Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis

Assassin Terhebat Terjebak Di dunia Novel Sebagai Antagonis
36.Membantu Seorang Wanita


__ADS_3

Ares melepaskan tali yang mengikat Wanita itu lalu membantunya untuk berdiri, Wanita ini jauh lebih cantik jika ia lihat dari dekat, Ares lalu memeriksa Kondisinya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Namun wanita itu Sepertinya belum terlalu percaya dengannya dan akhirnya Ares mengeluarkan Kartu Hunter. seketika Wanita itu pucat dan meminta maaf atas apa yang ia lakukan, Ares meminta untuk tidak memikirkan hal itu dan kembali meminta Wanita itu menceritakan apa yang terjadi.


"Nama Margaretha Brown. Sebenernya, pria Barusan adalah adik ipar saya, Suami saya telah meninggal 19 tahun lalu dan setelah kematian suami saya, Dia selalu melamar saya dan memaksa saya untuk menikahinya, Saya Terus menolak Tawaran pernikahannya sampai akhirnya ini terjadi....."Air mata menetes dari matanya dan membuat Ares panik.


"Tolong! Tolong jangan menangis! Semuanya baik-baik saja sekarang kan? Lihat Pria itu sudah mati sekarang! Tidak akan ada yang menganggumu lagi sekarang dan lagi jika kau perlu bantuan Kau tinggal mencariku saja."Ucar Ares dengan nada panik dan berantakan.


Margaretha Yang melihat Reaksi Area tertawa kecil dan senyum kecil terukir diwajahnya namun senyum itu menghilang digantikan Raut Wajah khawatir.


"Tapi tetap saja Guildnya pasti akan mencari informasi tentang pembunuhan anggotanya dan jujur saja Saya tidak ingin merepotkanmu, Saya berpikir Sehabis ini saya akan pindah jauh dari sini dan mencari pekerjaan lain."Ucapnya dengan Wajah murung.


Ares menghela nafas pelan"Tapi anda tahu kan, Situasi saat ini akan sangat berbahaya untuk berpergian jauh dan mencari pekerjaan di situasi saat ini mungkin agak sulit."Ucap Ares dengan nada khawatir.


Margaretha tentu tahu tentang kabar yang beredar tentang bandit yang sering melakukan penjarahan dan pembunuhan dan pemerkosaan, Dan jikapun dia berhasil pindah kota akan sulit mendapatkan pekerjaan karena banyaknya pengungsi yang ingin juga mendapatkan Pekerjaan.


"Tetap saja, anda orang yang baru saya temui, saya tidak bisa merepotkan Anda begitu."Ucapannya itu diikuti tangisan kecil. Ares tersenyum tipis lalu mengusap air matanya lalu tersenyum tulus"Tidak apa-apa, Kau bisa menyerahkan semuanya padaku dan jangan menangis karena Air mata seorang wanita cantik sepertimu terlalu berharga untuk jatuh ketanah."Ucapnya sambil mengusap Air matanya dai wajah Margaretha.


Detak jantung Margaretha berdetak kencang dan disaat yang bersamaan ia bisa melihat sosok suaminya ditubuh Ares. Margaretha menghapus air matanya dan menguatkan Tekad.


"Baiklah, Maaf jika aku merepotkan anda nanti tapi Mohon Bantuannya!."Ucapnya sambil menundukkan tubuhnya dan melengking suaranya.


Ares menghela nafas berat karena rencananya berjalan dengan lancar, meskipun terdapat banyak perubahan. Ares lalu meminta alamat rumah Margaretha sebelum ia pergi sementara ia menunggu Disini.

__ADS_1


Ares menggunakan Perfect Stealth untuk bersembunyi, ia bersembunyi agak jauh dari tempat mayat-mayat orang itu dan setelah menunggu sekian lama akhirnya Orang yang satu guild dengan Pria preman itu datang.


Ares mendekat untuk mendengarkan apa yang ia ucapkan. Ares berada cukup dekat bahkan ia ia berada dibelakang pria itu.


"Sial! Siapa yang berani-beraninya melakukan ini pada Anggota Sea of ​​Evil! Aku harus memberitahu ini pada ketua guild segera!."Ucap pria itu sebelum ia melesat pergi dari sana.


Ares tersenyum tipis melihat punggung pria itu lalu ia mengambil Sword Of Erebus lalu mengikuti pria itu.


************


Ares Berada tepat dibelakang pria itu yang sedang masuk kedalam Hutan, Ares Sudah mengikuti pria itu cukup lama namun belum ada tanda-tanda dia akan sampai.


Ares berlari dibawah sinar matahari yang tertutupi teduhnya Pepohonan yang ada disana, Ares begitu menyangankan hutan yang sejuk dan segar ini menjadi sarang Orang-orang seperti mereka.


Pria itu melesat kearah tenda paling besar yang berada ditengah-tengah, dia masuk diikuti Ares yang langsung bersembunyi didalam pinggiran tenda. Dia memperhatikan Pria itu dan Ketua Guild mereka.


Ketua Guild mereka adalah seorang pria yang memiliki Jobclass Berserker, dia memiliki penampilan tinggi besar dengan rambut yang didepan botak namun dibelakang terdapat sebuah Rambut yang diikat. Dia memakai Equipment langka dan memiliki wajah sangar.


[ Danron Khun Lvl 201 ]


'Hoh? levelnya cukup tinggi dari yang kukira.'batin Ares sambil mengusap dagunya.


"Permisi ketua Guild! Ada keadaan Darurat!."Ucap pria itu panik.

__ADS_1


Danron menatap tajam bawahannya itu"Keadaan darurat apa yang kau maksud? Jelaskan!."Ucapnya sambil mengeluarkan Niat bertarung yang menyesakan.


Pria itu pucat lalu menjelaskan Kejadian terbunuhnya kelompok Guild mereka. Pria itu juga menambahkan jika salah satu dari mereka pernah merencanakan untuk menculik seorang wanita.


"Hoh? Seorang Wanita? Siapa dia?."Ucap Danron sambil tersenyum lebar.


"Jika saya mengingat seharusnya Wanita itu adalah suami dari saudara mereka yang telah meninggal, mereka merencanakan untuk menculik wanita itu lalu menikmatinya sebelum akhirnya dibuang."


Danron mengusap dagunya memikirkan apa yang sebenarnya terjadi"Ini Hanya analisis sementaraku namun sepertinya mereka mati karena ada orang Kuat yang membantu Wanita itu atau Mereka mati karena dibunuh petugas keamanan, Namun mengingat reputasi kita sepertinya Yang Pertama lebih masuk akal."Ucapnya sambil menyimpulkan semua kejadian-kejadian itu.


Bawahannya yang sedang berlutut menatapnya kagum dengan mata berbinar, Danron lalu menyuruh pria itu untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut dan juga menambahkan untuk mencari informasi tentang wanita yang ingin mereka culik.


Pria itu menerima perintah itu lalu keluar dari sana diikuti Ares dibelakangnya, ia meninggalkan Danron yang masih memasang senyum tipis diwajahnya.


'Orang ini berbahaya.'batin Ares sambil memandangi tenda Danron. Ares lalu memutuskan untuk keluar dari Markas mereka terlebih dahulu karena ia takut akan ketahuan.


Ares menatap tajam markas Guild Sea Of Evil sambil mencari cara mengalahkan mereka semua, Ares mengakui jika ia sendiri yang menyerang Guild ini sendirian maka ia akan cukup kerepotan, ia lalu mencari Rencana-rencana yang cocok untuk ia lakukan dan setelah lama memikirkan rencana akhirnya ia memutuskan untuk menyerang Guild ini ketika semuanya sudah tertidur lelap.


untuk melancarkan rencananya dia menyamar menjadi anggota mereka menggunakan Ring Of Great Doppleganger Untuk meniru bentuk salah satu dari mereka.


Ares lalu masuk kedalam dapur dan memasukkan obat tidur Yang ia buat sendiri kedalam makanan-makanan yang sudah selesai Dimasak, Ia lalu pergi setelah selesai memasukkan Obat tidur dan memperhatikan mereka dari jauh, setelah menunggu sampai malam saatnya untuk dirinya beraksi.


Ia mengaktifkan The night Armor Of Disaster lalu menggunakan Sword Of Erebus lalu menggunakan Shield of Erebus. Sekarang Ares sudah dalam kondisi siap Tempur dan tinggal menunggu sebentar lagi hingga Efek obatnya bekerja.

__ADS_1


__ADS_2