendesah sedih menatap laporan yang baru saja dia terima, laporan itu berisi kerusakan yang disebabkan organisasi Fraternal Brotherhood dan Demon King Satan serta jumlah korban jiwa yang jatuh dalam tragedi kali ini.


Tragedi kali ini bisa dikatakan yang terburuk karena banyaknya korban jiwa yang jatuh terutama anak-anak, setidaknya 60% dari korban jiwa yang jatuh adalah anak-anak sedangkan 40% lainnya gabungan dari remaja, pria atau wanita dewasa dan lansia. sementara itu kerusakan yang paling parah berada didaerah selatan yang merupakan tempat dimana Dinding api pertama kali muncul.


Hampir seluruh bangunan yang ada disana rusak berat dan korban jiwa yang ada disana jauh lebih mengenaskan dibandingkan yang ada disini, mereka semua terbakar dengan tubuh hancur berantakan dan genangan darah dimana-mana.


meski begitu terdapat sejumlah orang yang selamat dan mereka adalah anak-anak dari Panti asuhan yang alpha buat, dengan pengasuh mereka. mereka berhasil tertolong sesaat sebelum Demon King Satan membunuh mereka satu persatu.


ditambah lagi ini barulah laporan sementara dan bisa jadi laporan yang akan mendatang akan mencatat korban yang jauh lebih banyak dari ini. ini cukup membuatku khawatir dan pusing sendiri.


Sementara itu Royal Knights Troop berserta dengan Guild-guild dan Asosiasi Hunter melakukan peperangan didalam kota dan membasmi setiap anggota Fraternal Brotherhood yang ada sambil mengevakuasi warga yang ada didalam.


Jumlah korban dari kedua belah pihak saling berjatuhan seiring berputarnya waktu, kedua belah pihak sama sekali tidak terlihat menyerah terutama Fraternal Brotherhood yang tidak menyerah meski sudah terpojok.


Abraham beserta para Hunters Rank God's Knight lain turun tangan langsung menghadapi setiap Tetua Organisasi mereka, sampai akhirnya Abraham berhasil membuat Wakil ketua Fraternal Brotherhood mati ditangannya. tapi yang membuatnya bingung adalah dimana Ketua mereka?


Abraham dan para Hunter rank God's Knight lain berpendapat kemungkinan Ketuanya tidak akan datang kesini dan hanya bergerak dibalik layar, tapi semuanya berubah saat mereka menerima laporan penyerangan besar-besaran di kediaman Zero yang merupakan Alpha.


Yang membuat mereka lebih terkejut adalah Ketua dari Fraternal Brotherhood ditemukan mati disana bersama dengan anggota mereka yang berjumlah ribuan, ini cukup membuat mereka lega karena setidaknya mereka tidak perlu repot-repot mencari ketua mereka diseluruh kerajaan.


Mereka juga bersyukur Alpha tidak bertarung didalam kota karena jika mereka bertarung didalam kota, bisa dipastikan semua yang ada disekitar mereka akan hancur berantakan.


Ini semua bisa dilihat oleh mereka semua, jarak tempat pertarungan mereka berdua cukup jauh dari kota tapi masih bisa dilihat oleh mata mereka semua.


Petir, kegelapan, Topan Pedang diudara, Api hitam yang membumbung tinggi, Hujan Pedang, Pedang Raksasa seukuran gunung dan Naga Petir. itu semua adalah fenomena-fenomena yang diciptakan dari pertarungan mereka berdua dan bisa dirasakan dan dilihat oleh mereka semua.


Rasa ngeri serta takjub bisa dirasakan saat melihat fenomena-fenomena didepan mata mereka, rasa kagum menyelimuti tubuh mereka diikut dengan rasa takut.


"Wah... Ketua menurutmu kalau kita disana apakah kita bisa membantu?."Tanya Selena sambil mendengus, Abraham tidak langsung menjawab pertanyaan Selena. dia tampak hanya terdiam dan tersenyum pahit lalu berkata.


"Kalau kita ikut dalam pertarungan itu, kita hanya akan menjadi beban dan sasaran empuk bagi Satan. kita lebih baik tidak ikut kesana dari pada kita menjadi beban."Ujarnya sambil tersenyum pahit.


Yang dikatakan Abraham memang masuk akal, skala pertarungan Alpha dan Satan diluar kemampuan mereka semua yang ada disini. kalaupun mereka semua yang ada disini menyatukan kekuatan mereka hanya akan menjadi sasaran empuk dan beban bagi Alpha.


"Jadi kali ini kita hanya bisa melihat, ya."

__ADS_1


"Ya, kita hanya bisa melihat dan berdoa untuk kemenangan Zero."


******************************


Alpha membentuk Pedang Raksasa dan memegang bilah pedang raksasa itu, dengan kekuatan penuh dia melemparkan pada Satan yang ada dibawahnya.


Satan meluncur kearah Pedang Raksasa yang dia lemparkan lalu dengan satu pukulan Pedang Raksasa itu hancur, Satan Tersenyum bengis dan terbang dengan kecepatan tinggi kearah Alpha.


Alpha menggertak gigi lalu membentuk Knuckles ditangan kanannya lalu disaat yang bersamaan Satan tiba didepannya, Alpha dan Satan mengayunkan tinjunya dan Pukulan keras mendarat diwajah mereka.


Mereka tidak berhenti sampai disitu, mereka saling beradu pukulan diudara dengan sangat beringas dan brutal, setiap pukulan yang mereka lemparkan mendarat diwajah dan tubuh mereka.


Mereka menggunakan semua yang mereka miliki dalam pertarungan kali ini. memukul, menendang, menginjak, membanting, menggigit dan membentur-benturkan kepala mereka lakukan dengan brutal.


Alpha mengepalkan tangannya dan memberikan pukulan-pukulan pada Satan, Satan juga melakukan itu dan adu jotos antara mereka berdua tidak terelakan.


"Bangsat!!!."


"Bajingan!!!."


"Manusia itu, kenapa setiap kali aku memukulnya aku merasa seperti memukul Logam? apa itu salah satu skillnya? Aaaaahhh sudahlah itu tidak penting."Ujarnya lalu memasang kembali Kuda-kudanya.


Alpha mendengus kesal lalu membentuk kembali knuckles ditangannya lalu memasang kuda-kuda"Ini akan berjalan lebih alot dari yang ku perkirakan."


Alpha dan Satan meluncur lalu memberikan pukulan-pukulan telak ditubuh masing-masing, Alpha dengan cepat mendaratkan pukulan-pukulan pada Satan yang membuat Satan mundur beberapa langkah.


Alpha tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia melesat lalu memberikan pukulan tepat didagu Satan yang membuat Satan goyah beberapa saat, dia lalu dengan sangat cepat mendaratkan pukulan-pukulan diwajah serta ditubuh Satan.


Lalu menarik kakinya dan melemparnya jauh keatas, Satan mendapatkan kembali kesadarannya lalu mengepakkan sayapnya tapi Alpha sudah sampai didepannya, dan mendaratkan ratusan pukulan ditubuh Satan hingga dia jatuh terjerembab.


Tidak cukup sampai disitu, Alpha mendaratkan ratusan bahkan ribuan pukulan hingga membuat cekungan ditempat Satan jatuh. dia tidak berhenti memukuli Satan dalam posisi seperti itu.


Satan berusaha untuk mencari celah dan disaat yang tepat dia menyerang Alpha, serangannya memang meleset tapi setidaknya itu memberikan jarak antara mereka berdua.


Alpha menatap knuckles ditangannya yang lagi-lagi hancur berkeping-keping, dia dengan cepat membentuk Tameng dan pedang dikedua tangannya lalu memasang kuda-kuda.

__ADS_1


"[ Time Flow Control ]."Seketika Alpha mengucapkan kalimat itu. seluruh objek sejauh 500 meter berhenti bergerak dan disaat yang bersamaan tubuhnya terasa seperti ditiban puluhan ekor gajah.


"Ugh!!!."Alpha menggeram merasakan tubuhnya, dia tidak memperdulikan hal itu dan dengan cepat melesat dan mendaratkan tebasan dan tusukkan ditubuh Satan dengan sangat cepat.


Hingga dia menonaktifkan Special Ability lalu mundur sejauh mungkin, Satan langsung memuntahkan banyak darah dan tubuhnya langsung mengeluarkan banyak darah.


"Apa?! k-kapan dia menyerang?!."Ujar kaget melihat kondisi tubuh yang penuh luka, dirinya sama sekali tidak menyadari Alpha bergerak dari tempatnya dan hanya melihat Alpha mundur beberapa langkah kebelakang.


"Apa ini Mantra manipulasi waktu? tidak itu tidak mungkin, Mantra manipulasi waktu hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang mencapai ranah Greatmage dan mahir dalam sihir waktu, jadi tidak mungkin dia bisa menggunakannya."


Satan dibuat lebih kaget karena luka yang ada ditubuhnya tidak bisa disembuhkan dengan magic tingkat menengah, ini membuatnya kaget karena setahu dirinya efek seperti ini hanya dimiliki oleh salah satu Demon King.


"Sial, aku telat menyadarinya rupanya."Ujarnya sambil menggunakan High Tier magic untuk menyembuhkan luka-lukanya, lalu kembali memasang kuda-kuda dan siap menyerang.


"Kali ini aku tidak akan lengah, dan lagi aku harus menyelesaikan ini dengan cepat."


*********************************


Vlad dan Damon berdiri di menara yang ada dikota sambil melihat pemandangan disekelilingnya, bau darah yang tertiup angin tercium oleh mereka dibarengi dengan bau daging manusia yang terbakar.


"Hahahaha, bau ini membuatku menjadi lapar. tapi sayang sekali aku tidak bisa memakan mereka semua karena tugas yang kumiliki."Ujarnya sambil tersenyum dan menggeleng kepalanya.


"Vlad jangan gegabah, kita disini untuk menjalankan tugas dari Tuan jadi tahan nafsu makanmu itu."


"Hahahha... kau tidak perlu khawatir denganku, aku bisa menahan semua ini. tapi yang jauh lebih penting dimana orang yang kau maksud? apa kita harusnya mencari diantara banyaknya orang-orang dibawah sana?."


"Itu tidak perlu, aku sudah menemukannya."


"Oh ya? jadi dimana dia?."


Damon menunjuk kearah tempat pertarungan Alpha dengan Satan, seketika itu Vlad tersenyum lalu berkata"Sepertinya dia sedang bertarung dengan sesuatu yang menjijikkan, tapi bau dari orang yang dilawan cukup membuatku ngiler. apa aku boleh menghisap darahnya nanti?."Ujarnya sambil melirik Damon.


Damon menghela nafas panjang"Kita lihat dulu siapa yang dia lawan, setelah itu terserah mau kau apakan lawannya. meski tugas kita hanya mengantarkan barang tapi tidak ada salahnya membantunya. jadi ayo kita kesana."


"Laksanakan."

__ADS_1


Mereka berdua menghilang dari sana seperti tidak pernah ada, tapi dibalik bayangan kota tampak sesuatu bergerak sangat cepat dibalik bayang-bayang kota.


__ADS_2