
Margaretha menatap anaknya yang sedang makan malam. Mereka sudah mendiskusikan tentang rencana bekerja ditempat Ares dan semuanya Setuju dengan hal, Mereka semua Setuju karena gaji yang diberikan tidak lah sedikit dan mereka bisa mendapatkan liburan sebulan sekali.
Mereka juga mendiskusikan tentang perkiraan Pekerjaan apa yang akan mereka dapat nanti. mereka berspekulasi mereka akan mendapatkan pekerjaan-pekerjaan Seperti pelayan pada umumnya, setelah makan malam selesai mereka melanjutkan obrolan sampai larut malam.
"Oh! Ibu apa ibu tahu julukan Tuan Zero?."Ucap Regina.
Margaretha menaikkan satu Alisnya"Julukan Tuan Zero? memangnya apa Julukannya?."Ucapnya sambil mengusap Rambut Regina.
"Tuan Zero memiliki Julukan The Lord of the Swords of Heaven, Katanya Julukan ini diambil karena Tuan Zero bisa menciptakan Ratusan Pedang-Pedang Surga yang bisa membabat habis Puluhan ribu Pasukan Undead Tiamat."ucap Marisa dengan nada datat namun ia bisa tahu jika ia amat kagum dengan kekuatan Ares.
mereka semua lalu bercerita tentang Zero yang menghadapi Puluhan Ribu Undead sendirian dan Setiap mereka bercerita terdapat nada-nada yang sedikit dilebih-lebihkan, Mereka semua mengagumi Sosok Zero yang merupakan salah Satu Hunter Terkuat Dikerajaan Gottlich.
Cerita mulai dari Zero yang menyelesaikan Tower lantai satu kesulitan Chaos sendirian sampai cerita tentang Zero yang bisa menciptakan Ratusan Pedang-Pedang yang dapat meledak.
Mereka semua bercerita, tertawa dan bercanda hingga akhirnya tertidur lelap karena kecapekan bercerita, Margaretha menghela nafas melihat anak-anaknya Yang tertidur lelap.
Ia lalu membereskan setiap baju mereka dan disimpan didalam koper. sewaktu ia melipat baju ia memandangi Bulan"Apa ini sudah saatnya aku berpaling?."Ucapnya sambil mengingat wajah Zero yang membuatnya Jantungnya berdebar, Ia lalu menepuk pipinya"Tidak! Tuan Zero tidak akan tertarik dengan wanita tua sepertiku, Dan lagi aku hanyalah Barang bekas..."Ucapnya sambil senyum sedih.
"Lebih baik aku fokus bekerja saja...."Ucapnya lalu berangkat untuk tidur karena besok adalah Hari dimana mereka akan pindah dari sini.
**************
Ares berjalan sambil memandangi langit pagi, Udara pagi yang menyegarkan, segelas Teh Hitam manis dan Roti selai Srikandi membuatnya terasa hidup kembali, Ares cukup beruntung b menemukan Pedagang yang menjual Selai Srikandi sewaktu ia pulang kemarin.
Ia tanpa ragu-ragu membeli semuanya Selai Srikandi yang dijual lalu ia bawa pulang kerumah, Ares mengunyah Rotinya sambil membaca koran yang ia dapat. Kebanyakan berita di koran berisi Gosip-gosip pemerintah dan masyarakat, ia membalik halaman koran dan menemukan satu berita yang membuatnya mengerutkan kening.
"Hunter Rank God's Knight, Zero berhasil mengalahkan Pasukan Undead Tiamat yang berjumlah belasan ribu dan karena Hal ini Ia mendapatkan Julukan The Lord of the Swords of Heaven?. Omong kosong apa ini?."Ares mencengkram koran yang ia pegang.
"Aku memang bisa mengalahkan belasan ribu Undead sendirian namun kenapa Pasukan yang dipimpin Hunter Ryan tidak ada didalam berita? Apa berita ini hanya untuk meningkatkan Moral dan semangat Juang Para Hunter? ...mmmm.... melihat kondisi saat ini mungkin sih, Tapi bisa-bisanya Mereka memberikan Julukan yang norak itu! apa tidak ada Julukan yang lebih bagus? Hadeh......."Ares meletakkan korannya lalu memijit keningnya.
"Tapi sepertinya tidak buruk, The Lord of the Swords of Heaven ya? tidak buruk jika aku pikir-pikir lagi. Ahh.... sudah saatnya menjemput mereka."Ucap Ares lalu memilih Baju yang pas ia pakai hari ini.
Sebelum ia pergi, Ares memberitahu Rencana yang akan ia lakukan selanjutnya, Untuk sekarang Damon dan Eizen akan memakai nama samaran, Nama Damon menjadi Sebastian dan Eizen menjadi Hassan, ini dia lakukan untuk mencegah bocornya informasi tentang mereka keluar.
Setelah memberi instruksi itu Ares lalu mengubah Wajahnya menjadi Bentuk Wajah Zero lalu memakai penutup wajahnya, Khusus untuk hari ini Ares akan menjemput mereka menggunakan Kereta sihir yang ia sewa.
Sehabis itu ia beranjak pergi kerumah Margaretha. menggunakan kereta sihir dan sesampainya disana, Ares bisa bisa melihat Margaretha dan anak-anaknya Sudah mengemasi barang-barangnya.
Ares berjalan dan berhadap-hadapan dengan Margaretha"Apa ini pilihanmu?."Tanya Ares.
Margaretha mengangguk penuh semangat"Ya! ini yang saya Pilih."Jawab Margaretha dengan tegas, Ares tertawa kecil lalu menyuruh kusir kereta sihir untuk memasukkan barang-barang yang Margaretha bawa, Ares juga menyempatkan mengobrol sebentar dengan anak-anak Margaretha.
Banyak dari mereka yang masih merasa bersalah karena kejadian kemarin meski Ares telah memaafkan mereka.
"Tidak apa-apa, Lagipula itu hal wajar."Ucap Ares.
__ADS_1
"dan jika aku memiliki orang tua pasti aku akan melakukan hal yang kalian lakukan, meski caranya akan sedikit lebih brutal sih."Ucapnya sambil tertawa kecil.
"Maksudnya?."Tanya Marisa.
Ares Menghela nafas pelan dan mengusap rambutnya"Tidak usah dipikirkan, Oh? sepertinya kusir sudah selesai memasukkan barang-barang, Mari kita masuk."Ucap Ares sambil berjalan menuju kereta sihir.
Margaretha dan anak-anaknya masuk kedalam kereta sementara Ares duduk bersama Kusir kereta sihir, Mereka berangkat menuju rumah Ares dan tidak perlu waktu mereka sampai dikediamannya.
Margaretha dan anak-anaknya tercengang melihat rumah Ares, Rumah Ares merupakan Sebuah Istana berukuran kecil kecil parit besar yang mengelilinginya, Dan juga terdapat menara yang menjulang tinggi disana.
"Mari masuk."Ucap Ares lalu menyuruh Damon untuk membukakan gerbang, Mereka Semua masuk kedalam istana dan disambut dengan Dua orang. Orang pertama adalah Seorang pria tua dengan tubuh tinggi kekar dan Disebelahnya terdapat Seorang Ksatria Yang memakai Armor Fullbody berwarna hitam.
"Perkenalkan, Mereka adalah Sebastian dan Hassan, mereka Adalah Kepala Pelayan dan ksatria yang bekerja disini, Sebas Bisakah kau mengantarkan mereka kekamar yang ada?."Tanya Ares.
Damon mengangguk"Baik Tuan, Mari saya antarkan kalian semua."Ucap Damon lalu berjalan bersama mereka, Damon mengantarkan mereka Menuju kamar-kamar yang sudah ia bersihkan dan bereskan.
****************
Ares sekarang bisa menyerahkan semuanya pada Damon dan sekarang ia tinggal bersantai, Ares sebenernya ingin Ke Perpustakaan namun ia merasa akan lebih baik jika berlatih saja.
Dan sekarang ia berada ditempat latihan dan Disebelahnya terdapat Eizen yang sedang berlatih juga, ia berlatih menggunakan Night Moon long Sword. mereka melakukan setiap gerakan tebasan dengan cepat dan akurat, Gerakan itu adalah gerakan dasar dalam seni Pedang.
"Apa kau berniat untuk mengkokohkan pondasi seni Pedang mu?."Tanya Ares sambil berjalan menuju Tempat Pedang-Pedang kayu berada.
"Seperti yang Tuan lihat, Saya memang sedang mengkokohkan pondasi saya dengan cara memperdalam Gerakan-gerakan Dasar."Jawabnya sambil menancapkan Pedangnya.
Ares manggut-manggut dan menyuruh Eizen untuk memperlihatkan Satu teknik padanya, Eizen lalu memasang Kuda-kuda dan melakukan Gerakan, tebasan Vertikal yang dilanjutkan dengan tebasan memutar, menusuk, mengayun dan menarik.
Gerakan-gerakan itu dilakukan dengan cepat dan akurat, Gerakan-gerakan itu diakhiri dengan sebuah Serangan Kombinasi, Serangan Itu mengkombinasikan, Gerakan Tebasan Horizontal, gerakan tebasan Vertikal dan gerakan menusuk Straight. efek serangan itu menghasilkan Sebuah Bentuk Seperti Bintang menyala.
"Bagaimana Tuan?."
Ares mengusap dagunya lalu tersenyum"Bagus, sangat bagus..... Tapi terdapat beberapa gerakan yang masih belum kau kuasai dengan sempurna, kuasai dulu gerakan-gerakan itu dengan sempurna dan kau coba kau tunjukkan padaku lagi nanti."Tutur Ares sembari mengayunkan pedangnya.
"Baik Tuan, saya mengerti."Ucap Eizen.
"Oh dan Karena level mu masih rendah saat ini, kau bisa berburu di hutan dekat Sini untuk meningkatkan Levelmu."Ucap Ares yang sedang membuka bajunya.
"Baik Tuan, sesuai perintah anda."Ucapnya sebelum kembali berlatih.
Ares duduk dilantai dan mengambil sebotol air dari storage Box lalu meminumnya"Haaaa...... segarnya. Buka status Windows.
[ Nama : Ares Von Dunkenheit ( Zero )
Level : 267
__ADS_1
Star Circle : 5
Race : Human → Human Chaos ↑
Title : The Jagger → Monster Hunter
JobClass : Profesional Engineer Lvl 3. World Disaster Lvl 1.
HP : 210.980
MP : 57.986
CE : 136.987
Poin stat yang dimiliki : 0
Power : 774
Defense : 657
Strength : 599
Dexterity : 605
Agility : 597
Vitality : 5.902
intelligence : 831
Constitution : 320
Stamina : 26.808
Luck : 100
Magic : 5.608
Chaos Energy : 10.532 ]
"Sudah kuduga levelku akan meningkat, Haaa..... kuharap Tiamat benar-benar memiliki perbedaan Level 100 dariku, kalau tidak JobClass World Disaster akan hilang."Ucapnya dengan nada rendah.
"Aahhhh..... lebih baik aku berlatih untuk mempertajam kemampuanku, Dan lagi Aku benar-benar masih belum terbiasa dengan Gelang-gelang dan sepatu ini, Kuharap sebelum Raid Tiamat terjadi aku sudah terbiasa dengan Gelang-gelang dan sepatu ini."Ucapnya sambil memperhatikan sepatu dan Gelang-gelangnya.
ia bangun kembali dan melanjutkan latihannya, ia berlatih amat keras sampai tidak menyadari Anak-anak Margaretha menonton tidak jauh dari situ. mereka menontoni Ares yang sedang telanjang dada dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1