
Ares mengayun-ayunkan pedang dengan kecepatan tinggi, seketika Goblin-goblin yang ada didepannya terpotong-potong lalu menghilang beberapa saat kemudian. tidak lama setelah dia membunuh Kelompok Goblin itu datang 5 troll dengan kapak raksasa ditangan mereka.
Ares memasang kuda lalu mengayunkan pedangnya kecepatan tinggi"Horizontal Slash!."ketika dia mengayunkan pedangnya, 5 Troll itu terpotong menjadi dua lalu menghilang beberapa saat kemudian.
Ares mendengus kesal"Membunuh mereka bahkan sana sekali tidak menambah Exp milikku, membuang-buang tenaga jika menghadapi mereka dengan serius."Ujarnya sambil menghela nafas.
sebenarnya Ares tidak melawan seluruh monster-monster disini, namun dirinya sama sekali tidak mendapatkan Exp bahkan setelah membunuh ratusan dari mereka. ini membuat Ares berpikir tidak ada gunanya serius saat menghadapi mereka karena itu hanya membuang-buang waktu dan nafasnya.
"Jangan seperti itu, setidaknya pengalamanmu tidak menumpul karena menghadapi mereka karena Pengalaman adalah Exp yang sebenarnya."Ujarnya menasehati Ares.
Ares hanya menghela nafas lalu berjalan lagi mengikuti petunjuk yang dirinya sebelumnya temukan, petunjuk-petunjuk itu datangnya random dan kebanyakan dari mereka ditemukan ditempat yang tidak terlihat atau tersembunyi. perlu waktu berjam-jam untuknya menemukan petunjuk-petunjuk itu dan menyambungkan semuanya menjadi satu.
Yang membuat petunjuk-petunjuk itu menjadi sebuah peta yang menurut Long Yuan, mungkin mengarah kepintu keluar. namun! dirinya selalu dihalangi oleh Monster-monster yang ada disini, mulai dari Goblin, Troll, Werewolf, Werebear sampai Lich menghalangi jalannya. itu cukup membuatnya kesal karena hampir setengah perjalanan dia selalu bertemu dan dicegat oleh monster-monster itu.
Ares dengan wajah malas mengingat rute-rute yang ada dikepalanya, lalu berjalan sesuai yang digambarkan dipeta.
Saat dia melewati sebuah belokkan terdapat banyak sekali Goblin yang berkumpul dalam satu tempat, terlihat disana adalah jalan buntu namun Ares bisa mencium bau darah dari sana.
"Terdapat beberapa orang diujung jalan buntu itu, sepertinya mereka terjebak dan dikeroyok oleh sekumpulan Goblin itu. jadi apa yang akan kau lakukan Ares?."Long Yuan melirik Ares.
Namun dia malah mendapati Ares yang terlihat sama sekali tidak perduli dengan mereka, dia hanya mengangguk puas melihat itu'Memang harus seperti ini sikap seorang penguasa, seorang penguasa tidak akan bergerak jika tidak melihat keuntungan yang yang ada. karena itu hanya membuang-buang waktu dan tenaga.'Long Yuan menganggu sambil mengusap dagunya.
Ares berjalan beranjak pergi dari sana dan Long Yuan mengikutinya dari samping. namun setelah berjalan beberapa langkah Ares berbalik lalu masuk dan menarik pedangnya.
Long Yuan mendengus senang melihat itu"Mau seiblis apapun seseorang, kemanusiaan adalah sifat yang tidak bisa lepas."Gumamnya sambil memperhatikan Ares dari belakang.
****************************
Seorang pria mencoba mengayunkan pedangnya untuk membunuh Goblin yang ada didepannya, namun pedangnya terlalu lemah untuk mengenai Goblin itu dan malah membuatnya semakin terluka, meski begitu dia tidak berniat untuk menyerah meski kondisinya seperti itu.
Teman-temannya yang lain juga sudah kehabisan stamina untuk melawan, dan berpikir untuk menyerah saja. tapi teriakan seseorang membangkitkan semangat mereka.
"Jangan menyerah!!! jika kita menyerah sekarang kita tidak memiliki peluang untuk mengubah nasib kita!! apa kalian mau selalu direndahkan oleh kalian mereka yang memiliki kasta diatas kita?!."Seru seorang pria, dia adalah Matthew Sayersz De Dunkenheit yang merupakan ketua dari kelompok ini.
Mereka adalah orang-orang yang berasal dari keluarga cabang, namun mereka hanyalah anak-anak dari selir Kepala keluarga cabang. yang membuat kasta mereka lebih rendah dari anak-anak lainnya, ini menjadikan mereka dikucilkan dan selalu dirundung anak-anak lainnya yang berasal dari keturunan bangsawan.
Mereka membuat kelompok yang bernama Black Horse yang berisikan orang-orang yang sama dengan mereka dan memiliki impian untuk merubah nasib mereka.
__ADS_1
Seketika itu mereka semua memasang kuda-kuda lalu bersiap untuk melawan, namun baru beberapa saat mereka melawan kelompok Goblin itu mereka semua merasa lemas karena stamina yang terkuras saat melawan mereka sebelumnya.
Matthew sebagai Ketua kelompok merasa dirinya tidak berguna dan sedih melihat teman-temannya yang terluka karena dirinya, dirinya dengan berat hati ingin menyerah tapi suara langkah kaki seseorang membuat para Goblin itu berbalik.
"Siapa itu?."Pertanyaan orang itu mewakili semua orang yang ada disana.
tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan mereka tapi mereka bisa merasa orang itu datang untuk menolong mereka, mereka menatap pria tinggi kekar dengan rambut panjang dan mata semerah darah dengan pedang ditangannya.
mereka seperti pernah melihat orang ini tapi lupa dimana mereka pernah melihatnya.
disisi lain orang itu memasang kuda-kuda lalu mengayunkan pedangnya sambil berkata"Horizontal Slash."Seketika itu gelombang Pedang horizontal memotong tubuh para Goblin itu, Goblin-goblib itu mati lalu beberapa saat kemudian menghilang dari pandangan mereka.
menyisakan seorang pria yang berdiri kokoh tidak jauh dari mereka.
"Ares? Tuan muda Ares?."Gumam salah seorang dari mereka.
seketika itu mereka langsung mengingat sosok Ares yang pernah mereka lihat bertanding dengan Amelia beberapa hari sebelumnya. mereka semua langsung menundukkan kepala mereka.
"Saya Ketua Kelompok Black Horse berterimakasih pada Tuan Muda Ares karena sudah menolong kami."Ujar Matthew sambil menundukkan kepalanya begitu dengan yang lain.
Ares hanya tersenyum tipis dan mengangguk"Sama-sama. jangan menyerah karena pintu keluar berada tidak jauh dari sini, kalian bisa mengikuti jejakku atau mencari dengan cara membagi kelompok ini. tapi terserah dari kalian."Ares menyarungkan pedangnya lalu pergi dari sana.
*************************
Ares mengerutkan keningnya melihat tiga jalan didepannya, dia menggaruk-garuk kepalanya"Dipetakan seharusnya hanya ada dua jalan kenapa sekarang ada tiga? apa labirin ini selalu berubah bentuk setiap beberapa menit atau beberapa jam?."Ujarnya keheranan.
"Melihat mekanisme labirin ini sepertinya itu bisa jadi. pilih saja yang sesuai yang ada dipeta, yang mana jalan menuju pintu keluar?."
"Seharusnya yang kiri, tapi melihat struktur jalan ini berubah aku tidak yakin kiri jadi jalan menuju pintu keluar. Eemmm... aku akan pilih kanan saja."Ares melesat masuk kedalam jalan yang dikanan.
Ares melesat masuk dengan cepat dengan Long Yuan disampingnya, tidak lama setelah Ares masuk jalan yang ada disebelah kanan tertutupi oleh tembok yang berasal dari bawah hingga sepenuhnya tertutupi oleh tembok itu yang membuatnya sama seperti tembok labirin yang lain.
Dibagian Luar Tomb of the Thousand Swords Gerald, Richard dan Catherine dibuat pucat melihat keberadaan Ares yang menghilang dari peta, mereka tidak lagi bisa merasa Ares dari peta yang ada ditangan mereka yang membuat mereka bertiga pucat pasi sekaligus panik.
tapi karena mereka ada didepan Para Kepala Keluarga cabang mereka bertiga bersikap seperti biasa, meski keringat mulai membasahi dahi mereka. mereka mengangguk satu sama lain lalu pergi dari sana dengan membawa Aisyah dan Max lalu memasuki Tenda yang hanya khusus untuk mereka.
Saat mereka masuk kedalam Tenda seketika beberapa orang yang memakai Armor Fullbody hitam yang mirip seperti pakaian Assassin berlutut dibelakang mereka, mereka adalah Anggota dari Divisi Nightmare yang merupakan Divisi pertama dari tujuh Divisi lain.
__ADS_1
"Ketua Divisi Nightmare Austen Ravenska siap menjalani tugas."Ujar orang yang berlutut paling depan.
Gerald mencengkram kursi tempat ia duduk hingga hancur"Kerahkan seluruh Divisi Nightmare cari Ares sampai ketemu."Ujarnya dengan suara berat dan dingin.
"Siap! Seperti yang Lord katakan!."Mereka semua menghilang menyisakan Gerald, Richard dan Catherine yang menggendong Aisyah dan Max.
Gerald memijit keningnya"Ibu bisakah kita ibu manipulasi cermin itu sehingga bisa menampilkan Ares? kita tidak bisa membiarkan kabar Ares menghilang diketahui orang lain."Ujarnya lirih.
Catherine menjentikkan jarinya"Sudah."
"Terimakasih ibu. sekarang kita hanya tinggal menunggu kabar dari Divisi Nightmare yang sedang mencari didalam labirin."Gerald menyenderkan tubuhnya dikursi, dia benar-benar tidak menyangka Ares akan menghilang didalam labirin padahal mereka semua bisa melihat semua peserta dari peta yang mereka pegang.
atau dari Catherine karena dia adalah orang yang memegang kendali penuh atas Tomb of the Thousand Swords, tapi Catherine sendiri sama sekali tidak merasakan Ares. ini seolah-olah Ares pergi dari Labirin atau mati, tapi jika Ares mati Soul Jade yang ada di kastil Terrarium akan hancur dan akan mengirim sinyal pada Cincin yang mereka pakai tapi Soul Jade tidak hancur yang menandakan Ares masih hidup.
Richard melirik kearah Aisyah dan Max yang digendong Catherine"Nak, kuharap kau baik-baik saja."Gumamnya sambil berharap Ares baik-baik saja.
***********************************
Hai! Dewasrani disini! kali ini saya akan menjelaskan Tujuh Divisi Utama yang ada dikeluarga Dunkenheit!
Tujuh Divisi utama adalah sebutan bagi pasukan khusus yang dibentuk sejak kekuasaan Kepala keluarga pertama, Darius Von Dunkenheit, Tujuh Divisi ini adalah sebuah pasukan besar yang sangat kuat yang dilatih dan dipilih dari ksatria-ksatria terbaik saja, ya bisa dikatakan Tujuh Divisi ini pasukan khusus yang dimiliki keluarga Dunkenheit.
Berikut Ketujuh Divisi Utama Tersebut :
1.Divisi Nightmare
2.Divisi Godslayer
3.Divisi Dragon Slayer
4.Divisi Heavenly Dragon
5.Divisi Divine Phoenix
6.Divisi Dawn Dragon
7.Divisi Evil Eye's
__ADS_1
Terdapat beberapa Divisi lain yang jumlah anggota lebih sedikit dan lebih lemah dari Tujuh Divisi Utama, meski mereka lebih lemah dari Tujuh Divisi Utama mereka tidak bisa dianggap remeh karena Divisi-divisi itu berisi Ksatria-ksatria Elit dan hebat.