Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
153.Duel III


__ADS_3

"Jadi itu bentuk aslimu? lebih menjijikkan dari yangkl kubayangkan."


Kalte tidak menanggapi perkataannya, dia memasang kuda-kuda lalu mengayunkan pedangnya dengan santai. seketika sebuah tebasan yang sangat cepat hampir membelah tubuhnya. tebasan itu benar-benar cepat dan tampak seperti memotong udara saat melintasinya.


"Cepat, tapi tidak cukup cepat untuk membunuhku."Ujarnya santai, dia melihat kebawah dan mendapati bekas tebasan tadi membeku bersama dengan tanahnya.


Kalte mendengus"lain kali tidak akan meleset."Dia kembali memasang kuda-kuda, Ares mengedipkan matanya tiba-tiba Kalte berada dibelakangnya, dia mengayunkan pedangnya dengan cepat namun pedang itu ditahan oleh sebuah pedang yang muncul dari balik bayangan Ares.


Kalte melompat mundur lalu menyipitkan matanya, dia melihat kedalam bayangan Ares yang saat ini tampak sangat gelap.


"Terimakasih Andromeda, padahal aku bisa menyelesaikannya tadi."Ujarnya santai. Andromeda yang ada didalam bayangannya hanya diam dan beberapa saat kemudian berkata"Tuan, berhati-hatilah dengan pedangnya. pedang itu lebih berbahaya dari yang saya dan anda duga."Ujarnya dengan suara halus.


Ares mengangguk setuju dengan perkataan Andromeda, lalu mengangkat satu tangannya"Aktifkan Skill [ Throwing Hundreds Of Spear Of Life ]."Dalam waktu sekejap terdapat seratus Tombak hijau tua dibelakangnya yang langsung melesat kearah kalte.


Kalte membelokkan dan menangkis tombak-tombak yang terbang kearahnya dengan santai, Ares menghilang dari pandangannya lalu muncul disampingnya lalu mendaratkan Tebasan-tebasan kearahnya dan dengan sigap ditahan dan ditangkisnya olehnya, namun Ares tidak berhenti sampai disitu dia dengan sangat brutal dan cepat mengayunkan pedangnya tanpa henti sambil berkoordinasi dengan tombak-tombak itu.


Kalte mendengus kesal karena dikeroyok dari segala arah, dia hampir tidak bisa menangkis semua serangan Ares dan menahan serangan tombak-tombak itu. Dia memutar tubuhnya lalu dengan kekuatan penuh mengayunkan pedangnya kearah Ares dan pedangnya tertahan oleh pedang Ares. tombak-tombak itu dengan mudah melukainya karena tertahan oleh ares.


Kalte menggertak giginya dan mendorong Ares hingga terpental beberapa meter, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung menghancurkan semua tombak-tombak yang menyerangnya, dalam waktu beberapa detik dia bisa menghancurkan tombak-tombak itu dan dengan beringas melesat dan menyerang Ares dengan kekuatan penuh.


Hawa dingin mulai semakin terasa dari dirinya dan Ares bisa merasakan sesuatu yang aneh, Blood Stone yang ada dipedangnya lama kelamaan membeku seiring dia menangkis dan menahan setiap serangan kalte, dia juga bisa melihat Tameng yang ada ditangannya ikut membeku karena menahan setiap serangannya.

__ADS_1


Kalte dan Ares saling bertukar serangan ribuan kali sampai semua yang ada sekitar mereka porak-poranda, setiap serangan yang dilancarkan mereka berdua membuat banyak kerusakan dan setiap tempat yang menjadi Arena pertarung mereka.


Ares dengan membaca setiap informasi yang dia dapatkan, mampu mengimbangi kekuatan dan kecepatan Kalte bahkan melebihinya dari segala macam aspek. Kalte sama sekali tidak bisa membuat Ares terluka karena Armor yang dia pakai sangatlah keras hingga membuatnya hanya bisa menggoresnya saja.


Setiap serangan yang dilancarkannya selalu bisa ditebak dan tangkis oleh Ares, Kalte dengan kekuatan penuhnya mengayunkan pedangnya sekuat tenaga untuk membunuh, Ares terdorong karena menahan dan menangkis setiap serangan kalte yang dengan cepat melesat kearahnya.


Setiap serangan yang dia lancarkan membuat Ares mengerutkan keningnya karena Ares selalu terdorong mundur setiap menahan atau menangkis serangannya, Ares tidak terlalu mempedulikan hal itu. Dia mengayunkan pedang dengan kuat dan cepat dari sebelumnya.


Bunyi pedang yang saling beradu terdengar sampai pegunungan Gerfroren, Suara logam yang saling beradu dengan kecepatan yang sangat tinggi membuat banyak monster lari kocar-kacir mendengarnya.


"Apa hanya ini yang kau punya?!."Ares tersenyum mengejek, Kalte menggertak giginya"DIAM KAU BAJING**!!!."dia dengan lebih beringas mengayunkan pedangnya. Ares tersenyum lebar dan menahan pedang Kalte dengan pedangnya.


Dia mendekatkan wajahnya lalu berkata"Kau membosankan!."Ares mendorong pedangnya dengan kekuatan penuh, Kalte langsung terpental beberapa meter kebelakang dan kehilangan keseimbangannya, Ares dengan sigap memasang kuda-kuda"Dunkenheit Sword Art Bentuk Ketujuh : Vicious circle."Ares dengan cepat berlari kearahnya dan mendaratkan serangan-serangan dengan kuat.


Kalte saat ini tampak seperti dikurung oleh sebuah sangkar yang bergerak dengan cepat, Dia sama sekali tidak bisa menyerang ares karena Ares selalu berpindah tempat setiap saat ditambah pengelihatannya juga sangat minim yang membuatnya hampir tidak bisa menemukan Ares.


"Wah wah wah.. mana sikap sombong, angkuh dan kepercayaan dirimu tadi! Hah?."Ares mengejeknya sambil menyerangnya dari segala arah.


"Diam kau!."Kalte mencoba menyerang Ares, namun serangannya sama sekali tidak bisa mengenainya.


Kalte mengayunkan pedangnya kesegala arah dengan kekuatan penuh berharap ia dapat mengenainya, namun berapa kalipun dia menyerangnya dia tidak pernah berhasil mendaratkan serangannya.

__ADS_1


Kalte menggertak giginya, ia dipenuhi amarah dan kemurkaan saat ini. ia sama sekali tidak bisa mendaratkan serangan apa lagi bertahan disituasi saat ini. Energi putih mengelilingi tubuhnya dan ledakan besar terjadi beberapa detik kemudian.


Ares sempat melompat mundur sebelum ledakan terjadi, dia menyipitkan matanya melihat Kalte yang diselimuti Energi putih dan rambutnya terangkat. dia tampak seperti seekor Dragon yang murka.


Dia menoleh kearahnya, dan Ares baru menyadari jika mata Kalte seluruhnya berwarna putih menyala. raut wajahnya tampak seperti orang yang sangat berbeda dan Ares bisa merasakan jika dia seperti berhadapan dengan orang lain.


Kalte menunjukkan kearahnya dan saat itu sebuah proyektil es mendarat ditubuhnya dan Ares saat itu terpukul mundur beberapa langkah, dia mengerutkan keningnya dan melihat bekas proyektil es tadi dan menemukan Armornya sedikit penyok.


'Apa itu tadi? rasanya tertembak oleh sebuah peluru.'


Kalte mendengus lalu mengayunkan pedangnya, seketika sebuah tebasan panjang hampir membunuh Ares. dia berhasil menghindar karena peringatan dari Long Yuan.


"Nak berhati-hatilah saat melawannya, dia jauh lebih kuat dari yang tadi."Ujar Long Yuan serius, ares baru pertama kali melihat Long Yuan seperti itu.


Yang berarti perkataan Long Yuan memang benar, Ares memasang sikap waspada lalu memasang kuda-kuda.


Kalte menghilang dari pandangannya dan muncul kembali disampingnya, sebuah tebasan berhasil ditangkis namun tebasan berikutnya membuat Ares terpental karena menahannya dengan tameng. Tameng yang ada ditangannya langsung membeku saat terkena tebasan tadi.


"Tameng ini memang tidak diselimuti Aura namun Aura yang menyelimuti tubuhku sudah lebih dari cukup untuk melindunginya, tapi tidak kusangka dia bisa menjebolnya."Ujarnya melihat Tamengnya yang diselimuti Es dan mengeluarkan hawa dingin.


Ares menggenggam pedangnya dengan kedua tangannya"Dunkenheit Sword Art Bentuk Kedua : Millions of Stabs."Ares menghilang sesaat lalu muncul kembali disamping Kalte dengan pedang yang siap menyerang.

__ADS_1


Ares menusuk-nusukkan pedangnya dengan amat cepat kearah Kalte, Dalam waktu beberapa detik saja terdapat lebih dari ribuan tusukkan yang dia lancarkan. angin dari setiap tusukkan yang dia lancarkan membuat area disekitar mereka dipenuhi angin kencang.


Setiap Tusukannya membuat banyak kerusakan yang membuat area disekitar mereka menjadi lebih rusak, Ares bisa merasakan setiap Tusukannya bisa ditangkis namun sulit untuk dihindari.


__ADS_2