
Siapa Aku?
Dan apa aku?
Aku tidak tahu siapa aku
Yang kutahu adalah melindungi tempat ini dari serangan musuh
Berapa lama aku disini?
1 tahun?
10 Tahun?
Atau 100 Tahun ?
Aku tidak bisa mengingat berapa lama aku ada disini
yang bisa kuingat adalah sebuah perintah mutlak yang mengikat ku ditempat gelap dan penuh darah ini
Aku melindungi tempat ini dari segala musuh yang Menyerang
Manusia
Elf
Demihuman
Goblin
Telah aku bunuh dalam jumlah yang banyak sampai-sampai mayat mereka menjadi sebuah Tumpukan tulang yang menggunung
Tiba-tiba aku melihat secercah cahaya, Itu adalah cahaya dari Magic Spell yang menyerang ku.
Manusia-manusia itu hendak menyerang ku menggunakan Magic. Manusia-manusia itu adalah makhluk serakah yang selalu mencoba masuk kedalam sini.
Aku menyerang dan mempertahankan tempat ini dengan segenap jiwa dan ragaku namun Jumlah Manusia yang menyerang jauh lebih kuat dan lebih licik dari yang kukira.
Pada akhirnya aku kalah
Aku kalah dan tidak bisa melindungi tempat ini
Aku gagal
Aku telah gagal melindungi tempat ini
Tapi kenapa aku merasa Lega?
Kenapa?
Kenapa Suara-suara yang menyuruhku melindungi tempat itu hilang?
Kenapa?
Kenapa?
kenapa?
Kenapa?
Kenapa aku ada disini?
Dan Siapa aku?
__ADS_1
Siapa orang yang ada di depanku?
Kenapa orang itu dikelilingi Cahaya yang begitu menenangkan?
Kenapa Orang itu membuat ku menjadi lebih lega?
Ah aku tahu
Orang itu adalah orang yang harus kulayani!
orang yang harus kusembah!
Orang yang harus kulindungi dengan seluruh kekuatanku!
Orang itu adalah tuhan yang menciptakan dan menghidupkan ku!
Mulai sekarang Hidupku akan aku persembahkan padanya.
"Tuan ku."
*******************
"Hoh? apa kah berhasil?."Ucap Ares sambil mengusap-usap Dagunya. Automaton yang ada didepannya sekarang bisa bergerak dan lagi ia barusan berbicara meskipun hanya sedikit.
melihat hal ini membuatnya ingin melakukan beberapa hal lagi.
"Siapa namamu?."
"Hamba yang rendah ini tidak memiliki nama."Sebuah Suara berat dan dingin keluar dari AutoMaton itu.
Ares mengangguk Puas, Ini berarti usaha kerasnya selama sebulan terakhir menghasilkan sebuah Karya yang hebat, Itu adalah AutoMaton ini.
"Hmmm.... Siapa orang yang menciptakan dan siapa Dewa yang kau sembah?."Ucapnya sambil memasang tampang serius.
Ares Sebenarnya ingin memastikan kesetiaannya namun sepertinya ia sama seperti Damon. Ares telah melontarkan beberapa pertanyaan lain dan jawaban yang ia berikan cukup mengesankan.
Ares lalu Bertanya padanya tentang Ingatannya yang masih tersisa namun sepertinya Ingatan AutoMaton itu terhapus ketika Ares sedang membongkarnya dulu.
Meski begitu, AutoMaton itu sendiri mengakui ia masih memiliki sedikit Ingatan-ingatan tentang pertarungannya melawan manusia dan monster, Selain itu ia tidak bisa mengingat apapun lagi.
"Baiklah aku mengerti."Ucap Ares sambil mengangguk.
Ares tidak bisa membaca emosi AutoMaton itu namun sepertinya ia terlihat senang? Mungkin?
Ares berdiri lalu hendak berjalan keluar namun Suara AutoMaton membuatnya terhenti.
"Tuanku.... Hamba mohon Beri saya sebuah nama..."Ucapnya dengan nada rendah.
Ares sedikit-sedikit mulai bisa memahami Emosi yang diekspresikan AutoMaton itu, meski ia tidak yakin namun sepertinya ini cukup bekerja.
Ares terdiam sesaat lalu mulai memikirkan nama yang menurutnya pas untuknya, lalu ia tersenyum Tipis"Eizen Namamu sekarang Eizen."ucap Ares lalu berjalan menghampirinya.
Tinggi Ares dan Eizen tidak terlalu jauh berbeda, Mungkin ini karena faktor genetik ayahnya atau kakeknya makanya diusia muda ia memiliki Perawakan seperti Orang berumur 17~18 Tahun.
Ares lalu menepuk-nepuk Bahunya"Selamat datang Eizen Dan semoga kau bisa melindungiku dengan baik."Ucap Ares lalu menyuruh Damon untuk sedikit memberitahu Eizen tentang Yggdrasil.
Damon sepertinya masih belum menerima Kedatangan Adiknya, Damon hanya bisa mengangguk paham meski tampang cemas dan penuh Tanda tanya terpampang jelas diwajahnya.
"Heheheh....Kuharap mereka berdua bisa akrab. Toh pada dasarnya mereka adik kakak meski beda cara pembuatan."Ucap Ares sambil berjalan di lorong istana.
Ia berjalan sambil menatap sedih setiap ruangan yang tidak berpenghuni, Ares lalu mulai berpikir apakah ia harus pergi kepedagang Budak atau memperkerjakan orang-orang untuk mengurus Istananya selagi ia tidak ada.
meski Damon memiliki kecepatan yang luar biasa ia tetap tidak bisa selalu mengandalkan Damon dalam segala situasi. Ares berharap Eizen dapat membantu Damon dan membuatnya lebih akrab lagi.
__ADS_1
"Haaaaa....... Aku terlalu serius memikirkan rencana-rencana yang akan kubuat sampai aku lupa memiliki Hadiah penyelesaian Quest yang belum kubuka."Ucapnya sambil menatap Storage Box.
Hadiah yang belum ia buka adalah hadiah dari penyelesaian Quest Menundukkan Damon. Ia lupa memiliki Quest ini karena Quest ini sendiri tidak memiliki Notifikasi penyelesaian yang membuat Ares menjadi lupa.
Ares berjalan sampai ia tidak sadari ia berjalan sampai Keruangan perpustakaan Istana. Pintu ruangan perpustakaan cukup besar dan lebar Ares penasaran buku-buku macam apa yang disimpan pemilik sebelumnya.
Ares masuk kedalam perpustakaan dan menemukan Perpustakaan Dua lantai dengan Puluhan rak buku dengan berbagai macam Buku didalamnya.
"Sepertinya pemilik tempat ini sebelumnya adalah orang yang suka dengan buku sampai-sampai ia membuat Perpustakaan dua lantai diistana Kecil ini."Ucapnya sambil melihat Interior perpustakaan.
interior perpustakaan ini mengingatkannya pada Perpustakaan yang pernah ia kunjungi sewaktu perang Dunia Pertama dulu. Ini membuatnya kembali mengingat kenangan-kenangan pahit dikehidupan sebelumnya.
"Berapa lama aku dulu hidup ya? Hhmm.... Mungkin aku hidup sekitar seratus tahun Lebih meski umurku dulu seabad aku masih bisa bergerak layaknya seperti orang berumur 17 tahun."Ucapnya sambil mengingat dirinya dikehidupan sebelumnya.
Dirinya dikehidupan sebelumnya adalah seorang anak yatim-piatu Disebuah Kota Kecil dulu, sampai ia akhirnya dibawa oleh pasukan tentara dari suatu negara untuk berperang.
ia tidak tahu dengan jelas kejadiannya namun dirinya ingat kejadian itu diberi nama perang Dunia Pertama, Sewaktu perang dunia pertama terjadi ia masih seorang anak berumur 7 Tahun meski begitu Ia sudah melakukan begitu banyak pembunuhan dengan tangannya sendiri.
Ia diajarkan sebuah pendidikan yang membuatnya menjadi kuat dimedan perang, Dan ia memiliki tingkat adaptasi tinggi disetiap cuaca, ia bisa berjalan menembus Badai salju dan berjalan diatas tumpukan mayat yang terbakar.
Ia terus-menerus melakukan itu sampai perang Dunia Pertama usai dan ia kembali berperang lagi ketika perang Dunia kedua dideklarasikan.
"aaaahhh...... Sungguh kenang-kenangan yang membuat bernostalgia. Aku harap Perang dengan skala sebesar itu tidak akan terjadi Disini namun sayang sekali. Dalam dua tahun Kedepan akan ada perang yang melibatkan seluruh Ras diyggdrassil. Sampai saat itu tiba Aku harus bertambah kuat bagaimanapun caranya."Ucap Ares sambil mengepalkan tangannya.
"oh. aku jadi lupa membuka Hadiah penyelesaian Quest."Ares lalu melihat Notifikasi System yang jika ia baca Hadiah Ares bisa diambil diStorage Box.
Ares lalu mengambil sebuah Kotak Kecil berwarna merah muda dengan pita berwarna hitam. Warna pita yang melilit kotak ini terlalu kontras dengan warna kotaknya sendiri.
"Kuharap aku bisa mendapatkan Item Bagus."Ares lalu menarik pita hitam itu dan sebuah sinar menerpa wajahnya. Ares sudah tahu ini akan terjadi maka dari itu ia memalingkan wajahnya sebelum menarik pita hitam itu.
Sinar itu dalam sekejap menghilang dan menampilkan sebuah Cincin emas dengan simbol tengkorak ditengahnya.
"hhhhmmmm..... sepertinya cincin ini item yang berharga."Ares lalu mulai melihat Deskripsi cincin itu.
[ The Undead King's Ring
Tingkat : Divine
Persyaratan : Lvl 200+
Sebuah cincin yang dapat membuat sang pengguna memanggil Undead tingkat tinggi sehari sekali, Durasi pemanggilan Undead tergantung jumlah Mp yang pengguna miliki!. Anda dapat memilih Undead yang ingin anda panggil, Level Undead yang anda panggil tergantung level yang anda miliki, Jika level anda 200 maka Undead yang akan dipanggil memiliki Level 170~200. ]
"Wah! Gila! Bisa manggil Undead tingkat tinggi dan lagi bisa milih!? Memang ya Item-item Rank Divine itu efeknya Mengerikan-mengerikan semua."Ucapnya lalu memakai item itu.
"Hhmmm.... cincin ini cukup cocok ditanganku."Ucap Ares lalu berjalan keluar perpustakaan, Ia saat ini sedang berjalan menuju ruang makan"Kuharap Damon menyediakan makanan-makanan enak lagi nanti."Ucap Ares sambil terkekeh kecil.
**********
FAKTA SINGKAT KELUARGA DUNKENHEIT!
Keluarga Dunkenheit adalah Satu dari sedikit bangsawan yang dikerajaan Gottlich yang memerintah Mutlak Wilayah Utara tanpa campur tangan pihak kerajaan Gottlich.
Hukum Yang ada dikerajaan Gottlich sama sekali tidak berlaku diwilayah Utara karena Wilayah Utara adalah satu-satunya Wilayah yang dihuni oleh Satu bangsawan, Yaitu Keluarga Dunkenheit.
Keluarga Dunkenheit sudah terkenal sejak Sebelum Berdirinya kerajaan Gottlich, Keluarga Dunkenheit dikenal dengan luas karena kehebatannya dalam seni Pedang dan terkenal melahirkan Anak-anak yang berbakat.
Keluarga Dunkenheit sendiri tidak pernah bersumpah setia pada kerajaan Gottlich maka dari itu disetiap pertemuan pasti ada konfrontasi antara keluarga kerajaan dan Keluarga Dunkenheit. alasan keluarga Dunkenheit tidak bersumpah setia adalah karena keluarga Dunkenheit Memegang Seluruh Rahasia keluarga kerajaan yang membuat Respect Keluarga Dunkenheit menghilang yang pada akhirnya membuat keluarga Dunkenheit menolak untuk bersumpah setia. Meski begitu Keluarga Dunkenheit memperbolehkan Keluarga kerajaan untuk mengakui wilayah Utara sebagai wilayahnya namun hanya nama saja.
Keluarga Dunkenheit memiliki kekuatan militer yang jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan militer bangsawan manapun bahkan keluarga kerajaan sendiri takut dengan kekuatan militer Keluarga Dunkenheit.
Keluarga Dunkenheit adalah penyuplai Kulit monster terbesar Diseluruh kerajaan, ini karena jumlah monster diwilayah Utara yang hampir tidak pernah berkurang yang pada akhirnya membuat stok Kulit monster menjadi menumpuk dan pada akhirnya dijual kewilayah-wilayah lain.
Keluarga Dunkenheit juga menjadi Bangsawan paling dimusuhi dikerajaan Gottlich karena kekuatan militernya yang dinilai terlalu kuat untuk sebuah keluarga bangsawan.
__ADS_1
Keluarga Dunkenheit memiliki ciri khas sendiri, Yaitu Mata yang berwarna merah darah dan rambut yang berwarna hitam legam yang tidak dimiliki bangsawan manapun dikerajaan Gottlich.